Saya punya standart tinggi untuk masalah aksesoris yang saya pakai. Bukan, bukan masalah harga yang tinggi dan branded. Bukan sama sekali.
Standart tinggi yang saya maksud disini adalah bebeda dari yang lain, dan yang pasti nyaman. Nah, kenyamanan ini lah yang sulit sekali saya ciptakan dalam membeli barang. Ada yang bagus, tapi ternyata banyak jenisnya. Saya memang selalu susah jika membeli sesuatu, susah menentukan. Membeli barang itu seperti jatuh cinta, jika suka pada pandangan pertama, dicoba cocok, maka saya akan saya beli. Momen seperti itulah yang seringkali sulit saya dapatkan.
Hingga akhirnya, banyak keluar masuk toko, sampai pulangpun tak membawa apa- apa, capek.
Itulah sebabnya, saya bukan tipe orang yang update untuk masalah penampilan. Saya lebih suka memakai barang yang tahan lama, meskipun harganya lebih tinggi dari biasanya. Karena kepuasan konsumen, ditentukan oleh selera.
Standart tinggi yang saya maksud disini adalah bebeda dari yang lain, dan yang pasti nyaman. Nah, kenyamanan ini lah yang sulit sekali saya ciptakan dalam membeli barang. Ada yang bagus, tapi ternyata banyak jenisnya. Saya memang selalu susah jika membeli sesuatu, susah menentukan. Membeli barang itu seperti jatuh cinta, jika suka pada pandangan pertama, dicoba cocok, maka saya akan saya beli. Momen seperti itulah yang seringkali sulit saya dapatkan.
Hingga akhirnya, banyak keluar masuk toko, sampai pulangpun tak membawa apa- apa, capek.
Itulah sebabnya, saya bukan tipe orang yang update untuk masalah penampilan. Saya lebih suka memakai barang yang tahan lama, meskipun harganya lebih tinggi dari biasanya. Karena kepuasan konsumen, ditentukan oleh selera.
Kamis, 28 Februari 2013.
Saya suka pantai, birunya pantai, dan luasnya langit selalu membuat mata saya dimanja.
Kamis ini, kebetulan saya kosong kuliah , karena dosen saya sedang tugas ke Batam- Kepri. Finger (penanggung jawab kelas atas MK (Mata Kuliah) Ekonomi Internasional dan Moneter) sudah memberitahukan berita ini sejak hari Senin saat kuliah Statistika Inferensial. Akhirnya saya putuskan untuk pulang ke Kediri hari Rabu sore.
Sebelumnya (hari Sabtu/Minggu saya lupa), saya di lobi oleh kakak untuk diajak ke pantai Pelang Trenggalek, dan saat itu saya menolak karena hari Kamis masih ada kuliah. Tapi, ternyata saya Kamis kosong. Akhirnya saya cus ikut ke pantai.
Prepare
Kamis pagi, saya dapat info dari kakak kalau kami berangkat pukul 7. Kami sampai di tempat janjian (STAIN Kediri) pukul setengah 8. Oh ya, kami berangkat bersama 6 orang lainnya. Pukul 8 1/4 kami semua bersiap untuk berangkat. Sayangnya, kami tidak jadi pergi ke Pantai Pelang di Trenggalek, padahal di Pelang ada air terjunnya juga. Jarang.
Kenapa ga jadi ? yip, treknya sulit, primitif runaway banget banyak yang bilang.
Akhirnya kami ganti rencana, bukan ke Pelang tapi ke TambakRejo di Blitar. Lebih dekat dan sama- sama keren.
Perjalanan
Selama perjalanan, kami banyak bercengkerama satu sama lain, padahal sih belum kenal semua saya. Hehe.. Diantara mereka ber 7, hanya saya yang selundupan. Yang lain mahasiswa STAIN, dan saya bukan. Selama 2 jam berjuang dengan perut mual dan pusing karena jalannya memang gak mudah, meskipun sudah halus tapi medannya berkelok- kelok curam. Tiket masuk ke pantai ini sangat terjangkau, 2k untuk anak- anak, dan 3k untuk dewasa. Oh ya, saya gak begitu ingat jalan apa saja yang kami lewati. Tapi, kalau diajak kesana lagi dan jadi GPS, Insya'Allah saya masih ingat kok. B|
Sampai juga
yay. Sampai juga akhirnya. Kesan pertama saya waktu nyampe adalah PANAS. Yaiyalah namanya juga pantai bre. Saya langsung lepas sepatu dan jalan- jalan di pasirnya. Kami mengambil spot bagian kiri jika menghadap ke laut, air tenang dan cantik. Jika ingin memacu adrenalin dengan ombak yang lebih besar dapat mengambil spot kanan.
Oke deh, langsung aja saya pamerin foto- fotonya.
See ? Gimana ? KEREN ya.
Untuk penutupnya, terimakasih untuk sis Tiwwi ; Fitria ; mba Asfa ; mba Faiq ; Ma'ruf ; Muh ; dan mas Shofa.
*foto koleksi pribadi*
Saya suka pantai, birunya pantai, dan luasnya langit selalu membuat mata saya dimanja.
Kamis ini, kebetulan saya kosong kuliah , karena dosen saya sedang tugas ke Batam- Kepri. Finger (penanggung jawab kelas atas MK (Mata Kuliah) Ekonomi Internasional dan Moneter) sudah memberitahukan berita ini sejak hari Senin saat kuliah Statistika Inferensial. Akhirnya saya putuskan untuk pulang ke Kediri hari Rabu sore.
Sebelumnya (hari Sabtu/Minggu saya lupa), saya di lobi oleh kakak untuk diajak ke pantai Pelang Trenggalek, dan saat itu saya menolak karena hari Kamis masih ada kuliah. Tapi, ternyata saya Kamis kosong. Akhirnya saya cus ikut ke pantai.
Prepare
Kamis pagi, saya dapat info dari kakak kalau kami berangkat pukul 7. Kami sampai di tempat janjian (STAIN Kediri) pukul setengah 8. Oh ya, kami berangkat bersama 6 orang lainnya. Pukul 8 1/4 kami semua bersiap untuk berangkat. Sayangnya, kami tidak jadi pergi ke Pantai Pelang di Trenggalek, padahal di Pelang ada air terjunnya juga. Jarang.
Kenapa ga jadi ? yip, treknya sulit, primitif runaway banget banyak yang bilang.
Akhirnya kami ganti rencana, bukan ke Pelang tapi ke TambakRejo di Blitar. Lebih dekat dan sama- sama keren.
Perjalanan
Selama perjalanan, kami banyak bercengkerama satu sama lain, padahal sih belum kenal semua saya. Hehe.. Diantara mereka ber 7, hanya saya yang selundupan. Yang lain mahasiswa STAIN, dan saya bukan. Selama 2 jam berjuang dengan perut mual dan pusing karena jalannya memang gak mudah, meskipun sudah halus tapi medannya berkelok- kelok curam. Tiket masuk ke pantai ini sangat terjangkau, 2k untuk anak- anak, dan 3k untuk dewasa. Oh ya, saya gak begitu ingat jalan apa saja yang kami lewati. Tapi, kalau diajak kesana lagi dan jadi GPS, Insya'Allah saya masih ingat kok. B|
Sampai juga
yay. Sampai juga akhirnya. Kesan pertama saya waktu nyampe adalah PANAS. Yaiyalah namanya juga pantai bre. Saya langsung lepas sepatu dan jalan- jalan di pasirnya. Kami mengambil spot bagian kiri jika menghadap ke laut, air tenang dan cantik. Jika ingin memacu adrenalin dengan ombak yang lebih besar dapat mengambil spot kanan.
Oke deh, langsung aja saya pamerin foto- fotonya.
Ombaknya besar dan eksotis
Sisi kiri pantai, tenang dan cantik
wow
Muh dan mas Shofa
oke, abaikan
momen yang tepat
|
Baju Biru : Mba Faiq ; Garis- garis : Mba Asfa ; Orange : Sis Tiwwi ; Jilbab biru muda : Fitria ; Merah : Silvi (saya) ; Baju Coklat : mas Shofa ; Baju Putih : Muh
See ? Gimana ? KEREN ya.
Untuk penutupnya, terimakasih untuk sis Tiwwi ; Fitria ; mba Asfa ; mba Faiq ; Ma'ruf ; Muh ; dan mas Shofa.
Pernah mimpi ke Inggris sebelumnya ?
Saya belum pernah, sama sekali.
Tapi, saya udah sering kepo sama negara itu, karena di mata kuliah Ekonomi Internasional yang saya tempuh saat ini, saya menganalisis Inggris. Di Ekonomi Interasional ini, setiap anak menganalisis satu negara di dunia untuk dijadikan bahan analisis selama satu semester kedepan. Setiap negara yang diperoleh ditentukan oleh undian.
Kebetulan saya dapat Inggris/UK/England. Semenjak saat itu saya jadi kepengen kesana. Khusunya ke Birmingham, banyak yang bilang Birmingham kotanya tenang dan aksen bicara penduduk berbeda dengan bahasa Inggris pada umumnya. Apalagi disana ada University of Birmingham. WOW.
Sampai akhirnya, saya pengen kuliah di Inggris setelah fresh graduate. Entah bagaimana caranya. Man Jadda Wajadda. Saya percaya, setiap niat yang diukir dalam hati, akan terlaksana selama kita mau berusaha. Tuhan itu baik, dan saya mempercayai itu lebih dari apapun.
Angin, segar.
Tumbenan saya nge teh sore- sore di kosan. Seharian saya gada kuliah, dan leha- leha gak karu- karuan. Di twitter saya ngikuti akun dari dikti dan kebetulan saat itu temlen lagi sepi, tiba- tiba dikti ngepost. tentang Lomba Esai "2013 WTO Essay Award for Young Economist".
Setelah saya baca, ternyata esai ini berhubungan dengan ekonomi internasional dan isu- isu kebijakan perdagangan dan hubungan perdagangan Internasional. Kebetulan sekali, semester ini saya sedang menempuh mata kuliah tersebut, jadi sedikit banyak saya tau.
Dan kalian tau? kalau menang, penyerahan hadiahnya di BIRMINGHAM.
Saya deg- deg an sumpah, saya mau ikutan karena saya mau ke Birmingham.
Pengumuman lomba bulan Juli dan penyerahan bulan September.
Saya berharap bulan September saya bisa ke Birmingham. :D
HAHAHA. MIMPI!
Saya belum pernah, sama sekali.
Tapi, saya udah sering kepo sama negara itu, karena di mata kuliah Ekonomi Internasional yang saya tempuh saat ini, saya menganalisis Inggris. Di Ekonomi Interasional ini, setiap anak menganalisis satu negara di dunia untuk dijadikan bahan analisis selama satu semester kedepan. Setiap negara yang diperoleh ditentukan oleh undian.
Kebetulan saya dapat Inggris/UK/England. Semenjak saat itu saya jadi kepengen kesana. Khusunya ke Birmingham, banyak yang bilang Birmingham kotanya tenang dan aksen bicara penduduk berbeda dengan bahasa Inggris pada umumnya. Apalagi disana ada University of Birmingham. WOW.
Sampai akhirnya, saya pengen kuliah di Inggris setelah fresh graduate. Entah bagaimana caranya. Man Jadda Wajadda. Saya percaya, setiap niat yang diukir dalam hati, akan terlaksana selama kita mau berusaha. Tuhan itu baik, dan saya mempercayai itu lebih dari apapun.
Angin, segar.
Tumbenan saya nge teh sore- sore di kosan. Seharian saya gada kuliah, dan leha- leha gak karu- karuan. Di twitter saya ngikuti akun dari dikti dan kebetulan saat itu temlen lagi sepi, tiba- tiba dikti ngepost. tentang Lomba Esai "2013 WTO Essay Award for Young Economist".
Setelah saya baca, ternyata esai ini berhubungan dengan ekonomi internasional dan isu- isu kebijakan perdagangan dan hubungan perdagangan Internasional. Kebetulan sekali, semester ini saya sedang menempuh mata kuliah tersebut, jadi sedikit banyak saya tau.
Dan kalian tau? kalau menang, penyerahan hadiahnya di BIRMINGHAM.
Saya deg- deg an sumpah, saya mau ikutan karena saya mau ke Birmingham.
Pengumuman lomba bulan Juli dan penyerahan bulan September.
Saya berharap bulan September saya bisa ke Birmingham. :D
HAHAHA. MIMPI!


