Senin, Mei 08, 2017

6 Tempat yang Wajib Kamu Kunjungi Kalau Singgah di Gubugklakah

  12 comments    
categories: 
Tak biasanya saya bangun sepagi itu, apalagi dengan kondisi suhu yang cukup dingin untuk ukuran Kabupaten Malang. Maklum, Gubugklakah memang berada di lereng Gunung Bromo, maka tak heran jika suhu udaranya cukup membuat orang malas untuk bangun dan beraktivitas. Seperti kebiasaan bangun sebelum-sebelumnya, hal pertama yang saya cari adalah smartphone di sisi kanan bantal tidur. Waktu menunjukkan pukul 04.30, sayup adzan subuh hampir habis. Melihat sekeliling, dua orang teman tidur saya masih terlelap dalam selimut yang hangat.

Baca Juga : Memulai Perjalanan #EksplorDeswitaMalang

Begitulah saya ketika mata sudah terbuka di pagi hari, maka pantang untuk tidur kembali. Cuci muka, gosok gigi, lalu keluar homestay untuk menikmati suasana pagi sambil menghirup sebanyak-banyaknya oksigen di Gubugklakah yang sejuk- dingin dan sepi. Kalau di Kediri, bau udara semacam ini hanya bisa saya nikmati ketika membuka freezer mesin pendingin. Udara Gubugklakah cukup membuat kedua tangan saya tremor saat melakukan jepret rana. Sekitar pukul 05.00 sebuah mobil hitam berhenti di depan homestay kami, 3 teman yang menyusul- Mas Alid, Mas Ghozali, dan mas Sitam sudah datang.

"Sitam", ujarnya.

"Ghozali"

"Silvi", balas saya sambil bergantian jabat tangan.

"Robert", ujar mas Alid.

"Yaya okelah", kemudian masing-masing dari kami tergelak.

Ternyata teman yang lain sudah bangun, bergantian ke kamar mandi dan duduk di ruang tamu sembari menonton berita pagi. Suasana pertemuan yang hangat membuat suhu dingin tak lagi terasa. Selesai kami bersiap, pak Anshori selaku penggiat Pokdarwis- Kelompok Sadar Wisata Gubugklakah sekaligus pemilik homestay, mengajak kami untuk memulai kegiatan yang pastinya menyenangkan.

Gubugklakah memang punya potensi wisata yang bagus dan sayang jika dilewatkan begitu saja. Makanya nih kalau ke Bromo lewat jalur ini, sempatkan juga untuk extend 1-2 hari. Soalnya ada banyak tempat yang tentunya menjadi pelengkap liburanmu ketika memutuskan memilih Bromo.

Jadi, apa saja yang bisa dilihat di sini selain bentang alam yang menakjubkan?

Agrowisata Nusa Pelangi
[ikon- Foto koleksi pribadi]
Lokasinya berada di pinggir jalan raya, sehingga siapapun yang akan pergi ke Bromo melalui jalur utama Gubugklakah pasti dapat melihat tempat ini. Memasuki area depan agrowisata, saya langsung dapat melihat patung sapi berukuran besar yang memang digunakan sebagai ikon agrowisata ini. Selain itu di sisi kiri terdapat foodcourt yang digunakan untuk memasarkan hasil olahan susu sapi, seperti yoghurt, stik, susu segar, dan lainnya.
[iwantantomi sedang bersama salah satu sapi]
[prosesi pemerahan]
Saat kami datang para penggiat agowisata sedang memandikan sapi-sapi yang selanjutnya akan dijadwalkan untuk diperah. Ada kurang lebih 11 ekor induk sapi dan 5 ekor pedet yang diberdayakan di tempat ini. Lucunya semua sapi ini punya nama masing-masing, tapi yang paling lucu buat saya adalah pemilihan nama sapi ini diambil dari pewayangan Mahabarata, seperti Arjuna, Drupadi, dan lainnya.
[Foto koleksi pribadi]
Ohya ada satu anak sapi yang membuat saya dan teman-teman gemas, namanya Fhugi Kartini. Sapi ini baru lahir pada bulan Nopember tahun lalu. Saking gemasnya saya pengen elus-elus terus, sayangnya dia sedikit pemalu.
[Fhugi Kartini]
Jadwal pemerahan sapi ini sehari dua kali, rutin pagi dan sore. Pemerahan ini harus dilakukan karena jika telat beberapa jam saja maka kantong susu sapi akan membengkak dan kelalaian itu akan membuat para sapi kesakitan. Agrowisata Nusa Pelangi juga sudah cukup modern, dikarenakan proses pemerahan tidak hanya secara manual saja tapi juga sudah menggunakan alat yang tentu dapat dijamin kesterilannya. Ohya harga 1 liter susu di Nusa Pelangi adalah Rp. 7000. Sangat terjangkau tentunya jika dibandingkan dengan segala proses yang harus dilakukan oleh para peternak.
[Modern]
Air Terjun Coban Pelangi

Melanjutkan kegiatan di Gubugklakah, kami berangkat lagi menuju Coban Pelangi dengan menggunakan jeep terbuka. Sangat menantang dan cukup bikin jantung mau copot. Tapi keindahan bentang alam yang dimiliki desa ini sungguh menawan hati.

Ini bukan pertama kalinya saya datang ke Coban Pelangi, beberapa tahun yang lalu saya juga sempat berkunjung bersama teman-teman. Biaya masuknya juga sangat terjangkau, 8K untuk wisatawan domestik dan 15K untuk internasional. Apalagi tempat ini juga cocok untuk treking karena jarak tempuh dari loket utama ke air terjun cukup jauh. Eh tapi kalau malas treking bisa juga naik kuda kok, hanya saja fasilitas kuda ini hanya ada di hari Minggu.

Sayangnya di Coban Pelangi ini kita tidak diperkenankan untuk mendekat ke air terjun, demi keamanan masing-masing wisatawan. Debit air memang sangat deras, bahkan percikan air terjun dari jarak aman bisa membuat baju kami basah. Namun kita bisa bermain air di sungai Coban Pelangi. Setelah dirasa cukup kami kembali naik untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya.

Eh iya kalau jalan ke sini jangan khawatir kelaparan ya, ada warung-warung di sepanjang jalan menuju air terjun. Ada pilihan gorengan, weci, tempe mendoan dan juga mie seduh atau goreng. Mantapnya menikmati gorengan dicuaca yang dingin dan sejuk. Harganya juga ramah dikantong kok, ukuran gorengan juga besar. Jadi jangan khawatir mengenai quantitynya. *Anak Kos Mode.

Gunung Sari Sunset
[Berpose di depan GSS- Foto milik Nasirullahsitam.com]
Gunung Sari Sunset adalah lokasi baru yang hits di Gubugklakah, terbukti saat kami datang ke lokasi banyak muda-mudi yang mengabadikan diri/ berswafoto di berbagai sisi GSS. Seperti namanya Gunungsari Sunset, dari tempat ini kita bisa menyaksikan sunset dari ketinggian. Di lokasi GSS ini memang ada beberapa spot menarik yang sayang jika tidak diabadikan, rumah pohon, gardu pandang dan juga meja kursi kayu. Saat di tempat ini kami juga disuguhi oleh penampilan Tari Klono.
[pemerhati seni Tari Klono]
[cerita mengenai Tari Klono, next]
River Tubing di Ledok Amprong

Ledok Amprong, lokasi utama untuk Rafting dan River Tubing. Tempat ini memang sudah sangat hits di kalangan wisatawan yang ingin menguji adrenalinnya. Buat yang belum tau, River Tubing adalah permainan yang menggunakan ban dalam ukuran besar. Cara mainnya hampir sama seperti rafting namun kita hanya sendirian di atas ban, kemudian menghanyutkan diri mengikuti aliran sungai.

Menuju Ledok Amprong ini bisa dilalui dengan kendaraan, tapi disarankan untuk naik mobil offroad atau jeep saja. Medannya cukup curam dan bergelombang, buktinya saat kami naik jeep tubuh ini gak berhenti bergoyang disko. Begitu sampai di lokasi kami menunggu giliran untuk bermain tubing. Ohya meskipun ramai wisatawan kita gak perlu khawatir bakalan desak-desakan di sungai, karena sudah diatur jadwalnya masing-masing sesuai dengan kelompok oleh petugas. 

Baca Juga : Mencoba Serunya River Tubing di Ledok Amprong

Agrowsiata Petik Apel
[Apel]

Lho, bukannya petik apel cuma ada di Batu?

Eits, jangan salah di Gubugklakah juga punya. Jadi buat yang lokasi rumahnya ada di daerah timur dan lebih dekat ke Gubugklakah, bisa mencoba untuk mengambil wisata di tempat ini ya. Cuacanya juga tidak jauh beda dengan Batu, sama-sama sejuk dan dingin. Nah, sejujurnya ini pertama kalinya saya berkunjung ke wisata petik apel, sebelumnya sih cuma sekedar lewat aja.

Ternyata kalau kita datang ke agrowisata gak cuma senang aja yang didapat, tapi juga ilmu. Soalnya sebelum memulai kegiatan petik apel, kita juga diberi arahan tentang bagaimana memetik buah apel yang benar supaya tidak merusak tangkai pohon apel. Selain itu juga diberi tahu mengenai cara memilih buah apel yang manis. Kadang-kadang, sebagai wisatawan kita selalu pengen ambil buah apel yang besar, padahal nih menurut mas-mas yang menjaga kebun apel. Ukuran tidak selalu merepresentasikan menjadikan buah itu enak dimakan. Jadi buah apel yang enak dimakan justru yang berwarna agak kuning dan rata-rata buah yang kekuningan ukurannya malah kecil.

Kalau datang ke Agrowsisata petik apel silakan makan sepuasnya, cari buah terbaik menurutmu. Nah kalau masih dirasa kurang puas bisa juga dibawa pulang ya. Perkilonya cukup ditebus dengan harga Rp. 10.000 saja. Murah meriah, kan?

Seru dan asyik, kan? Yuk jalan-jalan ke Gubugklakah. Silakan datang atau hubungi Pak Anshori 087859478177 untuk paket lengkapnya.


12 komentar:

  1. mantapz jadi pengen nyoba meras susu sapi sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa langsung minum susunya juga mas

      Hapus
  2. Vi sapinya kok unyu sih, btw dari dulu aku pengen banget meras susunya langsung

    BalasHapus
  3. aku dulu pas kuliah pernah praktikum ke gubugklakah mbak, tapi mampirnya cuma ke coban pelangi sama agrowisata petik apel, kok sekarang jadi pingin kesana merah susu sapi langsung hahaha

    BalasHapus
  4. Waah ngetrip bareng Alid yaa.. Seru banget yaa

    BalasHapus
  5. Pas datang ke sini bawaannya ngantuk. Maklum selama di kereta tidurnya nggak pulas. hahahhahah

    BalasHapus
  6. Waah lengkap ya di desa gubuklakah ini, ada wisata alam, agrowisata juga eduwisata :D

    BalasHapus
  7. Pas di Coban Pelangi gak nemu pelanginya....huaaaaahahaha, kudu dateng lagi nih ke Malang...

    BalasHapus
  8. Duh Mbak jadi ngences ni duo crucilsku lihat foto-foto merah sapi... langsung sibuk ngajak ke sana.... Kapanlah bis ke Malang ya? Duh ngapalah jauh betul dari Batam (jauh karena memerlukan waktu cuti) Hiks.....

    BalasHapus
  9. Pengen banget ke malang lho kk

    BalasHapus
  10. Malang dari dulu menarik. Pengen ke sana :)

    BalasHapus
  11. Sapinya ngegemesin banget Sil! Pengen ngelus langsung juga..

    BalasHapus

Keep Blogwalking!