Sekali ke Gunung Kelud, Tiga Wisata Bisa Dikunjungi

Gambar
Gunung Kelud, masih jadi primadona wisata alam yang wajib dikunjungi kalau datang ke Kediri, Jawa Timur. Setelah sekian lama tutup karena dampak letusan tahun 2014, gunung kelud saat ini sudah bisa dikunjungi sampai kawah lagi. Yay. Buat yang belum tahu, Gunung Kelud ini merupakan gunung berapi yang masih aktif. Kelud berada di perbatasan tiga daerah, yaitu Kediri, Blitar dan Malang. Nama Kelud atau Kelut dalam bahasa jawa artinya sapu, dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot, Kloet atau Kloete . Nama Gunung ini berasal dari kata 'Jarwodhosok' yaitu 'ke' (kebak) dan 'lud' (ludira) yang artinya bisa merenggut banyak korban tidak berdosa. Setelah letusan tahun 2014, gunung Kelud bisa dikunjungi namun hanya sampai di parkir terakhir saja. Setelahnya kita bisa mendaki atau naik ojek. Kabar terbaru saat ini gunung Kelud sudah bisa dikunjungi seperti sedia kala. Btw, seperti pepatah ada banyak jalan menuju Roma, begitu pula dengan rute ke Gunung Kelud. Untuk menuju

Investasi dari yang Paling Kecil Melalui Tabungan Emas di Pegadaian

Lulus kuliah dan mengenal dunia kerja, artinya usia saya sudah bukan masuk dalam kategori anak remaja lagi, karena  20+ adalah masa dimana saya harus mulai memikirkan tentang masa depan untuk kehidupan yang lebih baik. Sependek pemikiran saya saat ini, saya hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pribadi, seperti travelling, jajan, dan amplop kondangan.

Sisanya saya tabung untuk menikah modal usaha, karena kami anak lulusan ekonomi punya tujuan hidup yang sama, yaitu mau jadi pengusaha, di KTPnya tertulis wiraswasta dan ogah jadi karyawan terus-terusan. Sayangnya, banyak yang mengingari ikrarnya, termasuk saya sendiri. Padahal kalau kita punya usaha sendiri, selain membantu diri sendiri apalagi buat yang gak suka terikat kontrak kerja dan SOP orang lain, kita juga bisa mengurangi pengangguran (yaaa meskipun sedikit banget), dan semakin banyak pengusaha negara kita Indonesia tercinta akan semakin siap menghadapi MEA. Eaaaaa, berat kali omongannya. 
[Kantor Pegadaian Gurah]

Beruntungnya saya punya teman yang gak pelit informasi, waktu ngobrol-gosip soal job-job'an saya disaranakn untuk membuka Tabungan Emas di Pegadaian. "Dikit-dikit, ajeg, dan bakalan jadi bukit" katanya. Setelah googling dan baca di website Pegadaian.co.id soal untung rugi-nya punya tabungan emas, akhirnya Senin (28/11) kemarin saya datang ke salah satu kantor Pegadaian di Kabupaten Kediri untuk membuka tabungan emas. Apalagi ini pertama kalinya saya punya pengalaman menabung emas.
Syaratnya mudah dan prosesnya cepat. Cukup dengan datang ke kantor Pegadaian, menyerahkan kartu identitas yang masih berlaku, mengisi formulir, kita akan ditanya ini pertama kalinya atau sudah pernah membuat rekening di pegadaian lalu data kita akan diinput dan gak sampai 20 menit saya sudah sah punya buku tabungan emas. Ohya tidak semua kantor pegadaian bisa mencetak buku rekening tabungan emas di hari yang sama, saya sarankan kamu membuatnya di cabang Pegadaian yang besar. Kalau di daerah terdekat rumahmu adanya Pegadaian cabang kecil kamu tetap bisa mendaftar, tapi itu tadi buku rekening tidak bisa dicetak di hari yang sama, harus menunggu maksimal 2 hari.
[Formulir Data Nasabah]

Setoran awalnya juga kecil banget, seharga 0.01gram emas atau kurang lebih dibulatkan menjadi Rp. 6.000 rupiah saja. Ya ampun ternyata seharga beli pulsa goceng!. Kemarin saya membuka dengan menyetorkan Rp. 30.000 untuk biaya fasilitas dan administrasi. Seharusnya sih Rp. 55.000 tapi katanya dapat diskon biaya administrasi. Total saldo yang saya dapatkan dipotong dengan biaya materai serta formulir adalah 0.0292 gram.



Keunggulan lain yang dimiliki oleh tabungan emas yang saya rasakan adalah saya gak berat mau buka rekening karena setoran kecil banget, rekening ini nantinya bisa dicairkan dalam bentuk dana jika sudah
terkumpul minimal 1 gram emas dan kalau pengen punya emas batangan silakan menunggu hingga tabungan emas terkumpul minimal 5 gram. Untuk harga emasnya fleksibel sesuai dengan rate saat dilakukan transaksi, dan yang paling penting nasabah tidak diwajibkan untuk menabung setiap bulan, fleksibel sekali pokoknya. 

Saya juga sempat bertanya, apakah ada bulan maksimal tidak menabung sama sekali di pegadaian, kan kalau di bank konvensional maksimal 6 bulan tidak ada transaksi tabungan akan hangus. Bapak petugas bilang "tidak ada kok, tapi masak ya tega gak nabung sama sekali, kan di Pegadaian ini kita belajar investasi dari yang paling kecil, minimal Rp. 6.000 saja".

Wah, makin semangat saya untuk rajin menabung dan investasi emas, keinginan untuk menikah punya usaha sendiri semakin dekat. Karena saya percaya tidak ada yang mudah dalam hidup, kalau mau enak kita sendiri yang harus mengusahakannya. Ayo nabung emas di Pegedaian, bisa buat mahar kamu nikah loh. :D

~ Silviana.

Komentar

  1. Wah,boleh juga nih infonya....
    mengaminkan mimpi2mu Sil.aamiin

    BalasHapus
  2. kok jadi pengen juga ya buat tabungan ini?

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame