Kenal Lebih Dekat dengan Teman Kreasi Indonesia

Gambar
Sejak pandemi datang, rasanya makin banyak teman-teman yang bergerak menjadi wirausaha dan kreator. Kebanyakan awalnya cuma coba-coba, ternyata banyak juga yang berhasil dan keterusan sampai sekarang. Nah beruntungnya, sekarang ini ada banyak sekali dukungan dan kemudahan yang diberikan kepada pengusaha dan kreator lokal. Salah satunya adalah dukungan dari PT Smartfren Telecom Tbk. Para pengguna setia Smartfren pasti udah ga heran kalau Smartfren selalu punya gebrakan baru. Program terhits yang baru diluncurkan oleh Smartfren kali ini adalah Teman Kreasi Indonesia. Program ini merupakan sarana pemberdayaan lanjutan yang memiliki basis pengembangan dan penguatan komunitas kreatif di masyarakat. Sama seperti sebelumnya prinsip yang digunakan oleh Teman Kreasi Indonesia adalah kokreasi yang saling mendukung. Maka dari itu Teman Kreasi Indonesia diharapkan dapat mendorong lahirnya banyak wirausahawan sosial, wirausahawan digital, serta kreator lokal di tanah air. Pada tanggal 25 Maret 2021

Tentang Petugas Pemanggil Antre KAI

Argh! Saya sebenarnya selalu benci menulis tentang hal- hal seperti ini, macam ini. Apalagi merasakan dan melihatnya sendiri. Dari melihat itulah saya jadi punya inspirasi. Menyebalkaaaaan!.

Siang tadi, (Jumat, 28/2/2014), saya mengantarkan mba kost ke stasiun Kota Malang untuk pulang ke TulungAgung, dan juga sekalian saya beli tiket untuk pulang tanggal 20 Maret. Nah, kebetulan kondisi stasiun lumayan padat. Loket- loket penuh, dan tempat mengisi form pemesanan kereta juga penuh sesak, apalagi bolpoin yang disediakan juga limited. Hanya 5 biji. LIMA BIJI untuk ratusan orang yang akan membeli tiket. Untungnya, saya sudah pengalaman dengan hal tersebut, maka dari itu saya membawa bolpoin sendiri.

Setelah mengambil nomor antre, saya mengisi form dekat dengan petugas pemanggil antrean. Tepatnya, berada di meja charger, datanglah bapak- bapak dengan agak bingung, sudah lumayan /sepuh/ (tua). Bertanya pada petugas, eh malah gak ditanggapi. Oke, disitu saya memerhatikan petugas sedang menjawab pertanyaan dari calon penumpang lainnya, perempuan dan masih muda. Yes! Busuk sudah pikiran saya melihat si bapak tua bertanya tapi tidak langsung ditanggapi. Begitu selesai mamas petugas tak kunjung menjawab pertanyaan si bapak. Awalnya saya kira, petugas tersebut sedang mempersiapkan pertanyaan. Ternyata ? Tidak. Sampai bapak tua mengulang pertanyaanya, dan kalian tau ? petugas bilang apa ? "sebentar pak", tanpa menoleh.

Geram ? Ya, kalau masih punya hati kayaknya bakalan geram juga kalau melihat orang yang sudah sepuh diperlakukan begitu, apalagi si bapak ini kelihatan bingung. Disitu saya langsung bilang, "Pak, tanya sama saya saja, gak usah sama dia (petugas)", kemudian mata kami (saya dan petugas) bertemu, dan saya cuma bilang "PARAH!". 

Ternyata bapak tersebut akan pergi ke Banjar- Bandung.

--

Oke, ini bukan sekali dua kali saya melihat hal- hal semacam ini. SERING! SANGAT SERING!. Bahkan saya juga sering diperlakukan yang sama, untungnya setiap diperlakukan kurang baik oleh orang lain, ketepatan mood saya lagi bagus, jadi agak bisa stay cool gitu. B|

Saya gak tau, apa orang KAI (Petugas KAI) dibayar pakai uang yang kami bayarkan untuk beli tiket, tapi yang jelas, jika ada cara yang baik untuk mengemukakan pendapat dan sikap, kenapa malah milih yang tidak baik. Putih lebih terang daripada hitam.


Komentar

  1. Setuju banget.. parah tuh petugas...
    Pilah-pilih penumpang,..

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame