Kamis, Desember 01, 2016

FamsTrip #MenduniakanMadura : Senangnya Dapat Ikut Serta

  6 comments    
categories: 

"Maaaaak! baru pulang dari Batam dan langsung disambut dengan FamTrip 4 hari 3 malam untuk keliling 4 kabupaten di Madura?! Omaigat!!!!"

I am very excited!!!

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Satu bulan yang lalu, tepatnya tanggal 24 Oktober, posisi saya masih ada di Batam dan menyiapkan kepulangan ke Jawa. Kebetulan iseng membuka facebook via browser (ini jarang sekali saya lakukan, mengingat saya nggak install aplikasi facebook di hp) dan kebetulan skroll timeline membaca status mas Wahyu Alam tentang pendaftaran untuk acara explore Madura yang diadakan oleh komunitas Blogger Madura, Plat M bersama BPWS selama 4 hari. Jiwa menjelajah meluap kembali, saya langsung daftar saat itu juga.

25 Oktober pukul 22.00 WIB, saya masih ngalong dan nonton acara Malaysia di channel TV 9. "Nonton tv apa ditonton tv, Sil?", Iya, saya ditonton tv karena sibuk main hp dan seperti biasa tv dijadikan teman supaya nggak sepi. Kebiasaan yang menghabiskan pulsa listrik dengan sia-sia, ya. Gak taunya, malam itu saya dapat notifikasi email dari mas Wahyu tentang konfirmasi kehadiran di acara Plat M. Hah?! Ini seriyus ? Artinya saya masuk menjadi peserta ? Wah, sumpah saya seneng banget. Soalnya acara ini akan menjadi pertemuan pertama saya dengan para blogger, setelah lebih dari setengah tahun off kopdar di Jawa.

[Blogger Indonesia]
Acara ini diberi judul #MenduniakanMadura dikemas dalam FamsTrip (Familiarisation Trip) yang memiliki tujuan untuk memberi cara pandang baru untuk melihat Madura lebih dekat. Intinya kita mau diajak jalan-jalan terus membuktikan sendiri kalau Madura itu merupakan salah satu daerah yang must visit banget kalau lagi travelling. Biar kita gak cuma tahu kuliner bebek aja.

Nah yang bikin saya makin excited adalah ini pertama kalinya saya akan punya pengalaman menjelajahi tidak cuma satu daerah saja, tapi langsung empat daerah yang dikemas dalam trip selama 4 hari, wah double-double!. Apalagi saya juga gak nyangka, kalau pesertanya akan berasal dari berbagai macam daerah di Indonesia seperti Medan, Lampung, Pontianak, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jakarta. Saya pikir mungkin yang diundang teman-teman blogger yang berdomisili di pulau Jawa saja. Sejak awal saya memang sengaja gak cari tahu soal detail acara ini, siapa saja yang jadi peserta, mau diajak kemana saja, dan lain-lain. Niatnya gak mau spoiler dulu, biar wow. Baca rundownnya pun cuma sekilas, acaranya padat dan keren. Baru setelah diinvite dalam grup WhatsApp saya tahu siapa saja yang akan hadir. Sebagian peserta sudah pernah berjumpa di dunia nyata tapi lebih banyak yang belum. Saat itu yang ada di pikiran saya adalah "Acara ini pasti keren!".

Terimakasih banget buat panitia sudah ngasih kesempatan saya untuk ikut serta, ini lebih dari perasaan bahagia. Wah kalau udah bahagia gini, ceritanya bakalan panjang banget deh kayaknya, sayang kalau ditulis dalam 1 blogpost. Jadi, bersambung dulu ya. :D



Rabu, November 30, 2016

Malang, Rumah Kedua untuk Pulang

  5 comments    
categories: 
Malang selalu jadi rumah yang nyaman untuk pulang. Sejak mengenalnya pertama kali di tahun 2011, saya langsung jatuh cinta dan mau banget kalau seandainya stay selamanya di kota bunga ini, mau kota atau kabupatennya pun boleh. Pengalaman tinggal selama 4 tahun di Malang, menjadikan kota ini punya tempat yang istimewa di hati saya. Suasananya, hujannya, romantisnya, macetnya, dan semua hal yang selalu bikin saya pengen balik berkunjung ke Malang.

Setengah tahun lebih sejak saya pergi ke Batam, kemarin adalah pertama kalinya lagi saya balik ke Malang. Saya merasa semuanya masih sama, Universitas Negeri Malang masih sama, warung makan yang biasa saya singgahi masih sama, hanya kamu saja yang berbeda. Eaaaa.

Malang dalam kacamata saya sekarang ini makin cantik dan bersih, jalanan diperlebar, taman kota semakin banyak, dan suasana saat hujannya dan suara tarkhim sebelum adzan dari masjid di sekitar kampus yang bikin saya kayak balik lagi ke zaman pas jadi mahasiswa. Syahdu banget.

Kenangan yang selalu dikenang, mungkin itu kalimat yang cocok untuk menggambarkan Malang. Pokoknya setiap pergi ke Malang, jiwa saya seperti terisi kembali. Ingatan tentang kalian semua, satu persatu dimunculkan begitu saja tanpa diminta. Ini jadi mellow gitu ya ceritanya. *setel musik klasik, ndekem di pojokkan*.

Kebetulan kemarin waktu saya ke Malang emang sengaja 'ndekem' di Merbabu Guest House. Pas dan gak salah milih Merbabu, soalnya saya butuh tempat buat tidur untuk melepas lelah setelah kota-kota #MenduniakanMadura selama 4 hari 3 malam, apalagi tempatnya tenang, nyaman, dan homey.

[Lobby-nya di set ruang tamu rumah]
Merbabu juga punya lokasi yang strategis karena terletak di sekitar jalan Idjen Boulevard dan depan Taman Merbabu, tapi suasananya tenang dan asri. Jauh dari kesan ramai lalu lalang kendaraan. Begitu masuk lobby saya udah langsung kayak masuk rumah sendiri. Mana pegawainya ramah banget lagi. Suasana coklat kayu dan ornamen rotan bikin kesan Merbabu welcome banget sama pengunjung. Mewah tapi welcome, ya Merbabu itu. Apalagi kemarin saya staycation'nya barengan sama mbak Aik, mbak Nining dan mba Winda Carmelita. Wah surga dunia pokoknya. Tidur asyik bersama teman-teman yang seru dan syantieks.
[Lorong di lantai 1]
Merbabu punya 11 kamar dengan 2 lantai, saya pilih lantai 1 dan dapat kamar nomor 2 dengan double bed, karena memang mau tidurnya sama mba Winda. Meskipun ada di lantai 1 dan dekat dengan lobby tapi suasananya tetap tenang dan terbukti kami bisa tidur nyenyak. Kamarnya bersih, lengkap dengan AC dan TV kabel, kamar mandinya juga lucu antara toilet dan shower hanya disekat dengan kaca buram.
[Kok sendirian aja?]
[Kamar saya dengan pintu geser ala-ala film Korea]


Soal pelayanan Merbabu juaranya juga, snack sore diantar ke kamar dan kalau kita pengen ngopi atau nge teh tinggal bilang aja ke pegawainya, nanti akan diantar air panas ke kamar dan kita tinggal seduh sendiri deh. Soalnya di kamar udah lengkap peralatannya. Asyik kan. 




[Pantry]

[Merbabu dari lantai 2]
Harga yang ditawarkan untuk menginap di Merbabu juga terjangkau kok, gak kalah sama Guest House lainnya. Apalagi kalau pesannya pakai aplikasi ZEN Rooms atau web www.zenrooms.com, bisa dapat harga lebih murah karena banyak diskonnya. Buat yang belum tahu, Zenrooms merupakan jaringan hotel yang berpartner dengan hotel budget di seluruh wilayah Indonesia seperti Malang, Bandung, Batam, Surabaya, Jogja, Jakarta, Bali dan juga beberapa negara tetangga seperti Thailand, Sri Langka, Singapura, Filipina, bahkan Brazil.

Kabar gembira untuk siapa aja yang suka kota-kota, adanya ZEN Rooms yang menawarkan pengalaman traveling efisien dan menyenangkan, yang menyediakan hotel budget dengan kualitas bintang kelas atas tentu membantu banget buat para backpacker. Apalagi ZEN Rooms juga punya program Reward untuk para konsumennya, ZEN Rewards. ZEN Rewards adalah ZENROOMS' loyalty program yang memberikan 1 free night (1 malam menginap gratis) jika melakukan pemesanan sebanyak 6 kali/6 malam. Semakin sering menginap, semakin cepet dapat rewardsnya. Asyik kali!

Kemarin itu beneran pengalaman menginap di Merbabu yang menyenangkan dan menyenyakkan. Ohya, kadang waktu menginap yang ada dalam pikiran saya adalah "udah include sarapan belum ya?". Jawabannya, SUDAH!. Apalagi sarapannya beragam, ada nasi goreng, soto, dan roti bakar. Kita juga bisa memilih minuman sesuai dengan keinginan kita, misalnya susu milo, jus mangga, teh atau kopi. Suasana hangat bersama teman dan santap pagi yang lezat bikin saya pengen nginap di Merbabu lagi.

Semoga setelah ini bisa punya kesempatan pergi ke Malang  untuk pulang dan menginap dengan layanan ZEN Rooms lagi deh. Soalnya bikin ketagihan.

~ Silviana

Selasa, November 29, 2016

Investasi dari yang Paling Kecil Melalui Tabungan Emas di Pegadaian

  3 comments    
categories: 
Lulus kuliah dan mengenal dunia kerja, artinya usia saya sudah bukan masuk dalam kategori anak remaja lagi, karena  20+ adalah masa dimana saya harus mulai memikirkan tentang masa depan untuk kehidupan yang lebih baik. Sependek pemikiran saya saat ini, saya hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pribadi, seperti travelling, jajan, dan amplop kondangan.

Sisanya saya tabung untuk menikah modal usaha, karena kami anak lulusan ekonomi punya tujuan hidup yang sama, yaitu mau jadi pengusaha, di KTPnya tertulis wiraswasta dan ogah jadi karyawan terus-terusan. Sayangnya, banyak yang mengingari ikrarnya, termasuk saya sendiri. Padahal kalau kita punya usaha sendiri, selain membantu diri sendiri apalagi buat yang gak suka terikat kontrak kerja dan SOP orang lain, kita juga bisa mengurangi pengangguran (yaaa meskipun sedikit banget), dan semakin banyak pengusaha negara kita Indonesia tercinta akan semakin siap menghadapi MEA. Eaaaaa, berat kali omongannya. 
[Kantor Pegadaian Gurah]

Beruntungnya saya punya teman yang gak pelit informasi, waktu ngobrol-gosip soal job-job'an saya disaranakn untuk membuka Tabungan Emas di Pegadaian. "Dikit-dikit, ajeg, dan bakalan jadi bukit" katanya. Setelah googling dan baca di website Pegadaian.co.id soal untung rugi-nya punya tabungan emas, akhirnya Senin (28/11) kemarin saya datang ke salah satu kantor Pegadaian di Kabupaten Kediri untuk membuka tabungan emas. Apalagi ini pertama kalinya saya punya pengalaman menabung emas.
Syaratnya mudah dan prosesnya cepat. Cukup dengan datang ke kantor Pegadaian, menyerahkan kartu identitas yang masih berlaku, mengisi formulir, kita akan ditanya ini pertama kalinya atau sudah pernah membuat rekening di pegadaian lalu data kita akan diinput dan gak sampai 20 menit saya sudah sah punya buku tabungan emas. Ohya tidak semua kantor pegadaian bisa mencetak buku rekening tabungan emas di hari yang sama, saya sarankan kamu membuatnya di cabang Pegadaian yang besar. Kalau di daerah terdekat rumahmu adanya Pegadaian cabang kecil kamu tetap bisa mendaftar, tapi itu tadi buku rekening tidak bisa dicetak di hari yang sama, harus menunggu maksimal 2 hari.
[Formulir Data Nasabah]

Setoran awalnya juga kecil banget, seharga 0.01gram emas atau kurang lebih dibulatkan menjadi Rp. 6.000 rupiah saja. Ya ampun ternyata seharga beli pulsa goceng!. Kemarin saya membuka dengan menyetorkan Rp. 30.000 untuk biaya fasilitas dan administrasi. Seharusnya sih Rp. 55.000 tapi katanya dapat diskon biaya administrasi. Total saldo yang saya dapatkan dipotong dengan biaya materai serta formulir adalah 0.0292 gram.



Keunggulan lain yang dimiliki oleh tabungan emas yang saya rasakan adalah saya gak berat mau buka rekening karena setoran kecil banget, rekening ini nantinya bisa dicairkan dalam bentuk dana jika sudah
terkumpul minimal 1 gram emas dan kalau pengen punya emas batangan silakan menunggu hingga tabungan emas terkumpul minimal 5 gram. Untuk harga emasnya fleksibel sesuai dengan rate saat dilakukan transaksi, dan yang paling penting nasabah tidak diwajibkan untuk menabung setiap bulan, fleksibel sekali pokoknya. 

Saya juga sempat bertanya, apakah ada bulan maksimal tidak menabung sama sekali di pegadaian, kan kalau di bank konvensional maksimal 6 bulan tidak ada transaksi tabungan akan hangus. Bapak petugas bilang "tidak ada kok, tapi masak ya tega gak nabung sama sekali, kan di Pegadaian ini kita belajar investasi dari yang paling kecil, minimal Rp. 6.000 saja".

Wah, makin semangat saya untuk rajin menabung dan investasi emas, keinginan untuk menikah punya usaha sendiri semakin dekat. Karena saya percaya tidak ada yang mudah dalam hidup, kalau mau enak kita sendiri yang harus mengusahakannya. Ayo nabung emas di Pegedaian, bisa buat mahar kamu nikah loh. :D

~ Silviana.

Jumat, November 18, 2016

Backpacker Hemat ke Singapura? Bisa!

  11 comments    
categories: 
Waktu awal tahun saya pernah mbathin "pengenlah pergi ke luar negeri, kemana aja yang penting udah keluar dari kawasan Indonesia", lalu Tuhan bawa saya sampai di Batam hingga akhirnya membuat paspor di Kantor Imigrasi Batam. Maka, setelah paspor ada di tangan, saya menentukan negara mana yang akan menjadi tujuan pertama saya

Baca juga : Cara Mudah Membuat Paspor

Malaysia atau Singapura ?

Sebetulnya sih mau dua-duanya, tapi ternyata kesempatannya hanya bisa mengunjungi Singapura, saja. Selain waktunya yang mepet, saya juga belum berani pergi ke luar negeri sendirian. hehe.

Kenapa lebih memilih Singapura daripada Malaysia ? Padahal Malaysia lebih murah untuk transportasi dan biaya hidup. Selain itu kursnya juga lebih murah Malaysia. Namun, kenapa saya lebih memilih Singapura ? Pertimbangan saya adalah lebih dekat ke Singapura.



Sabtu, 12 Nopember 2016
 
Yay. Akhirnya saya pergi ke Singapura bersama mas ponakan (selanjutnya sebut saja Mas Candra). Mas berangkat dari Muara Bungo, Jambi dan sampai di Batam sekitar pukul 08.30 dan kami berangkat ke Pelabuhan Batam Center pukul 10.30 dengan menggunakan voucher hasil dari ngelomba.

Baca : Jalan-jalan ke Semarang

Kami mendapat jadwal pukul 11.35 waktu Indonesia bagian Batam dan karena saat itu sedang weekend antrean mengular panjang. Tapi Alhamdulillah, lima menit sebelum ferry berangkat kami sudah berada di dalam kapal. Ya agak takut juga karena seperti peraturan pada umumnya, jika penumpang terlambat maka tiket akan hangus. Tapi puji syukur all good. Cuaca mendukung, suasana ferry tak terlalu ramai, bener-bener mestakung.

Jika biasanya saya melihat Singapura dari Batam, kali ini saya melihat Batam dari Singapura. The other side.

 

Kami sampai di Harbourfront pukul 14.00 waktu Singapura. Begitu turun dari ferry kami langsung menuju imigrasi guna chek in, wah tapi sumpah ramainya ga ketulungan deh. Hampir 30 menit menunggu hingga akhirnya bisa lolos check in tanpa hambatan, padahal Singapura terkenal dg negara yg rewel soal imigrasi. Apalagi saat itu counter tempat saya check in, 3 orang sebelum saya semua digiring ke ruang imigrasi. Ada apa memangnya ? Gak tau juga.


Keluar dari pelabuhan kami langsung disambut dengan Mall HarbourFront, selanjutnya melakukan perjalanan ke Sentosa Island dengan melewati Vivo City. Ohya untuk sampai ke Sentosa ada dua cara, yang pertama bisa naik kereta gantung dan yang kedua dengan jalan kaki. Kami memilih untuk jalan kaki, biar sehat dan hemat.

Jarak antara walkingboard dan Sentosa tidak terlalu jauh kok, gak kerasa jauh lebih tepatnya karena memang pemandangan kiri kanan yang sangat bagus, keslimur gitu deh. Ohya, karena ceritanya cuma short time dan di buru waktu, kami tidak memasuki wahana Sentosa, hanya taking picture di tempat yang kata orang "Singapura banget". Seperti universal dan pohon permen.
 
siblings-mate

U n I Versal


Waktu semakin sore dan kami melanjutkan perjalanan ke hostel untuk unpack barang. Berat cyin soalnya, kaki udah kerasa juga. Dari Vivo City kami naik MRT menuju outram road disambung dengan Naik east west line dan sampailah di Lavender. Saya tidak membeli kartu MRT karena Mas Candra punya 2 dan masing-masing sudah di Top Up senilai $10. Buat yang baru ke Singapura, bisa beli kartu MRT di counter stasiun harganya $7 isinya $7 juga.

Tempat menginap kami ada di daerah Penhas Road yang tidak jauh dari Levneder, nama hostelnya Gusti Bed & Breakfest Singapore. Bersih, nyaman, unclenya bisa bahasa Indonesia ngelonthok dan utamanya air melimpah ruah. Jadi gak perlu takut kalau pipis cuma dilap tisu, di hostel ini terjamin airnya, ohya! yang paling penting WIFI kenceeeeng.

Gusti Bed & BFS ini setiap kamarnya terdiri dari 5 tempat tidur tingkat. Kemarin saya satu kamar bersama turis dari Filipina dan sisanya Indonesia semua. Sesampainya di hostel kami membersihkan diri dan istirahat sejenak, lalu pergi lagi ke Marina Bay Sands dengan menggunakan MRT, tujuan utama sebetulnya mau ke Merlion tapi salah turun stasiun. Yasudah tidak apa-apa dianggapnya olahraga.







Akhirnya bisa lihat perahu dijunjung 3 bangunan, perjalanan kami lanjutkan ke Garden Bay The Bay dan menyusuri jalan menuju Merlion. Udah bayangkan sendiri aja lah seberapa jauh kami jalan. Tapi disela-sela jalan kaki, kami juga jajan es krim. Cukup dengan $1.3 dengan roti atau $1.2 dengan wafer.


Garden Bay The Bay
$1.3
$1.2

Memang kalau kita di Singapura harus banget kuat jalan ya. Meskipun kaki udah meronta minta istirahat tapi tekad masih bulat untuk bisa membidik momen terbaik di patung singa biar bisa riya' di sosial media.

Matahari mulai tenggelam dan perjalanan kami lanjutkan menuju Orchard Road. Nah kebetulan sekali disana ada bazar untuk menyambut natal, Chrismast on A Great Street. Di Orchard kami kembali jajan es krim, saya memesan rasa kelapa dan mas Candra memesan choco vanila. Eh di kedai es krim ini banyak terdapat foto artis Indonesia, lho. *ngarep diminta foto terus dipajang*.

Malam semakin larut, kami memutuskan untuk pulang ke hostel. Sebelumnya kami mampir ke kedai untuk makan nasi lemak (nasi gurih, ayam goreng, telur mata sapi, sambal) seharga $2.20 dan membeli air mineral serta pisang di Fair Price. Kemudian dilanjutkan menuju hostel untuk istirahat.

Kaki rasanya udah mau putus, sumpah! Eh padahal saya sudah olahraga terus loh selama sebulan sebelum pergi Singapura. HAHA.

Sialnya, gak bisa tidur udah berbagai macam gaya dan cara supaya bisa tidur. Rupanya tetep gak bisa. Baru sekitar pukul 02.00 saya baru bisa istirahat.

Minggu, 13 Nopember 2016

Setelah sarapan pagi di hostel, kami bersiap untuk check out dan melanjutkan perjalanan ke Bugis dan China Town untuk belanja oleh-oleh.


Tacik-nya lagi nunggu karyawan yang bawa konci toko.
Masjid Sultan
Pukul 10.00 kami sudah siap untuk check in pulang ke Indonesia. Sebetulnya kami mau ambil ferry pukul 10.20 namun sudah close, jadinya mundur 1 jam untuk ferry berikutnya. Sambil menunggu jadwal kami sarapan berat di Vivo City. Mas Candra memesan ayam hainan dan saya memesan Yong Tau Fu, semacam sop dengan berbagai macam isian. Paling penting, makanan ini halal, sudah ada logo Halal di storenya. Harganya $4.6 dengan 7 jenis isian, nanti bisa ditambah dengan bihun, mie kuning, atau nasi. Sesuai selera aja.
Yong Tau Fu. Halal. $4.6

Senang, bahagia, dan excited. Mungkin itu yang bisa saya gambarkan soal Singapura. Negara yang perfect untuk menikmati kehidupan. Saya banyak belajar dari mereka, utamanya tentang toleransi- harus banget ditulis ini, ya deh di blog post selanjutnya ya-.

Seperti biasanya, sebelum menutup postingan ini saya mau kasih tips buat kamu yang mungkin baru pertama kali pergi ke Singapura. Hahaha. Sok-sokan kaleeee. Baru juga sekali ke Singapura udah main kasih tips ajaa.

1. Kalau kamu naik ferry via Batam seperti saya, sebelum membeli tiket cek dulu dengan telepon ke agennya, karena bisa jadi kamu dapat harga lebih murah. Seperti saya nih, harga normal untuk ferry PP Batam-Harbourfront yaitu Rp 270.000, saya dapat harga Rp 255.000. Lumayan kan Rp 15.000nya bisa buat beli teh obeng. Kalau naik pesawat terbang, cari tiket termurah ya. Kabarnya mas Candra pernah pergi Singapur dari Surabaya dengan tiket Rp 500.000 PP!

2. Sering cek kurs, cari saat rupiah menguat. Bakalan untung banyak. *plis koreksi kalau salah*

3. Pakai baju yang simpel, apalagi ala backpacker kayak saya kemarin. Beneran cari yang paling simpel, yaitu kaos putih, celana kain (saya menghindari jeans saat hari Sabtu karena saya tahu bakalan seharian jalan di Singapura), dan pakai sepatu atau sandal yang menurutmu nyaman. Bawa topi deh, soalnya panas banget lho Singapura itu.

4. Beli kartu MRT di counter stasiun.

5. Ohya, percaya gak percaya kami beneran bisa hemat karena makan 2 kali gak sampai $10, padahal itu sudah include dengan beli air mineral dan buah.

6. Bawa koyo. Oke ini penting haha.

7. Budgetmu tipis? Tapi tetep pengen kasih saudara oleh-oleh? Belanja di China Town aja, gantungan kunci $10 bisa dapat 42 biji! HAHAHA.

8. Jangan takut ke Singapura, mereka bisa ngomong bahasa Indonesia, kok.

Total cost yang saya keluarkan selama 2 hari di Singapura < Rp. 700.000. Sudah include makan 2 kali, tiket ferry, dan penginapan.

Jadi, kapan kamu ke sana ?

~ Silviana

Selasa, November 08, 2016

Mencari Ketenangan di Tangga Seribu Sekupang Batam

  6 comments    
categories: 
Batam harus berterima kasih kepada B.J Habibie, jauh sebelum ada MP3EI atau Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025, beliau udah bikin masterplan untuk Batam saat masa kepemimpinanya. Makanya kalau misalnya kamu main ke Batam dan menemukan daerah pelosok yang infrastrukturnya bagus, jangan heran ya. Bahkan daerah pulau yang jalannya buntu (hutan) pun diaspal loh. Dewa banget kan ide Mr. Habibie. Gak salah sih, makanya Batam disebut juga Kota Habibie. Proud!.

Makanya kalau kita mau main ke pulau di Batam itu gak perlu takut akses jalan yang susah, soalnya semua udah mulus banget kayak paha caobella. Ya meskipun kiri kanannya masih hutan, sih. Tapi tenang aja, aman kok.

Minggu kemarin, saya bersama Endah ngetrip ke Sekupang. Dulunya Sekupang ini merupakan pusat pemerintahan Batam, sebelum pindah ke Batam Center. Makanya daerah ini tata kotanya udah bagus banget dan yang paling penting, Sekupang ini rindang banget. 

[Bersama Endah di rumah Pohon]
Ohya, sebelumnya kenalan dulu lah sama Endah, dia ini temen saya selama kuliah di Malang. Anak Blitar yang merantau ke Batam, baru sekitar 2 bulan. Makanya masih belum tau daerah yang asyik buat main. Nah sebagai senior yang lebih dulu merantau daripada Endah, saya harus ngayomi dia dong. Makanya saya ajakin jalan-jalan yang murah dan menyenangkan. By the way, ini kedua kalinya kami pergi bersama. 

Kami berdua pergi ke Tangga Seribu atau biasa disebut dengan Tiger Hill (Bukit Harimau) di Sekupang. Saya dijemput Endah di rumah, masih agak ngantuk karena malamnya nongkrong sampai 12 malam. Kami berangkat dengan cuaca yang enak, mendung tipis. Cuaca yang saya suka.

Ohya, kenapa saya ajak Endah ke Tangga Seribu? Karena sebelumnya saya pernah melewati jalan ini, hanya saja gak mampir. Agak scary juga sih karena jalannya mulus tapi sepi banget. 


[Dibalik pulau kecil itu ada Singapura]
Lokasinya memang agak jauh sih dari kota. Tapi memang ini yang sengaja kami cari. Tempatnya bagus, sebuah bukit dengan rumah pohon yang menghadap ke laut, banyak pohon, beberapa hammock yang dibuat dari jala ikan, ayunan dan beberapa pondok yang dibuat menghadap ke laut. Bahkan dari tempat ini kita bisa melihat Singapura dengan jelas.

Tiket masuknya goceng aja dan gratis parkir. Sedangkan kalau mau masuk ke rumah pohon bayar lagi 2000. Ekspektasi saya, Tangga Seribu itu adalah tempat yang punya tangga sebanyak 1000, nah setelah sampai di tangga ke seribu kita bisa menikmati pemandangan laut dari rumah pohon. Ternyata, saya salah. 

Tidak ada tangga sebanyak seribu. Adanya tangga yang dibuat untuk turun ke pantai, itupun gak sampai seratus anak tangga, nah di pantai ini dibuat untuk memancing. Rumah pohonnya pun mudah untuk dijangkau. Hehe. Tapi sumpah deh, Tangga Seribu cocok buat yang pengen cari ketenangan. Cocok gitu buat merenung, apalagi yang baru patah hati. Deburan ombak, semilir angin, daaaan kesendirian. Oke lanjut. 


[Sendirian aja, neng kalau foto]
Oh yang paling penting sih di sini tuh tempatnya, instagramable! Bisa foto ala-ala siluet dengan background rumah pohon dan laut lepas. Beh, udah itu cocok banget buat yang mau pamer dengan cara elegan tapi murah meriah. 

Maka dari itu kalau kamu main ke sini, jangan lupa bawa kamera terbaikmu supaya bisa punya foto yang cetar membahana. Tapi saya sarankan bawa kamera yang ringkas, simpel tapi tetep punya hasil foto yang kece kayak kamera xiaomi yi misalnya. Saya jamin deh foto kamu bakalan hype dan temen-temenmu pada pengen datang buat foto dengan gaya yang sama. 

Hmm. Mungkin saya akan merindukan Batam, suatu saat nanti. 


Tangga Seribu, Taman Habibie. 
Sekupang, Batam, ID.
~ Silviana.


Review Film Shy Shy Cat (Malu- Malu Kucing)

  2 comments    
categories: 
[Sumber : google]

Akhirnya nulis review film lagi ya, sudah lama rasanya. Haha. Jadi sejak di Batam saya mulai sering nonton film di bioskop, lagi. Kadang berdua, tapi seringnya sendiri. Ternyata sensasi nonton sendirian, diantara banyak yang berpasangan itu menyenangkan sekaligus ngenes. 

Kemarin saya nonton sama Endah, temen kuliaj saya di Malang. Dia juga merantau ke Batam dan pas banget hari Minggu sama-sama selo jadilah kami hang out. Gak ada kepikiran mau nonton Shy Shy Cat, semua terjadi spontan aja. Datang ke cinema terus langsung tentuin film. Btw, kami nonton di Mega Mall, Batam. 


Jadi ceritanya Shy Shy Cat ini adalah drama komedi persahabatan antara 3 cewek, Mira (Nirina Zubir), Jessi (Acha Septriasa), dan Umi (Tika Bravani). Masing-masing punya karakter yang unik. 


Mira merupakan gadis cerdas yang sukses dalam karirnya sebagai seorang banker di Jakarta, tapi dia diharuskan pulang oleh ayahnya yang mempunyai padepokan silat di sebuah desa bernama Sindang Barang, Jawa Barat. Mira harus pulang dan menikah di usia 30 tahun sesuai perjanjian yang disepakati dengan ayahnya karena Mira sudah dijodohkan dengan Otoy (Fedi Nuril). 


Sebelum berjumpa dengan Otoy, Mira tetap menolak perjodohan tersebut. Sebagai sahabat, Jessi dan Umi memberi saran untuk ikut ke Sindang Barang dengan rencana akan membatalkan perjodohan Mira. 


Namun, setelah mengetahui bahwa si Otoy adalah lelaki ganteng, menawan, rupawan. Malah ketiganya jatuh cinta dan persahabatan mereka hampir rusak karena saling bersaing. 


Ngakak, haru, ngena, dan ga ketebak. Itu kalau menurut saya. Filmnya sih bagus untuk audio dan visualnya. Apalagi lokasi filmnya ada di Jawa Barat yang notabene punya pemandangan indah banget. 


Film Shy Shy Cat, cocok ditonton buat kamu yang pengen rileks. Ohya yang paling penting jokesnya gak receh. 


~ Silviana.