Romantisan : Sepakat untuk Menikah

Gambar
Long time tidak curhat-curhat santai di blog. Rindu sebetulnya namun bingung untuk memulainya.  Selama ini saya menahan diri selama kurang lebihnya satu tahun untuk tidak upload tentang persiapan menikah ke sosial media. Bukan tidak mau membagikan cerita bahagia ya, hanya saja saya ingin teman-teman dunia maya tahu setelah semuanya benar-benar terjadi. Kalau boleh dibilang, setahun ternyata cepat sekali berlalu. Desember 2019 adalah bulan di mana saya mengirim pesan, bukan ajakan menikah atau minta untuk dinikahi ke orang yang jadi suami saya sekarang ini.  "Chal, bapak dan ibu sudah selesai urusan haji. Sepertinya setelah ini giliranku disuruh menikah" // "Minggu depan aku boleh ke Kediri? Kita bicara soal ini, ya" // Long story short, orangnya betulan datang ke Kediri. Tidak janjian untuk berjumpa di rumah, namun di Warkop Maspu. Di sana kami ngobrol santai-santai saja, bikin vlog cerita perjalanan kami singgah di beberapa tempat wisata (ternyata vlognya ga pernah

Tinggal di Malang

semasa sekolah saya adalah orang rumahan yang (sebelumnya) lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer dengan kuping tersumbat headset. Boleh dibilang saya 'homming addict'.

Saya yang gak pernah ngerasakan malam minggu sebelumnya, sampai suka lupa kalau malam minggu itu waktu buat orang- orang weekend. Buat saya, semua hari itu sama. Flat!

Hidup saya hanya sekedar, sekolah, belajar, game dan musik.

Hingga akhirnya, saya lebih merasakan enak di rumah saja daripada keluar- keluar. Banyak teman saya yang bilang kalau saya ini 'kuper' ; 'anak mama' ; dan sebagainya. Waktu saya dibilang kayak gitu, saya cuma senyum sambil ngumpat dalam hati. hahaha

dan hari itupun tiba.

Saya harus pindah ke kota lain karena saya diterima di salah satu Universitas di Malang. Agak berat juga. Sempet ada tangis- tangis mewek waktu mau berangkat. Si Ibuk yang gak pernah saya tinggal, beliau juga agak gak pede ngelepas saya yang katanya manja dan entah nanti bagaimana masih bisa bertahan hidup apa enggak.

and here we go. Malang.

Menemukan tempat tinggal yang cocok sesuai dengan kriteria memang sulit.
Saya kira kalau kost bukan di rumah penduduk seperti sekarang ini. Namun, disediakan oleh kampus. Memang kampus saya menyediakan asrama. Tapi buru- buru saya hilangkan keinginan untuk bertempat tinggal disana.

Setelah melakukan pencarian yang amat lama. *lebai*. Untungnya ada kakak sepupu saya yang memberi info jika ada kamar yang masih kosong. Dan alhamdulillah sesuai kriteria. Tapi, apakah kamu tau ? Aku sedikit sering "homesick"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame