Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Membuat Keset dengan Memanfaatkan Kain Perca

Setiap satu tahun sekali, saya dan ibu mulai bongkar- bongkar barang di lemari bekakas. Kami memang rutin untuk membongkar beberapa lemari, misalnya lemari baju, dan lemari bekakas. Tujuannya apa ? Supaya isi dalam lemari dapat terus berputar, yang tidak terpakai bisa dibuang, dan diisi barang baru. Bahasa kerennya 'upgrading'.

Misalnya lemari baju, dewasa ini saya sebetulnya tidak hobi beli baju, tapi saya masih punya baju- baju zaman SMP dan SMA yang saya simpan. Nah, lulus kuliah ini baju- baju tersebut sudah tidak muat. Jika masih bagus akan dilungsurkan atau diberikan kepada anak- anak sekitar, dan yang sudah bolong akibat dimakan rayap disisihkan untuk lap. Begitu juga dengan lemari bekakas, kadang kami hanya membersihkannya supaya tetap awet.

Nah, ternyata baju- baju kemarin lebih banyak yang sudah jelek, entah kenapa masih saya keep saja. Kadang saya suka eman- eman kalau baju yang saya suka dilungsurkan, soalnya saya merasa adem kalau pakai baju itu, enak dipakai tiduran.


Akhirnya, muncul inisiatif untuk mendaur ulang baju- baju tersebut. Bukan didaur tuk jadi baju lagi, tapi jadi keset. 

keset/ke·set/ /kését/ n pengesat kaki, terbuat dari sabut kelapa dan sebagainya. (*KBBI)


Awalnya kami memotongnya menjadi bentuk segitiga panjang, sebanyak mungkin, lalu kain segitiga tersebut dibentuk menjadi segitiga gendut. Setelah selesai dikunci dengan jarum pentul. Setelah menjadi banyak, kemudian dijahit. Untuk bagian ini ibu yang menjahit, dan tadaaa.. Jadilah seperti ini. Hohoho..



Punya banyak waktu luang nih, jadi daripada nganggur, buat seperti ini saja. Hemat ongkos beli keset. XD



Komentar

  1. wah,idenya boleh juga nih....ngintip lemari ah hehe

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. kreatif dan daripada dibuang sayang jadi barang berguna dech

    BalasHapus
  4. Kakak Silvi, aduh meni kreatif pisan... keset bisa dibuat dari apa saja ya, baju bekas sekalipun

    BalasHapus
  5. seandainya punya mesin jahit, pinjem ya Silvi mesin jahitnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame