Selasa, Juni 23, 2015

Menabung = Investasi Masa Depan

  5 comments    
categories: 

Alkisah ada dua bersaudara yaitu Marga dan Margi sedang jalan- jalan ke sebuah pasar induk. Mereka niatnya sih mau beli baju dan sepatu sandal buat lebaran. Marga dengan riang gembira memilih baju dan sepatu, begitu juga dengan Margi. Eh, tapi kok Margi cuma milih- milih terus ya dari tadi ? Padahal sudah 20 toko yang didatangi.
 
“Gi, kamu kok gak beli- beli sih dari tadi ? Aku kan capek jalan- jalan terus. Aku sudah dapat baju dan sepatunya, ayo kamu mau yang mana sih?” Marga mengeluh kecapekan. 


“Iya, sebentar aku masih belum ada yang cocok nih”, kilah Margi.


Kemudian mereka mulai masuk dan keluar toko lainnya. Saking lamanya nih, sampai adzan maghrib berkumandang Margi masih belum dapat baju dan sepatunya loh. Wah, akhirnya Margi berkata kepada Marga sambil terisak.

  
“Marga, aku sebenarnya tidak punya uang untuk membeli baju, uangku sudah habis untuk beli jajan kemarin”.


“Wah, kenapa kamu tidak bilang dari tadi ? Kakiku sampai pegal menunggumu memilih baju. Lain kali jangan boros. Baiklah, ayo kita pergi ke toko, kamu boleh pakai uangku dulu untuk beli baju, tapi kamu harus menggantinya ya nanti”.


Betapa senang hati Margi, akhirnya dia punya baju dan sepatu baru seperti Marga.




Nah, dari cerita di atas sudah tau kan ya kenapa menabung itu penting, dan kenapa menabung itu sebaiknya dilakukan sejak dini. Iya, betul. Supaya nantinya kita terbiasa menyisihkan serta menyimpan sebagian uang supaya digunakan dikemudian hari. 


Coba deh, ingat- ingat lagi lagu punya Titiek Puspa yang dinyanyikan Saskia dan Geofani, judulnya Menabung. Dalam liriknya ada kata “Bang Bing Bung, Hey! Jangan dihitung, tau- tau kita nanti dapat untung”. 

Menabung, memang mudah pengucapannya, namun susah... susah sekali realisasinya. Melakukan kegiatan menabung itu semacam menahan ego diri saat memiliki uang banyak. Manusia pada dasarnya akan selalu melakukan kegiatan konsumsi, dan kegiatan tersebut membutuhkan pendapatan atau uang. Sehingga, ketika Y (income) besar, maka C (consumtion) mu akan besar juga. Masalahnya, apakah kita menyisihkan untuk S (saving) dan bahkan untuk I (investment) atau tidak. Rumus- rumus ini biasa digunakan dalam fungsi konsumsi dan fungsi tabungan.

Sebenarnya, menabung tak perlu banyak, sedikit- sedikit lama- lama katanya bakal jadi bukit juga.
 

Lalu, kenapa sih menabung itu penting, buat saya pribadi? 
Alasannya cuma satu, kalau gak punya tabungan gak bakalan bisa beli ini itu. Apalagi saya belum bekerja. Otomatis uang saku masih bergantung pada orang tua, duh malunya.



Untungnya, sejak kecil orang tua selalu mengajarkan saya tuk gemi lan nastiti. Menyisihkan sebagian uang yang didapat untuk disimpan yang nantinya digunakan pada waktu tak terduga. Cerita proses menabung ini panjang, awalnya memang berat apalagi nabungnya di celengan kendi. Pengen ngulik- ngulik aja supaya uang bisa lolos keluar. Tapi, apa daya, ini kendi bukan celengan plastik. Tak bisa diterawang dengan senter supaya tau jumlah pecahan uang, cuma bisa ditimbang- timbang beratnya. Akhirnya, pasrah saja. Lalu, pernah punya tabungan di bank masa- masa SMP dan SMA, hampir tiap satu minggu sekali menabung meskipun jumlahnya tidak banyak, tapi jarang sekali diambil karena memang tak ada ATM nya, jadi kalau perlu ya harus antre di teller. Whaa. Malasnya. 


Nah, biasanya menabung tapi jumlah saldo gak bertahan lama itu karena ada kemudahan akses untuk mengambil uangnya. Kalau gitu, nih saya punya sedikit tips kalau mau tabungan tetap aman. Haha


  1. Kalau kamu nabung di celengan, pastikan tak ada akses untuk ngulik- ngulik uangnya, pilih celengan yang ada kuncinya, lalu titipkan ke orang yang dipercaya, ibu misalnya. Atau gunakan kendi yang susah dipecah. Saran saya, jangan pakai celengan plastik.
  2. Kalau kamu nabung di bank, pilih tabungan yang non ATM. Jadi kalau mau ambil uang pikir- pikir untuk antrenya, atau bisa saja kamu pilih tabungan berjangka, tentunya pilih dan cermati baik- baik tabungan mana yang cocok kamu gunakan.
  3. Kamu juga bisa menitipkan uang ke teman atau keluarga yang kamu percaya, misalnya saat punya uang kamu pinjamkan uang tersebut ke mereka, jadi kamu tetap punya simpanan.

Eh tapi, kalau kamunya masih kebingungan, ada loh web yang bantu kita milih produk- produk yang bantu kita mengatur keuangan. Seriusan? Iya serius alamatnya cermati.com. Disini ada banyak banget info dan tips keuangan yang tentunya bisa bermanfaat buat saya dan kamu semua. Mulai dari Kartu Kredit, Kredit Tanpa Agunan, Kredit Multi Guna, Artikel Keuangan, Kredit Motor, Tabungan, Tabungan Berjangka, dan juga Deposito. 

cermati.com

Semuanya dikupas tuntas setajam silet di web ini, ada banyak pilihannya. Kalau untuk saya sih sejauh ini masih sering ngulik- ngulik produk tabungan aja di web cermati.com. Soalnya, sampai sekarang ini kebutuhannya masih belum kompleks, tapi tentunya akan beda lagi kalau udah dapat kerja. Beruntung banget nih saya tau web cermati.com sejak sekarang,  jadi bisa belajar dan menyiapkan produk keuangan mana yang nantinya saya pakai saat sudah punya penghasilan sendiri. 



Kalau kamu ? Sudah menyiapkan perencanaan keuangan di masa depan?  Yuk, segera. 





Sabtu, Juni 20, 2015

Alur Penyerahan Skripsi di Universitas Negeri Malang

  3 comments    
categories: 
Hai.. Hai.. Hai.. Gimana kabarnya temen- temen (calon) alumni yang sedang mengurus penyelesaian jenjang kuliah ? Capek dan riweh ya? Ets tapi meskipun demikian semoga tetap bahagia yah. :)

Tak terasa ya, kita semua sudah ada di tahap ini, tahap yang paling kita tunggu- tunggu demi lepas dari label mahasiswa tingkat akhir atau sering disebut mahasiswa tua. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Cuma itu yang bisa diucap. Hehehe.

 
Nah, buat teman- teman calon alumni lainnya yang sedang berusaha untuk melepas 'label' saya mau sharing soal tahap dan alur dalam penyerahan skripsi di perpustakaan kampus. Tapi, kalau ada yang kurang jangan segan kasih masukan yah. ^.^

Awalnya, pastikan dulu ya kalau sudah ujian skripsi dan selesai revisi sampai sudah dicetak dan dijilid. Jilidnya sesuai kebutuhan saja, umumnya sih 4 buku skripsi. Tapi, bisa lebih kalau dosen pembimbing atau tempat observasi minta skripsi kita. *tsaelah.

Ohya, kalau jilid skripsi sudah selesai jangan lupa minta stampel di fakultas masing- masing ya, untuk pengesahan dan penguat saja sih, karena saya kuliah di fakultas ekonomi jadi saya minta stampelnya di bagian TU ekonomi, kami biasanya menyebutnya mbak/ibu aquarium, karena tempatnya seperti aquarium.

Sekarang saatnya menyebarkan skripsi kita! :D

Pada umumnya, ada 3 tempat yang wajib menerima buku skripsi kita. Pertama adalah jurusan yang kita ambil selama kuliah, kedua perpustakaan fakultas, dan ketiga perpustakaan pusat/ Universitas. Untuk pembagian skripsi ini boleh dimulai dari mana saja, tidak harus dari jurusan dulu, lalu fakultas, lalu universitas. Bebas mau dibagi kemana dulu, karena yang penting saat penyerahan skripsi kita akan mendapat 1 lembar kertas tanda terima penyerahan skripsi yang nantinya digunakan untuk proses penjajakan atau pengambilan ijazah.

Penyerahan Skripsi di Jurusan (Ekonomi Pembangunan)


Kalau di jurusan saya, Ekonomi Pembangunan tak perlu menyerahkan buku skripsi, hanya 3 lembar FC cover depan, lembar persetujuan dosen pembimbing 1 dan 2, serta lembar pengesahan skripsi yang ditanda tangani ketua jurusan dan dekan fakultas. Yah, tergantung kebijakan jurusan masing- masing ya.

Penyerahan Skripsi di Fakultas (Ekonomi)

Selanjutnya, untuk penyerahan skripsi di perpustakaan Fakultas Ekonomi, kita hanya perlu memasukkan (input) data- data valid kita di komputer yang disediakan, data- data umum seperti Nama, NIM (Nomor Induk Mahasiswa), jurusan, alamat rumah, lalu judul skripsi. Selesai ? Lapor ke petugas dan kita akan mendapat lembar tanda terima skripsi. Lagi- lagi, tergantung kebijakan fakultas masing- masing yah. Hehe

Perpustakaan Pusat/ Universitas Negeri Malang

Penyerahan skripsi di pusat sedikit riweh sih, soalnya ada tahap- tahap untuk upload abstrak dsb, tapi tenang saja, sudah ada panduannya kok, jadi gampang. Jadi, untuk penyerahan skripsi di sini, kita terlebih dahulu menyiapkan file skripsi kita dalam bentuk dvd. Isi dvdnya terdiri dari Artikel Ilmiah, Skripsi format DOC, Skripsi format PDF, dan PPT Ujian.

Oke, jadi yang harus kalian lakukan untuk menyerahkan skripsi di perpustakaan pusat adalah datang dulu ke perpustakaan ya :D, lalu input data dan upload file abstrak milik kalian, sudah ? pastikan semua data sudah terinput dan terdeteksi di sistem ya. Kalau sudah yakin file terkirim dengan selamat, sekarang masuk ke ruangan untuk menyerahkan skripsi. Ibu petugasnya ramah kok, suka nyanyi juga :D, jadi woles saja ngga usah takut, masa udah sarjana takut. hihi

Nah, saat menghadap ibu petugas ini, serahkan buku skripsi dan dvd kalian. Kita akan diberi 2 lembar formulir tanda terima skripsi, 1 lembar tanpa stampel, dan 1 lembar stempel. Sembari mengisi formulir, dvd dan skripsi kita akan di cek oleh petugas, lalu kita akan ditanya, apakah sudah upload abstrak, jika sudah maka akan di cek data kita, sudah masuk ataukah belum di sistem perpustakaan. Jika sudah selesai mengisi format tanda terima skripsi, serahkan ke petugas format tanpa stampel, dan yang ada stampelnya kita simpan guna penjajakan.

Sudah, mudah kan ya ? Hihi.. Tapi, harus sabar ya, karena memang harus antre dulu, dan jangan lupa semua tanda terima skripsi di masing- masing tempat jangan sampai hilang, simpan baik- baik, biar gak menghambat jalan kita semua menuju wisuda. ^^




Semoga sharingnya bermanfaat ya.

Jumat, Juni 19, 2015

Menanti Mercedes S Class di Gebyar Tahapan BCA

  94 comments    
categories: 
“Bing beng bang. Yok kita ke bank.
Bang bing bung. Yok kita nabung
Tang ting tung hey. Tau tau kita nanti dapat untung”
– Menabung.


Masih ingat dengan lagu itu ? Lagu ciptaan dari Titiek Puspa dan dinyanyikan oleh Saskia serta Geofani ini sebenarnya mengajarkan kita untuk rajin menabung. Sadar atau tidak sejak masa kanak- kanak kita sebenarnya selalu dibekali dengan ilmu hemat, orang Kediri menyebutnya “gemi”. Gemi adalah kata lain dari hemat, filosofi gemi sendiri sebenarnya sangat mendalam, yaitu setiap manusia hendaknya memiliki sifat gemi atau hemat dalam kehidupannya, gemi ibarat kontrol diri dalam memanajemen keuangan. Namun, gemi bukan berarti pelit. Jika manusia memiliki sifat ini, maka akan lebih mudah untuk memanajemen keuangan.

Saat masih zaman sekolah, saya selalu diajari oleh orang tua untuk menabung dengan cara menyisihkan sebagian uang saku dan saku (uang) pemberian dari saudara di setiap hari raya, kala itu tabungan saya berbentuk kendi dari tanah liat yang diberi hiasan warna warni, saya senang sekali karena lucu. Hampir setiap hari saya selalu menimbang- nimbang berat dari tabungan saya tersebut, terbayang saat nanti sudah penuh dan dipecah, uangnya pasti banyak sekali. Tapi, ibu tak pernah mengizinkan saya untuk memecah tabungan kendi, sehingga sejak kelas 1 – 6 SD saya punya 7 kendi.

Memasuki zaman sekolah pertama, ibu mengajak saya ke salah satu bank, ternyata hasil tabungan di 7 kendi milik saya tersebut uangnya akan dimasukkan bank, hah? Saya excited sekali. Saya punya rekening pribadi, karena belum memiliki KTP saya menggunakaan kartu siswa untuk mendaftar. Satu minggu sekali saya tak pernah absen menabung, entah kenapa saya senang sekali. Ternyata menabung itu menyenangkan sekali, ibarat menanam tentu kita akan menuai. Rasanya ? Jangan tanya. Hahaha. Seneeeeng dan bahagia. Soalnya dengan menabung saya bisa beli barang- barang yang saya pengen.

Masuk zaman sekolah menengah hingga kuliah saya mulai bisa memilih layanan perbankan mana yang cocok untuk saya, namun karena penasaran berkali- kali saya berganti bank. Namun akhirnya saya merasa cocok dengan satu bank, saya tertarik dengan layanannya yang mudah dan cepat, dan saya jatuh hati sama inovasinya. Ihi. Iya, sekarang saya pakai BCA.  Awalnya sih saya pakai Tahapan Xpressi, karena unik bisa ada foto diri sendiri di ATM, seneng aja lihatnya. Haha, dasar narsis. Pas banget orang tua juga pakai BCA jadi kiriman orang tua makin lancar jaya.

Pakai BCA ternyata enak juga, makanya banyak teman kuliah dan teman blogger yang pakai, gak salah memang memilih layanan perbankan satu ini. Nah, beberapa waktu yang lalu, saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi KCU BCA di Kediri, niatnya sih mau antar teman buat Tahapan Xpressi karena dia iri sama ATM BCA saya yang ada fotonya. Sambil menunggu antrian, beberapa kali saya melihat ada wahana berbentuk replika mobil, 2 kursi duduk dan setir, lalu ada layar LED besar yang menampilkan gambar nasabah yang mencoba wahana tersebut, dan dalam layar, nasabah terlihat seperti dalam mobil Mercy. 

Augmented Reality (AR) Mercy
  
Rasa penasaran saya muncul, apa sih itu ? hehe. Saya juga ingin mencoba bagaimana rasanya wahana replika mobil di BCA. Ternyata ini namanya wahana Augmented Reality (AR). Adanya wahana ini dimaksudkan untuk memberi pengalaman para nasabah BCA supaya dapat merasakan enaknya naik Mercedes-Benz S-Class, hadiah utama dari Gebyar Tahapan BCA. Saat mencoba, ternyata asyik juga naik mercy ya. 


Mencoba naik AR Mercy
 
Gambarku ada di layar LED :D

Ohya, jika teman- teman ingin mencoba AR ini, saya sarankan setelah selesai jangan langsung beranjak pergi, sempatkan diri untuk berpose dengan  gaya yang paling ekspresif, gokil dan unik. Kemudian, hasil dari foto dan video naik mercy tersebut jangan lupa untuk di share di akun sosial media masing- masing, baik Facebook dan Twitter dengan hastag #RayakanMomen dan #RayakanKediri (Isi dengan kota masing- masing), juga jangan lupa mention ke @GoodLifeBCA.

Silviana AppleAsyiiikknya keliling Kediri naik mobil mercy, bisa sambil dadah dadah ke pemirsa dan para fans ƪ(˘⌣˘)┐tori.. ƪ(˘⌣˘)ʃ tori.. ƪ(˘⌣˘)ʃ tori.. #RayakanMomen #RayakanKediri GoodLife BCA

Share via Facebook

#RayakanMomen #RayakanKediri @GoodlifeBCA Asyiiiik, bisa nyetir Mercy di BCA. Seru banget! :D pic.twitter.com/i5DxQ7rgJK — Silviana (@silvianapple) June 15, 2015
Share Via Twitter

Selain di Kediri, mesin AR yang canggih ini hadir juga di kota- kota lainnya, seperti Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Kediri, Makassar, Bandung dan Samarinda. Mesin AR yang canggih ini akan dapat digunakan mulai tanggal 15 Juni 2015 sampai 3 Juli 2015. Lebih lengkapnya kalian bisa check di sini. Foto- foto yang masuk akan diseleksi oleh juri dari BCA, dan ada hadiah keren untuk foto yang paling ekspresif unik dan menarik. Hadiahnya Smartphone Xiaomi yang saat ini sedang hype dan Samsung S6 terbaru. Kedua hadiah ini akan dibagiaknsetiap minggu (Xiaomi Redmi2), khusus untuk Samsung akan dibagikan sekali di akhir periode sebagai Grand Prize.

BCA memang keren ya, senantiasa memanjakan nasabahnya. Mulai dari produknya yang ketje dan inovasi- inovasi seperti Augmented Reality. Apalagi setiap tahun selalu menggelar acara akbar yang dinantikan oleh para nasabah BCA, Gebyar Tahapan BCA memang tak pernah bosan memberi hujan hadiah untuk nasabah setianya. Nah, kira- kira tahun 2015 ini siapa ya yang dapat hadiah utama ? Semoga aku deh. Aamiin :D

Teman- teman juga boleh loh berdoa, asalkan punya salah satu atau lebih dari sekian banyak produk BCA, baik Tahapan BCA, Tahapan Gold, Tahapan Xpresi, dan nasabah BCA Syariah yang memiliki Tahapan iB dan Tahapan Rencana iB, jadi bisa ikutan program ini. Hadiahnya ? Aih jangan tanya. Banyak? Banyaaaaak. Ada ratusan motor Honda, puluhan Mercedes-Benz C-Class, dan yang utama adalah Mercedes-Benz S-Class.  
Nah, untuk bisa ikut Gebyar Tahapan BCA, nasabah harus mengumpulkan kupon sebanyak mungkin. Kupon ini nantinya akan diundi untuk mendapatkan hadiah. Apa sih yang harus dilakukan untuk menambah jumlah kupon? Caranya mudah kok, nih :
  • Terus tambah nominal saldo teman- teman;
  • Bayar tagihan kartu kredit, listrik, air, telepon, dan lainnya pakai e-Banking BCA (KlikBCA, m-BCA, dan ATM);
  • Beli pulsa, tiket dan lainnya pakai e-Banking BCA (KlikBCA, m-BCA, KlikPay dan ATM);
  • Belanja pakai Debit BCA.

Pokoknya sering- sering lah pakai produknya BCA, supaya kupon- kupon kita makin bertambah dan bisa jadi makin besar kesempatan untuk menang dan dapat hadiah dari Gebyar Tahapan BCA tahun ini. Untuk lebih jelasnya, nih saya kasih perhitungan kuponnya.

Persyaratan
Keterangan
Kupon yang diperoleh
Saldo rata-rata per bulan
Rp 1 juta
1 Kupon
Transaksi Pembayaran/Pembelian*
a. ATM BCA
b. KlikBCA, m-BCA, atau KlikPay

1 kali
1 kali

5 Kupon
10 Kupon
Belanja dengan Debit BCA
Rp 100 ribu (akumulasi)
1 Kupon
*Bayar tagihan kartu kredit, listrik, air atau beli pulsa, tiket, dll.

Info lebih detail teman- teman bisa cek di website BCA http://www.bca.co.id/gebyartahapanbca kalian bisa mendapat informasi yang valid dan lengkap dari website tersebut. Kerennya lagi ada simulasi yang isinya tentang bagaimana caranya untuk memperbesar kemungkinan menang hadiah. Caranya gampang banget dan ada petunjuknya. Keren dan seru Gebyar BCA Tahun ini.

Jadi, tunggu apalagi ? Buat yang belum punya BCA, buruan deh buat. Buat bisa menang GTB gak selalu yang saldonya milyaran loh, asal sering melakukan aktivitas dengan BCA aja, yang penting nambah poin kupon, dan kalau memang rejeki yakin nggak akan kemana. Mercy come to mama  :D


Senin, Juni 15, 2015

Got it!

  10 comments    
categories: 

Tak terasa, lunas semua beban menuntut ilmu jenjang strata 1. Terimakasih untuk 3 tahun 7 bulan yang mengesankan. 

Welcome, reality.


Paket Tak Terduga Hadiah Sarjana

  9 comments    
categories: 
Tadi siang, saya menyempatkan diri tuk berjumpa dengan teman- teman blogger, senangnya kopdar dengan mereka, maklum lah kesibukan masing- masing yang membuat kami semua jarang berkumpul. Pas ada momennya kumpul, maka tak boleh dilewatkan begitu saja, yah sekedar tahu orangnya masih hidup gitu kan sudah bahagia. :D 
Sesampainya di rumah, melihat ibu di dapur masak tuk 'megengan' nanti malam. Eh, tau megengan nggak ? Megengan kalau disini masak- masak untuk dibawa ke masjid atau mushola terdekat pada malam hari, nah di masjid atau mushola nantinya akan ada tahlil menyambut bulan Ramadhan. Jadi akan sangat ramai di masjid- masjid kampung malam ini. Kalau di daerah lain, perayaan semacam itu, apa namanya ? Saya jadi pengen tahu. 

Setelah salim dan icip- icip makanan, saya masuk kamar, niatnya sih mau istirahat, tapi kaget karena ada bungkusan amplop besar. Bingung sejenak, paketan apa ini, perasaan akhir- akhir ini tak pernah menang kuis apa- apa. Lama memandangi bungkusan coklat dengan sedikit mendramatisir, akhirnya saya menemukan nama pengirim sekaligus nomor handphone nya. - Ade - 08xx xxx xxxx.

Eh Ade siapa sih ini. Sumpah saya bingung, Ade siapa yang mengirim paket ini ke saya. Lama berpikir, akhirnya saya ingat, beberapa waktu yang lalu ada salah satu teman blogger yang menerima kiriman dari nama yang sama. Lekas saya cek nomor handphone nya di grup whatsapp kami. Nah, benar. Ternyata dari beliau. Kemudian saya sumringah.

Tapi, hadiah untuk apa ? 

Kemudian saya membukanya pelan- pelan, dan benar- benar surprise!


Surprise nya karenaaa bingung bukanya gimana. Hahaha. Maafkan ke ndeosan sayaaah. Hah? "Dompet besar banget nih" saya pikir. Gak taunya ini sebuah mukena cantik warna putih dan navy. Warna kesukaan sayaaaa. :D :D :D. Ya ampun seneng banget. 

Mukena navy cute yang awalnya dikira dompet.

Ya Gusti, ternyata ini hadiah sarjana :')

Akhirnya, di dalam bungkusan saya menemukan kartu nama pengirim paket yang sempat membuat saya bingung, sekarang jelas sudah, Ade mana yang berbaik hati mengirimkan paketan manis dan cantik untuk saya. Makasih ya mak Ade Anita mamanya Ibam's. Semoga dibalas kebaikannya sama Gusti Allah. Cuma bisa bilang makasih makasih dan makasih banyaaaaaak :D.

Kartu nama pengirim

Luv.

Jalan- Jalan, Makan dan Foto

  1 comment    
categories: 
Setiap waktu adalah momen, dan momen tak bisa terulang. Maka dari itu, mari diabadikan. -- hehe. Katanya ini adalah pembelaan orang-orang narsis. Padahal, fotografi tak melulu tentang selfie, wefie, dan narsisme. Kali ini saya pengen belajar tentang memotret makanan. Bahasa kerennya, food photography. #tsah

Semenjak semester akhir dan mengerjakan skripsi hari libur saya bertambah banyak, karena kredit semester saya sudah lunas, tak ada jadwal kuliah, tak ada bangun pagi, tak ada ujian semester. I feel free! Tapi meski demikian beban kuliah makin berat. Yes, skripsi.

Maka dari itu tiap akhir pekan saya selalu punya jadwal untuk me time katanya menyenangkan diri sendiri, supaya tidak melulu 'spaneng' mengerjakan skripsi. Me time nya bisa macam- macam, ya makan di luar, jalan- jalan, hunting foto, dan seringnya ketiganya dirapel sekaligus. Hati senang sekaligus perut kenyang, dapat foto yang bisa dipamerin lagi. Hahaha

Beberapa waktu yang lalu, saya bersama kakak mencoba tempat hits di Malang, namanya Madam Wang resto. Tempatnya cozy tuk foto- foto, makananya juga enak. Kemarin saya sengaja pesan Mojito Lyche & Mint. Ohya, Mojito itu meupakan minuman keras khas negara Kuba, eh tapi kalau di sini Mojito non alkohol ya jadi aman. Untuk camilan saya pesan roti dan selai. 


Kalau ini saat me time di cafe Tong Tji, karena Tong Tji merupakan salah satu tempat untuk minum teh maka saya mencoba untuk merasakan teh tradisional yang dicampur dengan jahe dan diseduh dengan teko mini yang lucu.




Ini tempe mendoan dan tahu kemul dicocol sambal kecap yang aduhai pedasnya.

  
Mochi ice cream punya Mochimaco


Nyummyyyy.. Seru yah ternyata, kalau jalan- jalan sambil makan, dan belajar foto. Hehehe