Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Mulai Menentukan Arah Hidup

Agustus nanti, usia saya menginjak 20 sekian. dan tidak tau kenapa rasanya hingga saat ini saya merasa masih seperti anak- anak yang belum punya cita- cita pasti. Katanya, usia- usia matang seperti ini harusnya sudah mulai memikirkan mengenai pekerjaan dan hidup masa depan. Tapi, kok saya masih lempeng aja.

Tapi, sore ini. Semua berubah. Otak saya mulai bisa diajak berpikir normal, normal seperti anak- anak yang beranjak dewasa lainnya. Berpikir tentang lulus studi, memikirkan pekerjaan, lalu meniti masa depan. Semua ini karena bapak dan ibu. Sebagai anak pertama yang memiliki satu orang adik, saya harus sudah punya ancang- ancang untuk tidak terlalu membebani orang tua. Baik dalam masalah finansial ataupun pikiran. Hingga saya besar seperti sekarang, orang tua saya memang tidak pernah mengeluh di depan saya, apalagi dalam masalah finansial, sekalipun tidak. Tapi, saya tau dan paham. Hidup di zaman seperti sekarang ini memang tidak mudah. Realistis saja. 

Perbincangan ringan setelah berbuka puasa di meja makan membuat otak saya berpikir keras. Perbincangan antara bapak dan anak pertama. Baru kali ini, bapak bicara dengan nada yang berat dan sumbang. Sebelumnya tidak pernah. 

"Kuliah kurang setahun lagi ya, nduk ? Bapak doakan semoga lancar jalannya, lulus, cari kerjaan mudah, dapat kerja yang enak. Sekarang ini lulus S1 dulu aja ya ? dapat kerja dulu, nanti kalau mau lanjut sekolah, monggo. Gantian bapak mikir adikmu. Kamu dapat kerjaan, terus bisa nyukupi kebutuhan kamu sendiri bapak sudah bahagia" - (ngomongnya pakai bahasa Jawa).

Sore itu, hati saya langsung basah, pengen nangis. 




Komentar

  1. hehehheeh aku udah beberapa kali melakukan percakapa seperti ini :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame