Senin, Juli 14, 2014

Cerita Tentang Jam Tangan

  2 comments    
categories: 
Horee. akhirnya menulis lagi. Setelah sekian lama tidak melakukan posting dan blogwalking sekarang saatnya membayar semuanya. Aktif menulis lagi, semangat bw lagi. :D

Padahal kemarin- kemarin saya gak ngapa- ngapain juga, tapi malah gak produktif sama sekali. Sekarang, kalau sudah terlanjur begini baru ngerti kalau waktu tak akan pernah kembali. Tapi, gak apa- apa, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan ? (alasan orang kepepet). hehe 

Ngomongin soal waktu, saya seringkali lupa waktu kalau sudah nemu kegiatan yang asyik atau pas kumpul- kumpul temen. Padahal yang kayak gitu gak baik juga. Gara- gara itu saya sering gak disiplin waktu, suka telat, dll. Apalagi dulu waktu zaman sekolah, SMP kelas tujuh (7) saya gak bisa baca jam, sampai waktu tes bahasa Inggris materi baca jam saya harus remidi tiga kali. Baca jam dalam bahasa Indonesia aja gak bisa gimana baca jam dalam bahasa Inggris. Nah karena malu sering dihukum gara- gara telat dan malu diolok temen, sejak itu saya mulai belajar baca jam, dan sering pakai jam tangan. Awalnya risih. Malahn sekarang, di setiap kesempatan saya selalu pakai jam tangan, kalau gak pakai jam rasanya aneh. Kayak ada yang kurang.

Pakai jam tangan disetiap kesempatan

Nah, saya punya rencana mau nambah koleksi jam tangan lagi, tapi males kemana- mana. Jadi, iseng- iseng saya lihat koleksi jam tangan secara online, dan menemukan situs Zalora.co.id. Ternyata di Zalora ada banyak banget barang pilihannya mana bagus- bagus juga. Mupeng berat.

Ada banyak barang yang branded, kalau jam tangan saya lebih suka pakai yang merk CASIO, selain awet juga keren. Koleksi jam tangan CASIO bisa dilihat disini. 



Jadi, selamat menikmati belanja online di Zalora :D. 
Just click and shopping! @ZaloraID.


Kamis, Juli 03, 2014

[Sweet memories] KKN 2014

  3 comments    
categories: 

Kuliah Kerja Nyata, merupakan salah satu program yang harus ditempuh oleh mahasiswa pra tingkat akhir, di seluruh universitas yang ada di Indonesia. Mendengar kata KKN pertama kali yang saya rasakan adalah deg deg an. KKN, Kuliah Kerja Nyata, entah nyata yang bagaimana. Universitas Negeri Malang, dalam satu tahun mengadakan KKN dua kali, saat semester pendek, dan semester ganjil. 

Semester pendek ini -s e h a r u s n y a- saya dan teman- teman sedang berada di rumah menikmati liburan tiga bulan, namun harus mengejar target KKN semester pendek supaya segera bisa lulus di semester tujuh.

Sebelum KKN, diadakan pembekalan tiga kali. 12- 14 Mei pembekalan awal, menjelaskan mengenai berbagai hal mengenai KKN, mulai dari perkenalan daerah, penjelasan posdaya, teknis, penjelasan kegiatan, serta berbagai contoh program kerja.

Penempatan sudah dilakukan jauh- jauh hari beserta nama kelompok, dari berbagai fakultas, kami belum pernah bertemu, bahkan kenal. Kami saling mencari melalui media sosial, facebok, twitter, bahkan google. Bertukar nomor telepon, hingga membentuk grup whatsapp. 

Satu kelompok terdiri dari 20 hingga 21 mahasiswa bagi yang penempatan di desa, dan 10 mahasiswa yang mendapat tempat di daerah kota. Selama pembekalan bersama ke 19 teman yang lain, saya selalu duduk bersama mereka. Menjalin kearaban, menjalin kekeluargaan. 

Nama desa kami adalah Jatisari, berada di Kecamatan Pakisaji. Masih berada di Malang. Cerita cerita sebelumnya, bagi saya KKN selalu horor, berbanding terbalik dengan keadaan di kota yang penuh dengan kemudahan. KKN menurut cerita, tempat tinggal yang tidak nyaman, sarana mandi yang sulit, sinyal yang susah, serta hal- hal mengerikan yang lainnya seperti kondisi keamanan daerah yang rawan akan pencurian, perampokan, dan lainnya.

Setelah sering bertemu, kelompok saya melakukan survey di desa tempat KKN. Tujuannya tentu melihat kondisi daerah, cek sinyal, dan tempat tinggal. Berbeda dengan kelompok yang lain, kelompok saya mendapat tempat tinggal di rumah penduduk, dengan sistem sewa. Namun, banyak kelompok lain yang tinggal di tempat perangkat desa. Untuk teman- teman laki- laki tinggal di sebuah rumah yang mungil dan ditempati 7 orang, sedangkan untuk posko wanita rumah lumayan besar, dan ditinggali 13 orang.

Kami pertama kali mendatangi pak Carik atau lebih dikenal dengan sekdes, kemudian pak kepetengan atau jogoboyo (keamanan). 

Koordinator Desa kami bernama Ahmad Rizky Hidayat dari Lumajang, anaknya kalem dan multitasking. Semua dipikirkan. Great! Berarti kami tidak salah memilih kordes. Wakil Kordes Rama Budi Wijaya dari Madiun. Sekretaris 1 adalah Hani Alifatin Izza dari Lamongan, sekretaris 2 Ria Dwi Febriani dari Ponorogo, Bendahara 1, saya dari Kediri. Bendahara 2 Adelia Regina Avista Tjandra Dewi dari Batu. Anggota kami yang lainnya : Citra Amelia Agung, Dyastri Sudariyati, Logya Khaesty Palupi, Selvina Maharani, Nanda Puspita Amalia dari Malang. Devy Probowati dari Blitar, Nafiatus Syafaati dari Tuban. Naily Rizqi Amaliyah dan Achmad Cahya Febrianto dari Lumajang, Mega Citra Darmastuti dari Ponorogo, Hasto Pujo Pratowo dari Pasuruan, Bima Alim Azizi dari Madiun, Ade Yudha Nugroho dari Nganjuk serta Ilham Sumarga dari Probolinggo.         

Kehidupan baru saya bersama orang- orang baru yang penuh dengan perbedaan latar belakang sudah dimulai.

Hari pertama datang ke Jatisari, saya dan teman- teman mulai pindahan, rumah dengan 3 kamar tidur, ditempati oleh 13 anak perempuan yang identik dengan sikap egois serta tidak mau kalah. Umumnya rumah di desa, kamar mandi hanya ada 1 saja. 

Pembagian kamar selesai, ada beberapa yang tidak mendapat kamar, saya salah satunya. Saya memilih untuk tidak tidur di kamar karena tidak suka “umpel- umpelan”. Hari pertama di desa baru, kami bersilaturahmi ke pak RT serta RW tempat kami tinggal.

Hari selanjutnya, kami mulai berkenalan dengan perangkat desa dengan datang ke kelurahan, disini penyambutan sangat baik, dan kami berdiskusi mengenai kondisi desa Jatisari. Program yang dibutuhkan serta permasalahan yang ada. Hingga akhirnya kelompok kami dapat menentukan program yang cocok untuk desa ini.

Minggu pertama, saya masih saja ingin pulang, setiap hari telepon ibuk, mungkin karena belum menemukan kenyamanan.
Penentuan piket masak, beberes rumah, piket balai desa, penentuan program, semuanya menjadikan masing- masing dari kami semakin akrab satu sama lain. Menyatukan isi kepala 20 orang memang susah, namun dengan menekan ego diri masing- masing, syukurlah kelompok kami ‘lempeng’.

Sama halnya dengan kelompok lain, kami juga melakukan rapat harian menentukan program kerja yang akan dilaksanakan, ada 10 program yang direncanakan, dan syukurlah di ACC semua oleh pihak kampus. Namun, hanya 8 yang kami laksanakan dikarenakan keterbatasan waktu serta dana.
Menjalani KKN selama hampir 1,5 bulan, merubah pandangan saya mengenai ‘ngeri’nya KKN. Mungkin, memang kebetulan di tempat saya daerahnya enak, enak dalam artian masih dapat dijangkau oleh kendaraan, sinyal, dan fasilitas lainnya. Agak jauh memang dari kota, namun masih dapat dijangkau dengan mudah.

Di tempat ini, saya memiliki teman, sahabat, saudara dan keluarga baru. Di tempat KKN ini, saya belajar artinya menahan ego, saling memahami, dan mengerti satu dengan yang lainnya. Disini saya juga belajar toleransi yang saya rasa mulai hilang dalam diri saya. 

Bercanda, tertawa, galau, sedih, nangis, semuanya terangkum dalam satu bulan setengah yang rasanya cepat sekali berlalu. Ada banyak sekali yang ingin saya ceritakan, mungkin nanti akan terbagi menjadi beberapa bagian.
Ada banyak hal baru yang saya alami disini. 

Terimakasih teman- teman KKN Jatisari 2014. You’ll be missed! 



Kamis, Juni 12, 2014

Saling Bicara

  4 comments    
categories: 

Terimakasih @nandaapuss untuk candidnya.

Selasa, Juni 03, 2014

June, 03

  4 comments    
categories: 


Keep calm and be an awesome person.
*ngikik*

Sabtu, Mei 31, 2014

Inggris, Negeri Jauh yang Menjadi "Sedikit" Lebih Dekat

  8 comments    
categories: 
Inggris, yang dulunya terasa jauh sekarang menjadi "sedikit" lebih dekat. Menulis tentang alasan kenapa saya harus ke Inggris rasanya seperti membangunkan mimpi yang sudah lama tidur. Dulu, saat masa sekolah, entah kenapa saya tergila- gila dengan negara Ratu Elisabeth ini. Sejarahnya, filmnya, aktornya, grup band legendarisnya, kecuali sepak bolanya, tapi sekarang setelah mengenal sepak bola, dan menjadi Manchunian, saya pengen banget bisa pasang display picture BBM di Old Trafford.

Saat masih SMA, kamar penuh dengan segala hal mengenai Inggris. Poster the Beatles, dan Harry Potter, gambar tempat- tempat terkenal di Inggris, seperti London Eye, Tower of London, Buckingham palace, Tafaglar Square, Tate Modern, Museum of London, British Museum, Big Ben, hingga Ratu Elisabeth yang saya cetak di kertas A4. Sampai saya punya inisiatif untuk membuka rekening dengan nama sendiri karena ingin menabung agar bisa pergi ke Inggris suatu saat nanti. Jika ingat masa itu rasanya saya lebay sekali.

Pokoknya waktu itu, I wanna know everythings about British and I wanna be there someday.

Pelajaran saat sekolah yang paling saya sukai adalah bahasa Inggris, meskipun kemampuan speaking saya masih di bawah rata- rata tapi belajar bahasa Inggris selalu menyenangkan untuk saya. Saat itu saya ingat, ibu guru memberi tugas speaking, tema nya tentang "Hal yang akan dilakukan jika berada di Inggris selama 3 bulan", karena saat itu pikiran masih culun dan lugu, saya menceritakan tentang keinginan- keinginan saya berkunjung ke tempat- tempat terkenal di Inggris. 


Grammar masih acakadut, tapi saya sangat bersemangat saat itu.  Jadi, seperti ini :


    Ok, I want to tell you about my experience if I in Britsh during 3 months. I will go around, visiting many place, like London eye, Tower of London, Buckingham palace, Tafaglar Square, Tate Modern, Museum of London, British Museum, Big Ben, and many place.

    In London eye we can seeing the large ferris wheel, by climbing the capsul of Ferris wheel we could see the beautiful panorama of London, in Tower of London there is the British Royal Jewels, this place is an ancient building located in the UK. Formerly, this building was the residence of the British royal family before moving to Buckingham palace. Inside this building saved a lot of English heritage royal heritage, such as gold crown St. Edward, Queen Elisabeth’s crown with the Kohinoor diamond weighing 109 carats and a scepter with a “star of Africa”, the world’s largest diamond hone, everything is stored in secret underground buildings coated steel plate. Coupled with super-tight security of the British Empire troops who are always ready to guard this place. Buckingham Palace is Queen’s official residence, in Tafaglar Square one of the place that is much visited by tourist, famous with four large lion statues, Museum of London we can find the history of London, and also I will go to Wembley Stadium for watching football.

    And the last day, I will buy souvenir for family and friends.

Hihi.. Itu karya saya dibantu oleh kakak saat masih SMA. Kalau dulu keinginan pergi ke Inggris hanya untuk liburan, namun sekarang keinginan pergi ke sana lebih dari itu. Berada di tempat baru yang jauh dari rumah pasti akan memberi sensasi baru dan pengalaman yang menyenangkan dan luar biasa. 

Jadi, kenapa harus ke Inggris ? karena saya punya mimpi, mimpi yang sejak lama sudah ada di benak saya, mimpi yang membuat saya semangat menabung dan belajar bahasa Inggris, dan mimpi memang seharusnya diwujudkan, bagaimanapun caranya. Mungkin, mimpi menginjakkan kaki di Inggris terlalu tinggi, tapi saya percaya dengan peribahasa yang dikatakan oleh Arai di Laskar Pelangi, “Gantungkan cita- citamu setinggi langit, maka Tuhan akan memeluk mimpi- mimpi itu”
 

Jadi, kalau dengan tulisan ini bisa pergi ke Inggris. Maka, itulah pertama kalinya saya akan naik pesawat ke luar negeri.




Jumat, Mei 30, 2014

(Re- Post) Kembali ke Masa Lalu dengan Permainan Sederhana

  2 comments    
categories: 
“Kotak pos belum diisi mari kita isi dengan misi- misian mbak Ook minta huruf apa?” Dan yang ditunjuk mengucapkan huruf yang diinginkan misalnya D, lalu permaianan diteruskan “Mbak Ook minta huruf D lama- lama menjadi Dondong, Dan setelah semua anak selesai menyebutkan huruf mereka, dan ada seorang yang tak mendapat giliran mengucapkan huruf menjadi yang kalah dan harus mengejar satu sama lain dengan menyentuh tubuh sang anak sambil menyebutkan nama dari masing- masing yang sudah ditentukan sebelumnya.

Masing- masing dari mereka berlarian menghindari anak yang akan menyentuhnya. Saat ini jarang sekali kita melihat anak- anak bermain seperti itu, kalau ada pun pastinya sangat jarang ditemui. Mereka lebih asyik dengan barbie atau rumah- rumahan elektrik mereka, ini membuat aku prihatin. Aku mempunyai ide untuk menulis seperti ini karena kemarin tepat hari sabtu, saat jam kosong, aku bersama beberapa temanku yang bernama Erlyna, Evy, PW, Mega, dan Eltia bermain kotak pos dan donal bebek, rasanya kami kembali ke masa lalu.

    Tapi sejujurnya aku saat kecil belum pernah bermain hal seperti itu.

Tulisanku aneh dari blog ini http://einstein.blogdetik.com/2010/05/13/kembali-ke-masa-lalu-dengan-permainan-sederhana/

Jumat, Mei 23, 2014

Tentang KKN

  7 comments    
categories: 
Sudah lama sekali rasanya tidak menulis. Sudah hampir dua pekan, dan ini adalah pencapaian yang tidak patut dibanggakan. Sebagai blogger yang mengaku produktif, meski sebenarnya pemalas saya setiap hari kepikiran pengen ngeblog. Hanya saja, lagi- lagi waktu yang menjadi penghalang. *waktu kok dipersalahkan*.

Ohiya, mohon maaf buat teman- teman blogger yang sudah berkunjung ke rumah saya, tapi saya belum bisa mengadakan kunjungan balik. Terimakasih dan sekali lagi mohon maaf. Akhir- akhir ini sibuk dengan kegiatan akademik. Memasuki semester akhir, kegiatan semakin tidak terkendali, demi memenuhi target nilai dan mata kuliah.

Setelah ujian pendadaran atau biasa disebut dengan komprehensif, sekarang saya dan teman- teman yang lain sedang menempuh mata kuliah KKN. Pasti sudah banyak yang tahu mengenai KKN. Kuliah Kerja Nyata atau biasa disebut dengan pengabdian masyarakat.

Sejujurnya, pertama kali mendengar kata KKN, saya langsung spontan bilang ke teman kalau saya mau ambil mata kuliah pengganti atau kalau boleh magang. Sayangnya kebijakan fakultas saya memang tidak pro dengan mahasiswa pemalas seperti saya. Jika di fakultas lain KKN merupakan matakuliah pilihan, yang T I D A K mewajibkan mahasiswanya untuk mengambil MK KKN, fakultas saya malah mewajibkan mahasiswnya untuk menempuh KKN. Padahal sebelumnya saya sudah sangat senang mendengar kabar KKN tahun 2014 ditiadakan, dan akan diganti dengan magang atau PKL (Praktik Kerja Lapangan).

Memasuki semester 6, kabar mengenai magang makin gencar, namun masih simpang siur. Asiiik, liburan 3 bulan PKL, dapat pengalaman dan tentunya kalau hoki dapat duit dari gaji. Mungkin, benar juga kata- kata "jangan terlalu lebih berharap pada sesuatu yang belum pasti". Udah ngareepp, eh ternyata kena PHP. Akhirnya dengan sangat terpaksa, saya mengambil mata kuliah KKN.:(

Jadwal KKN keluar, diputuskan 19 Mei- 6 Juli 2014 kami menempuh KKN. Hampir 2 bulan T_T.

Tenangkan pikiraan..

Tenangkan pikiraaaan..

Sharing sama emak- emak

Sharing sama kakak tingkat

Sharing Sharing ..

Baca ripiu dr buku Klebun Plat M, dan ternyata KKN memang tidak sengeri yang diberitakan. Mungkin, ya cuma homesick.

 -Silviana-

Minggu, Mei 11, 2014

Maaf Lagi Kangen

  3 comments    
categories: 

Saya tidak menyukai suasana ramai atau gaduh. Telinga saya seperti mengalami kesakitan kalau mendengar orang- orang yang berteriak kencang kemudian berlanjut kepala menjadi pusing. Sejak dia berpulang, saya merasa menjadi pribadi yang berbeda. Ya, memang membutuhkan proses, dan saya tahu akan hal itu. Tapi, sekarang sebisa mungkin saya tidak membicarakan mengenai dia kepada orang lain, padahal saya sangat butuh kawan bicara untuk sekedar mendengar apa yang saya rasakan. Tapi, beberapa orang menganggap jika menceritakan dia, saya akan bersedih. Sudah barang tentu saya bersedih, tapi hanya saya yang bisa mengerti dan tahu apa yang saya rasakan. Bukan orang lain. Mungkin orang lain bisa saja bilang "aku tahu bagaimana rasanya di posisimu Sil". Ya, mungkin memang orang- orang yang berkata demikian pernah juga merasakan kehilangan. Siapa yang tidak, semua orang pasti pernah. Tapi, menceritakan kembali mengenai dia adalah cara saya meyakinkan dan menyadarkan kalau dia benar- benar sudah berpulang ke rumah sebenarnya.

Sejujurnya saya sangat terbuka jika ada teman yang ingin tahu cerita dia secara langsung, tapi kebanyakan dari mereka merasa takut kalau saya semakin sedih. Terimakasih teman- teman untuk perhatiannya. Tapi, mungkin bagi orang lain merasa demikian, tapi saya tidak begitu. Saya merasa menjadi pribadi yang lebih kuat seiring waktu berjalan, semakin sering menceritakan mengenai dia, intensitas menangis saat bercerita semakin berkurang. Dulu, setiap di tanya saya selalu menangis, tapi semakin lama, semakin biasa saja. Meskipun ya akan sembab sedikit.

Siang ini saya kembali melewati jalanan Malang, dengan menggunakan moda trasportasi umum seperti biasanya. Disitu, tiba- tiba perasaan saya buncah. Banyak sekali cerita yang menggantung di sepanjang jalan itu. Mulai dari bukit yang ingin kami daki karena pemandangannya bagus, tapi sekarang sudah gersang karena dibuat perkebunan, jembatan bambu yang saya selalu bilang pengen foto disitu setiap lewat tapi tidak pernah saya mau berhenti, dan sekarang sudah hilang diterjang banjir, dan masih banyak lagi.

Beberapa waktu lalu, teman saya, sebut saja namanya Lek Ri. Dia bercerita mengenai tantenya yang juga kecelakaan dan mengalami koma. Kasusnya sama seperti dia, luka berat di kepala yang dekat dengan batang otak. Namun, beda cerita, tante teman saya ini tidak menjalani operasi, karena mengambil tindakan konservatif (semoga gak salah). Namun, koma hingga hampir dua bulan atau bahkan lebih, namun saat ini sudah mulai pemulihan.

Hanya bisa bilang, semoga khusnul khotimah.

tsurhat

  No comments    
categories: 
Alhamdullilah, yes!

Semester enam selesai. Astaga, cepat sekali berlalu! Wosh! Waktu sangat melenakan. Seperti yang dibilang Sapardi Joko Darmono – Yang Fana adalah Waktu.

Maafkan saya ya blog, lama tidak memberi asupan nutrisi tulisan. Sudah mulai fokus, sudah mulai harus menentukan arah hidup.

Oh ya, kemarin saya sudah ujian kompre, kalau di tempat saya namanya pendadaran. Istilahnya kayak UNAS nya anak Ekonomi Pembangunan. Mata kuliah wajib, dan pilihan yang diajarkan sejak semester satu hingga enam diujikan. Saya nyebutnya Pe(MODAR)an. Gimana enggak, materinya jelas sudah lupa toh. Apalagi belajarnya sendiri, bahkan saya yang punya catatan lengkap aja heran kalau dulu pernah nulis nulis materi kuliah begitu. Duh.

Setelah ujian itu, minggu depan saya dan teman- teman berangkat KKN, untuk melaksanakan tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian.

Saya sudah mulai cari judul dan jurnal ilmiah, tapi lagi lagi malas melanda. Sepertinya saya harus mengucapkan dadah bye bye sama liburan yang dijanjikan ibu kalau bisa lulus 7 semester. Ya nggak apa- apa lah wis, lebih baik lulus tepat waktu, bukan prematur.

Minggu, Mei 04, 2014

MTD - Batoe

  7 comments    
categories: 

#SELFIE as always


mba +Tutut Widyawati bilang "duuh yang main keyboard"
wekekekeke




Unit Kegiatan Mahasiswa BLERO | Universitas Negeri Malang punyaa



Alun - Alun Batu