Ramadan Extra Faedah Makin Produktif bareng Smarftren

Gambar
Marhaban Yaa Ramadan, syukur alhamdulillah kita dipertemukan kembali dengan bulan suci ini. Semoga apapun yang kita lakukan menjadi berkah dan bermanfaat ya, baik untuk diri kita sendiri juga untuk orang lain. Ohya, harus tetap semangat beraktivitas nih meski lagi menjalankan puasa. Temen-temen sudah punya jadwal apa saja nih selama bulan puasa? Buka bersama? Sahur on the road? atau yang lainnya?. Sepertinya beberapa kegiatan umum yang biasa kita lakukan saat bulan ramadan sebelumnya, masih harus kita tahan ya di tahun 2021 ini karena pandemi masih belum juga berakhir. Sedih sih, tapi lebih baik memang saling menjaga diri ya. Tapi tenang aja, ada banyak alternatif kegiatan yang bisa kita lakukan selama ramadan, lho. Apalagi kalau malam atau setelah sahur dan subuh gitu, jujur lebih enak kalau mau melakukan aktivitas meskipun secara online. Nah, karena di bulan ramadan jadi punya cukup banyak waktu di luar kegiatan bekerja, saya jadi punya kesempatan untuk belajar-belajar lagi. Belajar?

Berbagai Gejala Diare yang Normal Terjadi pada Ibu Hamil

Ketika sedang hamil, ibu mengalami banyak perubahan dalam tubuhnya baik yang sementara (seperti mual, muntah) hingga yang membekas dan melekat seperti stretch mark.

Berbagai hal mungkin akan dirasakan sebagian besar ibu hamil termasuk diare. Diare merupakan masalah pencernaan yang dapat terjadi pada siapa saja, termasuk ibu hamil.

Sumber : iStock


Ada  beberapa faktor yang dapat menyebabkan diare, seperti:

Efek samping vitamin prenatal. Biasanya, ibu hamil akan mengkonsumsi vitamin prenatal untuk membantu dalam pemenuhan nutrisi.Namun, pastikan dokter kandungan Anda mengetahuinya ya.

Sebab, salah satu efek yang terjadi ketika ibu hamil mengkonsumsi vitamin prenatal yakni munculnya gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit.

Biasanya hal tersebut terjadi ketika ibu hamil mengkonsumsi vitamin prenatal lebih dari 30 mg dalam sekali minum. Hal tersebut melebihi dari dosis dari yang disarankan. 

Perubahan hormon. Perubahan hormon akan terus terjadi hingga masa persalinan tiba. Ada beberapa hormon kehamilan pada ibu hamil, seperti progesteron, estrogen, oksitosin, prolaktin dan HCG.

Hormon-hormon tersebut memiliki peran masing-masing bagi ibu dan janin. Namun, beberapa hormon juga memicu efek  lain pada tubuh ibu, misalnya diare. 

Berubahnya pola makan. Sebagian wanita hamil menginginkan tubuh dan janinnya menerima nutrisi yang cukup setiap harinya.

Oleh sebab itu, terkadang ibu hamil akan makan atau minum lebih banyak dari biasanya tanpa memilih mana yang berdampak buruk dan mana yang tidak. Hal ini akan membuat kerja usus menjadi lebih berat dan menyebabkan terjadinya diare.

Infeksi bakteri, virus, parasit. Penyebab yang satu ini bukan hanya terjadi pada ibu hamil. Sebagian besar orang yang terkena diare berawal dari infeksi.

Infeksi dapat terjadi ketika seseorang tidak mencuci tangan sebelum makan, menyentuh benda yang terpapar virus, dan lain sebagainya.

Memiliki penyakit lain yang dapat menyebabkan diare. Seperti misalnya penyakit Celiac, Crohn, dan sindrom iritasi usus besar.

Untuk mengetahuinya, ibu hamil bisa memeriksakan diri ke dokter, terutama jika diare terjadi dalam waktu yang lama.

Gejala Diare pada Ibu Hamil

Diare biasanya identik dengan buang air besar berulang kali dengan tekstur feses yang cair. Padahal, banyak diare yang dapat terjadi, termasuk diare pada ibu hamil.

Selain itu, gejala diare juga berbeda-beda, tergantung dari penyebab diare itu sendiri.

Gejala diare pada ibu hamil yang disebabkan oleh hormon serta pola makan, antara lain:

  1. Tekstur feses menjadi caire,
  2. Perut terasa mulas,
  3. Frekuensi buang air besar (BAB) lebih banyak daripada sebelumnya,
Gejala diare akibat infeksi,
  1. Terkadang ada darah pada feses,
  2. Merasakan mual hingga muntah,
  3. Frekuensi buang air besar (BAB) lebih banyak,
  4. Tekstur feses cair serta berlendir,
  5. Demam hingga menggigil,
  6.  Mengalami pusing

Gejala diare karena penyakit tertentu,

  1. Mengalami sakit perut hingga kram,S
  2. Sering buang air besar dan teksturnya cair,
  3. Perut kembung,
  4. Mengalami masalah  kulit dan sendi,
  5. Mual dan muntah.

Meskipun demikian, setiap ibu hamil terkadang memiliki gejala diare yang berbeda-beda. Jika diare sudah terlanjur menyerang, perhatikanlah makanan yang dikonsumsi.

Ibu hamil juga bisa mengkonsultasikan terkait nutrisi dengan ibu hamil untuk meredakan diare. Perhatikan juga cairan tubuh ibu hamil dengan cara meminum air kelapa serta air putih minimal 2 liter setiap harinya ditambah satu gelas setiap selesai BAB.

Konsultasikan juga ke dokter kandungan terkait obat diare yang boleh dikonsumsi. Biasanya, ibu hamil boleh mengkonsumsi obat diare seperti entrostop. Meskipun demikian, pastikan hal tersebut diketahui oleh dokter kandungan Anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame