Kamis, Mei 12, 2016

Jelajah Ex Camp Vietnam di Pulau Galang Batam

  6 comments    
categories: 
Baca : Menikmati Megahnya Barelang Bridge

Setelah puas menikmati semilir angin dan foto-foto di jembatan Barelang, perjalanan kami lanjutkan dari pulau Setokok ke pulau Galang. Tujuannya adalah ke Ex Camp Vietnam atau lebih sering disebut dengan Kampung Vietnam. Fyi, kampung Vietnam ini dulunya merupakan tempat penampungan para pengungsi asal Vietnam untuk menghindari perang di negaranya karena perang saudara yang kian memanas antara blok selatan dan blok utara pada tahun 70an.

Akibatnya banyak masyarakat Vietnam memutuskan untuk mencari kedamaian dengan cara keluar dari Vietnam, mereka mengarungi samudera dengan sebuah kapal kayu selama berbulan-bulan, hingga akhirnya sampai di sebuah perairan Indonesia seperti pulau Galang, Natuna, Pinang, dsb. Pengungsi Vietnam ini hidup selama bertahun-tahun di Indonesia dan mendapat perlindungan dari pemerintah Indonesia. Hingga pada akhirnya satu persatu pengungsi ini dipulangkan ke negara asalnya saat kondisi politik Vietnam sudah mulai membaik.

Letak pulau Galang ini terletak di jembatan V. Lumayan jauh jaraknya dari jembatan I (Jembatan Barelang), sebetulnya jauh dekat itu hanya perasaan saja. Jika dikonversikan waktu tempuhnya hanya 45 menit dari jembatan I, berasa jauh karena akses jalannya yang masih sepi. Tapi perjalanan ini tetap menyenangkan untuk saya. Soalnya mau di Jawa atau Sumatera ternyata hobi berkendara tetap bisa tersalur. HAHA
Adik Chika dan bulek berpose di dalam penjara
Sesampainya di kampung Vietnam kami membayar tiket 10K untuk masing-masing kendaraan. Lalu perjalanan kami lanjutkan dengan menyusuri kampung vietnam yang sejuk dan asri. Apalagi di kanan kiri masih bisa ditemukan monyet dan tupai yang ramah. Mereka akan duduk tenang ketika kita memberi makan kacang.
Penjaga ex camp Vietnam, ada yang masih baby monkey juga. 
Sepanjang jalan kampung Vietnam hal pertama yang saya lihat adalah Humanity Statue atau patung kemanusiaan. Sependek yang saya baca, patung kemanusiaan ini dibuat untuk mengenang salah satu pengungsi wanita yang bunuh diri karena menanggung beban malu menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh sesama pengungsi.
Kapal kayu yang digunakan oleh pengungsi untuk mengarungi samudera.
Perjalanan selanjutnya saya melihat area pemakaman yang diberi nama Ngha Trang Grave. Tidak jauh dari area pemakaman terdapat 2 perahu besar yang digunakan oleh para pengungsi untuk mengarungi samudera. Lokasinya yang teduh membuat kami sekeluarga memutuskan untuk gelar lapak (makan siang) di lokasi tersebut. Ohya, di sebelah kapal ini ada kandang heean, kita bebas memberi makan hewan-hewan ini.
Mas Candra sepertinya sedang merenung.
Hewan apakah ini?
A. Rusa
B. Kijang
Perjalanan dilanjutkan ke museum kampung vietnam, sepanjang perjalanan saya melihat ex camp yang kosong cenderung kurang bahkan tidak terawat. Hal ini membuat lokasi sekitar camp kosong menjadi agak scary. Sampai di museum saya menemukan melihat bekas camp dan penjara yang sudah direnovasi ulang. Tapi meskipun begitu kesan ngeri-haru tetap jelas terasa bagi saya.
Foto bocor : pengunjung terlalu ramai
Museum Kampung Vietnam ini ada di satu lokasi dan hanya ada 2 bangunan saja dengan leter L (bangunan berbentuk L). Museum ini dikelilingi dengan pagar tembok rendah dan terdapat gerbang dengan aksen pura yang dijadikan pintu utama masuk museum kampung Vietnam. 
Saat memasuki museum saya disambut dengan lukisan yang menggambarkan pengungsi Vietnam sedang quality time bercengkerama di bawah pohon. Ada juga bekas sepeda ontel yang dipajang di teras museum.

Salah satu lukisan pengungsi Vietnam yang menggunakan kapal kayu tuk mengarungi samudera.
Melihat sejarah.
Saat memasuki ruangan museum, saya melihat banyak koleksi lukisan, foto, tanda pengenal, dan alat-alat "hidup" yang digunakan oleh pengungsi. Seperti alat makan, telepon, komputer, alat berkebun, alat memasak, dan lainnya. Selain itu ada juga patung-patung khas hindu-budha yang dipajang. 


Tanda pengenal pengungsi, mari kita cari yang ganteng.
Ganteng, tapi seumuran bapak. HEHE
Peralatan sehari-hari
Sedangkan ruangan museum yang ke dua lebih banyak memuat foto dan berita mengenai pengungsi. Saya menemukan foto yang menarik di sana, yaitu saat BJ Habibie bersama ibu Ainun menemui para pengungsi di pulau Galang. Saat itu pak Habibie masih menjabat sebagai Menristek.
BJ Habibie bersama Bu Ainun
1000 wajah pengungsi Vietnam
Ohya, letak ex Camp Vietnam ini memang tertutup, terpencil dan jauh dari keramaian. Pada saat itu pemerintah Indonesia mengambil pertimbangan untuk menempatkan warga pengungsi di tempat yang jauh dari keramaian untuk meminimalisir interaksi pengungsi dengan masyarakat asli. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran penyakit kelamin yang dibawa oleh pengungsi. Seperti yang saya baca, pada saat itu para pengungsi Vietnam memiliki penyakit kelamin yang disebut dengan Vietnam Rose.

Setelah puas melihat, membaca, memotret monumen kemanusiaan Indonesia ini, kami melanjutkan perjalanan untuk pulang. Sepanjang jalan terdapat bangunan seperti barak penampungan serta tempat ibadah yang dibangun untuk memfasilitasi para pengungsi. Bangunannya masih ada dan berdiri kokoh hingga saat ini. 

Gereja Protestan, gereja Katolik Nha Tho Duc Me Vo Nhiem, mushola, dan bangunan paling mencolok yaitu Vihara Quan Am Tu. Dari semua tempat ibadah ini yang masih terawat dan digunakan adalah Vihara Quan Am Tu.
Dewi
Gerbang masuk Vihara
Sebetulnya saat perjalanan pulang keluar dari camp ini, kami ingin menjelajahi satu persatu bangunan di Kampung Vietnam namun karena cuaca mendung maka kami memilih salah satu saja, yaitu vihara. 

Sesaat setelah masuk vihara hujan mulai turun dengan sangat deras. Maka kami menunggu di vihara ini hingga hujan reda. Ohya, saat di vihara ini kita hanya diperbolehkan untuk memotret di luar ruangan sembahyang. Hal ini harus kita taati guna menghormati pemeluk agama lain. 

Next, cerita tentang Pantai Costarina Batam. 

Silviana~ 

6 komentar:

  1. terakhir mendengar cerita pulau galang ini, dari sepupuku polwan yang bertugas di sana. Semoga suatu hari nanti bisa berkunjung juga.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, saya tunggu ya mba Waya :)

      Hapus
  2. dan..aku belu ke camp vietnam xixixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ke sana mba Hanna, jalan-jalan kita 😄

      Hapus
  3. 3 kali kesini tapi gak pernah jumpa ama rusa tadi :( disebelah manakah itu kak?

    BalasHapus

Keep Blogwalking!