Sekali ke Gunung Kelud, Tiga Wisata Bisa Dikunjungi

Gambar
Gunung Kelud, masih jadi primadona wisata alam yang wajib dikunjungi kalau datang ke Kediri, Jawa Timur. Setelah sekian lama tutup karena dampak letusan tahun 2014, gunung kelud saat ini sudah bisa dikunjungi sampai kawah lagi. Yay. Buat yang belum tahu, Gunung Kelud ini merupakan gunung berapi yang masih aktif. Kelud berada di perbatasan tiga daerah, yaitu Kediri, Blitar dan Malang. Nama Kelud atau Kelut dalam bahasa jawa artinya sapu, dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot, Kloet atau Kloete . Nama Gunung ini berasal dari kata 'Jarwodhosok' yaitu 'ke' (kebak) dan 'lud' (ludira) yang artinya bisa merenggut banyak korban tidak berdosa. Setelah letusan tahun 2014, gunung Kelud bisa dikunjungi namun hanya sampai di parkir terakhir saja. Setelahnya kita bisa mendaki atau naik ojek. Kabar terbaru saat ini gunung Kelud sudah bisa dikunjungi seperti sedia kala. Btw, seperti pepatah ada banyak jalan menuju Roma, begitu pula dengan rute ke Gunung Kelud. Untuk menuju

Iqro'


Ga usah beli ini, nanti beli balon aja ya !

Sepenggal kata yang aku dengar dari seorang ibu yang harusnya mengarahkan kepada sang anak untuk belajar lebih rajin. 

Saat itu aku kebetulan pulang kampung, kebetulan pula saat itu hari jadi Kediri yang ke 1208. Ibu mengajak malam mingguan bersama, akhirnya kami sekeluarga mengunjungi pekan raya yang berada di area SLG.
Sebelum sampai ditempat pameran, terdapat badut yang sedang menari- nari, aku sempatkan untuk foto. absurd ! hampir saja aku pakai baju yang sama yaitu baju garis2 merah putih.

Kami berjalan- jalan menyusuri daerah pekan raya, ibu mulai berbelanja apa saja yang dilihatnya, aku, adik dan bapak cuma ngekor aja dibelakang -_- #naluri ibu- ibu.

pas kami sampai pada stand buku, aku dan adik langsung masuk untuk melihat buku apa saja yang dijual. 



Kebetulan di sebelah kami, ada seorang anak yang sama- sama melihat koleksi buku, kira- kira anak kecil tersebut umur 6 tahunan. Jujur, aku senang sekali melihatnya. Namun, ada seorang ibu yang datang dan mengajak anak kecil itu pergi, sembari berkata "Ga usah beli ini (sambil mengembalikan buku ke tempat semula), nanti beli balon aja ya". 

heh ? MIRIS COY. Itu seorang ibu loh yang bilang kayak gitu, seorang ibu teman- teman. Bukankah buku itu lebih penting daripada balon ? kenapa seorang ibu harus mematahkan keinginan anak memiliki sebuah buku yang diingankannya.

Inilah ironinya. Orang lebih suka membelikan barang yang tidak penting daripada barang yang penting. Inilah yang disebut dengan "konsumtif". 

Sejenak mari kita pikirkan, kenapa anak Indonesia memiliki sedikit sekali kemauan untuk membaca, anak Indonesia lebih suka bermain hape, game online, dan lainnya ketimbang baca buku. Ternyata inilah akarnya. Mari ibu- ibu galakkan membaca untuk anak- anak anda. anak- anak penerus masa depan Indoensia.




Komentar

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame