Sekali ke Gunung Kelud, Tiga Wisata Bisa Dikunjungi

Gambar
Gunung Kelud, masih jadi primadona wisata alam yang wajib dikunjungi kalau datang ke Kediri, Jawa Timur. Setelah sekian lama tutup karena dampak letusan tahun 2014, gunung kelud saat ini sudah bisa dikunjungi sampai kawah lagi. Yay. Buat yang belum tahu, Gunung Kelud ini merupakan gunung berapi yang masih aktif. Kelud berada di perbatasan tiga daerah, yaitu Kediri, Blitar dan Malang. Nama Kelud atau Kelut dalam bahasa jawa artinya sapu, dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot, Kloet atau Kloete . Nama Gunung ini berasal dari kata 'Jarwodhosok' yaitu 'ke' (kebak) dan 'lud' (ludira) yang artinya bisa merenggut banyak korban tidak berdosa. Setelah letusan tahun 2014, gunung Kelud bisa dikunjungi namun hanya sampai di parkir terakhir saja. Setelahnya kita bisa mendaki atau naik ojek. Kabar terbaru saat ini gunung Kelud sudah bisa dikunjungi seperti sedia kala. Btw, seperti pepatah ada banyak jalan menuju Roma, begitu pula dengan rute ke Gunung Kelud. Untuk menuju

Mengawal Kemeriahan Kegiatan Agustusan Desa


Beberapa waktu yang lalu desa kami, untuk kesekian kalinya turut meramaikan HUT RI ke 72. Meskipun kegiatan ini bertema semangat Agustus, namun serangkaian acara ini selalu dan selalu diadakan di bulan September.

Saya sendiri baru pertama kali ikut memeriahkan acara Agustusan di desa. Kenapa? Karena hampir setiap tahun selalu tidak berada di rumah tatkala acara ini dihelat. Seperti misalnya beberapa tahun yang lalu, saya berada di Malang untuk kuliah, di tahun 2015 pun juga sama. Saat dimana ada acara desa, saya sedang wisuda. Begitu juga dengan tahun 2016 saya sedang berada di Batam. Nah baru tahun inilah bisa ikut memeriahkan kegiatan desa.

Kali ini kegiatan desa sangat meriah, karena hampir seluruh masyarakat ikut berpartisipasi. Yang dulunya gak mau ikut- ikutan, tahun ini berlomba untuk menampilkan yang terbaik. Serangkaian acara desa saya antara lain, pawai karnaval, bazar, dan serangkaian lomba. Untuk acara karnaval, sistemnya dibuat per Rukun Warga.

Di desa saya ini ada 4 Dusun, masing- masing punya 3 RW jadi totalnya 12 RW yang ikut memeriahkan karnaval. Sedikit? Mungkin iya, tapi quantity masyarakat yang ikutan itu loh buanyak! Sampai acara ini baru selesai dari pukul 13.00 - 18.00, padahal rutenya tak sampai 5 kilometer. 

Nah kebetulan karena 4 RT di tempat saya ikut berpartisipasi semua, sayapun kebagian untuk hore- horenya. Karena sekarang ini lagi hits banget tema karnaval yang bertemakan "carnival", jadi ibu- ibu di tempat saya juga latah ikut membuat berbagai macam baju dari kain perca atau dari kresek. Ada pula yang latihan koreografi sejak sebulan yang lalu. Kalau saya ikut dandan apa? Hahaha. 

Enggak ikut apa- apa, cuma meramaikan dengan turut serta bikin- bikin baju dan gaya jadi MUA aja. Soalnya ibuk saya juga ikutan dandan, jadi saya cuma ikut jadi tim dokumentasi saja.

Nah apa saja sih kreasi yang ditampilkan?

1. Panen Raya 
Disini kami memberikan gambaran tentang kemakmuran yang diilustrasikan dengan gunungan buah dan sayur,  maksudnya kita ini Indonesia yang kaya akan produksi pangan. Gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo, arti kalimat ini menggambarkan keadaan bumi pertiwi Indonesia. Gemah ripah loh jinawi (kekayaan alam yang berlimpah) sedangkan toto tentrem karto raharjo (keadaan yang tenteram).

2. Pakaian Adat Indonesia

Nah di Indonesia kan punya banyak suku dan budaya, jadilah digambarkan dengan berbagai macam pakaian adat dari daerah- daerah. Seperti Aceh, Bali, Madura, dan lain sebagainya. Pesertanya tentu anak- anak RW kami. Btw, ibu sya juga ikutan di barisan ini.

3. Kelompok Tani

Para ibu dan bapak petani juga gak mau ketinggalan memeriahkan karnaval desa. Bapak- bapak tampil dengan menggunakan batik lurik, sedangkan ibu tani menggunakan atasan kebaya berwarna merah dan rok batik dengan warna senada. Lengkap dengan rinjing dan topi serta cangkul. 

4. Perjuangan



Nah karena temanya tentang Indonesia, RW kami juga menampilkan para pejuang 45. Para bapak dan anak- anak menggunakan baju a la tentara dan senjata yang dibuat dari bambu dan botol air mineral. 

5. Kreasi Daur Ulang tas Kresek

Nah ini nih hasil dari lemburan para ibu- ibu ditempat saya. Awalnya saya juga diminta untuk ikut memakai baju ini sih. Haha. Eh, cantik- cantik ya dressnya.

6. Koreografi Indian

Nah kalau yang ini sebetunlnya out of tema sih ya. Hanya saja tarian dari teman- teman yang ikut serta dalam barisan Indian malah jadi yang paling favorit dan membawa RW kami jadi juara 1 (lagi). Iya, tahun lalu RW kami juga juara sih. Hahaha. Nah kalau pengen tahu kayak apa tariannya, silakan cek di akun youtube saya yak. Saya sempat buat video sederhananya.

7. Lain- lain (Galeri foto)
[Little sakera sedang ngambek]


[Panji Galuh Kediri]


Ah kayaknya tahun depan saya juga bakalan ikut karnavalan deh, kok rasanya jadi mupeng.

Nah itu tadi kreasi karnaval di tempat saya, senang rasanya bisa turut serta mengawal kemeriahannya. Semoga tahun- tahun berikutnya saya masih ada di Kediri, supaya gak dipecat sama pak lurah. HAHAHA.

Komentar

  1. Sayang banget,agustus kemarin aku pulkamnya tgl 20 keatas...karnaval dll sudah wassalam

    BalasHapus
  2. Silvi, bagus banget acara agustusannya. Kreatif ya. kalau di tempatku masih seputar lomba-lomba gitu. Makan krupuk, joget balon dan sepeda hias. BTW koreografi Indiannya keren banget! Pantes jadi juara :D

    BalasHapus
  3. Kampungku nggak ada pawai, cuma lomba-lomba aja hahaahah

    BalasHapus
  4. Sayangnya saya ga bisa pulang pas Agustusan.
    Rasanya pingin langsung terbang aja.
    Karena pas Agustusan, banyak objek bisa difoto

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame