Ramadan Extra Faedah Makin Produktif bareng Smarftren

Gambar
Marhaban Yaa Ramadan, syukur alhamdulillah kita dipertemukan kembali dengan bulan suci ini. Semoga apapun yang kita lakukan menjadi berkah dan bermanfaat ya, baik untuk diri kita sendiri juga untuk orang lain. Ohya, harus tetap semangat beraktivitas nih meski lagi menjalankan puasa. Temen-temen sudah punya jadwal apa saja nih selama bulan puasa? Buka bersama? Sahur on the road? atau yang lainnya?. Sepertinya beberapa kegiatan umum yang biasa kita lakukan saat bulan ramadan sebelumnya, masih harus kita tahan ya di tahun 2021 ini karena pandemi masih belum juga berakhir. Sedih sih, tapi lebih baik memang saling menjaga diri ya. Tapi tenang aja, ada banyak alternatif kegiatan yang bisa kita lakukan selama ramadan, lho. Apalagi kalau malam atau setelah sahur dan subuh gitu, jujur lebih enak kalau mau melakukan aktivitas meskipun secara online. Nah, karena di bulan ramadan jadi punya cukup banyak waktu di luar kegiatan bekerja, saya jadi punya kesempatan untuk belajar-belajar lagi. Belajar?

Mulai Menentukan Arah Hidup

Agustus nanti, usia saya menginjak 20 sekian. dan tidak tau kenapa rasanya hingga saat ini saya merasa masih seperti anak- anak yang belum punya cita- cita pasti. Katanya, usia- usia matang seperti ini harusnya sudah mulai memikirkan mengenai pekerjaan dan hidup masa depan. Tapi, kok saya masih lempeng aja.

Tapi, sore ini. Semua berubah. Otak saya mulai bisa diajak berpikir normal, normal seperti anak- anak yang beranjak dewasa lainnya. Berpikir tentang lulus studi, memikirkan pekerjaan, lalu meniti masa depan. Semua ini karena bapak dan ibu. Sebagai anak pertama yang memiliki satu orang adik, saya harus sudah punya ancang- ancang untuk tidak terlalu membebani orang tua. Baik dalam masalah finansial ataupun pikiran. Hingga saya besar seperti sekarang, orang tua saya memang tidak pernah mengeluh di depan saya, apalagi dalam masalah finansial, sekalipun tidak. Tapi, saya tau dan paham. Hidup di zaman seperti sekarang ini memang tidak mudah. Realistis saja. 

Perbincangan ringan setelah berbuka puasa di meja makan membuat otak saya berpikir keras. Perbincangan antara bapak dan anak pertama. Baru kali ini, bapak bicara dengan nada yang berat dan sumbang. Sebelumnya tidak pernah. 

"Kuliah kurang setahun lagi ya, nduk ? Bapak doakan semoga lancar jalannya, lulus, cari kerjaan mudah, dapat kerja yang enak. Sekarang ini lulus S1 dulu aja ya ? dapat kerja dulu, nanti kalau mau lanjut sekolah, monggo. Gantian bapak mikir adikmu. Kamu dapat kerjaan, terus bisa nyukupi kebutuhan kamu sendiri bapak sudah bahagia" - (ngomongnya pakai bahasa Jawa).

Sore itu, hati saya langsung basah, pengen nangis. 




Komentar

  1. hehehheeh aku udah beberapa kali melakukan percakapa seperti ini :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame