Kamis, Juli 12, 2012

Menuju Pulau Garam untuk Event Blogilicious Madura

  7 comments    
categories: 
Here we go ! Maduraaaaaaaaa. \m/

Ini adalah perjalanan kedua saya ke Madura, setelah bertahun- tahun yang lalu datang ke pulau garam. Namun kali ini, saya bepergian sendiri tanpa orang tua, dan resmi menjadi anak baru backpackeran. Eh gak sendiri banget sih, saya pergi bersama mbak Tiwwi, kami berdua sama- sama merasakan pertama kalinya menjadi backpacker.

Ohya, perjalanan ke Madura ini untuk menghadiri event blogger. Saya mengetahui acara Bloglicious dari salah seorang teman, Ria LyzaraRia ini teman SMA yang sedang menempuh pendidikan di UTM. Blogilicious ini dihelat di tujuh kota, dan di Jawa Timur berada di Madura.

Saya tertarik dan ingin mengikuti acara ini, dikarenakan pada saat blogger Nusantara, saya tidak dapat hadir. Mbuh kenapa ya dulu itu gak datang. Lupa.

Memulai perjalanan ini sebenarnya sgak sangsi juga, bimbang antara jadi berangkat dan tidak. Dulu rasanya Kediri ke Madura itu jauh banget, perlu ditempuh dalam waktu berjam- jam, apalagi yang paling ngeri adalah harus menyeberangi selat.

Horornya lagi, Blogilicious tidak menyediakan tempat menginap untuk peserta dari luar kota. Namun, dengan niat dan mental, kami membulatkan tekad untuk mendaftarkan diri untuk mengikuti event ini.

Hari Jumat, kami bersiap berangkat menuju pulau garam. Sekitar pukul 13.00 WIB, kami berdua menunggu bus di depan rumah. Waktu itu trayek Kediri- Surabaya masih lewat depan rumah kami.

Jujur, ini adalah pertama kalinya saya naik bus ke Surabaya, hanya dengan Rp 14.000, busa membawa kami ke terminal Purabaya/ Bungurasih pukul 16.25 WIB.

Pengalaman pertama saya menginjakkan kaki di terminal Purabaya, terminalnya luas, dan sangat ramai. Saat berjalan menuju pemberangkatan selanjutnya, dengan bekal “ngomong” kami memberanikan diri untuk bertanya ke pusat informasi.

Ternyata kami harus naik bus antar kota P4, menuju Pelabuhan Tanjung Perak, dengan ongkos Rp 5000/orang. Ini yang membuat saya takjub, begitu kami berjalan menuju pemberhentian bus, kami dihadang oleh bapak- bapak yang berteriak- teriak menanyakan kemana tujuan kami. 

Saya sempat lihat mba Tiwwi ditarik- tarik lengannya, dengan tegas kami bilang bus P4, dan mereka membuka akses jalan untuk kami. Gilak, bikin deg-deg'an!.

Perjalanan menuju Perak lumayan lama, namun saya sangat menikmati every second this journey. Sesampainya di Perak, kami berdua diharuskan membeli tiket seharga Rp 3.700 /orang untuk sekali perjalanan.

Saya berharap dapat bertemu dengan sunset di tengah selat Madura, sayangnya hanya seklias sunset terlihat, dikarenakan sudah terlalu gelap dan mendung. Pada saat berada di kapal, kami mencari tempat di paling depan bagian kapal, bersama ibu- ibu perkasa yang beranjak pulang menuju Madura.

Keterbatasan bahasa membuat kami tertawa dan saling pandang satu sama lain. Kami berdua sempat berbincang- bincang sejenak dengan salah satu dari mereka. Ibu tersebut heran, ketika tahu kami hanya berdua dari Kediri menuju Madura, dan sempat berbicara dengan aksen dan bahasa Madura yang lho, cuma berdua, nanti hilang lho”, kami berdua tertawa dan diikuti tawa ibu lainnya. Ini adalah pemandangan yang sungguh jarang saya temui di Kediri, urban life.
[Pulang]
Pelabuhan Kamal, disinilah awal mula kebingungan kami selanjutnya, kami sama sekali tidak tahu arah, dengan hanya berbekal peta yang kami download dari web plat-m, kami berani menyusuri Bangkalan.

Setelah dari Kamal kami naik angkutan carry/ keri, namun, kami tidak tahu dimana tempat pemberhentian carry yang dimaksud. Alhamdulillah ada seorang mas- mas yang pada saat menuju Perak duduk disebelah saya, dengan baik hati, memberi bantuan pada kami. Mas- mas yang kemungkinan orang asli Madura ini adalah orang yang sama, yang mengingatkan kami saat di Perak untuk menyimpan tas di depan dada. "Guna keamanan", katanya.

Saya baru tahu, apabila masuk ke terminal dekat pelabuhan harus membayar Rp 1.000/ orang. Kami berdua berada dibelakang mas tersebut, dia mengeluarkan uang untuk kami, orang yang baru dia kenal didalam bus antar kota.

Mba Tiwwi sempat takut, dia menggenggam erat tangan saya, namun, seperti yang ia katakan dan telah mensugesti saya orang baik akan selalu bertemu dengan orang baik juga. Mas tersebut menunjuk serta mengantarkan kami sampai dapat angkutan, setelah itu dia baru pergi mencari angkutan untuk tujuannya, dan kami berpisah. Terima kasih banyak ya mas.

Begitu berada dalam angkutan, kami berdua hanya diam dalam gelap. Menunggu penumpang lainnya ikut bersama kami, saya baru sadar, carry disini berbeda dengan di Kediri, ukurannya lebih sempit karena kaki tidak bisa leluasa selonjoran.

Manusia dan barang menjadi satu dalam angkutan, kami berdua duduk di tengah. Bersama ibu- ibu yang baru selesai belanja dan barang bawaanya yang sangat banyak. Kami berdua terhimpit oleh karung yang isinya sayur-mayur. Hahaha. Udah wis gak tau lagi posisi kaki seperti apa.

Perjalanan terasa sangat jauh, dengan melewati jalan raya bebas hambatan diantara kebun dan sawah panjang (kalau di Kediri namanya bulak). Ketika berada di dalam angkutan kami menanyakan Alun- Alun Bangkalan, dan semua yang ada di carry bertanya kemana tujuan kami.

Gayung bersambut, kami juga menanyakan penginapan di sekitar alun- alun. Saat kami turun di depan penginapan, kami diantarkan oleh dua ibu- ibu untuk menanyakan apakah masih ada penginapan yang kosong di sana.

Ternyata semua sudah penuh, akhirnya kami memutuskan menuju masjid Jami’ di Bangkalan, dan lagi- lagi ibu ini mencarikan kami becak, memberi tahu kami tarif yang harus dibayarkan. Kami pamit dan mengucapkan banyak terimakasih kepada beliau. Madura ternyata jauh dari kata, sangar kan ya. Terbukti orangnya pada baik- baik gini.

Saat kami naik becak, bapak tukang becak mengajak komunikasi, namun beliau menggunakan bahasa Madura, dengan hati- hati kami meminta maaf karena tidak mengerti beliau berbicara apa.

Untungnya bapak ini dapat mengerti bahasa Indonesia, dan permasalahan Bahasa antara kami berdua selesai. Kami juga menanyakan arah hotel Melati dan hotel Ningrat. Beliau mengantarkan kami sampai di depan masjid jami’ Bangkalan. 

Ketika saya memberi beliau ongkos Rp 10.000 beliau menolak, dikarenakan terlalu banyak, wah serius nih?. Coba kalo di Kediri, mana mau tukang becak dibayar segitu. Akhirnya kami memberi ongkos Rp 5000, dan bapak tersebut pamit untuk pergi, kami mengucapkan banyak terimakasih.

Pukul 20.15 kami bingung karena belum mendapatkan tempat menginap. Sambil berpikir. kami bersitirahat dan sholat Isya' di masjid ini. Btw, kami juga menyempatkan mandi di toilet masjid, padahal ada tulisan dilarang mandi. Heheheheh. 

Setelah centak- centuk 4 rokaat, angin segar berhembus, keberuntungan datang lagi- lagi pada kami. Teman mba Tiwwi di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), menawarkan untuk memberi penginapan di Sekertariat Bersama bagian Lembaga Pers Mahasiswa.

Nah, ada cerita lucu di sini. Awalnya kami mau dijemput, tapi kami menolak dan memilih untuk naik angkutan carry saja. Setelah tahu kalau ke UTM bisa naik carry. 

UTM itu alamatnya di  Jl. Raya Telang, Telang, Bangkalan, Kamal, Madura, Jawa Timur 69162. Nah, saat kami mau naik carry, kami bilang Telang dengan aksen "e" berbeda dengan penyebutan pada umumnya orang Bangkalan. 

Kagetnya, si bapak pengemudi carry bilang kalau biayanya Rp. 75.000.


"HAH? SERIUS 75 RIBU PAK?"

"Iya dek, karena kan Telang itu jauh", kata si bapak.

"Ini Telang Universitas Truojoyo kan ya pak?", masih penasaran.

"Oalah Telang (penyebutan yang benar), bukan Telang (mengulang yang kami bilang). Ayo, berangkat!"

Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Cuma itu yang bisa saya ucapkan. Kami dijemput di gerbang masuk menuju UTM dan berjumpa dengan mas Ardiansyah, mas Davir, mas Citra, mba Pipit, mas Robby, dan yang lainnya.

UTM ternyata masih banyak pepohonan rimbun dan kami saat itu menginap di sekretariat. Meskipun sederhana, ini sudah cukup.

Hari Pertama Blogilicious

Hari pertama blogilicious dimulai, kami dari UTM berangkat menuju venue di New Purnama menggunakan carry, dengan ongkos Rp 3000/ orang. Kami berdua memilih turun di Alun- alun Bangkalan lalu berjalan kaki sekitar 500 meter menuju Gedung New Purnama.

Nah dalam perjalanan ini, kami menemukan ibu penjual sate di pinggir jalan, tertarik, kami memesan dua porsi karena kebetulan belum sarapan. Ternyata ini adalah sate lodeh Madura, makanan ini berkomposisi ketupat, sate daging, dan sayur lodeh yang isinya adalah labu, matina (semacam buah di Madura, warna dan rasa seperti ketela), dan nangka muda.

Hanya dengan Rp. 7000/ porsi lidah dan perut kami telah dimanjakan dengan cita rasa khas Madura yang enak banget ini. 

Pukul 07.30 kami melanjutkan perjalanan ke Gedung New Purnama, ternyata panitia masih bersiap- siap dan belum ada satupun peserta yang datang. Kami memtuskan untuk berjalan- jalan ke daerah alun- alun dan hunting foto.

Setelah dirasa cukup dan kaki pegal, kami kembali ke gedung untuk melakukan registrasi ulang. Kami adalah peserta pertama yang datang dan melakukan regitrasi. Pertamax, gan!.


[Sate Lodeh]
Di sini akhirnya saya bertemu dengan Ria Lyzara, dia adalah salah satu panitia acara ini. Saya dan mba Tiwwi duduk di bangku tengah deretan ke dua dari depan. Acara hari pertama sedikit molor, namun tidak terlalu mengganggu kami. Mungkin karena suasana yang asyik membuat kami nyaman.

Pukul 09.00 Acara Blogilicious‬ ‪Madura‬ pagi itu dibuka oleh ketua pelaksana yaitu mas Itsnain Maulana, kemudian dilanjutkan dengan Sambutan Dari CBO @IDBlogNetwork mba Mubarika Damayanti.

Tidak hanya itu, kami juga disuguhi hiburan Tari Remo dari sanggar tari Maduraras. Sanggar tari ini merupakan salah satu kebudayaan lokal di Madura.

Acara dilanjutkan dengan Mas Darul sebagai moderator untuk pemateri 1, yaitu‬ pak Bustomi. Saat penyampaian acara ini, banyak quote tentang dunia tulis menulis yang diberikan beliau. Antara lain adalah "Menulis itu jg perlu sebuah seni" ; "Blogger pemula berpikir tidak bisa menulis" ; "Dengan kemauan yang pasti disertai ide kreatif semua akan bisa".

Selain itu pak Bustomi juga menyebarkan #SALAMAKUBISA untuk kegiatan tulis menulis peserta, dan pada akhir presentasinya, beliau memberi pesan kepada kami sebagai berikut "Apa yang kamu pikirkan tulislah"

Supaya tidak bosan, kami disuguhi games seru bareng GrooviaLite. Hari pertama, GrooviaLite mengadakan lomba menulis blog dengan tema "My experience with GrooviaLite".

Setelah itu dilanjutkan oleh pemateri keren yaitu pak Kuncoro, beliau berbagi pengalaman tentang ngeblog, dan beliau hampir 12 tahun berkecimpung di dunia blog. Jadi udah banyak karya yang telah beliau tuliskan di blognya.

Pukul 13.00 kami ishoma, menunya enak.

Acara selanjutnya, saatnya om Fayyas atau yang punya akun @gajahpesing yang menjadi pemateri. Beliau akan memberikan sharing tentang Social Media, beliau juga memperkenalkan tentang Blog Detik dan Detik Forum.

Di sesi ini om Fayyas bagi- bagi hadiah dengan cara mention ke twitternya. Jadi ceritanya Om Fayyas memiliki akses wifi di dalam ruangan New Purnama dan beliau akan menunjukkan password dengan cara memberi kuis kepada kami.

Caranya cukup mudah, yaitu dengan mention ke @gajahpesing untuk menanyakan apa password wifinya. Siapa yang paling cepat, dialah pemenangnya. Saya juga ikutan, mencoba keberuntungan. Jeng jeng jeng...

Ternyata saya adalah orang pertama yang berhasil mengirimkan mention ke om @gajahpesing. Dengan begitu saya dapat bingkisan dari beliau :D. Semua peserta bertepuk tangan. Om @gajahpesing menanyakan nama, asal dan social media saya. Nah, kalau begini followers saya bakalan bertambah. Haha

Ketika saya buka, hadiahnya adalah Sarung Rubat. Saya langsung keinget sama bapak. Dulu saya pingin banget kasih beliau sarung waktu ulang tahunnya yang ke 42, sayangnya saya belum mampu dan sekarang saya dapatkan secara gratis. Ketika kemarin kami dijemput di terminal Pare, saya langsung bilang kalau saya dapat hadiah. 



Back to materi. Om Fayyas bilang "Sosial Media adalah sebuah proses‬, dari sebuah proses sosial media menjadi buzz". Dalam bersosial media pun ada etika sosial medianya, yaitu "THINK BEFORE YOU SPEAK" dan"Read first before sharing".

Pukul 16.00 kami mendapat snack dan coffe break dari TOP Coffe, Kopinya orang Indonesia  (harus disebut banget. Hahaha).

Untuk pemateri terakhir di acara hari pertama Blogilicious adalah pak Gempur Media yaitu teknik SEO. Daku gak begitu ngerti sih, jadi bingung mau nulis apa di sini soal teknik SEO. Pukul 17.00 acara selesai.

Acara hari pertama selesai dan untuk kedua kalinya kami bingung tentang penginapan. Awalnya kami sudah berniat untuk mencari penginapan di sekitar lokasi, tapi kan udah pada habis tuh. Tapi, lagi- lagi kami beruntung. Rupanya Ria telah mencarikan kami tempat menginap, yaitu asrama MAN Bangkalan.

Tempat ini adalah penginapan untuk para undangan, namun karena masih ada tempat kosong, Ria telah diberi izin untuk menempatkan kami di salah satu kamar asrama. Selain tempat tinggal, kami berdua diberi makan malam dan snack. Mau mewek karena banyak yang baik sama kami berdua. Terima kasih ya Ria dan semua panitia.

Sebelum kami ke penginapan, kami dijemput oleh mas Davir dan mas Ardiansyah untuk berjalan- jalan dan hunting foto di Alun- alun Bangkalan dan lanjut ngopi di Stadion Gelora Bangkalan. 

Hingga pukul 20.00 WIB kami berdua diantar menuju asrama MAN Bangkalan yang ternyata tidak jauh dari Stadion.


[lepeque]
Kami berpamitan dan mengucapkan banyak terimakasih kepada mereka berdua, karena telah banyak membantu selama kami berada di Madura. Berada di tempat asing di asrama MAN Bangkalan, saya tidak dapat tidur dengan nyenyak, kangen sama ibu hehehe.

Akhirnya, saya mengisi waktu malam itu dengan browsing tentang groovia lite, karena akan ada lomba blog tentang groovia lite, yang hadiahnya tidak tanggung tanggung, yaitu Android dan hadiah tambahan yaitu Jobreview dari idblognetwork. Padahal saya gak ngerti juga sih soal job-job'an.

Selain itu, saya juga browsing tentang daerah Bangkalan. Kuliner tepatnya dan nemu kuliner Bebek Goreng Sinjay. Sepertinya enak nih, tapi sayangnya kami tidak sempat mengunjungi bebek legend yang terkenal ini.

Selain itu, sebenernya juga pengen banget ke mercusuar. Banyak yang merekomendasikan tempat ini sebagai salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi. Sayang sekali waktunya yang gak bisa. Pukul 03.00 WIB saya baru dapat memejamkan mata, sedangkan mbak Tiwwi sudah tidur dengan pulas.

HARI KEDUA BLOGILICIOUS

Hari ke dua sekaligus hari terakhir kami di Madura. Kami bangun sedikit telat, mungkin karena faktor tempat yang nyaman, dan fisik yang lelah. Pukul 06.30, kami bersiap sekalian membersihkan kamar kemudian meninggalkan penginapan. Pamit ke Ria terlebih dulu dan kami jalan- jalan sembari mencari sarapan.

Sebenarnya kami akan mendapat fasilitas antar jemput, namun karena kami ingin jalan- jalan, kami berangkat lebih dulu. We’re straving, kami mencari makan di sekitar stadion Gelora Bangkalan.

Tertarik dengan ibu penjual nasi di depan bengkel motor, kami berhenti dan segera memesan. Ini adalah nasi serpang, makanan khas Bangkalan yang memiliki komposisi nasi, ¼ telur asin, rempeyek udang dan kedelai, sambal terasi, mie, kerang, ikan tongkol, dan sayur tahu. Rasanya bener- bener WOWWWWH!.

Enaknya engga ketulungan, bumbunya terasa dan sama sekali tidak eneg. Pas dan sesuai kantong. Rp 8000/ porsi, kami sudah dapat merasakan makanan se enak ini. Ibu penjual banyak bercerita tentang nasi serpang, dan kehidupannya, hebatnya ibu ini tahu bahasa inggris dan dapat mengucapkan dengan benar. “breakfast” ; “together”, :D wow. Itu hebat sekali menurut saya.


[Nasi Serpang Madura]
Kenyang banget, kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju venue seperti kemarin, dengan naik angkutan Rp 2000/ orang kami sampai lagi di Alun- alun Bangkalan, berjalan sejauh 500 meter lagi, dan kali ini kami langsung menuju hall room. 

Kami berpindah tempat dari sisi tengah ke sisi kiri, dan tetap berada di deretan kedua. Ternyata yang duduk di depan saya adalah blogger dari @blogbojonegoro dan saya juga secara resmi kenalan sama admin Kota Angin dot com mas Nurmanto. Selain itu yang duduk di belakang kami adalah kawan- kawan dari Madura yang kuliah di UTM.

Sesi pertama di buka oleh pemateri Roma Hamzani yg menyampaikan materi tentang Etika Menulis. Tidak kalah dengan hari pertama, pertunjukkan pencak silat juga hadir meramaikan acara hari kedua.

Dilanjutkan dengan "apa sih fun-nya ngeblog ?" oleh mba Mubarika dan mas Kukuh T.W yang juga berbagi tentang @IDBlogNetwork.

Tiba saatnya Groovia lite memberikan kuis, yang pastinya pertanyaannya seputar groovia lite. Pertama kami para peserta diminta maju 5 orang, lalu diberikan pertanyaan, namun karena mereka semua gagal menjawab pertanyaan, kami diminta untuk maju 5 peserta selanjutnya, kali ini mba Tiwwi maju, dan untuk kedua kalinya, ke 5 peserta tidak dapat menjawab pertanyaan, selanjutnya 5 peserta diminta maju lagi, reflek saya ikutan maju juga.

Tanpa tau apa yang akan ditanyakan, pertanyaan pertama sebutkan beberapa chanel radio yg bergabung dengan groovia lite, karena kami semua ngga bisa jawab akhirnya pertanyaan diubah, untungnya meski gak bisa jawab, kami tidak diminta turun panggung.

Pertanyaan selanjutnya kami diminta untuk menyebutkan 3 lagu yang ada di groovia lite, dari ke 5 peserta, saya bisa jawab dan menang. Hahaha.

Hadiahnya ada job review dari Idblognetwork. Saya diminta duduk bareng sama ownernya idblognetwork mas Kukuh T.W, beliau minta alamat email, nama lengkap, blog, dan nomor telepon, dengan ini saya akan daftar di Idblognetwork. Dan inilah debut pertama saya berkecimpung di dunia job-job'an Blogger.

Pemateri selanjutnya yaitu pak Benny Chandra, beliau mengenalkan Mozilla Webmaker, kita diperlihatkan banyak video unik.

Saatnya Coffe Break dan setelah peregangan dan menikmati kopi dari TOP Coffe, kami disuguhi materi tentang Web/Blog Design Template oleh mas Ubadi. Sesi terakhir ‪Blogilicious‬ hari Minggu adalah mas Terren Jr yang berbagi tentang security blog.

Akhir dari acara, kami melihat video tentang suka duka panitia menyelenggarakan acara ini. Dedikasi mereka sangat besar, dan jawaban dari kerja keras mereka adalah acara bloglicious Madura ini SUKSES BERAT.

Setelah penutupan kami semua, baik pemateri, panitia, dan peserta foto bersama. Saya dan mba Tiwwi juga foto- foto bareng temen yang dikenal.


[Acara offline pertama saya]
[@tiwwiDy ; @TukangCoding ; saya; @MdarulM]
Pulangnya sudah hampir maghrib, dan kami harus segera pulang ke Kediri karena mba Tiwwi ada urusan di kampus hari Senin. Kami ingin lewat jembatan Suramadu dan tidak menyeberang selat, namun, akhirnya kami tetap menuju ke pelabuhan Kamal. 

Kali ini kami diantar oleh teman dari UTM yang bernama Alex, dia sangat baik karena membonceng kami berdua, mengantarkan membeli tiket, dan mengantar sampai kami naik kapal. Terimakasih Alex.

Tidak menunggu lama, begitu kami naik, kapal langsung berjalan. Anginnya kenceng banget disini. Alhamdulillah, sampai dengan cepat dan selamat. Kami sampai di Tanjung Perak, lagi dan lagi kami tidak tahu harus naik bus apa ke Purabaya, hahaha. Jan embuh.

Setelah bertanya kesana kemari tanpa jawaban, alhamdulillah akhirnya seorang mas yang baik hati menunjukkan bus yang harus kami naiki. Surabaya indah sekali malam ini, euphoria lampu menyala dimana- mana, mengatarkan kepulangan kami ke Kediri. Cantik sekali.

Pukul 20.00 WIB kami sampai di Purabaya dan menunggu bus yang melewati depan rumah kami, ketika bertanya di pusat informasi, bapak tersebut berkata bus yang seharusnya kami naiki sudah habis.

Bingung lagi tapi tetap tenang. Tidak menunggu lama, ada bus yang baru datang, dan lewat Pare. Padahal rumah kami Gurah. Akhirnya kami memutuskan untuk naik bus ini, kebetulan busnya patas. 

Suasana di dalam bus nyaman banget, seolah tau kalau kami lelah. Mood menjadi baik, dan ketika kami ditarik ongkos karcis “Gurah pak”, bapak itu mengatakan “mbak, nanti turun di Terminal Pare ya, kami tidak lewat Gurah”. Baiklah mau gimana lagi ya kaaan.

Untungnya bapak di rumah belum tidur dan bersedia menjemput kami berdua, ibuk dan adik saya juga ikutan. Dengan ini, selesai sudah cerita perjalanan panjang ke Madura. Kedepannya masih banyak cerita seru lainnya yang menanti.

Dalam postingan ini, saya dan mba Tiwwi ingin mengucapkan terimakasih banyak bahkan sebanyak- banyaknya untuk semua yang telah membantu lancarnya perjalanan kami, orang- orang baik yang tidak saling kenal satu sama lain, teman- teman peserta dan panitia. Alhamdulillah, kami sudah sampai di Kediri dengan selamat dan tanpa kurang satu apapun. Bahkan bertambah banyak dapatnya.

Alhamdulillah lagi, sejak acara ini lingkup pertemanan kami bertambah luas. 

Silviana Noerita

7 komentar:

  1. Balasan
    1. :D heheu... mari menjadi backpackeerrr

      Hapus
  2. nice story :)

    perjalanan yg sangat mengasyikkan, beruntung bgt bisa ngedapetin pengalaman ini :D
    SUPERRRR SEKALIII :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Dina. :)
      aku tunggu cerita kamu juga yaaa :D

      Hapus
  3. Ini event, aku ikut repot ngesiapin, tapi pas hari-H kabur ke Jakarta. Hehehe

    BalasHapus

Keep Blogwalking!