Minggu, April 07, 2019

Mencari Sunyi di Bukit Maskumambang

  6 comments    
categories: 




Cerita jalan- jalan sore kali ini saya pergi sama Resha, teman yang sudah saya kenal sejak zaman TK. Sebelum- sebelumnya kami tidak ada rencana untuk pergi jalan, kala itu tiba- tiba pengen nostalgia ambil foto pakai tustelnya Resha.

Rencananya cepat saja, tiba- tiba langsung disamperin dan berangkat ke Kediri. Diajaklah saya buat muter Kediri sambil cari di mana bagusnya buat foto- foto senja, akhirnya diputuskanlah untuk pergi ke Bukit Maskumambang di daerah Brigif Klothok.







Saya sendiri sebetulnya hanya beberapa kali saja berkunjung ke daerah Klotok ini, itupun sudah lama sekali, mungkin sekitar masa SMP, artinya sekitar tahun 2007. Saat itu saya pergi dengan keluarga untuk rekreasi sekaligus berenang. Nah, kemarin itu baru berkunjung lagi dan baru tahu ternyata di sini ada juga bukit yang kalau sudah sampai di puncaknya bisa lihat luasnya pegunungan Wilis.



Setelah sampai di area Brigif Klothok, kami memarkir kendaraan dan mulai naik melewati anak tangga. Lumayan banyak juga anak tangganya, cocoklah buat pemanasan. Haha. Namun, setelah sampai di atas, ternyata anginnya semilir banget dan pemandangannya juga cantik.



Ohya, di sini juga ada area makam, namanya makam Boncolono. Makam ini merupakan makam dari mbah Boncolono, seorang kakek tua yang membantu masyarakat Kediri saat zaman penjajahan Belanda. Seperti yang kita tahu dari sejarah, saat zaman penjajahan kehidupan masyarakat sangat susah dan sengsara karena dijadikan budak.



Mbah Boncolono ini sakti dan sulit ditangkap, bahkan kabarnya beliau bisa hidup kembali setelah dibunuh. Akhirnya Belanda menggunakan siasat politiknya, akan membayar mahal bagi siapapun yang bisa menemukan cara untuk membunuh mbah Boncolono ini. Ternyata, salah satu kelemahan dari mbah Boncolono adalah, sesudah ia mati jasadnya harus dipisahkan dari kepalanya, serta dikubur terpisah melewati sungai, sehingga harus dipenggal.




Maka dari itu, ketika mereka membunuh Mbah Boncolono, Belanda mengubur tubuhnya di Bukit Maskumbang sedangkan bagian kepalanya di Ringin Sirah. Lokasi ini dipisahkan oleh Sungai Brantas. Ngeri juga ya.

Tapi kemarin saya kesana bukan untuk ziarah, hanya mencari sunyi dan suasana senja saja. Sepulang dari Bukit Maskumambang, kami mengisi perut dengan menu pecel tumpang yang ada di sepanjang jalan Dhoho Kediri.



Buat yang pengen mampir ke Bukit Maskumambang, kalian juga bisa melihat kijang di taman Brigif.


6 komentar:

  1. Wah bagus banget nih tempatnya. Aku jadi pingin travelling ke sana

    BalasHapus
  2. Wah cocok banget nih ya buat tempat foto. Keren banget pemandangannya

    BalasHapus
  3. Langsung fokus ke yang jualan makanan :D

    BalasHapus
  4. Keren nih tempatnya. Cocok banget buat anak alam :D

    BalasHapus
  5. Terima kasih informasinya sangat bermanfaat hehe

    BalasHapus

Keep Blogwalking!