Wajib Nonton! Serial Drama Korea Tentang Teknologi dan Investasi

Gambar
Sejak pandemi muncul dan jam kerja mulai ada pengurangan, saya akhirnya menekuni kembali hobi nonton film. Kalau dulu saya lebih suka film hollywood semacam Harry Potter dan Bollywood. Tapi sekarang jadi suka nonton drama Korea, karena ternyata cerita yang diangkat gak kalah bagus dan menarik. Memang pandemi ini bikin banyak orang berubah, baik pola pikir ataupun kebiasaan. Dulu saya agak skeptis sama drama Korea, lebih karena episodenya yang banyak dan butuh banyak waktu untuk menyelesaikanya. Kalau sekarang? karena lebih  banyak waktu luang jadi ga masalah lagi mau berapa episode-pun akan ditonton. Nah di masa pandemi kemarin, saya berhasil menyelesaikan beberapa judul drama. Apalagi yang soal teknologi dan investasi. Rata-rata bikin saya ikut semangat menggapai mimpi setiap habis nonton. Apalagi saya kan juga sedang membangun small business. Baca Juga : Serunya Bikin Konten dengan Kuota dari Smartfren Nah, ini dia beberapa judul drama Korea mengenai teknologi dan investasi yang suda

Mulai Menentukan Arah Hidup

Agustus nanti, usia saya menginjak 20 sekian. dan tidak tau kenapa rasanya hingga saat ini saya merasa masih seperti anak- anak yang belum punya cita- cita pasti. Katanya, usia- usia matang seperti ini harusnya sudah mulai memikirkan mengenai pekerjaan dan hidup masa depan. Tapi, kok saya masih lempeng aja.

Tapi, sore ini. Semua berubah. Otak saya mulai bisa diajak berpikir normal, normal seperti anak- anak yang beranjak dewasa lainnya. Berpikir tentang lulus studi, memikirkan pekerjaan, lalu meniti masa depan. Semua ini karena bapak dan ibu. Sebagai anak pertama yang memiliki satu orang adik, saya harus sudah punya ancang- ancang untuk tidak terlalu membebani orang tua. Baik dalam masalah finansial ataupun pikiran. Hingga saya besar seperti sekarang, orang tua saya memang tidak pernah mengeluh di depan saya, apalagi dalam masalah finansial, sekalipun tidak. Tapi, saya tau dan paham. Hidup di zaman seperti sekarang ini memang tidak mudah. Realistis saja. 

Perbincangan ringan setelah berbuka puasa di meja makan membuat otak saya berpikir keras. Perbincangan antara bapak dan anak pertama. Baru kali ini, bapak bicara dengan nada yang berat dan sumbang. Sebelumnya tidak pernah. 

"Kuliah kurang setahun lagi ya, nduk ? Bapak doakan semoga lancar jalannya, lulus, cari kerjaan mudah, dapat kerja yang enak. Sekarang ini lulus S1 dulu aja ya ? dapat kerja dulu, nanti kalau mau lanjut sekolah, monggo. Gantian bapak mikir adikmu. Kamu dapat kerjaan, terus bisa nyukupi kebutuhan kamu sendiri bapak sudah bahagia" - (ngomongnya pakai bahasa Jawa).

Sore itu, hati saya langsung basah, pengen nangis. 




Komentar

  1. hehehheeh aku udah beberapa kali melakukan percakapa seperti ini :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame