Berlayar Mencari Harta Karun di Rejeki Wow Treasure Hunt Bersama Smartfren

Gambar
Zaman kecil dulu, masing-masing dari kita pasti pernah punya imajinasi tentang pencarian harta karun. Dulu karena sering nonton kartun, di setiap ceritanya pasti ada yang menceritakan tentang petualangan mencari harta karun. Ada banyak judul kartun sih ya. Seperti di kartun Spongebob Squarepants ada cerita saat Spongebob dan Patrick bermain papan permainan "The Flying Dutchman's Treasure Hunt" . Hal ini diketahui oleh Mr. Crab dan akhirnya pemilik restoran Crabby Patty ini turut serta melakukan permainan yang berdasarkan peta harta karun sesungguhnya. Selain itu juga banyak judul kartun yang menceritakan tentang pencarian harta karun, seperti Treasure of Tintin , kartun Pororo dan masih banyak lainnya. Tiap kali selesai nonton, saya langsung berimajinasi seandainya dapat harta karun seperti itu. Pasti seneng banget dan otomatis kaya mendadak. Haha, ngimpi. Tapi sekarang udah ga perlu berimajinasi dan bermimpi lagi, soalnya Smartfren kasih kita kesempatan untuk memenangka

Rest in Peace ma Grandpa


Waktu terasa cepat berlalu, ketika semua tangis pecah dalam satu ruangan, kami sadar, semua milik-Nya akan kembali pada-Nya.

Beliau terkena liver, namun semangatnya tak pernah padam. Mbah Sukarmun adalah kakak dari mbah kungku, namun hubungan kami harmonis dan damai walaupun kami berbeda agama. Beliau adalah pemersatu keluarga besar Notoredjo. Sosoknya yang teduh dan tenang menjadikan beliau sangat berarti dalam keluarga besar kami.
Terakhir ku lihat senyumnya ketika awal beliau sakit liver dan tidak dapat bangun dari tempat tidurnya. Tapi beliau masih dapat mengingat semuanya, siapa- siapa yang menjenguknya, ingatanya masih segar. kami masih dapat bercanda, beliaupun masih melontarkan joke- jokenya. Kami tertawa bersama.

Aku masih ingat, saat itu hari Sabtu, aku menjenguk mbah Karmun, mungkin itu memang pertemuan kami yang terakhir. Belaiu masih memanggilku, namun tidak dengan sebutan nduk lagi, beliau hanya melihatku sambil melambaikan tanganya sembari mengangguk. :( Miris melihatnya.

Kepalaku dielusnya, aku hampir menangis.

Ketika itu aku pamit untuk pulang, aku kecup tangannya, mungkin itu untuk yang terakhir kalinya.

Dan aku hanya memantau kesehatannya dari grup keluarga besar kami.

Semalam, aku dapat berita dari ibu kalau kakek sudah tidak ada, Inalillahi wainailiahi rojiun, sesak rasanya dada ini. Sekarang, cuma bisa mendoakan semoga amal beliau selama hidup diterima disisi-Nya.

Selamat jalan mbah Kung Sukarmun (Partomihardjo), anak, cucu, serta cicitmu akan selalu mengenang kebaikanmu selama hidup.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Ini Dia 4 Motor Matic Ternyaman yang Jadi Primadona di Indonesia