Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Agrowisata Petik Jambu Biji Marina Batam

Libur tlah tiba, hatiiku gembira. Akhirnya, weekend datang juga, ini artinya Sabtu pulang kantor dan hari Minggu bisa tidur seharian tanpa ada yang mengganggu. Ah bahagianya, akhirnya bisa melepas sedikit beban enam hari kerja.

Tapi rencana tinggal rencana, Sabtu sepulang kantor iseng cek instagram, ternyata ada notif dari teman yang dulu pernah kenal di Taman Baca Mahanani Kediri, dan bukan kebetulan ternyata dia asli Batam.

"Weee lepak, besok cemana? Pagi ya".

Ajakan main yang kesekian kalinya dari teman bernama Bayu, yang kesekian kalinya juga saya terus terusan kasih alasan gak bisa. Sampek dia sebut lepak. Lepak itu apa ya, kayak lemah gitu deh. Sering dipakai kalau orang udah jengkel sama sikap orang lain. Haha

Sebetulnya bukan saya gak mau ketemuan sama Bayu, tapi momennya aja yang kurang pas atau bisa jadi mungkin waktu itu pikiran saya belum terbuka dan saya terlalu over thinking. Orang kerja itu butuh piknik, bukan malah hari libur dipakai tiduran aja. Ini kayaknya gara-gara dulunya sering liburan sambil kerja, jadi gak kerasa aja lelahnya. Ops! 

Nah, gara-gara itu saya berani minta izin ke bulek dan oom untuk pergi bareng Bayu, Mira, dan Bibit. Janjian ketemuan di Mega Mall dan langsung cus pergi ke lokasi tujuan, Marina City.  
  

Marina City itu pantai, tanahnya ada dibawah penguasaan Harris Hotel & Resort (sumbernya dari mas-mas yang ada di petik Jambu). Selain pantai ada juga agrowisata petik jambu biji dan jambu madu. 

Lokasinya ada di Batu Aji dan track menuju agrowisata ini tuh adem banget, soalnya dominasi pepohonan hijau, lain banget sama Batam kota yang ehm panasnya ampun-ampunan. 

Ohya, penentuan lokasi tujuan ini rekomendasinya datang dari Mira, jadi karena udah ada yang pernah main ke sini, kami gak begitu worry. Selain itu malam sebelumnya saya juga googling untuk cari tahu seperti apa agrowisata ini. 

Not bad, kok. Seperti agrowisata pada umumnya, saat masuk dikenakan HTM dan tempat ini tiket masuknya masih termasuk terjangkau, cukup dengan 15K/ orang kami sudah dapat menikmati ratusan pohon jambu dan segelas jus jambu yang segar (ada pilihan jus lainnya, mangga dan buah naga merah juga). Tapi, ilmu tawar menawar harus tetep dipakai dong ya, kita berangkat 4 orang, bayar 60K. Lalu si Bayu dan Bibit nawar, boleh gak kalau 50K aja, ternyata gak boleh. Yaudah gak apa-apa. Eh ternyata Bibit gak putus asa, dia masih usaha minta gratis krupuk. Hihi memanglah ya.

[Proses negosiasi - nawar harga]
Sayangnya kami datang di waktu yang kurang tepat, terlalu siang dan pengap banget. Tapi karena niatnya untuk senang- senang yaudah dibawa senang aja. 


[Pintu masuk agrowisata]
[ 😂 - over kalsium]
[Menikmati jus jambu]
[Bibit, Mira, saya, Bayu]
[Swing together]
Setelah puas duduk dan bermain ayunan, kami mulai menjelajah area kebun, saking asyiknya saya dan Mira ketemu ular kecil dan reflek membuat bulu kuduk saya berdiri. 

Lokasi kebunnya luas banget lho, capek kalau mau jelajah seluruh areanya. Ohya kalau main sini ikuti aturannya ya, jangan seenaknya sendiri. Jika mengikuti wisata petik jambu, aturannya tidak boleh dimakan sebelum ditimbang. Harganya cukup terjangkau kok, 25K/kg kita udah bisa bawa pulang tuh jambu biji merah yang manis. 



[Kebayang seger dan manisnya]
Ah iya, meskipun sederhana lokasi agrowisata ini cukup ramai lho, banyak siswa sekolah ataupun perkumpulan organisasi dan komunitas yang datang, karena selain untuk resfreshing, kebun jambu ini juga dijadikan sarana edukasi tentang cara menanam bibit jambu, perawatan serta manfaat buah jambu. 

Wah seneng deh, hari libur bisa liburan sambil belajar. 

Lokasi :
Agrowisata Petik Jambu Marina
Tanjung Riau, Batam

~ pict by Andromax R2

Komentar

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame