Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Bangkit Dari Rasa Sakit


From here



“Saya, Silviana. Manusia biasa yang banyak galaunya, karena kesedihan yang gak kira- kira. Padahal sedihnya cuma gitu- gitu aja. Ngerasa jadi manusia paling pathetic cuma karena patah hati, atau cuma karena dimarahin dosen gara- garanya jarang bimbingan skripsi, padahal udah sedikit lagi mau selesai.” 

Bener kata orang, makin tinggi pohon, makin kencang anginnya. Kalau saya nyimpulinnya semakin dewasa hidup semakin banyak masalahnya. Kompleks urusannya, gak sesimpel waktu masa remaja. 

Seni hidup adalah masalah. Ibarat menggambar, hidup adalah kanvas, dan masalah adalah kuas, dan cat nya adalah cara kita menyelesaikan masalah. *ngasallll*. Gpp yang penting asik. Hehe.

Saya pernah jatuh, lalu takut untuk bangkit. Masalahnya mungkit tidak sesimpel yang dibayangkan, pokoknya sakitnya tuh dimana- mana. Sakit sampai berbulan- bulan, dan hidup saya penuh dengan penolakan – denial. Awalnya tidak dapat menerima yang sudah terjadi, selalu menyalahkan diri sendiri, dan terus menerus ketakutan. Apalagi, ekstrimnya saya sampai menutup diri dari teman- teman. Bahkan sampai membenci diri sendiri. Ah, masa lalu yang penuh dengan pelajaran.

Namun, lama- kelamaan, saya sadar. Hidup saya tak boleh terus menerus seperti ini, saya harus bangkit, harus berpindah, harus move on dari rasa sakit. Banyak kesempatan di luar sana yang sudah saya lewatkan. Lalu, perlahan saya mulai membuka diri ke orang- orang, mencoba menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan. Sulit memang, tapi saya gak mau terus menerus memanjakan hati saya yang terluka dengan kesedihan. Sudah terlalu lama, dan sudah saatnya saya kembali ceria seperti sebelumnya.

Awalnya, merasa sangat sulit untuk berdamai dengan diri sendiri, menghilangkan semua perasaan takut dan rasa bersalah. Namun, semua saya kembaikan ke yang diatas. Semua yang terjadi adalah hak veto-Nya, kehendak- Nya yang mungkin untuk urusan “ini” tak bisa di lawan oleh siapapun.

Saya bangkit karena saya mencintai diri saya sendiri dan orang- orang di sekitar saya yang tak pernah berhenti memberi support dan pelukan hangat setiap saat. Terimakasih kalian semua, manusia- manusia berhati malaikat. ^_^



Komentar

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame