Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Cerita Perpanjangan SIM C

Hola!

Menyambut Senin dengan berada di kantor Samsat Pare untuk memperpanjang SIM C. Awalnya sudah putus asa, karena sadar sudah telat hampir 6 bulan. Mikir- mikir mau perpanjang, takut disuruh buat SIM baru, ujian lagi. Takut ndak lulus. :D

Ceritanya, hari Sabtu kemarin saya kena tilang dikarenakan SIM sudah kadaluarsa, karena mau penelitian jadi saya pilih bayar di tempat saja (tolong ini jangan ditiru ya). Lalu, Senin ini menyempatkan untuk memperpanjang SIM di Pare, karena dulu buatnya juga di tempat ini.

Sebelumnya, saya sempatkan untuk baca- baca beberapa artikel di blog teman- teman yang pernah memperpanjang SIM. Ada beberapa yang mengatakan kalau SIM yang kadaluarsa tidak dapat diperpanjang, jadi harus membuat SIM baru. Ohya, permasalahan SIM saya begini, saya pernah membuat SIM saat SMA, kelas XI. Saat itu usia saya belum mencukupi, tapi harus memiliki SIM karena keperluan sekolah yang naik motor. (Oke, ini jangan ditiru juga ya). Akhirnya, saya membuat SIM dengan KTP dituakan 1 tahun. Sekarang KTP sudah sesuai dengan sebenarnya, tapi SIM belum. Saya sempat was- was, bagaimana kalau tidak bisa diperpanjang, karena perbedaan identitas. Ternyata hari ini masih bisa.

Saya sarankan untuk berangkat pagi apabila ingin mengurus surat- surat penting. Saya berangkat pukul 06: 30, dan ternyata masih ada apel pagi. Sebelum itu siapkan dulu persyaratan untuk memperpanjang SIM.
1. KTP
2. SIM
3. Bolpoin
4. Uang

Sebelum itu, copy dulu identitas yang diperlukan. Kalau bingung bisa copy di dekat samsat, petugasnya sudah paham. Nanti kita akan ditanya, mau perpanjang atau membuat baru, tenang saja, kita sudah sekalian diberi map dengan 1 warna yang sama, setelah itu, saya menuju klinik untuk cek kesehatan.

Saat saya menuju klinik, pas sekali kliniknya baru buka, jadi saya ada di antrean pertama. Namun masih harus menunggu karena dokternya belum datang. Tidak lama kemudian ada petugas yang mulai menulis surat kesehatan, nama saya dipanggil, ditanya tinggi badan, dan berat badan (anpa ditimbang dan diukur), jadi saya kira- kira saja sih tadi. hehe

Lalu, saya mulai dipanggil ke dalam. Duduk di depan ibu- ibu dan saya disuruh membaca huruf- huruf yang ada di buku psikotes, untuk mengetahui punya sakit Buta Warna atau tidak. Setelah itu saya membayar Rp. 20.000, dan pindah ke meja selanjutnya, membayar lagi uang asuransi sebesar Rp. 30.000. Saya diarahkan untuk menuju Loket Informasi, untuk mengumpulkan berkas yang isinya KTP, SIM, Surat Kesehatan, dan Asuransi.

Menunggu ...

Nama- nama mulai dipanggil, saya dapat urutan ke 6. Lalu menunggu untuk dipanggil untuk melakukan pembayaran di Loket BRI, untuk saya perpanjang SIM C jumlahnya Rp. 75.000.

Lalu mari kita menunggu lagi untuk dipanggil..

Tidak sampai 15 menit, nama saya dipanggil untuk mengisi formulir. Disini gunanya bolpoin sendiri. Biar gak saling menunggu dan meminjam ya. Soalnya sistem ketika kita sudah masuk di ruangan untuk menunggu foto adalah FIFO (First In First Out). Semakin cepat mengisi blanko, dan mengumpulkan formulir. Maka semakin cepat kita mendapat antrean foto.

Menunggu lagi untuk dipanggil pemotretan.

Saat sudah dipanggil, di dalam ruangan kita masih menunggu giliran untuk foto. Soalnya di Pare, cuma ada 2 petugas bagian potret memotret. Eh, butuh pegawai buat nge foto nggak ? ;v. Kamera yang dipakai kamera poket.

Setelah nama saya dipanggil, dibacakan identitas yang saya isi sebelumnya, lalu saya diminta untuk cap jari, serta tanda tangan. Lalu, foto. Selesai.

Menunggu lagi untuk mendapat kartu SIM yang sudah jadi.

Selang 15 menit kemudian, nama saya dipanggil.

dan saya kecewa :(

foto nya jelek, nggak genic gitu, GAK PAKE DI EDIT SAMA POTOSHOP GITU, gak pakai 360 gitu :(. Print kartunya ada garis- garisnya. Printernya masih belum oke nih kepolisian.

Tapi, yang penting udah punya sim resmi lagi. Siap nge-rider kemana- mana lagi.  :D

*bener ya, posting tanpa foto ibarat makan ayam goreng yang gak digoreng. Maaf, sama sekali tidak mendokumentasikan apapun.

So, happy monday everyone.

Komentar

  1. gegara fotonya gak potojenik ya sil :)

    BalasHapus
  2. wah, dapet yang cepet ya. saya dulu nunggu foto lama banget. Diserobot melulu sama yang titip2 itu. antri jam 7 pagi, jam 1 siang baru jadi. Itupun juga karena saya protes di ruang foto. kekeke...

    BalasHapus
  3. lebih enak perpanjang di mobil keliling Sil

    BalasHapus
  4. hahahaaaa...foto SIm memang ngg ada yang bener hehehe...

    BalasHapus
  5. Saya bulan juni nanti expired sim nya. Rencana sih mau perpanjang. Semoga nggak ribet n bisa cepat selesai :) harus dandan cantik n gaya nih pas difoto, biar gak kjadian kayak mbak silvi :)

    BalasHapus
  6. alhamdulillah
    tambah mudah mengurus SIM online sendiri
    terima kasih banyak infonya

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame