Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati. Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan. Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu. Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesa

Taman Kuliner Pesantren, Pujasera dengan Konsep Kekinian di Kediri

[TKP]
Kediri makin berkembang pesat, buktinya sekarang udah banyak banget tempat baru yang bisa dikunjungi baik untuk bersantai sendiri ataupun bareng temen dan keluarga. Kemarin iseng- iseng jalan sama Gemi a k a Evi Marindi buat lihat grand opening toko gamis, kemudian lanjut cari makan.
[Saya dan Gemi]
Eh pas jalan pulang gataunya ingat kalau ada pujasera di daerah Pesantren, namanya TKP. Rupanya tempat ini baru dibangun dan sudah cukup ramai pengunjung. Meskipun sebetulnya ada beberapa bagian yang belum selesai dibangun. 
[Pengen nyanyi tapi kasihan sama kuping orang- orang]
Terdiri dari 2 lantai, lantai 1 untuk penjaja makanan, minuman, camilan dan juga ada cukup banyak meja kursi untuk makan. Selain itu di lantai ini juga tersedia live musik yang bisa dilihat dengan jelas dari seluruh penjuru TKP.
[Banyak pilihan penjual]
Nah kalau di lantai 2 digunakan khusus untuk lesehan. Ada cukup banyak pilihan makanan dan minuman. Baik makanan berat maupun ringan, minumannya pun beragam, ada yang kekinian seperti thai tea, cheese tea, ada juga yang udah agak jadul seperti es jagung, es tebu dan sejenisnya.
[Petansu]
[Es jagung X Petansu]


Tapi kemarin saya coba untuk pesan yang lain, yaitu Petansu atau tape, ketan, susu. Rasanya cukup segar dan ada asam manisnya. Harganya pun murah meriah, hanya Rp 5000 saja. Selain pesan minuman saya juga pesan ayam bakar dengan harga 13.000 namun pengemasannya dalam bowl yang bisa dibawa pulang.
[Ayam bakar yang jual mas- mas]
Suasananya juga cukup enak sih karena ada live musiknya, pengunjung juga bisa ikut berpartisipasi untuk menyanyi jika mau. Kalau saya dan Gemi cukup jadi pendengarnya saja. Ohya, kalau tempatnya dibilang luas banget sih enggak juga ya, cukup luas dan bersih banget.
[Ayam bakar yang digeprek]
Petugasnya juga gerak cepat saat ada meja yang kotor, begitu pengunjung selesai makan petugasnya langsung tanggap untuk membersihkannya. Tapi ada yang kurang sih, seharusnya diberikan tempat khusus bagi yang mau merokok. Karena jujur kalau ada yang merokok gitu jadi kurang nyaman untuk menikmati makanan. Sorry. 

Nah buat yang mau datang ke TKP, tata cara pemesanan dan pembayaran di sini juga sedikit makan waktu sih.  Karena harus bolak- balik ke warungnya. Jadi misalnya nih kita mau pesan makanan di warung A, setelah memilih menu kita akan diberi nota kecil yang berisikan menu dan harga yang kita pesan.
Kemudian kita pergi ke kasir yang letaknya ada di bawah tangga, ada dua orang mba- mba yang cukup ramah. Setelah membayar kita akan diberi 2 nota, 1 lembar untuk kita simpan dan yang 1 lembar lagi untuk warung tersebut.

Setelah itu kita kembali ke warung A untuk menyerahkan nota tersebut, nanti makanan atau minuman kita akan diantar ke meja. Nah, repotnya adalah kalau jarak warung dan kasir agak jauh, jadi agak kerasa tuh jalannya. Tapi sisi positifnya kan jadi bisa olahraga. Hehe
Over all pelayananya cukup cepat sih kemarin itu dan rasa makanan yang kami pesan juga enak. Ah iya, untuk parkir kendaraan sepeda motor adalah 2.000 rupiah ya. Sedangkan roda 4 saya kurang tahu, mungkin standart saja 3.000- 5.000.
[Mau?]
Kesan pertama saya saat berkunjung ke tempat ini adalah tempatnya menyenangkan dan pasti saya akan kembali lagi untuk mencoba menu yang lainnya.

Buat yang pengen berkunjung ke Taman Kuliner Pesantren bisa langsung klik peta di bawah ini, ya.
 

Komentar

  1. Masya Allah, keren. Perlu dicoba, nih. Benar-benar bikin ngiler, hehe.

    BalasHapus
  2. Aku baca ini sambil makan pecel lesehan di Pare.. Di sini enak, banyak makanan enak dan harganya masih murah banget.. Makan pecel berdua plus teh anget plus gorengan 6 biji, cuma 15 ribu hehehe

    BalasHapus
  3. iya anggap aja sebelum makan olahraga dulu, jalan dari warung kekasir dan warung lagi..heheheh

    BalasHapus
  4. Saya belum pernah ke kediri, boleh dicoba nih nanti. Kalo ada pujasera enak bisa pesan banyak makanan di satu tempat.

    BalasHapus
  5. Wah, paling suka sama Kediri terutama Pare. Udah makanannya enak, banyak variasi, murah2 pula tuh. Menggendut lah aku pas tinggal di sana walau cuma 1 bulan. I, personally, juga gak suka tempat makan yg banyak asap rokoknya. Mungkin ke depan bisa dibuat area bebas rokok gitu ya..

    BalasHapus
  6. Bagusnya langsung bayar aja ya nggak usah bolak-balik ke meja kasir atau ke meja lainnya. Mungkin belum menemukan formula yang efektif untuk menyimpan database penjualan.

    BalasHapus
  7. Panganan saiki macem-macem yo bentuke hahahaha

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame