Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati. Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan. Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu. Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesa

Rest in Peace ma Grandpa


Waktu terasa cepat berlalu, ketika semua tangis pecah dalam satu ruangan, kami sadar, semua milik-Nya akan kembali pada-Nya.

Beliau terkena liver, namun semangatnya tak pernah padam. Mbah Sukarmun adalah kakak dari mbah kungku, namun hubungan kami harmonis dan damai walaupun kami berbeda agama. Beliau adalah pemersatu keluarga besar Notoredjo. Sosoknya yang teduh dan tenang menjadikan beliau sangat berarti dalam keluarga besar kami.
Terakhir ku lihat senyumnya ketika awal beliau sakit liver dan tidak dapat bangun dari tempat tidurnya. Tapi beliau masih dapat mengingat semuanya, siapa- siapa yang menjenguknya, ingatanya masih segar. kami masih dapat bercanda, beliaupun masih melontarkan joke- jokenya. Kami tertawa bersama.

Aku masih ingat, saat itu hari Sabtu, aku menjenguk mbah Karmun, mungkin itu memang pertemuan kami yang terakhir. Belaiu masih memanggilku, namun tidak dengan sebutan nduk lagi, beliau hanya melihatku sambil melambaikan tanganya sembari mengangguk. :( Miris melihatnya.

Kepalaku dielusnya, aku hampir menangis.

Ketika itu aku pamit untuk pulang, aku kecup tangannya, mungkin itu untuk yang terakhir kalinya.

Dan aku hanya memantau kesehatannya dari grup keluarga besar kami.

Semalam, aku dapat berita dari ibu kalau kakek sudah tidak ada, Inalillahi wainailiahi rojiun, sesak rasanya dada ini. Sekarang, cuma bisa mendoakan semoga amal beliau selama hidup diterima disisi-Nya.

Selamat jalan mbah Kung Sukarmun (Partomihardjo), anak, cucu, serta cicitmu akan selalu mengenang kebaikanmu selama hidup.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame