Rabu, April 26, 2017

Jalan Sampai Lemes di Museum Angkut Batu Malang

  14 comments    
categories: 
"Sumpah ini luas amat! Gak nyangka"

Iyalah Museum Angkut ini kan berdiri di tanah seluas more less 3 hektar dengan 3 lantai, jadi ya ya ya gitu deh. Maklum kalau kamu lagi jalan-jalan di sini terus pas udah selesai kakimu rasanya langsung lemes. Haha. Soalnya saya juga merasakan hal yang sama. Tapi banyak banget hal baru yang bisa dilihat kalau lagi liburan di tempat ini.
[Tampak depan]
Ada banyak koleksi yang dipamerkan seperti kapal tempur, pedati, mobil, motor dan segala kendaraan masa lampau yang digunakan untuk transportasi dari berbagai negara. Kendaraan-kendaraan ini ada yang original, modifikasi dan juga replika. Selain itu ada juga atraksi seperti pawai yang digelar pada hari dan jam tertentu. Buat yang suka sama otomotif, tempat ini adalah surga karena banyak banget kendaraan yang parkir di tempat ini.

Ohya di sini juga ada lokasi yang dibuat menyerupai beberapa negara-negara di dunia. China Town, England, Las Vegas, Paris, dan lainnya. Nah buat yang belum kesampaian pergi traveling ke luar negeri, Museum Angkut mungkin bisa jadi lokasi yang cocok buat pamer foto ala-ala aboard. Haha. Ya daripada nipu buat jalan-jalan ke luar negeri ya kan. Eh.

So, here we go.

Sebetulnya ini pertama kalinya saya berkunjung ke Museum Angkut, beberapa kali diajak untuk berkunjung banyak alasan dan saya pikir tempat ini hanya cocok tuk para kaum lelaki. Haha. Tapi pas diajak ke sini kok excited, ya. Oiya saya datang ke tempat ini dalam rangka Up Close and Personal with BW OJ.

Baca Juga : Kenal Lebih Dekat dengan BW OJ

Museum Angkut ini dibuka pertama kali pada tahun 2014 sekitar bulan Maret dan tentunya antusiasme wisatawan baik dalam maupun luar Batu sangat besar. Buktinya tempat ini hampir tidak pernah sepi pengunjung, weekday aja ramai apalagi pas weekend udah tentu pengunjung semakin membludak. Kebetulan kemarin kami datang di hari Selasa dan pas banget sama ujian nasional anak SMA jadi ramai banget sampai susah mau ambil objek tanpa bocor. But no worries, saya tetap senang.

Setelah melakukan pembelian tiket dan mendapat gelang, langsung aja deh masuk lewat gerbang utama. Nanti ada kakak-kakak yang baik hati memasangkan gelang tanda masuk kita. Gelang ini harus kita pakai selama berada di tempat ini ya. Sebelum masuk ke hall utama tas kita akan diperiksa oleh petugas untuk mengetahui barang apa saja yang kita bawa. Formalitas untuk cek keamanan, selain itu kita dilarang membawa makanan dan minuman. Nah kalau kamu bawa kamera seperti DSLR, Mirorless, Action Cam dan ingin dibawa masuk , kamu harus bayar biaya tambahan ya. Kalau mau foto-foto pakai kamera HP aja juga bisa, tapi kameramu harus dititipkan ya. Tenang aja, aman kok.
[Salah satu yang dipamerkan di Hall Utama]
Nah waktu masuk ke hall utama, ada beberapa jenis kendaraan yang saya lihat. Seperti CB, sepeda onta, mobil zaman Belanda, serta andong. Saya gak begitu ngerti jenis mobil jadinya cuma lihat dan ambil gambar. Fyi di hall utama ini ada toilet di sebelah kiri, tepatnya di belakang show room sepeda ontel. Naik ke zona selanjutnya saya menyebutnya zona edukasi, karena di tempat ini banyak informasi mengenai kendaraan yang dipamerkan. Seperti misalnya mobil yang pernah digunakan oleh presiden RI pertama, Ir. Soekarno.
[With BW OJ team]
Naik ke lantai selanjutnya saya melihat landasan luas untuk pesawat tempur, ada beberapa pesawat yang dipamerkan dan di sini anginnya cukup kencang karena zona outdoor. Buat yang suka foto-foto juga bisa mencoba foto di kokpit pesawat. Saya nggak nyoba karena antrenya luar biasa. So, daripada waktu habis terbuang sia-sia, saya pilih tempat lain buat dilihat. Hehe. Pemalas.
[China Town dan Zona Batavia]
[Jangan gangguin cece-cece ini ya]
[Bergosip sebentar]

Zona China Town juga gak kalah asyik buat dilihat, lokasinya hampir sama seperti China Town di Singapura. Bermacam-macam jenis toko di sisi kanan dan kiri, selain itu memang masyarakat China dikenal pandai berniaga. Saya sempat berpose di depan Toko Kelontong Yu Jie XIa He, karena saya suka dengan aksen dan warna merah yang menyala.

Tak jauh dari China Town saya langsung melihat Zona Batavia dan Sunda Kelapa. Ada satu bangunan yang menjulang tinggi yaitu stasiun Jayakarta yang punya singkatan JYK. Selain itu di sini juga nampak Jakarta tempoe doeloe saat masih bernama Batavia. Selain itu ambience pelabuhan juga terasa di tempat ini. Ada juga gudang Batavia yang menampilkan mobil-mobil masa penjajahan.
[Koleksi di Gudang Batavia]
Di gudang Batavia ini kita bisa melihat koleksi kendaraan yang digunakan oleh tentara Birmingham juga, BSA atau Birmingham Small Arms dan juga mobil Chevrolet dengan berbagai warna. Selain itu juga ada mobil-mobil buatan Jepang yang ditampilkan di sini. Saya sempatkan foto dengan Maneki Neko  (招き猫 kucing mengundang) ukuran besar.
[Pose with Maneki Neko 招き猫]
 Masih mau lanjut jalan? Hayuk lah. Nah setelah dari Gudang Batavia kita langsung dikasih zona outdoor, yaitu Gangster Town. Ngeri? Haha gak kok santai aja jangan takut, di sini lokasinya juga lumayan asyik dan tempat ini sering digunakan untuk finish pawai dan pertunjukkan. Beruntung sekali kemarin saya sempat melihat pertunjukkan flash mob yang ditampilkan oleh talent Museum Angkut.
[Broadway]
[VW yang dibuat main film Herbie Fully Loaded- Lindsay Lohan]

[Volkswagen bug with a mind of its own]

Sayangnya cuaca sedikit mendung dan gerimis, jadilah saya bergegas menuju zona selanjutnya yaitu zona Eropa. Ada miniatur menara Eifell Paris serta segala hal yang berhubungan dengan negara Eropa. Seperti misalnya gerobak kue, telepon umum, Roma, Beatles dan lainnya. Keluar dari Zona Eropa kami langsung disambut dengan gedung Buckingham Palace. Tempat ini terlihat mewah dan glowing haha. Banyak transportasi yang dipamerkan dan ada patung ratu Elisabeth serta kursi agungnya juga di sini.
[Mbak Yuni pose at Buckingham- Sorry for shaking]
Keluar dari Buckingham Palace saya disambut zona Las Vegas, ohya sebelum masuk ke zona ini kamu bisa bermain tebak logo mobil sebelum pintu gerbang Las Vegas. Di sini saya kurang eksplor sih karena sudah harus cepat keluar zona Museum Angkut. Nah jangan kaget saat akan keluar dari Museum Angkut ya, karena di sini kita akan diajak merasakan asyiknya bergoyang saat berada di gerbong kereta. Beneran kayak di gerbong karena tempat ini menawarkan pengalaman bershaking body.

Pas keluar Museum kita juga disambut dengan Pasar Apung. So sadnya karena waktu sudah mulai sore jadilah saya gak sempat masuk ke tempat ini. Tapi next time saya akan datang lagi ke Pasar Apung, btw gratis kok masuknya kalau cuma mau lihat Pasar Apung. Seperti namanya, Pasar Apung ini menawarkan jajanan dengan toko di atas perahu dan mengapung seperti di Sungai Barito. Ada satu zona yang gak saya datangi, ntah kayaknya saya gak lihat Zona Hollywood. Padahal di tempat ini banyak koleksi mobil yang sering dipakai saat main film.

Intinya sih kalau datang ke Museum Angkut kita bisa tambah pinter karena tahu banyk soal angkutan zaman dulu. Gak kerasa kaki ini gempor banget pas keluar dari tempat ini, jadilah waktu perjalanan pulang, saya diam tak berdaya karena saking lelahnya.

Tips buat yang mau datang ke tempat ini, usahakan pakai baju senyaman mungkin. Misalnya kaos yang berbahan katun dan bawahan yang tidak ketat, karena seperti yang kamu baca tadi kalau di tempat ini harus berjalan kaki menelusuri berbagai tempat di dunia. Jadi kalau sampai pakai baju yang salah dan gak nyaman, kamu bisa ribet sendiri dan gak fokus sama jalan-jalanmu. Meskipun simpel pastikan kamu juga tetap modis.

Kebetulan habis ini udah libur lumayan panjang untuk menyambut bulan Ramadhan dan lebaran,  mungkin kalian mau datang ke Museum Angkut saat liburan itu atau setelah lebaran karena uang saku dari saudara dapat banyak. Buat outfitnya ingat ya pakai yang nyaman, modis dan keren. Nah kalau kamu mau belanja baju, kamu bisa menemukan banyak koleksi baju lebaran 2017 di ZALORA yang sesuai dengan personality-mu.

Tips selanjutnya, pakai alas kaki yang nyaman juga. Hindari banget pakai alas dengan heels, hey baby gak kasihan ya sama kakimu?. Pokoknya yang bisa bikin nyaman itu yang terbaik, tapi jangan terlalu lama berada di zona nyaman ya. APASIH.

Jadi kapan kamu mau datang ke Malang jalan-jalan ke Museum Angkut? Kabari ya, kali aja kita bisa kopdaran.

*Sorry karena saya gak begitu banyak ambil foto di sini, soon akan ada VLog mengenai Museum Angkut.

MUSEUM ANGKUT
Jam Buka : 12.00- 20.00 WIB
Harga Tiket : Weekday Rp. 75.000 dan Weekend Rp. 100.000
atau bisa cek di http://www.museumangkut.com/harga-tiket-masuk/
Tiket Kamera : Rp. 30.000/ kamera.



Selasa, April 25, 2017

Drama E-Tilang di Kabupaten Kediri

  13 comments    
categories: 
"Asem kena tilang", isi sms yang dikirimkan oleh si thole kepada saya. 

Iya si thole ini adalah adik laki-laki saya, Kamis yang lalu dia kena tilang saat akan mengurus pembuatan E- KTP di Kecamatan. Awalnya memang saya yang diminta untuk mengantar, tapi karena si thole tak sabar menunggu kakaknya bersiap, jadilah dia berangkat sendiri. Fyi, adik belum punya SIM. Ya memang salahnya dia sih karena melanggar peraturan.

Jadi begitu kena tilang petugas tidak memberi pilihan untuk sidang manual atau E-Tilang, beliau langsung memberi slip biru dan bilang "bayar di BRI". Adik saya yang kebingungan mencoba bertanya kepada polisi tapi inti dari jawabannya kurang mengenakkan. Katanya gak perlu lah dia jelaskan si adik gak akan ngerti juga.
[Slip biru tilang]
Begitu dapat informasi mengenai E-Tilang saya coba buat googling, ternyata memang harus bayar denda maksimal ke bank dalam hal ini Polres bermitra dengan BRI. Jumlah biaya maksimalnya satu juta rupiah. Nah masalahnya distribusi informasi serta sosialisasi E-Tilang ini belum sepenuhnya sampai di masyarakat. Buktinya saat saya lempar pertanyaan di grup-grup WA yang saya ikuti di area Kediri, masih banyak yang belum tahu soal E-Tilang. Bahkan ada yang bilang "E-Tilang kayaknya belum diberlakukan deh di Kediri".


M A K D O E N G!!!

Setelah adik pulang dari Kecamatan, kami bergegas menuju Polsek Gurah, tempat di mana adik kena tilang. Maksudnya mau tanya mekanisme E-Tilang ini seperti apa, ya karena memang untuk denda maksimal yang dibebankan itu lumayan besar jumlahnya, kan. Sayangnya sih petugas yang ada di Polsek kurang paham dengan alur E-Tilang ini. Saya sempat agak emosi juga waktu menanggapi cara komunikasi petugas yang ada di sana.
[Alur Pengurusan E-Tilang. Foto saya ambil dari Satlantas Polres Pare]
Memang E-Tilang ini rasanya masih agak ribet pengurusannya, awalnya. Karena setelah dapat surat tilang, STNK kita ditahan sebagai barang bukti, kemudian kita harus membayar denda maksimal ke BRI nominalnya itu tadi satu juta rupiah, setelah itu datang ke polres untuk mengambil barang bukti yang di sita. Nah pada tanggal yang ditentukan, terdakwa harus datang ke Pengadilan Negeri untuk menerima surat putusan mengenai denda yang harus dibayar. Selesai di pengadilan, akan mendapat surat keterangan. Surat inilah nanti yang dibawa ke BRI untuk mengambil uang sisa. 

Simpelnya, kita bayar denda maksimal Rp. 1.000.000, lalu ternyata putusan pengadilan menyatakan denda yang dibayar adalah Rp. 50.000. Setelah mendapat surat PN maka kita balik ke BRI untuk ambil uang sisa sebanyak Rp. 950.000. Disitu saya sampaikan, dengan sistem yang kayak gitu kan jadinya kita harus balik-balik ke bank dan kurang efisien.

Dan jawaban sesebapak itu adalaaaaah "Ya kalau mbak tanya saya kita sama, sama- sama nggak tahu".

"Baru ini loh pak ada aplikasi yang bikin rumit".

Setelah beberapa saat tidak ada pembahasan, saya minta penegasan kalau setelah bayar denda STNK bisa langsung diambil di polres yang lokasinya ada di Pare. Saya dan adik bergegas menuju BRI Gurah untuk melakukan pembayaran. Sayangnya sistem E-Tilang eror, kami juga sempat datang ke 2 Kantor Cabang BRI lainnya namun tetap eror. Baiklah kalau begitu.

Sorenya kami juga sempat datang ke Polres Pare untuk minta penjelasan mengenai sistem E-Tilang. Kami masuk ke bagian Sat Lantas menemui petugas bernama pak Dedy, di sini penjelasan cukup jelas dan mencerahkan. Jadilah pikiran mulai adem ayem. 

Esoknya, Jum'at kami kembali mencoba pergi ke BRI yang ada di Pare. Dua BRI tapi jawabannya sama, masih eror. Akhirnya long weekend kemarin, saya gak pergi keluar kota karena motor gak ada STNKnya.

Sampai akhirnya hari ini, sistem E-Tilang sudah bisa. Saya bayar di BRI dan STNK sudah bisa diambil di Polres. Ohya sebelum ke Polres saya juga sempat foto copy terlebih dulu berkasnya, karena untuk pengambilan STNK berkas asli berupa slip biru dan slip pembayaran yang diserahkan. Jadi kita cuma punya foto copy-annya saja untuk pengurusan ke Pengadilan Negeri dan pengambilan uang sisa.

Jum'at, 28 April
Akhirnya hari ini saya pergi ke Pengadilan Negeri untuk mengurus surat dakwaan tilang. Jangan dikira saya tahu semua sudut dan jalan Kediri, salah besar. Bahkan jika tidak ada Maps mungkin saya bakalan kesasar.

Begitu sampai di PN dan pas sekali hari ini hari Jum'at. Para pegawai sedang melakukan akitivitas senam dan olahraga. Saat masuk gerbang kami diberhentikan oleh petugas. Ditanya-tanya sedikit mengenai maksud dan tujuan datang ke Pengadilan.

Ketika beliau tau kami akan mengurus tilang, kami diarahkan untuk menuju ke Kejaksaan Negeri. Untung saja lokasinya tidak jauh dari PN. Sesampainya kami di Kejaksaan, suasananya masih sepi. Pukul 08.11 belum ada tanda-tanda loket tilang dihuni oleh petugas. Namun sudah ada 5 orang yang juga mengurus tilang.

Singkat cerita ketika kami menunggu waktu buka loket, ada seorang bapak yang mengeluh mengenai peraturan etilang dengan jaminan uang di atas satu juta rupiah. Kemudian peserta tilang lain (suami istri) menimpali omongan si bapak.

"Ini sistemnya kok menyusahkan sekali. Harus bayar satu juta lima ratus di BRI. Dikira kita petani selalu ada uang"
, ujar si bapak.


Kemudian si suami istri tadi itu, kebetulan juga mereka berdua memakai baju olahraga dinas berwarna kuning. Saya kurang tahu sih itu dinas apa. Sang suami menjawab dengan jumawa tapi tidak tepat waktunya.

"Kan tinggal bayar aja pak transfer ke bank satu juta limaratus, itu nanti kan dikembalikan juga uangnya. Gak susah-susah",

Kurang etis ya sebetulnya. Gara-gara jawaban seperti itu si bapak jadi marah-marah.

Tak lama setelah itu loket tilang buka, saya dapat antrean nomor 3. Setelah mendapat surat dakwaan, biaya yang harus dibayar adalah
Rp. 50.000. Jadi saya masih punya uang sisa di bank Rp. 950.000. Nah untuk mencairkan dana sisa ini, cukup pergi ke BRI (bisa BRI manapun) dengan membawa foto copy berkas- slip pembayaran, surat tilang, dan identitas yang valid. Bisa KTP, SIM, atau kartu pelajar. 

AKHIRNYA, SETELAH BOLAK BALIK KESANA KEMARI, SEMUA DRAMA INI SELESAI.

Tapi yang bikin KZL lagi, ternyata bisa juga kalau gak bayar secara online. Jadi cukup bayar di kejaksaan pada tanggal yang sudah ditentukan. 

Semoga kedepannya, jika memang E-Tilang di Kediri mau benar-benar diberlakukan. Pihak sat lantas amat sangat perlu untuk melakukan sosialisasi, supaya masyarakat tidak gagap dengan sistem baru. Selain itu juga untuk biaya yang harus dibayarkan, mungkin bisa dicantumkan jumlah biaya yang harus dibayar. Sehingga tidak perlu membayar biaya maksimal yang mungkin saja bisa bikin orang jantungan.

Senin, April 24, 2017

Memulai Perjalanan #EksplorDeswitaMalang dengan Jalan Kaki

  14 comments    
categories: 

[Formasi lengkap. Sumber : Nikon magic mas Ghozali]
Kamis siang kala itu Kediri sedikit gerimis, padahal Varia sudah siap tuk melaju ke Malang (lagi). Tapi perjalanan kali ini berbeda dari biasanya, mungkin bisa dibilang istimewa. Perjalanan yang akan membawa saya berjumpa dengan teman-teman Travel Blogger dari Solo, Klaten, Boyolali, Semarang, Surabaya, Karimunjawa dan tentunya Malang sendiri.

Begitu sampai di Malang saya menuju kost Naily tuk istirahat dan menitipkan motor untuk beberapa hari. Di sela leyeh-leyeh cobat cek Whatsapp, rupanya update informasi mengenai perubahan lokasi meeting point. Sebelumnya disepakati untuk berjumpa di Stasiun Kota, namun berubah arah menjadi Alun- alun Malang. Oke fine.

Menjelang maghrib saya mulai bersiap tuk berjumpa dengan teman-teman yang ternyata sudah kelayapan sejak siang di Malang. Rencana awal dari kos Naily, saya akan pergi ke Alun-alun dengan mengunakan jasa Go Jek atau Grab karena lebih efisien, namun jari tangan ini rasanya enggan membuka dua aplikasi angkutan masal ini. Setelah siap kaki ini mulai menuju jalan besar, nyegat angkot. Beberapa jam sebelumnya saya sempat bertanya ke beberapa teman mengenai kode angkutan dari lokasi saya ke Alun-alun.

Fyi, more less 4 tahun saya tinggal di Malang, hanya 1 kode angkutan saja yang hapal di luar kepala. Yaitu LG, karena angkutan ini yang sering mengantar saya dari terminal Landungsari menuju gang kosan. Maklum lah, zaman kuliah saya itu kupu-kupu banget, alias kuliah pulang kosan melulu.

Rasanya saat itu saya seperti mengulur-ulur waktu, beberapa angkutan yang lewat saya abaikan. Saya pikir sedikit lambat tidak apa-apa, toh perjanjiannya antara pukul 20.00-21.00. Sambil menunggu angkutan saya juga menyempatkan mampir ke counter tuk membeli paket data. Sampai pada akhirnya obrolan di WA mulai ramai, diawali dari Mas Hanif yang menanyakan keberadaan kami.

Waktu mulai menunjukkan pukul 19.00 dan saya masih berdiri mematung di pinggir jalan sambil mainan hp. Yah, namanya rezeki memang gak akan lari, siapa sangka saya bisa naik angkutan bareng sama mas Tomi http://iwantantomi.wordpress.com/, padahal gak janjian sama sekali. Angkotnya kosong pula, tak ada penumpang selain kami berdua. Berasa kayak diantar mobil pribadi.

Begitu sampai di Jalan Arjuno kami diminta turun oleh pak supir. Loh ada apa ini? 

"Ikut angkot belakang aja ya mas, saya mau putar balik", ujarnya.

Sesaat setelah kami turun, angkutan dengan kode LG ini dengan sigap putar balik di U-turn. Kami sempat diam sejenak melihat sekitar, lalu mas Tomi menawarkan untuk jalan kaki sampai alun-alun. 

"Jalan kaki aja ya? Sudah dekat juga. Lumayan hemat 4 ribu". 

".... oke".

Dan selanjutnya dua anak manusia berjalan diantara gegap gempitanya jalan raya Malang menuju Alun-alun kota, disitu saya merasa semua pengendara memerhatikan kami berdua. Apalagi dandanan udah macam orang mau pergi naik gunung banget, mas Tomi pakai kupluk ala penjaga villa dan kami sama-sama menggendong backpack. Lumayan, untuk mengawali cerita pra acara.

Sesampainya di Alun-alun kami mengambil posisi duduk di belakang ikon taman kota ini, kemudian mengabarkan kepada khalayak peserta acara untuk berjumpa di lokasi kami berada. Tak lama kemudian satu persatu muncul, mas Hanif insanwisata.com, Koko Halim https://jejakbocahilang.wordpress.com, dan mas Aji https://lagilibur.com. Ini adalah pertemuan kedua saya dengan mas Hanif dan Ko Halim, sebelumnya kami juga dipertemukan dalam Famstrip Menduniakan Madura. Sedangkan dengan mas Aji baru sekali ini. Tak berselang lama, Aya http://www.cewealpukat.com juga hadir diantara kami.

Setelah haha hihi bersama, mas Tomi mengajak kami ke night market yang lokasinya tidak jauh dari pasar besar Malang. Menembus ramainya kota Malang, kami berjalan kaki menuju night market. Sebelum mobil jemputan datang dan trip desa wisata, kami mengawalinya dengan food trip. Mas Tomi memperkenalkan berbagai macam kudapan ringan khas Malang ke para tamu agung ini. 
[Food guide. Foto punya mas Halim Santoso]
Sempol, cilok bakar, dan sate escargot. Sayangnya baru mencoba tiga jajanan, mobil jemputan kami sudah datang. Jadi mereka senang, kantongpun tetap tenang. Ohya sebelum berangkat ke desa pertama, kami juga menjemput Lidia http://mesraberkelana.com/ di Gramedia Alun-alun. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Desa Gubugklakah, lereng Gunung Bromo.

Peserta #EksplorDeswitaMalang ini jumlahnya 10 orang, 7 sudah berkumpul dan 3 orang menyusul. Mas Alid http://alidabdul.com/, Mas Sitam http://nasirullahsitam.com/, dan mas Ghozali http://ghozaliq.com/. Jadilah selama kurang lebih 5 hari terhitung sejak hari Kamis, 13- 17 April kemarin kami hore-hore untuk diajak jalan menelusuri desa wisata yang ada di Malang, #EksplorDeswitaMalang.

Pertemuan yang menggembirakan, sekaligus mempererat tali silaturahmi. Jalan kaki malam ini, cukup sebagai pembuka keakraban kami semua.

Minggu, April 23, 2017

#MenujuDewasa Benarkah Sudah Saatnya untuk Menikah?

  11 comments    
categories: 
Haha.. Ini sebenarnya sedikit agak aneh buat saya sendiri, Silviana mulai menulis menegenai topik yang bagi sebagian orang adalah hal sensitif. Kategori #MenujuDewasa ini muncul karena saya pikir ide memang harus dituliskan, paling tidak suatu saat nanti ketika saya sudah sudah melewati masa-remaja-dewasa ini saya bisa baca ulang lagi. Jadi topik ini muncul berdasarkan pengalaman pribadi, cerita saya sendiri.

Rasanya kok udah lama aja gak curhat-curhatan di blog. Jadilah kategori ini akan muncul hanya 1 kali setiap hari Minggu, tulisannya gak akan panjang. Bisa jadi hanya tulisan random aja dan ini akan menjadi penyegaran untuk tulisan jalan-jalan saya. 

Sejak memasuki bulan April lebih dari 10 undangan nikah yang datang. Baik undangan teman semasa sekolah ataupun teman komunitas. Bukan, ini bukan tulisan kebaperan saya sama temen-temen yang sudah menikah terlebih dulu. Buat saya, menikah itu bukanlah sebuah kompetisi, yang mana harus berlomba menuju finish. Tapi undangan- undangan ini sejenak membuat diri ini sadar, ternyata anak angkatan sekolah saya sudah pada gede. Saya dan mereka nyatanya sudah masuk dalam kategori dewasa secara usia.

Saya pribadi entah kenapa gak pernah worry sama pernikahan, sampai sekarang. Mungkin karena role model di sekitar lingkungan sekitar yang mengajarkan demikian. Untuk masalah usia memang benar sudah matang, apalagi jika dilihat dari sisi kesehatan cewek memang idealnya more less 25 tahunan. Saya sendiri belum sampai di titik usia itu, tapi memang sejak dulu juga gak pernah ada pikiran untuk menikah di bawah usia 25 tahun. Intinya nikah muda tidak pernah ada dalam pikiran saya, sama sekali. Hanya saja saya bahagia kalau lihat teman yang berani ambil keputusan tuk menikah. Nah kalau baper lihat temen nikah? Tentu pernah, hei i am human too, geng.

As you know, saya sekarang belum punya kerjaan tetap dan ya masinh pengen jalan- jalan sendiri.

Banyak yang bilang saya ini harusnya sudah pantas punya anak, apalagi kalau dilihat teman sepermainan saya rata-rata sudah naik jenjang rumah tangga. Tapi untungnya sih saya woles aja, sampai pada akhirnya kewolesan itu jadi bumerang buat diri sendiri. Saya dikenalkan dengan anak teman ibu. Iya geng, saya udah mulai dipilihkan pendamping hidup.

Hal ini bermula saat saya baru beberapa minggu pulang dari Batam. Sejujurnya kepulangan ini bukan karena saya mau nikah atau sejenisnya, tapi karena saya dapat kesempatan untuk mencoba berkarir di Surabaya. Setelah berpikir cukup lama maka saya pilih untuk pulang ke Jawa. Saya pikir bisa lebih dekat dengan orang tua dan bisa sering pulang ke rumah. Mau bagaimanapun buat saya Jawa adalah rumah yang paling nyaman untuk menghabiskan masa tua. Eak.

Kejadiannya cukup singkat, intinya teman ibu saya ingin mengenalkan anaknya untuk saya. Tidak sampai sehari si-dia- yang dimaksud datang ke rumah karena memang mengejar waktu untuk kembali ke perantauan esok harinya. Pertemuannya juga cukup singkat, saya sendiri hanya menemuinya untuk salaman dan nothing special karena memang sejak awal saya tidak berminat dengan acara jodoh-jodohan. Parahnya saya gak tahu namanya

"Etapi itu kan hanya kenalan bukan perjodohan?"

"Tujuan dari kenalan apa kalau udah bawa-bawa orang tua?"

"mmmm. Iya sih"

"................."

Tak berselang lama si dia dapat kontak PIN BBM saya, kami chatting basa-basi. Saya orangnya emang pemilih kalau sama laki-laki, cuma yang enak diajak ngobrol dan klik aja yang bakalan bisa deket. Baik itu untuk temen ataupun hubungan asmara. Ciyailah. Tapi yang namanya gak klik sejak awal ya emang gak klik, ternyata bener gak sampai dua minggu akhirnya saya memutuskan untuk ganti pin BBM. Buat saya ini lebih elegan dalam penolakan dibanding saya harus delete contactnya.

Masalah pertama saya anggap selesai, tapi ternyata tidak benar-benar selesai. Lingkungan pertemanan ibu yang knowing about that seringkali menanyakan kepada saya mengenai kelanjutan pertemuan tidak penting itu. Jadilah gara-gara knowing every particular object itu saya jadi malas kalau ketemu orang. Haha.

Lalu banyak juga yang sudah menanyakan kapan saya nikah. Parahnya saat saya jawab "Insya Allah kapan-kapan". Jawabannya selalu di luar dugaan saya. Seperti misalnya;

"Gak nikah-nikah nanti jadi perawan tua!"

"Ngapain nunggu lama-lama, cepet nikah aja nanti susah punya anak kalau terlalu tua"

Mereka nggak tahu aja alasan terbesarnya adalah karena hingga saat ini belum ada jodohnya dan belum ketemu orang yang klik aja. Jadi beneran nih udah waktunya nikah? Meskipun belum ada jodohnya. Padahal kalau jokes Jawa itu nikah syaratnya cuma kalih, kalih sinten. 

- Silviana

Sabtu, April 22, 2017

Wisata Taman Kota Mataram Jadikan Liburan Asyik Bersama Keluarga

  4 comments    
categories: 
Menciptakan suasana liburan bersama keluarga bisa dilakukan dengan traveling ke luar kota. Terutama ketika kamu memutuskan untuk pergi bersama keluarga besar. Berlibur ke tempat-tempat yang baru bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan jika berpergian dalam skala besar harus memilih destinasi wisata yang nyaman, aman dan ramah untuk semua anggota keluarga, khususnya untuk keluarga yang memiliki anak kecil.

Nah kalau misalnya kamu dan keluarga memilih berlibur ke Mataram, wisata ramah keluarga dan anak di kota ini cukup mudah ditemukan. Misalnya dengan memiliki pergi ke taman kota. Ada satu taman di Jalan Pejanggik, Selaparang misalnya, terdapat Taman Sangkareang yang terkenal di kalangan wisatawan lokal maupun yang datang dari luar kota. Taman kota yang dibangun tepat di pusat Pemerintahan Nusa Tenggara Barat ini, menyediakan arena bermain khusus untuk anak-anak.

[sumber: hellolombokku.com]
Sejumlah fasilitas bermain seperti ayunan, jungkat-jungkit, perosotan, dan lainnya bisa digunakan sepuasnya secara cuma- cuma alias gratis tanpa dipungut biaya. Setiap sore juga banyak anak yang memanfaatkan taman ini untuk bermain sepakbola. Sedangkan untuk para orang tua, sambil mengawasi anggota keluarga yang bermain tak perlu khawatir jika merasa bosan saat berkunjung ke taman seluas 1 hektare ini.

Taman Sangkareang juga kerap menjadi tempat untuk menyelenggarakan pentas musik dan pameran. Sehingga para orang tua pun bisa menikmati hiburan yang tersaji di depan mata.

Nah buat para penikmat kuliner, di sekitar taman ini banyak aneka kudapan pinggir jalan yang dijajakan. Kamu bisa menyeruput secangkir kopi dan memesan gorengan sebagai camilan. Sembari mengobrol, pemandangan di taman kota ini pun bisa dinikmati sebagai pelepas penat.

Selain karena ramah keluarga dan anak, Taman Sangkareang merupakan tempat wisata yang tepat dikunjungi sebelum kamu meninggalkan Kota Mataram. Ohya wisata taman ini lokasinya sangat strategis karena dekat dengan sejumlah penginapan di pusat kota.

Nah selain Taman Sangkareang, ada tempat wisata menarik lainnya yang juga terletak di titik nol kilometer Kota Mataram, yakni Taman Udayana. Di tempat ini, kamu bisa menikmati keindahan alam Kota Mataram, mengamati kebiasaan masyarakatnya, serta mencicipi makanan khasnya seperti ayam Taliwang, sate Bulayak, Nasi Balap Puyung, dan yang lainnya. Semuanya bisa dinikmati tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, karena memang murah meriah.

[Sumber: Kompasiana]
Taman ini tak jauh berbeda dengan Taman Sangkareang, Taman Udayana juga memiliki fasilitas yang lengkap. Mulai dari jogging track, lintasan anti reumatik, lapangan basket, area untuk bermain skate-board, serta yang terpenting adalah area bermain khusus untuk anak-anak. Itu sebabnya wisata taman kota sangat tepat untuk dikunjungi jika sedang menikmati liburan bersama keluarga di Kota Mataram.

Buat kamu yang akan merencanakan liburan keluarga ke Mataram, gal perlu khawatir memilih penginapan yang nyaman untuk digunakan staycation bareng anggota keluarga yang turut serta. Soal harga, kamu masih bisa berhemat kok, meski pun liburannya bawa keluarga besar.

Hotel murah di Mataram bisa dipesan melalui Airy Rooms, kamu cukup akses websitenya atau download aplikasinya di Android Apps dan iOS Apps.


[Kamar Airy Rooms]
Kenapa Airy Rooms? Iya karena dengan pakai Airy Rooms kamu bisa dapat harga kamar hotel yang murah, tapi tetap dapat fasilitas kamar yang lengkap. Soalnya di setiap kamarnya dilengkapi dengan AC, TV flat, perlengkapan mandi, air minum, serta jaringan Wifi gratis.

Pemesananya mudah kok nggak ribet, baik yang punya kartu kredit maupun yang menyukai pembayaran melalui transfer bank. Jadi tunggu apa lagi? Yuk ajak keluarga kamu berlibur ke Mataram. Pastikan pula untuk mempercayakan akomodasimu selama berlibur dengan Airy Rooms. (Adv)

Kamis, April 13, 2017

Kenal Lebih Dekat dengan Best Western OJ Hotel Malang

  20 comments    
categories: 
"OJ dalam bahasa india artinya kebahagiaan atau bisa juga diartikan sebagai keberuntungan, harapannya siapapun yang datang ke Best Western OJ akan mendapatkan hal- hal yang baik".
[Hal baik seperti makanan ini]
OJ, kata yang sederhana tapi ternyata punya makna yang luar biasa. Fyi sih cara baca OJ ini buka O Jhe, tapi dibaca seperti "JO" yang di balik. Baru tahu? Sama, saya juga. Buat arek Malang, BWOJ- singkatan dari Best Western OJ, pasti udah gak asing lagi. Secara hotel yang punya the first and the highest cafe or Skyroom ini udah jadi tempat yang hits sejak zaman saya kuliah dulu. Eh tapi jangan salah fokus sama BWOJ- Both Ways Open Jaws ya.

Pokoknya kalau bisa bikin acara di Best Western ini pasti kece banget. Saya sendiri udah pernah datang ke Skyroom saat tahun 2015 yang lalu dan kemarin akhirnya punya kesempatan lagi buat up close and personal sama Best Western. Intinya sih bedah BWOJ, lihat semua fasilitas yang dipunya sama mereka sekalian jalan-jalan juga.

Lokasi Best Western OJ mudah di cari, strategis karena masih berada di kawasan tengah kota Malang. Pokoknya kalau tahu rute Rumah Sakit Syaiful Anwar arah Arjosari, BWOJ ada di belakangnya. Setelah RSSA ada U-turn pertama, balik arah gang pertama ambil kiri jalan dikit aja udah sampai deh dan kelihatan bangunan megah di sisi kiri. Yup, welcome Best Western OJ Hotel. 
[View Best Western from Lt. 5]
BWOJ ini adalah hotel bintang 4, anggota dari Best Western International yang punya jaringan lebih dari 4.000 hotel di seluruh dunia. Jaringan Best Western ini punya tiga produk, yakni Best Western Premiere, Best Western Plus, dan Best Western aja. Di Indonesia sendiri Best Western punya beberapa jaringan, 2 di Jawa Timur Best Western OJ Hotel Malang dan Best Western Papilio Hotel Surabaya; 2 di DKI Jakarta― Premiere Hive dan Mangga Dua Hotel & Residence; 3 hotel di BaliKuta Villa, Kuta Beach, dan Resort Kuta; 1 di SoloPremiere Solo Baru; dan 1 di Sulawesi SelatanPlus Makassar Beach.
[bathroom amenities]
BWOJ di Malang ini punya 129 kamar dengan lima jenis, yaitu deluxe single dan twin bed, family deluxe, executive, dan junior suite. Amenities yang ditawarkan setiap kamar juga oke punya, standar hotel bintang 4. BWOJ ini punya 1 lounge yang dikasih nama Prambanan. Tempatnya asyik buat menyepi sendiri sambil ngeblog. Ahe. Kalau pas lagi ngeblog terus lapar, bisa melipir ke Pandanwangi resto atau di Skyroom. Kalau saya prefer di Skyroom yang outdoor karena ambiencenya lebih asyik.
[Skyroom indoor]
[Skyroom Outdoor]
BWOJ ini punya kolam renang indoor dan juga fiteness center. Mau renang tapi gak nginap di sini? Bisa juga. Cukup dengan 75K/pack sudah bisa renang-renang asyik.
[Kolam renang indoor]
Skyroom sendiri punya julukan the first and the highest cafe in Malang, soalnya memang baru ini sih saya lihat ada cafe letaknya di rooftop lantai 12. Ohya, Skyroom punya 2 lokasi indoor dan outdoor jadi gak perlu khawatir kalau pengen datang ke sini pas musim hujan. Tetep bisa nikmati pemandangan Ngalam dari lantai 12 sambil ditemenin alunan live music. Syahdu gimana gitu.

Kalau pas lagi traveling ke Malang, bolehlah nginap terus dinner romantis di sini. Yuklah diatur.

Best Western OJ Hotel Malang

Tel.: +62 341 368 888
Fax.: +62 341 360 222

Instagram: https://www.instagram.com/bestwesternoj/
E-mail: info@bwojhotel.com
Web: https://bwojhotel.com

#Foodphilosophy Trip: Makan Enak Tanpa Khawatir Kolesterol

  14 comments    
categories: 
Kalau ngomongin soal makanan, kayaknya sekarang ini udah banyak banget rasanya tempat buat hunting berbagai macam kuliner. Apalagi dengan adanya teknologi, kita bisa nemu tempat makan yang seru dan tentunya punya cita rasa yang endeus.

Kayak di Surabaya nih misalnya, ada beberapa tempat kuliner yang udah legend dan makananya khas banget. Selain punya cita rasa yang otentik tentunya dia juga punya keunikan. Nah saya beruntung banget nih, hari Sabtu kemarin bisa jalan bareng seharian penuh sama para foodies dan tim hemaviton Cardio. Eh tapi gak cuma jalan aja, tapi juga makan-makan dong.

Sabtu pagi biasanya mager- malas gerak, tapi kemarin semangat banget soalnya bakalan ketemu temen baru dari Surabaya Kuliner dan juga Jakarta. Jadilah pagi itu saya menembus jalanan Surabaya yang gerimis manis nan romantis untuk menuju ke meeting point di Swiss Bellin Manyar. 
[Cek kolesterol dan gula darah]
Saat saya sampai, sudah banyak peserta yang hadir dan sedang di tes kolesterol serta gula darahnya. Duh, saya itu takut banget sama jarum dan sama sekali gak pernah suka disuntik. Tapi pas giliran saya tes, ternyata tes beginian gak sakit sama sekali. HAHA. Aku kecele.

"Duh semalam makan lalapan bebek! Ngaruh gak, mba?", tanya saya ke kakak petugas.

dan dia hanya tersenyum.

Jari telunjuk kiri saya dicoblos dengan jarum, kemudian darah merah yang lumayan kental mengalir keluar. Petugas langsung ambil alat cek kolesterol, setelah ditunggu sekitar 2 menit hasilnya muncul, tertera angka 156. Kemudian dilanjutkan dengan alat tes gula darah, 74. WOH AMAN! Padahal saya udah takut aja kalau angka gula darah tinggi.

[Hasil tes saya]
Nah ilmu baru nih, ternyata kolesterol itu gak pasti ada di orang yang bertumbuh tambun. Bisa jadi malah yang tambun angka kolesterolnya normal. Begitu juga sebaliknya, buat yang badannya kecil juga belum tentu tidak terkena kolesterol. Pokoknya jaga kesehatan dan banyak olahraga aja.

Setelah semua peserta selesai di cek, yuks capcus buat makan- makan enak.

[Soto Daging Tapak Siring]
[Penyajian Soto]

Mengawali Sabtu pagi yang gerimis dan dingin, kami menuju ke Soto Tapak Siring di Jl. Dharmahusada 14, Gubeng. Ini pertama kalinya saya berkunjung ke tempat makan Soto Madura di Surabaya. Lokasinya memang tidak terlalu luas, tapi berada di deretan pertokoan pinggir jalan. Jadi kalau lewat Dharmahusada pasti kelihatan papan depotnya.

Soto Tapak Siring adalah soto daging yang dimasak dengah kuah beras berbumbu kuning. Semua daging dari sapi diolah bersamaan dalam waktu yang lama. Jadi kebayang kan gimana meresapnya bumbu ke daging. Rasa kuahnya juga gurih dan gak kental kayak kuah soto yang pernah saya makan sebelumnya.
[Satu porsi soto + nasi]
[Enak]
Nah keunikan lain dari Soto Tapak Siring ada di nasinya. Kalau makan soto di sini nasinya tidak disajikan di atas piring, namun sudah tersedia di setiap meja dan dibungkus dengan daun pisang. Ya as we know, makanan yang dibungkus dengan daun pisang pasti rasanya jadi agak beda. Soalnya jadi wangi dan sedap, terus nasi yang dibungkus daun pisang ini juga gak kering. Enak dan pulen. Mantap banget kalau dinikmati dengan soto daging yang panas di mixed dengan perasan jeruk nipis.

Gak salah kalau soto daging Tapak Siring ini disebut sebagai tempat makan soto paling mantab di Surabaya. Rasanya memang Laziz!. Harga seporsi soto ini Rp. 24.000,- dan sebungkus nasi Rp. 3.000,-. Soto Tapak Siring buka dari pagi sampai malam 06.00-21.00.
[Akhirnya punya foto Tugu Pahlawan]

Sudah puas menikmati soto paling mantab ini, kami melanjutkan perjalanan menuju Tugu dan Museum Pahlawan. Saya jadi ingat beberapa waktu yang lalu menulis mengenai keinginan untuk berkunjung ke beberapa tempat di Surabaya. Eh gak taunya sekarang kesampaian. Ternyata biaya masuknya cuma goceng aja.

Baca : 5 Tempat Wisata di Surabaya yang Ingin Saya Kunjungi 

Terus di dalam museum juga ada diorama, foto dan patung pahlawan, senjata yang digunakan pada zaman penjajahan juga terpajang dibalik etalase. Next time mungkin saya akan balik lagi ke tempat ini soalnya belum puas foto-foto. Tugu Pahlawan Surabaya
ini lokasinya ada di Jalan Pahlawan, Alun-alun Contong, Bubutan, Surabaya.
[Sate Klopo Ondomohen 'Bu Asih']

Habis muterin tugu dan museum bawah tanah kok rasanya sudah lapar lagi ya. Okedeh lanjut ke kuliner legendaris Sate Klopo Ondomohen Ibu Asih di Jalan Mustajab 36. Ini kedua kalinya saya berkunjung dan ternyata selalu ramai. Seperti namanya, sate di tempat ini dagingnya dibalut dengan parutan kelapa yang sudah dibumbu, lalu dibakar dengan arang. Nah makannya sama bumbu kacang seperti pada umumnya. Tampilan satenya standar seperti sate pada umumnya, tapi rasanya endeus banget. Sate tidak gosong di luar, dalamnya matang sempurna, bau arang menyeruak. Surgaaa banget. Tapi tau gak berapa tusuk sate yang bisa terjual di tempat ini dalam satu hari? Kabarnya bisa sampai angka ribuan. Wow.
[BAKAR!!!]
[Sate Klopo yang siap dibakar]

Makan sate ondomohen bisa dinikmati juga dengan nasi putih mixed abon atau di makan dagingnya saja. Sama-sama enak dan bikin nagih. Makan satu porsi sate sudah bikin perut saya kewalahan, kenyang banget. Harga untuk satu porsinya tidak lebih dari Rp. 30.000 dan kalau pas lagi ramai siap-siap antre ya. Ohya ada dua pilihan daging di sini, daging ayam dan sapi.
 
[Sate Daging Ayam]

Wah belum menyentuh jam makan siang tapi perut udah dihajar sama dua kuliner super mantab. Eh gak masalah soalnya sebelum makan, saya tadi juga mengonsumsi hemaviton Cardio. Jadi gak worry deh soalnya hemaviton Cardio ini merupakan suplemen kesehatan yang dapat mengurangi penyerapan kolesterol dalam darah.

So, mari kita jalan-jalan lagi menuju pulau seberang, asyik ke Madura. Melewati jalur lintas darat dari Surabaya ke Madura, yup jembatan Suramadu ini punya pemandangan selat Madura yang cantik dan biru. Ini wilayah ramai tapi kita bisa lihat nelayan dan kapal laut yang tidak begitu besar. Panjang jembatan ini more less 5 kilometer, jadi cukup puas buat yang mau terpekur sambil memandang ke arah laut.
[Nasi Bebek Sinjay]
Eh kalau ngomongin Madura, kuliner apa yang pertama kali terlintas dalam pikiranmu? Ah jangan-jangan kita punya pikiran yang sama. Nah iya bebek Sinjay. Lewat jam makan siang, kami singgah lagi untuk menikmati kuliner bebek di Madura ini. Saya udah sering makan bebek Sinjay ini dan sambal pencitnya tetap juarak!. 

Baca : #EastJavaTrip Malang Surabaya Madura

Kemarin saat perjalanan dapat informasi, ternyata bebek itu punya tingkat kolesterol yang tinggi. Oalah pantes aja kalau ayah saya gak mau makan bebek sering-sering. Tapi sekarang makan bebek udah gak khawatir lagi sejak kenal hemaviton Cardio.

Lanjut? Lanjut yah. 
[Graha Es Krim Zangrandi]

Menjelang sore kami kembali ke Surabaya, trafic di Surabaya lumayan bikin habis sabar soalnya udah mulai macet karena saat itu juga weekend sih ya. Iya udah gak sabar soalnya mau icip ice cream legend di Jalan Yos Sudarso No. 15, Embong Kaliasin. Saya udah sering denger namanya, tapi belum pernah sekalipun datang ke sini. Eh akhirnya kesampaian deh nongkrong sore di Zangrandi.
[Zangrandi tampak dalam]


Es krim di Zangrandi ini punya banyak varian, mulai dari jenis es drop berbentuk segitiga memanjang yang dibungkus dengan kertas, es durian yang disajikan di atas gelas, es cone, dan es krim yang disajikan dengan puding. Lengkap dan ternyata enak semua!.
[ntap]
[Buat yang diabetes jangan takut konsumsi manis]

Ambience di Zangrandi juga asyik, bangunanya lawas tapi bersih. Kesan peninggalan kolonial masih kental, warna tembok putih cederung kuning, lantai ubin yang jadoel, meja kursi rotan juga menambah suasana jadi klasik. Betah deh nongkrong di sini, ohya tempat ini juga gak cuma diperuntukkan buat yang muda aja lho. Semua range usia bisa banget duduk bersantai sambil menikmati es krim di sini. 
[hemaviton GluCare]
[hemaviton GluCare]
Wuih udah sore aja, gak kerasa nih seharian udah jalan-jalan dan makan-makan. Eh tapi ternyata rangkaian acara #Foodphilosophy belum selesai. WHAT? Iya, kalau tadi udah makan-makan sekarang kita semua pindah ke Pipe and Barrel, cafe milik Chef Ken. Seharian tadi Chef Ken juga turut gabung sama kami buat menikmati kuliner di Surabaya dan Madura.
[Pipe and Barrel]
Kalau biasanya di acara lain Chefnya yang demo masak. Kali ini enggak, malah kami para peserta yang diminta buat masak-masak. Resepnya sih sederhana, Spicy Chicken Wings with Salted Egg Sauce. Saya masak bareng Mol dan ternyataaaa dapat juara 3. Horray!
[Ambience di Pipe & Barrel]

Pipe and Barrel cocok buat nongkrong asyik dengan suasana yang santai. Indoor & outdoor, tersedia tempat sholat juga. Kamu bisa mampir kalau pas lewat Jalan Polisi Istimewa No. 22.
[Mari masak]
[Source : Kak Mullie]

[bersama @thebiggerchef]

Udah capek masak kan ya, kayaknya perut boleh diisi lagi sama yang agak ringan. Yup, kami menuju ke Terminal Seafood untuk santap malam. Seru banget kalau makan dengan round table begini. Apalagi di tempat ini seafoodnya disajikan dalam kondisi fresh dan juga menunya beragam. Kerapu, kepiting, udang, tiram, sayur plecing, terus ada mantao juga. Eh saya nulis ini sambil nelen liur. Haha. 
[Terminal Seafood]
[Crab yang akan jadi Crab Saus Padang]
[seafood]
Rasanya waktu cepat banget berlalu, dari pagi sampai malam jalan dan seru-seruan bareng. Makan yang enak-enak, dapat teman baru, informasi kesehatan baru, terus info kuliner baru yang endeus-endeus. Sekarang, jangan lagi takut makan yang enak-enak. Soalnya udah ada hemaviton Cardio, selain mengonsumsi suplemen ini kita juga harus menjaga pola makan dan hidup dengan sehat.

Thankyou #FOODphilosophy Trip & Hemaviton. Really happy!

hemaviton
Website : https://www.hemaviton.com/infoodgraphic/
Facebook : https://www.facebook.com/hiduphealthy
Instagram : https://www.instagram.com/hiduphealthy/