Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Tentang Jodoh dan Kesehatan

[Dibuat dengan Canva]

Ada rasa sedih ketika ramadan mulai meninggalkan diri, meski sudah berusaha sebaik mungkin, tapi rasanya masih tetap belum maksimal dalam menjalankan ibadah selama bulan ramadan. Padahal di bulan suci penuh berkah ini, kita sebagai umat Nabi Muhammad diberi kesempatan seluas- luasnya untuk berdoa dan beribadah kepada Allah SWT.

Saya pernah mendengar ceramah saat mengikuti majlis, ada waktu- waktu mustajabah atau waktu terbaik untuk berdoa dan berpeluang besar dikabulkan. Waktu- waktu itu diantaranya adalah sepertiga malam terakhir, saat sahur, menjelang berbuka, saat malam lailatul qadar, dan sepanjang puasa (sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Penjelasan waktu tersebut ada hadistnya, silakan dicari ya atau ditanyakan kepada ustadznya. Di sini saya gak akan bahas soal hadist- hadist.


Nah, karena ada banyak sekali waktu istimewa yang diberikan kepada kita, maka sayapun tidak mau menyia- nyiakan kesempatan ini. Ada cukup banyak doa dan harapan yang saya panjatkan sepanjang Ramadan ini. Utamanya berkenaan dengan diri saya sendiri dan orang terdekat.

Sebagai anak perempuan yang dianggap sudah cukup umur (di atas 25 tahun) dan sudah pantes untuk menikah. Saya sering banget dikejar pertanyaan “kapan?”. Sebetulnya, orang tua tidak memaksa saya untuk segera menikah, semua diserahkan sepenuhnya kepada saya.

Hanya saja, ada saja banyak orang di luar sana yang mengusik dan akhirnya orang tua sering ke’triger’ mengenai hal ini. Ini juga gara- garanya, ada cukup banyak anak perempuan di wilayah saya yang usianya beda 4-5 tahun lebih muda, sudah lebih dulu menikah dan memiliki anak. Jadi seolah- olah saya yang usianya di atas 25 + 1 ini dianggap ketuaan banget dan belum nikah- nikah. Hahaha. Ingin tertawa tapi sebal.

Berkenaan dengan itu, maka saya berusaha untuk selalu meminta diberi jodoh yang baik dan diberi ketetapan iman. Tak perlu cepat, asal datang di waktu yang tepat. Jujur nih ya, kalau terus dikejar- kejar sama pertanyaan soal nikah, kadang muncul pemikiran males buat nikah. Hahaha

Selain itu di Ramadan ini saya juga berdoa semoga diberikan rejeki yang cukup dan barokah. Cukup buat beli rumah, cukup buat beli heli, cukup buat pelesiran kemana- mana. Hahaha. Nglunjak.

Semoga saya, orang tua, keluarga dan semua makhluk selalu diberikan kesehatan biar bisa terus beribadah dan melakukan aktivitas, diberikan keselamatan di dunia dan akhirat dan yang terakhir semoga bisa berjumpa kembali dengan Ramadan di tahun depan.

Ada aamiin?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame