Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Uti

Hey, long time no see ya. *sambil nyapu. Masih ingat posting INI ? Yap, kenapa aku nulis tentang diabetes ? Bukan karena tidak beralasan. Uti (ibu dari ibu) menderita sakit diabetes sejak 9 tahun lalu, dan baru diketahui setelah 5 tahun menderita penyakit ini. Entahlah bagaimana dokter bisa menganalisis tahunnya.

Awalnya uti sehat dan masih dapat melakukan aktivitas seperti biasa, namun sejak 1 tahun yang lalu, beliau harus dilarikan ke rumah sakit karena kondisi badan yang sangat lemah. Selama 18 hari dirawat di rumah sakit, uti pulang dengan tidak membawa jempol kaki kiri. Benar, jempol kakinya diamputasi karena ada luka. Sejak saat itu, harapan hidup seperti punah dari jiwanya, setiap hari diisi dengan nangis nangis dan nangis, dan itu wajar. 

Kemarin, gula darah uti naik, sampai 531 dan itu sangat sangat sangat tinggi pemirsa. FYI, jika gula darah kalian > 250 kalian wajib waspada, karena itu adalah tanda- tanda kencing manis. So, waspadalah waspadalah. Dengan naiknya gula darah tersebut, mata uti kabur dan gelap. otomatis mata uti ga bisa lihat. Sejak itu, uti tinggal bareng kami di rumah Kediri.

Syukur alhamdulillah, uti masih bisa jalan yaa walaupun harus di tatih, uti tiap hari nangis, nelangsa. Uti adalah sosok yang mandiri, beliau orang yang tegar. Uti sama sekali ga kepingin nyusahin anak- anaknya. Kemarin malam, uti ngompol berkali- kali, dan waktu aku dan ibu beresin kamar, bersihin baju dan badan yang kena pipis, uti nangis. Beliau bilang "aku minta maaf ya, sudah merepotkan" dan kata- kata itu bikin ati ku mencelos. Sakit !

Mana mungkin kami merasa direpotkan ? Beliau adalah sosok orang yang kami kagumi dan kami tiru segala tingkah dan lakunya, sosok wanita yang kami banggakan. Saat masih kecil, aku memang lebih dekat dengan keluarga ibu dibanding ayah, entahlah apa alasannya, dan hal ini menyebabkan aku lebih dekat dengan uti dari ibu dibanding dengan uti dari ayah. Bukan maksud membeda- bedakan tapi ya seperti itulah keadaan yang terjadi tanpa aku sadari. Masih jelas diingatanku, uti sering kali membuatkan nasi jagung goreng + teri + telur mata sapi (the best food ever), mencuci kan baju ku yang sering jatuh ke dalam sumur (rumah uti ku di desa, dan kebanyakan masih menggunakan sumur), dan sering menyisirkan rambutku :') dan sekarang, ganti aku yang mencucikan bajunya, dan menyisir rambutnya. :')  

Mungkin tua memang membuat kita lemah, namun, banyak orang yang mengasihi kita, mereka selalu ada di sekitar kita dan tak pernah pergi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame