Minggu, Maret 10, 2019

Menjelajah Budug Asu di Lawang

  56 comments    
categories: 

Jalan- jalan menjelajah ke gunung atau bukit sebetulnya bukan hobi saya, tapi saya suka melihat panoramanya. Beberapa waktu yang lalu, tiba- tiba ada hasrat untuk naik salah satu bukit di lereng gunung Arjuna, setelah melihat eksplor Instagram.

Nama bukit ini adalah Budug Asu. Pertama kali saya tahu setelah sekian tahun berada di kota yang dikelilingi ring of fire ini. Panoramanya sungguh membuat saya pengen segera naik dan turut serta menikmatinya secara langsung.

Tapi, memang karena terbentur dengan waktu, yang tak bisa sebebas dulu, jadi saya harus atur jadwal libur supaya tidak menganggu urusan kantor.

Saya pribadi, meskipun punya hasrat yang besar akan traveling, tapi saya juga tetap mengutamakan mana yang menjadi kewajiban saya. Haha sok amat yak.

Ngomong- ngomong, nama Budug Asu sendiri muncul saat masa penjajahan Belanda, terdapat cukup banyak Asu (Anjing, dalam bahasa) yang terkena penyakit Budug atau lebih dikenal dengan scabies. Scabies ini merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau. 

Sabtu sepulang kantor saya beranjak ke Malang dan menginap semalam dengan bantuan Airy Room Syariah di daerah Klojen. Cari yang super murah karena memang tidak digunakan untuk staycation. Hanya menginap singkat guna menghilangkan lelah perjalanan dan menyiapkan tenaga untuk mendaki ke Budug Asu esok harinya.

Hari Minggu pagi, tepat di jam 06.00, Ichal teman yang menemani saya mendaki ke Budug Asu, menjemput di gang Klojen. Perjalanan ini sebetulnya hanya perjalanan santai saja. Kami berangkat dengan santai, masih sempat untuk sarapan Soto kalau tidak salah di daerah Sanan, daerah yang punya UMKM keripik tempe dan terkenal di Malang.

Ohya, Budug Asu ini lokasinya ada di Lawang, tepatnya di atas Kebun Teh Wonosari. Wisata ini cukup terkenal karena memang sering digunakan untuk study banding ataupun berwisata dalam jumla yang besar. Seperti study tour Taman Kanak- Kanak ataupun reunian. Saya pernah datang ke Kebun Teh ini kurang lebih tiga kali saat masa kuliah.  Namun, saat itu belum tahu kalau di atasnya ada bukit yang bisa didaki.

Baik, memasuki wilayah kebun teh kami ditarik tiket sjumlah 15K/ orang. Mungkin karena hari libur sih ya. Sebetulnya ada banyak referensi untuk sampai ke Budug Asu, tidak hanya lewat Kebun Teh Wonosari saja. Bisa juga lewat daerah Sumberawan, Singosari. Kami mengambil jalur Kebun Teh karena menurut kami, jalur ini yang paling aman karena lazim dilewati para pendaki yang akan naik ke Budug Asu.

Setelah memarkirkan kendaraan dan ibu penjaga parkirnya tahu kami akan naik ke Budug Asu, kami diperingatkan jika parkir di tempat ini akan tutup di jam 16.00. Karena saat itu masih pagi, sekitar pukul 08.00 lebih, kami mengira mungkin tidak akan sampai selama itu berada di atas dan akan segera kembali di waktu makan siang. Rupanya, perkiraan itu salah, besar.

Setelah bertanya kepada beberapa orang yang ada di parkiran, kira- kira berapa lama naik ke Budug Asu kalau dari lokasi kami saat itu, banyak yang sepakat naiknya mungkin hanya 1-1,5 jam saja. Baik, mendengar hal itu kami mantap untuk melangkah ke Budug Asu.

Saat berangkat, hanya beberapa kali saja kami berjumpa dengan orang yang naik sepeda gunung dan motor trail. Sedangkan yang jalan kaki hanya saya dan Ichal saja. Saat itu syukur alhamdulillah cuacanya cerah dan tidak terlalu panas. Mungkin karena malam sebelumnya Malang sempat diguyur hujan cukup lebat. Bahkan saat kami mulai mendaki, kabut masih terlihat di beberapa sisi. 

Jujur banyak spot yang bagus yang bisa diabadikan di sepanjang perjalanan ke Budug Asu, apalagi kalau sudah ketemu deretan pohon pinus di sisi kiri dan kanan. Wah, rasanya seperti tidak mau beranjak, masih pengen foto lagi dan lagi. Tapi, karena goalnya saat itu pengen lihat puncak, kami berdua melanjutkan perjalanan yang sepertinya masih kurang sedikit lagi itu. 

Ternyata benar, tidak jauh dari lokasi spot yang instagramable itu, terdapat 3 atau 4 gubug yang dijadikan sebagai loket dan beberapa lainnya sebagai warung. Di sini kami masih harus membayar kembali 10K/ orang sebelum melanjutkan perjalanan naik ke puncak.

Ada dua pilihan untuk bisa melihat puncak Budug Asu dari tempat ini, jalur kanan dan jalur kiri. Jika memilih jalur kanan perjalanannya singkat, jaraknya hanya 800 meter saja, namun treknya menanjak, bahkan tanjakkannya disebut dengan Tanjakan Dhemit. Saking horornya kali ya. 

Nah kalau ambil kiri jaraknya sekitar 2 km, trek landai namun licin karena dilewati oleh para rider motor trail. Saya baru tahu juga saat jalan turun dari puncak. Akhirnya, dengan pertimbangan yang cepat, kami memilih naik ke puncak via jalur kanan, melewati Tanjakan Dhemit. 

Baru setengah jalan menuju puncak, cuaca yang tadinya cerah mendadak mulai mendung. Waduh, gak bisa lihat apa- apa nih nanti di puncak kalau kayak gini. Tapi karena sudah kepalang tanggung, kami tetap melanjutkan perjalanan ke atas. Di sini, kami mulai berjumpa dengan banyak pendaki lainnya. Bahkan ada adik bayi yang digendong ayahnya dengan baby carrier. Saat mereka turun, di dedek terus menerus menangis. Entah karena apa.. 


Dua setengah jam kami melakukan pendakian dan akhirnya sampai di puncak, dan benar saja karena saat itu mendung otomatis kabut muncul di mana- mana. Haha. Baik, memang kalau jalan- jalan disaat musim hujan kita harus menurunkan ekspektasi yang terlalu tinggi. Beruntungnya saya sudah berdamai dengan segala ekspektasi yang terlalu tinggi. Jadi, gak kecewa- kecewa amat.

Saat itu saya, Ichal dan beberapa orang yang saat itu berada di puncak, menunggu cuaca kembali cerah. Namun, alam memang sulit sekali ditebak. Cukup lama kami menunggu , hanya sesekali saja matahari muncul dan tetap lebih banyak kembali mendung. Baiklah, karena sudah lewat jam makan siang akhirnya kami berdua memutuskan untuk segera turun, karena ingat kalau parkiran tutup jam 4 sore. 

Saat itu kami turun bersama rombongan komunitas motor trail lewat jalur yang landai dan licin. Di sini beberapa kali teman- teman baru saya itu tergelincir dan jatuh. Tiap kali ada yang jatuh kami tertawa dan buru- buru mengulurkan tangan, tak jarang saat memberi pertolongan ada juga yang ikut terjatuh.

Saat itu, mungkin karena terlalu senang dan terhibur, giliran saya yang terjatuh dan mandi lumpur. saya tetap tertawa, karena akhirnya merasakan jatuh juga. Ternyata memang benar, jalan landai ini memang jauh dan licin. Setelah teman- teman dari komunitas motor trail sampai di parkirannya, kami berpisah. Melambaikan tangan dan saling berucap terima kasih. 

Perjalanan saya dan Ichal untuk kembali masih menanti, kaki ini masih harus menapaki tanah hutan Budug Asu 2,5 jam lagi. Mungkin karena sangat sepi, kami sampai lost focus melewati jalur kembali ke Kebun Teh. Sebetulnya saya sudah merasa, kok jalannya jadi jauh ya? Kayaknya tadi gak lewatin ini deh, kok jadi lewat sih?. Suasana saat itu makin scary karena mendung makin gelap dan gluduk mulai terdengar. 

Alhamdulillah kami berjumpa dengan bapak- bapak petani yang sama- sama akan kembali, kami mulai bertanya jalur untuk kembali ke Kebun Teh dan syukurlah bapak- bapak ini bersedia menunjukkan jalurnya. Saat itu pula, gerimis mulai turun. Dalam perjalanan, bapak petani ini mulai bercerita dan bilang kami beruntung karena sudah turun dari puncak. Karena kalau hujan turun, Budug Asu bisa seperti lautan. Airnya naik dan beberapa hari sebelumnya banyak yang terjebak di atas puncak karena bawah banjir. 

Alhamdulillah..

Setelah berpisah dengan bapak baik hati tersebut, kami mulai memacu kaki supaya bisa segera kembali ke parkiran kebun teh Wonosari. Hujan tak lagi turun rintik- rintik, tapi mulai deras dan baju mulai basah. Kesalahan terbesar kami saat itu adalah meninggalkan jas hujan di kendaraan. 

Akhirnya, sampai di area parkir dan kami menunggu hujan reda. Sayangnya tidak reda- reda sampai cukup lama. Padahal saat itu, saya harus kembali ke Kediri karena esok harinya masuk kerja. Setelah berdiskusi, kami memutuskan untuk pulang dalam keadaan hujan masih cukup deras. Ichal menyetir kendaraan dan memakai mantel, sedangkan saya yang di belakang hanya mengandalkan jaket yang sebetulnya sudah setengah basah. 

Saat perjalanan pulang, mungkin dikarenakan faktor terburu- buru dan kondisi jalan yang licin, sedangkan Ichal juga diburu waktu supaya saya tidak kemalaman di jalan, akhirnya membuat dia memacu kendaraan dengan lumayan kencang. Tepat di depan puskesmas Ardimulyo Singosari, kami berdua jatuh karena kendaraan depan ngerem mendadak dan membuat Ichal kaget. Bisa ditebak, kami oleng ke kanan dan sempat terseret beberapa meter. 

Untuk selanjutnya sepertinya tidak etis untuk diceritakan ya.  Beruntung, masih sama- sama diberi kesempatan menghirup napas sekali lagi. Sebagai pelajaran, jangan memaksakan jika kondisi tidak memungkinan, karena selamat itu nomor satu. 


Kamis, Februari 28, 2019

Yakin Merk Popok Orang Tua yang Anda Gunakan Sudah Tepat? Intip Dulu Rekomendasinya!

  No comments    
categories: 
Penggunaan popok bagi orang dewasa atau orang tua merupakan salah satu hal yang cukup asing, tetapi itu akan terlihat biasa juga mengalami beberapa masalah. Banyak sekali alasan kenapa orang dewasa perlu menggunakan popok seperti karena masalah kesehatan, aktivitas yang terbatas ataupun masalah yang lainnya.

Tetapi apakah dari sekian jenis dipasaran Anda sudah yakin merk popok orang tua yang dipilih tepat? Hal itu tentu saja tergantung dari beberapa penilaian seperti bahan yang digunakan, kekuatan, penyerapan sampai dengan harga.

Jika dilihat memang produk popok untuk orang dewasa tidak begitu banyak seperti halnya untuk anak-anak atau bayi. Hal tersebut tentu saja menjadi kelebihan ketika harus memilih karena tidak perlu mempertimbangkan banyak merk, Namun pada kenyataannya tetap saja ada orang yang salah dalam memilih.

Nah, makanya supaya Anda tidak salah memilih popok bagi orang tua perlu melakukan beberapa pertimbangan seperti:

Jenis popok
Yang pertama tentu saja perhatikan dari jenis atau model popok yang akan Anda pilih, secara umum ada jenis perekat atau disebut dengan diapers lalu ada juga yang berbentuk celana.

Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan yang berbeda, hal ini perlu Anda pahami terlebih dahulu. Perhatikan dengan baik karena menyangkut kenyamanan dari orang tua saat menggunakan.

Ukuran
Masalah ukuran merupakan hal yang tidak boleh dilupakan ketika akan membeli popok untuk orang dewasa.

Karena hal ini pastinya akan mempengaruhi banyak hal seperti kenyamanan saat digunakan dan juga kefleksibelan. Jangan membeli popok yang terlalu besar, pastikan pas ketika digunakan.

Kualitas
Berbicara mengenai kualitas yang tentu saja sangat kompleks sekali mulai dari ketahanan, penyerapan, kekuatan sampai dengan bahan yang digunakan.

Semuanya itu bisa Anda perhatikan dari masing-masing merk. Jika Anda memilih yang berkualitas tentunya akan mendukung kenyamanan saat digunakan.

Harga
Terakhir mengenai harga yang ditawarkan pada salah satu produk popok dipasaran, mulai dari murah sampai dengan mahal semuanya mempunyai spesifikasi yang berbeda.

Tetapi untuk masalah harga memang lebih baiknya Anda pertimbangkan setelah melihat kualitas, karena jika hanya berpatokan pada harga belum tentu Anda mendapatkan terbaik.

Nah, setelah Anda melihat beberapa poin tersebut saatnya untuk menilai apakah popok yang digunakan oleh orang tua sudah terbaik. Jika belum, ada rekomendasi merk popok orang tua terbaik yaitu Confidence.

Dipercaya sudah bertahun-tahun menemani masyarakat Indonesia khususnya para orang tua untuk menjaga penampilannya meskipun dalam kondisi mudah mengeluarkan urine.

Kualitas bahan yang sudah teruji baik, kandungan yang dapat mengurangi kerusakan pada kulit serta harga terjangkau merupakan kelebihan dari produk tersebut. Makanya sediakan selalu popok dewasa Confidence untuk kebutuhan Anda sewaktu-waktu.

Selasa, Februari 05, 2019

Refreshing Sambil Belajar Sejarah Kretek di House of Sampoerna, Surabaya

  34 comments    
categories: 

Buat yang punya interest sama cerita di masa lampau, pasti seneng banget kalau pas datang ke suatu tempat terus daerah itu punya destinasi wisata sejarah. Salah satu daerah yang punya destinasi wisata sejarah adalah ibukota Jawa Timur, yaitu Surabaya.

Siapa sih yang gak tau kalau Surabaya punya tempat- tempat yang must visit banget di daerah “Surabaya Lama”. Salah satunya adalah House of Sampoerna. Saya sendiri meski cukup sering berkunjung ke Surabaya, baru kali ini bisa berkunjung dan melihat ke dalam bangunan HoS.

Awalnya memang agak rikuh saat saya dan adik mau masuk ke area House of Sampoerna, ragu- ragu, bener gak ini tempatnya. Karena memang terkesan eksklusif tempatnya. Datang ke House of Sampoerna tidak dipungut biaya sama sekali, baik untuk parkir atau tiket masuk. Jadi semuanya GE-RA-TIS.

Kami hanya diberi karcis untuk parkir saja dan menunjukkanya kembali bersamaan dengan Surat Tanda Kendaraan kalau sudah mau meninggalkan area. Tempat pertama yang kami kunjungi saat sampai di House of Sampoerna adalah toilet. Hahaha.

Selanjutnya kami menuju Tanamera, nah Tanamera adalah sebuah coffee shop yang ada di musem. Menyajikan berbagai macam kopi yang bisa dinikmati sambil bersantai di House of Sampoerna.. Jadi semacam ngopi a la- a la meneer gitu.

Udah puas ngadem di Tanamera meski nggak ngopi, saya dan adik lanjut ke bangunan inti museum. Nah buat kamu yang usianya belum 18 tahun, jangan harap bisa masuk dan melihat isi dari gedung House of Sampoerna, ya! Karena hanya yang berusia 18 tahun ke atas saja yang boleh masuk ke sini.

Petugas yang berjaga bisa tahu usiamu, karena setiap orang yang akan masuk ke museum ini, diwajibkan untuk menunjukkan identitas diri. Jadi jangan terkejut kalau ada yang meminta kamu untuk menunjukkan KTP/Kitas kita.

Hal ini dikarenakan, museum HoS adalah museum rokok, cengkeh dan tembakau. Sesuai dengan peraturan pemerintah, hal- hal yang berhubungan dengan rokok hanya boleh untuk usia 18 tahun ke atas. Jadi buat yang belum berusia 18 tahun jangan mencoba untuk merokok ya.. Tapi, bukan berartii yang sudah 18 tahun juga boleh merokok. Jadi gimana dong? Kembali ke masing- masing aja deh. Mana baiknya. Hehehe.

Saat pertama kali masuk ke museum inti ini, mata saya tertuju pada kolam ikan ditengah ruangan yang dikelilingi dengan dekorasi old school dan antik. Lampunya juga terkesan dibuat temaram sehingga membuat suasana jadi homey banget. Apalagi aroma cengkeh juga menyeruak diseluruh ruangan.

Nah, museum inti ini dulunya adalah rumah singgah dari pendiri Sampoerna, yaitu Liem Seeng Tek. Makanya gak heran kalau cukup banyak swafoto dari keluarga pendiri Sampoerna ini. Di sisi kanan pintu masuk ada banyak ditampilkan perkakas porselen yang pada zaman dulu digunakan oleh keluarga Liem Seeng Tek.

Sedangkan di sisi kanan ditampilkan sebuah replika toko yang didirikan pertama kali oleh pendiri Sampoerna. Selain itu juga terdapat rumah oven untuk memasak tembakau serta macam-macam tembakau yang didatangkan dari berbagai macam daerah, seperti Madura, Gunung Sumbing, bahkan Manado.

Masuk ke ruangan ke dua, di sini lebih banyak pigura beukuran besar dan juga sejarah korek yang pernah masuk ke Indonesia. Ternyata ada banyak sekali ragam jenis korek yang pernah dipakai. Namun saya hanya tau dua tipe saja. Selain itu juga ada penjelasan mengenai silsilah dari pemegang saham Sampoerna ini.


Nah, di ruangan ketiga ini lebih luas dan pemandangan lebih beragam dan suasananya juga lebih terang. Ada marching band milik Sampoerna, ada mesin pencetak kotak pembungkus rokok bahkan inti plakat yang digunakan untuk mencetak cover rokok serta peta penyebaran rokok milik Sampoerna di Indonesia.

Gedung ini ternyata punya dua lantai, jadi udah masuk ke sini sayang dong kalau gak lihat ke atas sekalian. Sayangnya saat di lantai 2 ini, kita tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar. Jadi di tempat ini digunakan untuk meracik resep rokok dan di balik kaca tebal terdapat ruangan seperti pabrik. Karena terdapat banyak meja dan kursi yang bejejer rapi.


Buat kamu yang ada di luar Jawa Timur dan penasaran kayak apa sih lantai dua di museum ini, buruan cari tiket pesawat ke Surabaya dan datang sendiri deh ke House of Sampoerna, ya!.

Setelah merasa cukup berada di museum, saya mencari spot lain yang bisa dieksplor. Ternyata ada galeri pavilliun yang pas banget waktu itu juga lagi ada pameran seni.

Di sini kita bisa lihat banyak karya unik dan bagus. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah origami kertas yang melayang (meskipun tidak literally melayang, karena ada talinya) tapi bisa bergerak karena menggunakan baterai. Jadi lucu banget suaranya kayak burung beneran.

Puas keliling dan foto- foto di House of Sampoerna, kami ingin melanjutkan perjalanan untuk melihat tempat lain di Surabaya Lama, sayangnya cuaca tidak mendukung dan kami juga harus segera kembali ke Kediri. Maklum saja, Kediri – Surabaya waktu tempuhnya sekitar 3 jam perjalanan. Jadi harus pinter- pinter buat manage waktu.

Padahal pengen banget ikut Surabaya Heritage Track, keliling- keliling kawasan di Surabaya Lama yang penuh dengan wisata sejarah ini.

Pas saya kirim foto liburan ini di grup keluarga, sepupu saya yang ada di Batam langsung mupeng pengen pulang ke Jawa. Haha. Nah, buat yang belum pernah ke Surabaya atau lagi pengen jalan- jalan ke Surabaya, yuk atur itinerary buat berkunjung ke kota pahlawan ini.

Buruan hunting harga tiket pesawat di aplikasi Pegipegi. Karena ada banyak banget pilihannya dan harganya juga bersaing. Layanan pemesanannya fleksibel dan merupakan online booking dengan inventori terbanyak dan terlengkap. Yang lebih penting aplikasinya user friendly.

Liburan kali ini asyik banget, selain refreshing juga bisa belajar sejarah rokok kretek yang turut serta dalam perkembangan ekonomi di Indonesia. Gak sabar pengen eksplor tempat bersejarah lainnya.

Jumat, Januari 25, 2019

Menyesap Syahdunya Senja di Pantai Gemah Tulungagung

  No comments    
categories: 
[Gemah Beach]
Jalan- jalan ke pantai itu, katanya paling enak kalau nggak pagi banget ya sore sekalian. Rasanya sayapun sepakat, soalnya kalau pagi dan sore udaranya masih sejuk dan mataharinya nggak menyengat. Nah jalan senang kali ini saya pergi ke Pantai Gemah di Kabupaten Tulungagung.

Sebetulnya nggak ada rencana mau ke pantai sih, awalnya dari Kediri mau  naik kereta ke Tulungagung terus jalan- jalan aja di sekitaran stasiun dan alun- alun. Tapi akhirnya diputuskan untuk naik motor aja ke Tulungagung. Kemana ke Tulungagung? Gak ada tujuan, sampai akhirnya saya berhenti di alun-alunnya. Karena sudah masuk dhuhur jadilah sekalian ngadem di masjid agung yang lokasinya tepat berada di depan Alun- Alun.

Setelah itu baru kepikiran, ke Tulungagung kenapa gak sekalian ke pantai segala umat, Pantai Gemah aja? Yaudahlah ya, akhirnya motor melaju ke selatan kabupaten Tulungagung. Pantai ini lokasinya ada di Jalur Lintas Selatan (JLS), Soireng, Keboireng, Besuki. Jaraknya kurang lebih 30 km kalau titik poinnya dari Alun- Alun, perjalanan sekitar 1 jam.

Pemandangan dari JLS memang bagus dan semilir sejuk. Nah untuk biaya masuknya cukup terjangkau, 5K per orang dengan parkir kendaraan bermotor 2K. Standart wisata di Jawa Timur. Sayangnya sih tidak ada tempat parkir resmi yang disediakan di Pantai ini. Jadi parkirnya sembarangan aja. Agak was-was sih waktu mau ninggalin motor, meskipun sudah dikunci ganda. 

Setelah sampai dan memarkir kendaraan, saya dan teman mulai eksplore pantai ini. Karena memang harinya Minggu, jadi ramai pengunjung. Gemah ini memang lokasinya mudah dijangkau dan murah meriah. Makanya gak heran kalau pantai ini jadi tujuan wisata keluarga ataupun acara tour.

Awalnya agak heran sih, kok pantai ini pasirnya cenderung coklat- hitam ya. Sebelumnya memang belum pernah menemui. Tidak seperti pantai di sekitarnya yang punya pasir putih. Ternyata ini dikarenakan adanya berbagai macam proses dari batuan yang ada di sekitarnya. Pasir yang merupakan material berupa butiran dengan ukuran sangat kecil ini berasal dari berbagai macam benda, umumnya dari batuan yang mengalami berbagai macam proses hingga berubah menjadi butiran kecil, yang umumnya kita sebut dengan pasir.

Batuanya bisa berasal dari mana saja, bisa juga dari letusan gunung berapi. Nah, jenis batuan inilah yang menentukan warna pasir yang ada di pantai. Misalnya, pasir yang berwarna putih, bisa jadi disebabkan karena batuan di pegunungan sekitar lokasi mengandung lebih banyak kapur.

Sehingga menyebabkan warna pasirnya menjadi putih. Sedangkan untuk pantai pasir yang berwarna hitam, disebabkan karena batuan di sekitar pantai mengandung banyak tanah alluvial.

Nah, karena di Pantai Gemah suasananya ramai banget, saya mencoba berjalanan ke arah timur, mencari sisi lain dari area ini. Ternyata ada nama pantai lain, yaitu Pantai Widodaren. Letaknya ya satu garus pantai aja sama Gemah. Namun lokasinya lebih sepi dan lebih tenang, selain itu juga terdapat tebing- tebing kapur di sisi kirinya. 

Suasana makin sore, saya bergegas untuk kembali ke parkir Pantai Gemah. Ternyata pemandangannya bagus juga kalau sore, agak misty gimana gitu rasanya.

Ohya, fasilitasnya sudah cukup lengkap ya di sini. Ada toilet yang bersih dan banyak, mushola, tempat makan tentunya dan saat ini sedang ada dibangun penginapan juga. 
Selain menikmati pantai, di sini juga bisa sewa ATV dengan membayar 50.000, banana boat dan juga flying fox. Mungkin lain kali bisa berkunjung lagi ke Gemah, tapi tidak saat musim hujan ya. Hehehe.


Senjanya syahdu bat!


Jumat, Desember 28, 2018

Reuni dan Safari ke Nikahan Teman Masa Kuliah

  No comments    
categories: 
Setelah sekian lama tidak berjumpa dengan teman masa kuliah di Ekonomi beberapa tahun yangl alu, akhirnya kemarin tepat di hari libur kerja, saya bersama teman satu kelas yang pas bangetk ita satu kota, sebut aja namanya Danang, berkunjung ke nikahan teman-teman masa kuliah.

Kok temen-temen? Iya, karena di hari yang sama ada 2 orang teman yang nikahannya barengan.

Satu di kota Mojokerto dan satu lagi di Sidoarjo. Ya beginilah resikonya kalau kuliah luar kota, temannya juga jauh-jauh semua. Apalagi kalau yang kuliah sampai di luar negeri, ya.

Perjalanan dimulai pukul 09.30 dari Kediri, saya tidak hanya pergi berdua dengan Danang, tapi juga dengan calon istri Danang. Syukurlah selama perjalanan semua lancar dan hanya dibeberapa titik mengalami kemacetan, maklum saja saat itu hari Minggu.

Nah, sepanjang perjalanan ini kami bertiga menemui cukup banyak acara nikahan. Selain musin hujan ternyatag juga musim nikahan.

Gimana bisa tahu kalau itu nikahan? Ya dong, kan ada dekorasinya dan beberapa kali menemui mereka yang punya hajat sedang melakukan prosesi 'temu manten'.

Kalau tidak salah menghitung, kurang lebih ada 8 acara pernikahan di hari itu. Jadi totalnya 10 kalau digabung dengan acara dua teman kami. Haha

Gara-gara sering banget melihat acara nikahan, obrolan dalam mobil pun jadi mengalir ke seputar pernikahan dan rentetannya. Pembahasannya jadi related karena dua teman saya ini juga sedang dalam proses mempersiapkan acara bahagia mereka.

Awalnya sih membahas soal gimana dua sejoli ini bisa berjumpa dan akhirnya menjalin romansa, kebetulan saya sama Danang ini adalah teman satu sekolah sejak SMP, SMA dan Kuliah.

Namun, baru SMA dan Kuliah yang sekelas. Pas kuliah pun nggak tahu kalau kita ambil jurusan yang sama.

Kemudian obrolan nyambung ke masalah budget dan soal gimana sih kebanyakan orang sekarang melihat pernikahan itu bukan lagi sebagai prosesi adat saja, tapi juga lebih dari itu.

Apalagi nih buat orang tua yang belum pernah menikahkan anaknya, udah pasti predikat 'bakal punya mantu pertama' jadi sesuatu yang wah banget.

Makanya, kita sebagai anak muda yang hidup dalam kategori Gen Y (Milenial) dan Gen Z, yang pada tahun- tahun ini dan mendatang katanya udah waktunya untuk berumah tangga dan memberi cucu pada ayah ibu. Harus bekerja lebih keras karena menikah tak lagi murah. Hehe..

Obrolan kami seru sekali sampai tidak sadar mobil yang membawa kami sudah sampai di Astoria Convention Hall. Di Mojokerto ini adalah pernikahan teman kami Rezka Barry, di sini kami juga
bertemu dengan teman-teman dan kakak tingkat Ex Fakultas Ekonomi.

Setelah dirasa cukup, sekitar pukul 13.30 kami melanjutkan perjalanan menuju ke pernikahan Mutiara Sani di Sidoarjo.

Kali ini kami dapat tambahan personel, salah satu teman kami ikut dalam rombongan untuk menuju ke Sidoarjo. Ohya, jadi dua teman saya yang menikah ini bukan teman satu kelas, melainkan teman dalam organisasi himpunan mahasiswa jurusan.

Nah, dengan bertambahnya personel suasana dalam mobil yang sebelumnya seru jadi makin seru dan ramai. Apalagi perjalanan juga cukup panjang jadi pembahasannya juga makin macam-macam.

Mulai dari cerita-cerita zaman dulu kuliah sampai ke pekerjaan masing-masing.
Ada yang cerita tentang pekerjaanya di bidang distributor, catering, pembiayaan dan marketing.

Nah karena saya juga kerja dibidang distributor dan sekeliling saya gak jauh-jauh dari orang marketing, makanya saya tertarik untuk tahu lebih dalam tentang dunia marketing dan pembiayaan.

Kan pas banget nih lagi reuni dan safari terus ketemu temen yang bekerja dibidang pembiayaan. Kayak jodoh aja gitu, soalnya beberapa waktu yang lalu saya dan adik ada bicara soal pengen kembangkan usaha yang udah lama mati suri.

Jadi kami punya toko di depan rumah, dulunya sih dibuat garasi tapi sekarang garasinya udah pindah ke sisi samping. Toko ini dulunya dibuat jualan sembako oleh ibu. Tapi sudah gak pernah dibuka lagi, meski masih ada orang yang
belanja lewat pintu samping.

Nah, tercetusnya ide untuk kembangkan usaha ini adalah karena adik saya saat ini sedang kuliah di kota sendiri, yaitu Kediri.

Suka dapat jadwal siang bahkan sore, jadi kalau pagi kan gak ada kegiatan selain tidur-tiduran doang dan suka bikin ibu naik darah, saking gak ada kegiatan sama
sekali.

Sebentar lagi anaknya juga liburan semester dan waktunya cukup panjang. Pemikirannya daripada nganggur atau cari kerjaan tapi cuma 2-3 bulan, mending jaga toko punya sendiri.

Kita sih pengennya bikin toko itu jadi petshop, jualan makanan hewan baik kucing ataupun makanan
ternak.

Sekarang sih udah merintis ya, cuma skalanya masih kecil banget dan kita belum bisau buka toko secara sah.

Masalahnya buat bikin toko ini makin besar, kita belum punya modal yang cukup, jadilah waktu sharing sama temen yang menggeluti bidang pembiayaan disarankan untuk Gadai BPKB Mobil.

Selain ada banyak pilihannya, prosesnya juga cepat dan data kita aman. Obrolan sempat terhenti karena kami sudah sampai di Gor Delta Sidoarjo, di nikahannya Mutiara Sani.

Di sini kami juga ketemu lebih banyak alumni Ekonomi, seneng banget bisa reunian dan sharing-sharing.

Suasananya juga santai dan kita yang dari Kediri bisa agak lama istirahat. Sekitar pukul 17.30 kami memutuskan untuk pulang.

Pas di jalan buat pulang, saya mikir ide temen saya soal pembiayaan itu boleh juga untuk dicoba, mungkin jalannya emang gini buat bisa mewujudkan toko impian kami.

Syukur alhamdulillah waktu coba bilang sama ibu dan bapak kok diizinin. Wah seneng banget!.

Doain ya, semoga semua bisa lancar. Dikumpulin buat modal nikah. Eh.

Minggu, Desember 23, 2018

Tiga Alasan untuk Tidak Tergesa Membeli Motor Baru Secara Kredit

  No comments    
categories: 
Buat kita anak fresh graduate yang sudah bekerja dan bisa memiliki motor baru adalah hal yang menyenangkan dan patut disyukuri. Dikarenakan tidak semua orang mampu melakukannya meskipun sebenarnya butuh. Padahal, kalau pengen punya motor terbaru di negeri ini sebenarnya tidaklah terlalu sulit.

Asalkan bisa melengkapi berkas administrasi yang dibutuhkan,
kita sudah bisa langsung membawa pulang sepeda motor yang kita idamkan.

Hanya saja, kemudahan tersebut kadang dan seringnya menimbulkan masalah. Sebagian orang yang merasa dirinya mampu, kemudian bermudah-mudah dalam melakukan kredit. 

Salah satunya adalah dengan mengambil kredit sepeda motor baru, tanpa pertimbangan yang matang. Hal ini sering terjadi karena seseorang tergoda dengan promosi media yang dilakukan oleh pabrikan motor.

Padahal, mengambil keputusan secara buru-buru adalah hal yang bukan tanpa risiko. Tidak sedikit orang yang menyesal di kemudian hari karena tergesa-gesa dalam membeli motor baru dengan cara kredit. Diantaranya adalah;

Upgrade Tipe Kendaraan

Bukan rahasia lagi kalau negera berkembang seperti Indonesia ini merupakan salah satu “surganya” sepeda motor. Hampir setiap tahun selalu ada keluaran varian motor terbaru. Meskipun terkadang tidak sepenuhnya baru, hanya dalam waktu satu atau dua tahun, satu tipe sepeda motor bisa mengalami lebih dari satu kali upgrade baik itu minor uprgade atau major upgrade.

Padahal masyarakat yang melakukan kredit motor, mayoritas mengambil kredit paling tidak tenornya selama tiga tahun. Kredit selama tiga tahun ini umumnya memiliki nilai angsuran yang aman karena nominalnya tidak terlalu besar dan waktunya tidak terlalu lama.

Namun yang seperti ini bukannya tanpa risiko. Dengan waktu upgrade yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan waktu penyelesaian angsuran, terkadang menimbulkan penyesalan bagi sebagian orang. Belum beres angsuran eh udah muncul aja yang baru.

Sebagian penyesalan ini muncul karena ada kalanya upgrade yang dikeluarkan tersebut menambahkan fitur yang sebenarnya dibutuhkan.

Sedangkan pada versi kendaraan yang masih dicicil ini, fitur tersebut belum ada. Atau pada versi upgrade yang terbaru, beberapa keluhan yang sering disampaikan oleh pengguna sudah berhasil diatasi. Sehingga pengguna yang masih mencicil kredit
harus bertahan dengan keluhan yang harus diatasi sendiri. Hehe.

Banyak Rilis

Upgrade pada tipe sepeda motor umumnya dilakukan dengan mengubah desain pada bodi atau memperbaiki sedikit bagian pada spare part dan mesin. Hal ini secara umum tidak menjadikan kendaraan tersebut benar-benar baru. Hanya sekadar menjawab
keluhan dari pengguna atau memberikan tambahan yang diinginkan dari berbagai masukan yang ada.

Di antara hal yang bisa memberikan penyesalan lebih besar bagi
orang yang sedang mencicil motor adalah keluarnya motor terbaru yang lebih menggoda. Hal ini sering terjadi karena persaingan antar pabrikan motor memang cukup ketat.

Untuk kelas skuter matic misalnya, sebuah pabrikan bisa mengeluarkan lebih dari dua lini produk agar bisa memenangkan persaingan di pasar. Bandingkan dengan kelas motor sport yang sering kali hanya memiliki satu lini produk unggulan untuk sebuah kategori.

Motor-motor baru yang dikeluarkan oleh pabrikan saling berusaha untuk memberikan inovasi baik dari sisi kenyamanan, fitur maupun performa. Di satu sisi persaingan ini memberikan banyak pilihan bagi pengguna.

Namun di sisi lain, munculnya produk-produk baru tidak jarang
menimbulkan penyesalan bagi yang sedang mencicil motor namun sudah tergoda dengan motor baru yang lain.

Kredit Macet

Bisa jadi ini adalah penyesalan terbesar dari seseorang yang memutuskan untuk mencicil motor. Kredit macet memang bisa terjadi karena banyak hal, baik dari internal maupun eksternal seseorang. Namun salah satu penyebab yang sering menjadikan kredit tidak lancar adalah karena memaksakan kemampuan. 

Banyak orang berani mengambil kredit motor terbaru karena memiliki gaji bulanan yang membuatnya merasa aman. Padahal bisa jadi seseorang mengalami pengeluaran yang tidak terduga dalam hidupnya.

Pada saat kondisi sulit seperti itu, seseorang akan dihadapkan pada beberapa pilihan. Apakah tetap melanjutkan kredit ataukah mengalihkan kredit pada orang lain, atau bahkan malah sengaja menghentikan kredit dengan risiko motor disita.

Kredit macet juga banyak terjadi karena menuruti keinginan yang sebenarnya tidak urgentSehingga ketika muncul keperluan yang lebih mendesak, barulah penyesalan tersebut terasa karena sudah menghabiskan biaya untuk keperluan yang sebenarnya bisa ditunda.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko penyesalan di kemudian hari akibat mengambil kredit motor. Salah satunya adalah berusaha menahan diri agar tidak mudah tergoda untuk memiliki motor-motor keluaran baru.

Membeli motor bekas dari tipe motor baru pun sebenarnya juga bukan pilihan yang buruk, selama bisa memilih dengan baik. Salah satu tempat terbaik untuk memilih motor terbaru dan motor bekas berkualitas adalah di Bukalapak. Di Bukalapak ada banyak
pilihan motor, helm motor, aksesoris dan spare part yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan.
[Bukalapak]
Kita juga bisa mengambil pilihan kredit untuk banyak produk otomotif yang tersedia di sana. Manfaatkan segala kelebihan ini dengan mengunjungi Bukalapak sekarang juga.

Minggu, Desember 09, 2018

Cara Paling Mudah Bikin Domain .com

Pertanyaan dengan judul di atas sebenernya udah sering banget saya terima, tapi baru kali ini punya kesempatan buat menuliskanya.

Dulu waktu masih kuliah dan cukup sering diminta untuk ngisi kelas TIK di SMA oleh almarhum guru TI, dan kok pas banget kurikulumnya tentang blogging. Banyak dari adik- adik angkatan yang tertarik untuk bikin blog, apalagi saat itu setiap siswa wajib ain' punya blog. 

Gimana gak mau wajib, orang penilaian TIK selama satu semester itu tugas-tugasnya harus ditulis di blog masing- masing. Jadi guru cuma menerima laporan via url aja. Haha.

Agak sedikit pemaksaan sih yaa. Tapi bagus kan, jadi paperless. Sebenernya konten seperti ini udah banyak banget sih yang membahas, cuma yang membedakan antara satu dengan yang lain adalah dari segi bahasanya aja. Jadi boleh dong saya ikut membahasnya juga dari kacamata pribadi saya.

Ah iya, saya tuh ngeblog sejak 2008, tapi baru ganti ke domain .com sekitar tahun 2012. Alasannya sih simpel yah, karena di tahun 2008-2011 saya kan masih anak sekolah. Jadi, duitnya masih cekak. Sekarang ya mendingan lah. HAHAHA. 

Oke deh, yuk kita bahas soal gimana sih caranya bikin blog modal klik klik aja dan bikin blogmu punya nama yang simpel dan pendek. 

Pertama, kamu boleh pilih mau bikin di blogspot atau wordpress. Kalau saya sejak awal memang di blogspot, karena saya merasa lebih mudah untuk saya manage blog ini.
[Tampilan Blogspot]
[Tampilan Wordpress]
Caranya super simpel. Ketik aja di address bar www.blogger.com atau www.wordpress.com, lalu klik daftar. Isi sana sini, klak klik sana sini and voila dalam hitungan menit, kamu sudah punya blog. So easy!.

Nah, ketika kamu sudah punya blog dan pengen mem-per-pendek nama blog kamu, supaya lebih kece dan easy listening ketika temen-temenmu tanya alamat blog yang kamu punya, kamu cukup berkenalan dengan domain. 

Hmm.. Apasih domain itu? Simpelnya, Domain adalah alamat unik pada sebuah website. Contohnya nih, dulu blog ini namanya silvianapple.blogspot.com, lalu sekarang berganti menjadi silviananoerita.com

Domain sendiri ada banyak pilihannya, bisa .com; .net; .org; .info dan masih banyak lagi. Kamu bisa pilih sesuai dengan kebutuhan kamu ya. 

Buat yang kepentingannya biasa- biasa aja, seperti saya misalnya. Lebih baik pilih yang .com karena selain familiar harganya juga murah dan paling murah diantara yang lainnya. 

Cara berkenalan dengan domain atau membuat blog kamu menjadi TLD (Top Level Domain), kamu harus menentukan nama apa yang ingin kamu pakai untuk blog kamu. 

Lalu, masuk aja ke  https://www.domainesia.com, kebetulan banget saya lagi mau daftarin blog adik. Jadi namanya rezaldy. Jadi pilih yang .com saja.

Bisa pilih yang domain saja atau pilih paket hemat. Sebetulnya enak yang paket hemat karena all in dengan hostingnya juga.

Jika sudah sign in dengan akun yang kamu punya, pilih selesaikan pembayaran maka selanjutnya akan ada invoice yang ditagihkan ke kamu. Setelah kamu memproses pembayaran dan melakukan konfirmasi maka permintaanmu untuk nama domain akan segera diproses oleh pihak Domainesia. 

Nah, kalau udah makin pro ngeblognya dan jumlah pengunjung kamu sudah banyak banget, bahkan kalau bisa jumlahnya melebihi gaji bulananmu, kamu bisa pesen VPS atau Virtual Private Server. Nah asiknya di Domainesia ini juga jual VPS murah, buat kamu yang udah pro banget.

Buat yang belum tau, kelebihan dari beli domain dan segala hal yang berhubungan dengan blog kamu di Domainesia adalah kamuu bisa bebas pilih lokasi server, gak cuma di Indonesia aja, bisa di Jepang (JP) , Dallas (US), dan Singapura (SG). Harganyapun juga sama.

Selain itu Domainesia juga punya garansi 99,9% uptime, jadi pihak Domainesia memberikan garansi maksimal buat kita para pelanggan setianya. Kelebihan lainnya dari penyedia layanan ini adalah mereka punya fasilitas cloud backup dan data restore, jadi ketika kamu melakukan kesalahan dalam konfigurasi apapun, Domainesia menjamin data kamu tidak akan hilang.

Proteksinyapun ekstra dan kalau dalam 10 hari penggunaan kamu sebagai customer tidak puas, Domainesia menggaransi uang kembali. Selain itu juga masih banyak kelebihan dari Domainesia ini. 

Gimana? Tertarik buat beli domain hosting dan migrasi ke Domainesia? Support system mereka siap membantu dengan senang hati.