Selasa, Juni 04, 2019

Euforia Menyambut Lebaran

  1 comment    
categories: 
Haru dan sedih, begitu cepat Ramadan berlalu. Tak terasa, Insya Allah malam ini akan terdengar kumandang takbir di segala penjuru dunia. Saat takbir berkumandang, terkadang muncul perasaan riuh sekaligus sepi dalam hati saya.

Lebaran tinggal menghitung jam saja, persiapan apa saja yang sudah dilakukan untuk menyambutnya? Di wilayah saya, ada banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk menyambut datangnya hari yang fitri. Maka dari itu saya menyebutnya sebagai, euforia lebaran.

Dua minggu jelang lebaran, biasanya sudah banyak yang bersiap untuk memperbarui warna rumah dan pagarnya. Gak lupa juga sofa, meja dan kursi dijemur biar kembali empuk saat diduduki tamu.

Nah, kalau di rumah saya sendiri, hingga saat ini euforianya masih sekedar cat ruang tamu  dan cuci- cuci toples untuk pemanis meja saat lebaran nanti. Kalau soal beres- beres rumah, biasanya sih beberapa jam sebelum salat ied, jadi suka bangun pagi banget. Toh juga rumahnya jarang dibuka saat lebaran, soalnya pergi terus. Haha.

Selain itu, tahun ini saya juga gak begitu banyak berkunjung ke pusat perbelanjaan seperti tahun sebelum- sebelumnya, untuk beli jajanan atau baju. Semuanya sudah kami persiapkan jauh- jauh hari sebelum puasa tiba. Maksudnya seperti jajanan, kami sudah pesan ke langganan dan siap diantar ke rumah beberapa hari sebelum lebaran tiba.

Euforia lain ketika jelang lebaran adalah mulai majunya jamaah yang datang untuk tarawih dan tadarus. Kalau ini entah pantas atau tidak jika disebut euforia, namun kenyataanya seperti itu sih. Dan yang paling tidak bisa dilepaskan saat jelang lebaran adalah mulai banyaknya suara petasan dan disepanjang malam.

Ada satu tambahan lagi euforia yang saya lakukan jelang lebaran, saya memandikan kucing- kucing yang ada di rumah, namun karena adanya penguranga secara drastis, jadinya tahun ini hanya memandikan satu kucing saja. Saya pribadi tidak ada yang istimewa dalam menyambut lebaran, hanya mempersiapkan hati dan diri aja kalau berkunjung ke tetangga ditanyain kapan kawiiin..

Entah ini boleh disebut euforia atau lebih ke fenomena. Ohya, sebagai pemilik blog ini, saya menyampaikan mohon maaf lahir dan batin untuk semua pembaca, ya. 

1 komentar:

Keep Blogwalking!