Senin, Mei 09, 2016

Menikmati Megahnya Barelang Bridge

  11 comments    
categories: 
Lima hari di Batam tanpa keluar kandang, akhirnya hari Jum'at kemarin saya bersama family pergi jalan-jalan ke pulau seberang. Agendanya foto-foto di jembatan Barelang dan ex camp Vietnam. Semua tentu tau, Batam hanyalah pulau kecil yang saling terhubung antara satu pulau dengan pulau yang lain. Jika dilihat lebih jeli di maps akan ada banyak jalur biru di sela-sela jalur coklat. Maksudnya banyak perairan yang terselip diantara dataran. 

Bukan kebetulan kalau libur panjang Kamis dan Jum'at hingga Minggu kemarin, sepupu yang merantau di Muara Bungo- Jambi, datang juga ke Batam untuk menikmati libur panjangnya. 

Kami berangkat ke Barelang dengan menggunakan 3 motor. Formasi 1. Om dan bulek, 2. Mas Candra dan dek Putri, 3. Saya bersama dek Chika. Kami memilih menggunakan motor karena ingin lebih leluasa menikmati pemandangan alam Batam. Lagi pula kami bertiga sebagai pemegang kendali (om, mas Candra dan saya sendiri) punya jiwa rider dalam diri masing-masing. 

Perjalanan ditempuh sekitar 45 menit dari Batam Centre ke jembatan Barelang yang berada di Pulau Setokok. Saat itu kondisi jalan lumayan ramai karena memang libur tanggal merah, sehingga perjalanan sedikit terhambat. Namun hal itu tentu saja tidak membuat semangat saya hilang. Apalagi saat dari kejauhan sudah mulai terlihat megahnya jembatan ini. Wah, makin semangat memacu gas motor yang saya kendarai. 


Jembatan Barelang
Ohya, jembatan ini sebetulnya memiliki nama asli jembatan Tengku Fisabililah atau jembatan Habibie, namun masyarakat lebih sering menyebutnya BARELANG yang merupakan gabungan pulau-pulau yang dihubungkan oleh 6 jembatan. Pulau BAtam, pulau Tonton, pulau Nipah, pulau REmpang, pulau gaLANG, dan pulau Galang Baru. Nah 6 jembatan ini masing-masing memiliki nama, yaitu 1. Tengku Fisabilillah dan menjadi jembatan paling besar, 2. Nara Singa, 3. Raja Ali Haji, 4. Sultan Zainal Abidin, 5. Tuanku Tambusai, dan 6. Raja Kecik. 
Family
Kebetulan langitnya biru dan cerah sekali
Selfie adalah hak setiap manusia, terlepas dari kondisi kejiwaannya. Haha
Saat sampai di Jembatan I kami memutuskan untuk berhenti sejenak menikmati semilir angin dan mengabadikan gambar. Megahnya Barelang membuat semua orang terpana, apalagi sampai ada yang bilang "Belum sah ke Batam kalau belum datang dan foto di Barelang". 

Next post, ex camp Vietnam.
Salah satu lukisan yang menggambarkan pengungsi Vietnam yang dipulangkan ke asalnya.

11 komentar:

  1. tunggu aku di Batam ya Pi :)

    BalasHapus
  2. seru ya....disini bisa parkir di tengh jembatan. selamat mengexplore Batam^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru banget mamaknya Akla. Yuk, kapan kita explore Batam barengan ?

      Hapus
  3. Wah, asyiknya liburan di Batam :) selamat menikmati dunia baru mu di sana ya sil :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan kak Didik ke Batam?
      Terima kasih kak ^_^

      Hapus
  4. Waaa.. Silvi halan halaaann... Ikooot sil

    BalasHapus
  5. Duh pengen banget ke jembatan yang namanya Tuanku Tambusai (yang konon nama lain dari Tuanku Imam Bonjol ataupun Tuanku Rao), dan tentu penyair ternama Raja Ali Haji :)

    BalasHapus
  6. kapan yah saya bisa ke batam?? biasanya hanya mendengar cerita tentang batam dari tetangga yang merantau ke sana..

    BalasHapus
  7. Silviiii enjoy Batam, seneng sekali ya menemukan tempat baru dan menambah wawasan

    BalasHapus
  8. Silviiiii asyik banget sih jalan-jalan. AKu kan jadi kepengin T___T

    BalasHapus

Keep Blogwalking!