Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Sarapan Pagi di Depot Kasiyan Madiun

Suatu ketidak sengajaan yang nikmat. Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan situasi kala itu.

Sekitar dua minggu yang lalu, saya ditugaskan untuk stay sementara di Madiun untuk menyelesaikan kewajiban pekerjaan. Madiun bukan kota yang baru untuk saya, mengingat beberapa kali saya pernah berkunjung baik sendirian maupun bersama keluarga. 

Satu minggu berada di Madiun, saya sama sekali tidak pergi kemana-mana kecuali ke kantor. Kenapa? Karena menurut saya, Madiun punya hawa yang kurang bersahabat. Panas dan ungkep, dua hal yang paling saya tidak suka.

Tepat di hari minggu, saya janjian dengan mbak Reni Judhanto- blogger dari Madiun- untuk meet up. Kebetulan banget ada rencana untuk memberi surprise Shasa, anak mbak Reni yang berulang tahun ke 18.

Akhirnya kesampaian juga main ke sana, padahal sudah lewat berapa purnama saya janji untuk berkunjung ke istananya, tapi belum pernah terwujud. Malahan mbak Reni yang mengunjungi saya lebih dulu di Kediri.

Baca Juga : Patisserie Udagawa

Saya berangkat agak siang, sekitar pukul 10.00 ke kota. Niatnya menghindari CFD di depan mall Sri Ratu. Pas banget waktu saya lewat, CFDnya sudah selesai.

Madiun itu kecil, hanya sekitar 33 km² saja luasnya. Jadilah jarak ke kota dari tempat saya hanya 10 menit.  Nah pas banget juga saya belum sarapan, setelah berputar sebentar dari kota Madiun- Pasar besar, saya menemukan sebuah depot yang tidak terlalu besar. 

Pertimbangan saya kala itu adalah meskipun kecil tempatnya ramai, pasti enak. Terpampang tulisan Menu Prasmanan Depot Kasiyan.

Ada banyak sekali pilihan menu lauk pauk, sayuran, lalapan dan menu yang ditawarkan. Mulai dari ayam bakar, ayam madu, ayam penyet, rolade, serta ikan- ikan seperti lele, gurame dan yang lainnya. 

Nah karena tempat ini judulnya prasmanan, jadi kalau mau makan di tempat ya ambil aja sendiri. Self service. Jangan kayak saya, udah tau self service masih diam mematung nunggu diambilin. Haha. 

Sungguh saat itu sepertinya masih belum connect 100% loadingnya dari ngantuk.

Saya memilih menu sayur bayam dan lauk rolade. Eh tapi pas makan rolade disini, rasanya kayak makan chicken katsu di HokBen. Sungguh persis dan rolade ini langsung jadi lauk favorit saya. Ternyata memang pembuatan rolade di Depot Kasiyan, menggunakan daging sapi dan ayam giling yang dicampur dengan bumbu. Makanya enak banget!.

Setelah siap dengan perut yang kenyang, saya meluncur ke rumah mbak Reni yang tidak jauh dari kota. Kami ngobrol dari jam 12 sampai jam 7 malam. Haha. Meetup terlama saya.

Esok paginya saya masih penasaran dengan rolade di Depot Kasiyan. Ngegas motor ke kota, saya beli 3 rolade untuk dibuat makan pagi dan bekal ke kantor.

Kalau ke Madiun lagi saya gak akan melewatkan untuk mampir ke tempat ini. 

Silviana

Komentar

  1. Madiun yang kuingat malah pecelnya ahahhahaha

    BalasHapus
  2. Fotonya dong, Mbak? Pengen tahu penampakan roladenya. :D Hehehehe

    BalasHapus
  3. Penasaran sama depot Kasiyan Madiun jadinya.

    BalasHapus
  4. Sejak balik ke Kepri udah ga nemu penjual rolade yg enak Sil, mau bikin sendiri udah kebayang ribetnya. Ditunggu uploadan fotonya utk melepas kangen yaa

    BalasHapus
  5. Lagi-lagi. Secara umum, makanan di daerah memang lebih nikmat dibandingkan ibu kota. Penampilan warung yang sederhana tidak jadi soal. Yang penting rasa. Jadi makin penasaran buat eksplor Madiun. Setidaknya saya yakin tidak akan kelaparan jika siang-siang terdampar di sana, hehe. Dan salut juga. Meski dikata kotanya tidak besar, selalu saja ada yang bisa jadi bahan cerita, hehe.

    BalasHapus
  6. Ahh kalo Madiun aku pasti meceel..

    Udah lama ga mampir sini, hayu kopdaar sama Mba Reni jugaa, belom kesampean aja.kemaren cuma lewat doank ke mAdiun

    BalasHapus
  7. Mbak foto roladenya mana? Hiks jadi ngencesss ah...

    BalasHapus
  8. Haha aku sering bgt lewat sini, mala aku terheran² kok isa namanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok isa namanya itu " kasiyan " kek kasihan hahah tp ternyata rame juga ya

      Hapus
  9. kmrn ke madiun cuma 5 hari tapi jadwal padat merayap silaturahmi jadi beneran nggak sempet cari bahan blog

    BalasHapus
  10. Ngobrol dari jam 12 sampai jam 7 malam? oh my good :)
    Bisa ya!

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame