Rabu, Mei 31, 2017

Berburu Rays of Light di Boon Pring Andeman Sanankerto

  15 comments    
categories: 



"Kasur homestay ini sempat membuat saya tak kuasa untuk beranjak karena mata masih ingin terlelap"

Pagi itu di Sanankerto, cuaca yang cukup sejuk membuat kami- Saya, Lidia, dan Aya tak ingin cepat-cepat untuk bangun dan beraktifitas. Padahal malam sebelumnya kami diwanti-wanti untuk bangun lebih pagi karena akan diajak ke Arashiyamanya Sanankerto. Jujur saya gak menyangka kalau udara di daerah Turen ini cukup dingin, padahal beberapa kali lewat rasanya cukup pengap dan panas.



Dingin ini bikin mager.

Saat membuka mata, bau masakan rumahan sudah tercium. Astaga ini beneran kesiangan deh rasanya, lihat jam sudah menunjukkan pukul 06.00 lewat. Kami lekas bergantian mandi dan bersiap. 

"Eh kita tadi udah dijemput loh, tapi karena kita belum bangun jadinya pergi", kata Aya.

Sedangkan respon saya dan Lidia hanya "HAAAAAAA?"

Tak lama setelah kami siap mobil jemputan datang dan siap melaju ke primadona wisata di Sanankerto. Ohya karena belum sempat sarapan, jadi kami sempatkan untuk nyomot pisang goreng yang disediakan oleh ibu homestay.



Ohya Andeman adalah taman wisata air di desa ini, ada banyak wahana yang bisa dicoba kalau sedang berkunjung. Tapi kali ini kami langsung menuju ke Boon Pring, kebun bambu yang ada di sisi timur wisata Andeman. Boon Pring sendiri punya arti anugerah yang turun dari hutan bambu. Bagaimana tidak anugerah? Di tempat ini kalian bisa menemukan udara yang sangat sejuk dan sumber air yang bisa diminum langsung tanpa harus dimasak.


Sesampainya di Boon Pring, kami berjumpa dengan Tim #EksplorDeswita lainnya yang sudah lebih dulu sampai. Tak lupa saya berbagi pisang goreng ke Mas Sitam, yang ternyata membuat dia terbayang karena hanya menikmati satu biji gorengan saja. Tapi seriusan memang enak kok. Haha


Kami mulai jalan menelusuri Boon Pring Andeman yang ternyata punya luas kurang lebih 10 ha. Ditengah perjalanan kami merasa kalau sedang turun hujan, padahal air yang turun itu hanyalah percikan embun yang berubah menjadi air ketika terkena matahari. [Bantu dong gimana sih menjelaskan siklus hidrologi ini].


Beberapa kali kami berhenti untuk mengambil gambar dan berpose. Bapak penggiat pokdarwis yang menemani kami juga menunjukkan lokasi yang bagus untuk mengambil gambar. Tepat pukul 07.00  posisi matahari sedang sempurna dan menghasilkan cahaya yang menembus disela-sela daun.



Awalnya saya gak tahu sih apa sebutannya, tapi beruntung mas Ghozali dengan senang hati berbagi ilmunya. Bias cahaya yang menembus daun itu namanya Rays of Light. Saat itu mas Ghozali juga membantu saya untuk membetulkan setting kamera.



Cepat-cepat kami mengambil gambar ketika posisi matahari sempurna, karena memang durasinya sangat singkat. Setelah selesai dengan Boon Pring kami putar balik menuju wisata air Andeman. Ohya di Boon Pring ini terdapat juga sumber air yang bisa diminum, kemarin saya sempat coba dan menyesal kenapa gak bawa botol minum. Haha
[Foto oleh ghozaliq.com]
Nah kalau sudah selesai dengan Boon Pring, jangan lupa juga untuk mampir bersantai di taman wisata ini. Pemandangan yang disajikan di tempat ini beneran bikin sejuk mata dan pikiran jadi fresh. Perjalanan yang menyenangkan dan menyegarkan. Masih banyak cerita dari Sanankerto, jadi kapan mau datang ke Sanankerto?









Baca Juga : Menikmati Suasana Malam di Cafe Sawah Pujon Kidul 



15 komentar:

  1. Waaaaaa,keren banget tempatnyaaa

    BalasHapus
  2. Seger.bener-bener adem keliatannya.

    BalasHapus
  3. Aaaaaah ini cakep bangeeeet! Rays of Lightnya kereeen! Kalo mudik nanti kudu disamperin niih. Tfs, Sil..

    BalasHapus
  4. Tetep pisang gorengnya emang enak hahahahahaha

    BalasHapus
  5. Kok tumben aya bangun duluan? Sampai tahu kalau tadi sempet dijemput :p

    Masih takjub dengan RoLnya, buat hunting human interest dengan simbah-simbah yang mau ke sawah atau anak-anak mau berangkat sekolah, mestii apik :)

    BalasHapus
  6. Wahh cantik yaa pemandangannya, asrii..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ndang Mbak, mangkat Malang...ojo kesuwen nang Ungaran...

      Hapus
  7. Luasnya setahuku dari Pak Dono itu 27ha.

    Embun, itu terbentuk dari gas menjadi cair, a.k.a menyublim.

    Hayuk kapan reuni di Sanankerto lagi....ahahaba

    BalasHapus
  8. kece ya ROL ini , belum pernah lho pada di lampung ada kebun sawit yang bisa untuk foto ala ala mendapat hidayah

    BalasHapus
  9. Kece ya hutan bambunya. Bagus buat foto instagram!

    BalasHapus
  10. pernah hunting Rol juga, namun ternyata kesiangan dan akhirnya ga dapat apa2..hiiks

    enaknya hidup di desa, masih bisa sering lihat pohon bambu

    BalasHapus
  11. salut buat tim ekspore deswitas malang ini, RoLnya sukses jadi viral hahaha. ga heran sih keren begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain itu, pesertanya juga pada hobi heboh....ahahaha

      Hapus
  12. Si Lidia kucel kali, ya, eh. ROL ini memang jadi atraksi wisata yang tjakep abis dan patut dicoba pas main ke Sanankerto.

    *terus aku jadi inget fotomu minum yang aku minta action itu belum aku bagiin.

    BalasHapus
  13. Cakep kak foto-fotonya dan informative tulisannya.... Kebun bamboo pasti banyak nyamuk ya.... Saya dan crucils merasakannya saat di Selangor lalu, wah nyamuknya gila..... banyak bangets....

    BalasHapus

Keep Blogwalking!