Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Value Experience itu Mahal

Malam minggu itu entah apa yang ada dipikiran saya, spontan saja ingin berkendara ke timur sendiri, menggunakan sepeda motor. Lalu, saya tidur tidak terlalu larut. Saya pikir, esok harinya saya akan lupa dengan pikiran dadakan tersebut tapi ternyata saya salah.

Tidak seperti biasanya, jika di Malang saya sering bangun siang lewat jam 5, tapi Minggu pagi itu tidak. Saya bangun pagi sekali, mempersiapkan apa saja yang akan saya bawa untuk perjalanan nanti. Rasanya saya tidak sabar untuk segera bertemu seseorang di wilayah timur. Berangkat dari Malang pukul 06:00, dan sampai Lawang pukul 06:30 untuk sarapan soto daging istana, lokasinya setelah pasar Lawang (timur), kiri jalan. Lalu kembali melanjutkan perjalanan ke timur. Jika Sun Go Kong pergi ke Barat tuk mencari kitab suci, maka saya pergi ke timur tuk bertemu pujaan hati. PRET! XD

Jujur, ini pertama kalinya saya berkendara sendiri di jalur pantura, Griduh* dan mengerikan, karena dominasi kendaraan besar.

Tanpa saya sadari, motor melaju sampai di Pasuruan, sempat beberapa kali saya melewati tempat ini tapi saya masih saja lupa mana jalurnya, satu kali saya berhenti tuk cek GPS, lalu motor melaju kembali. Sampai di perbatasan Pasuruan dan Probolinggo saya tertawa pada diri sendiri. Tidak menyangka, kalau saya bisa.


Akhirnya saya sampai juga, di tempatmu, Probolinggo. Maka dengan perjalanan ini, saya menyadari apa yang saya inginkan tentu bisa saya capai, jika saya punya tekad. ^^


*Griduh (Bahasa Madura dari Ramai)


Komentar

  1. Griduh.... hahahaha... tahu drimna bhs madura..

    BalasHapus
  2. Apa ini yang disebut kekuatan cinta? #halah

    BalasHapus
  3. oowww...karena mau ketemuuuuaaan yaaah heehehehhe

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame