Minggu, Mei 19, 2013

Hari 4 ABFI

  2 comments    
categories: 
Sebelum kamu baca post ini, lebih baik kamu baca yang ini dulu :
Hari 1 ABFI
Hari 2 ABFI
Hari 3 ABFI
---

Sunday                                PIC :  Sahid and Hendri Seatiwanto
12 May 2013       08.00 – 10.00      City Tour :           
                                1. Museum Batik Danar Hadi      
                                2. Home Industry Batik Laweyan              
                                                 
 10.00-12.00        Kata Sambutan Pihak Keraton, KGPH Dr. Edi Wirabhumi
                                Kata Sambutan Kemenlu
                                Lunch and Clossing Ceremony at the Solo Palace (Karaton Surakarta Hadiningrat)             
                                Clossing Remarks - Ministry of Tourism and Creative Economy of The Republic Indonesia
                                Goodbye by Committee              
                12.00 – 13.00      Check out

Huah, sampai juga di hari ke 4. Ini artinya, hari terakhir acara Asean Blogger Festival 2013. Berbeda dengan hari sebelumnya, kali ini kami harus bangun pagi buta untuk makan pagi dan mengikuti acara yang sudah dijadwalkan. Jam 6 kami harus sudah bersiap di lobi untuk makan pagi, tapi saya dan teman sekamar jam 5.45 baru bangun, padahal ketiga- tiganya sudah menyiapkan alarm terbaiknya untuk bangun pagi. 
Setelah saya, teh Nchie dan Kak Tery mandi kilat, dan selesai 6.30, kami menuju madugondo resto yang berada di area hotel Kusuma Sahid. Setelah sarapan dengan kilat, peserta dari Kusuma Sahid naik bus menuju statsiun untuk menaiki kereta uap. Kenapa harus pagi- pagi ? yap, karena jika terlalu siang, kami tidak dapat melewati akses jalan seperti sewajarnya, karena adanya CFD di Slamet Riyadi, untuk menghindari kemacetan, maka kami berangkat lebih awal.



Beruntung, kereta belum berangkat, saya, Pradina, dan Ria berlarian menuju gerbong utama, kami memilih tempat yang dekat dengan jendela. Selama perjalanan, kami tak berhenti memotret. naik kereta api uap sama halnya dengan naik werkudara, semua mata tertuju pada kami. Tak lupa kami melambai- lambaikan tangan pada masyarakat Solo yang sedang menikmati CFD. Hahha..
Setelah beberapa kali berhenti untuk foto- foto dengan masyarakat dan komunitas yang berada di CFD, kami melanjutkan perjalanan hingga sampai di statsiun Solokota. Saya dan mbak Niar blogger Suroboyo masih sempat- sempatnya melakukan foto levitasi. Hahaha







Tak lupa juga berfoto bersama blogger yang lain, meskipun saya juga membawa kamera, saya ikutan nimbrung di lensa teman- teman blogger lainnya. Buat kenang- kenangan mereka. :D
Oh ya, kami berhenti di stasiun Solokota untuk menunggu kereta uap menambah amunisi untuk berputar arah, hingga akhirnya kami berhenti di suatu pertokoan yang saya lupa namanya, di sini teman- teman dari Sahid Jaya sudah menunggu untuk bergantian menaiki kereta uap. Setelah berdiskusi dengan panitia serta participan lainnya, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke pasar Klewer dan diteruskan ke Keraton untuk penutupan ABFI. Pukul 9 kami sampai di pasar klewer dan pukul 10 kami sudah harus menuju ke keraton supaya tidak tertinggal acara. 

Saya, Pradina, dan Ria memutuskan untuk masuk ke area pasar terbesar se Asia ini. Saat itu, kondisi sangat gelap dikarenakan adanya pemadaman. Ternyata, pukul 9, penjual di pasar ini baru bersiap untuk menggelar dagangannya. Saya memutuskan untuk membeli 1 celana batik, dan 1 rok batik, untuk ibu saya membelikan daster, dan untuk adik saya membeli 1 kaos berbordir gatotkaca, saya tidak membeli oleh- oleh untuk ayah karena baju batik ayah sudah sangat banyak. Hehe

Selama berbelanja, saya hanya diam dan mengikuti Pradina serta Ria. Sungguh, mereka berdua pandai benar menawar. Dari hasil belanjaan kami, untuk sandang, tidak ada harga diatas 25ribu. Padahal harga awal adalah 30-35 ribu rupiah. Mereka berdua benar- benar lihai menawar dan meyakinkan penjual untuk memberikan harga miring pada kami. xD – oh ya, kata Pradina dan Ria, saat berbelanja di pasar klewer sebaiknya kita menggunakan bahasa jawa yang sopan, sehingga penjual akan mudah memberikan diskon.
Sejauh itu, saya hanya memperhatikan mereka berdua, dan kemudian menerapkannya pada kaos yang saya beli untuk adik. Hehe

Tak mau kehilangan momment, kami tetap berfoto- foto. Setelah sampai di area kasunan, saya melihat ada bapak penjual souvenir gantungan kunci, celengan, serta hiasan dari akar wangi. Saya memutuskan untuk membeli gantungan kunci berbentuk boneka, gajah, serta kura- kura. 10ribu dapat 3, jika 1 harganya 4ribu rupiah -_-. Akhirnya setelah memilih, saya memutuskan untuk membeli 20ribu, dan menawar untuk mendapat bonus 1 gantungan kunci. Jadi dengan 20 ribu saya mendapat 7 gantungan kunci. Bapak penjual agaknya ragu memberikan bonus pada saya, tapi dengan kemampuan retorika Pradina, yang mengatakan “nggeh pun pak, wong nggeh tumbas katah” (iya lah pak, kan beli banyak.red) dan diiyakan oleh Ria, akhirnya bapak penjual memberikan bonus pada saya. B| *makasih Dina dan Ria :* :* haha

Sebelum kami masuk ke area utama kasunan, saya dan Pradina menunggu Ria yang permisi ke kamar mandi. Disini kami juga bertemu dengan mbak @riacitijanks yang bercerita kalau kemarin sore berjumpa dengan Pak Jokowi. Selanjutnya kami masuk ke area kasunan, dan masih melewati satu gerbang besar.
Di kasunan ini, ada beberapa larangan yang harus kami patuhi, yaitu kami ‘sebaik’nya menggunakan rok panjang supaya lebih sopan, dan jangan memakai sandal. Namun, setelah pihak panitia bernegosiasi dengan pihak kasunan, akhirnya kami yang menggunakan celana panjang boleh masuk, dan untuk yang memakai sandal harus dilepas di depan pintu. 

 saya di kasunan


Sepanjang pengamatan saya, kasunan Surakarta ini lebih tertutup dibanding dengan Keraton Jogja. Suasana di sini lebih sepi dan ayem, sejuk karena banyak pohon yang tertata rapi.
Setelah acara foto- foto dengan beberapa teman, kami diarahkan untuk masuk ke aula besar yang lagi- lagi saya lupa namanya karena memang sangat kejawen. Susah dihapal. Saya juga lupa tidak mencatat karena kondisi badan yang sudah sangat lelah. Lelah mengakibatkan bad mood, jadinya saya lebih banyak diam untuk menyimpan energi.

Selama acara berlangsung, saya duduk di sebelah mas Dedex blogger Bojonegoro. Setelah sambutan dari pihak keraton, mas Nopy sebagai ketua acara. Setelah sambutan kami juga diberi suguhan dari pihak keraton berupa tarian yang sangat cantik. Dua tarian seingat saya, yang pertama ada 4 wanita sebagai penari, dan yang ke dua, 2 orang laki- laki. 
Setelah acara selesai, pukul 12.30, kami makan siang di keraton. Dua menu yang disuguhkan kepada kami, yang pertama makanan sejenis gado- gado, dan yang kedua nasi dengan sayur pepaya, telur, dan ayam bumbu kuning yang atasnya diberi toping seperti sambal berwarna putih dan tidak pedas.
Bukan blogger namanya kalau tidak narsis, sebelum kami pulang, participan dari Indonesia berfoto bersama sambil menenteng banner ABFI.


 Kami pulang bersama naik bus yang sudah disediakan, dan bersiap untuk check out. Semalam sebelum tidur saya sudah packing, jadinya sekarang tinggal leha- leha saja. Maksud hati ingin mandi sebelum pulang, tapi tertunda dikarenakan bus rombongan jatim sudah siap membawa kami pulang. Hingga akhirnya, saya baru mandi di Senin pagi. :G
Sebelum pulang, saya diberi oleh- oleh dari teman sekamar saya. Teh Nchie memberikan 3 coklat chocodot dan Kak Tery memberi album Membuat Cinta karya Kak Tery dan pacarnya, kak Jay. Saya ? Ga ngasih apa- apa. Maap teh, kak. Ntar lain waktu yak. Hehe

Setelah berpamitan dengan seluruh participan, kami rombongan Jawa Timur diarahkan oleh Cak Wigi (co. bus Jatim) untuk masuk ke bus. Setelah adanya pembagian bus yang turun di bungur dan tidak kami bersiap pulang. Sebelumnya, ada perwakilan panitia ABFI yang meminta maaf jika ada kurangnya acara.
Bus kami melaju pulang.

Pukul 18.00 kami sampai di Ngawi untuk ibadah sholat maghrib dan mengisi perut. Saya dan teman yang lain, memutuskan untuk membeli pop mie karena mepetnya waktu. Saya duduk bareng Pradina karena saya mau bubuk cantik. Hehe

00:00 kami sampai di Bungur. Setelah berpamitan dengan teman rombongan, yaitu plat m, dan delta blogger, saya bersama teman dari blogger Ngalam bersiap untuk mencari bus patas menuju Malang. Oh ya, teman dari blogger Ngalam ini adalah Mas Haqqi, Mba Nita, Dimas, Fuad, Alvian, serta Pradina. Setelah berunding, akhirnya kami memutuskan untuk carter mobil supaya bisa diantar sampai depan rumah/kost.
Perundingan yang alot antara kami dan bapak tukang carter, hingga akhirnya kami memtuskan untuk naik bus biasa. Ini pertama kalinya saya naik bus dari Surabaya ke Malang, dan saya juga pertama kalinya menginjakkan kaki di terminal Arjosari.

Kebingungan ke dua dimulai. Saya bingung mau naik apa untuk pulang ke kost di pagi buta, jam 2 pagi! Mba Nita sudah turun di Singosari, mas Haqqi memutuskan untuk naik taksi karena memang tempatnya yang paling jauh, Sengkaling. Pradina di jemput oleh ‘teman’ nya. Tinggal saya, Dimas, Fuad (keduanya semster 2 di UB) dan Alvian (UIN, semster 4). Oke, calm down, saya jam 2 pagi bersama 3 cowok yang baru saya lihat muka dan tahu namanya barusan di terminal Bungur. Akhirnya, kami sepakat untuk naik taksi juga, namun sopir taksi tidak mau menggunakan argo, dan mematok harga 75ribu.

Lagi- lagi saya hanya jadi follower karena memang tidak tahu apa- apa. Akhirnya, kami mencarter mobil elf dengan tarif 60ribu rupiah untuk 4 orang. Penumpang pertama yang turun adalah Fuad, disekitar UB, dan yang ke dua adalah saya dan Alvian, oh ya, saya diantar Alvian ke kost, sebelumnya transit dulu di kontrakan Alvian di daerah Merjosari. Saya benar- benar canggung, karena ini adalah pertama kalinya saya berada di luar rumah sepagi itu. dan yang ketiga adalah Dimas, yang kontrakannya berada di daerah Tidar. 
Setelah berjalan sekitar 100 meter, kami sampai di tempat kontrak Alvian. Saya beberapa kali mengucapkan maaf karena pasti akan merepotkan dan juga bertanya, apakah ini tidak apa- apa. Hehe. Sumpah culun saya!.

Setelah sampai, saya menunggu agak jauh, dan Alvian mengambil motor untuk mengantar saya pulang. Terimakasih ya. 

Saat di Bungur saya mengirim sms ke semua teman kost, bertanya apakah masih ada yang bangun. Untungnya ada Ida, adik kost saya yang masih terjaga, dan saya memintanya untuk membukakan gerbang nanti saat saya pulang, namun karena Ida masuk pagi, saya memutuskan untuk meminta dia untuk tidak mengunci gembok gerbang. Pukul 2.30 saya masuk kamar kost dengan selamat. Alhamdulillah..
Pengalaman yang sangat jelas tak akan pernah terlupakan selama 4 hari 3 malam bersama teman dari seluruh Indonesia dan juga dari ASEAN.
Solo memang nyaman, Solo memang berkesan. Semoga dilain waktu saya dapat mengunjungi solo lebih lama lagi. :D
-
selesai

*untuk foto nanti saya tambahkan saat inet saya sudah normal yak. Oh ya, boleh ditengok di GPlus saya juga :) 

2 komentar:

  1. Oalah silvi sekamar sama teh Nchie toh.. wah pastinya seru dan rame banget dong ya. Dan.. aku juga dapet coklat hasil ngrampok teh Nchie hehe


    By. Yuniarinukti.com
    Sil, settingan komennya jadiin alltype dong.. :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa mbaak :D . kemarin sekamar sama siapa ajah ??
      iya nii udah diganti :D hehehe.. thanks sarannya.. hehehe

      Hapus

Keep Blogwalking!