Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Buka Toko

Alhamdulillah, akhirnya di rumah buka toko lagi, setelah sekian lama vakum. Tahun 2006 ibu membuka kios peracangan di rumah, menjual beberapa bahan pokok seperti beras, gula, minyak, mie instan, dan lain sebagainya.
Tapi karena alasan tidak ada yang menjaga akhirnya tutup, oh iya ibuk juga berjualan di pasar dg barang dagangan serupa. Setiap pagi hingga pukul 10.
Jangan kira hidup saya seperti sekarang ini bisa dicapai dengan mudah, ada banyak hal yang harus keluarga kami lalui. Sejak menikah, orang tua berpindah dari Pare ke Gurah dan memulai semuanya dari 0. Miskin dan tidak punya apa- apa. Padahal keluarga bapak dan ibu bisa dibilang terpandang di daerahnya. Jadi, kenapa kami sampai pernah hidup dibawah garis kemiskinan ? Simpel, bapak ibu mau mandiri.
Sebelumnya saya pernah cerita, kalau dulu keluarga kami mengontrak rumah di tengah pasar dan berpindah, sejak pindah ini ibu buka toko, dan sekarang setelah diperbaiki toko kami lebih besar dibandingkan dari pembukaan tahun sebelumnya. Alhamdulillah.
Sejak uti saya meninggal, saya linglung, dan kata bude setelah 7 harian lebih baik saya jalan jalan, membebaskan pikiran. Saya jadi pengen kerja, tapi ternyata kepengenan cuma sekedar pengen aja, buktinya gak ada pergerakan, hehe
Eh, ternyata Sabtu, 27 Juli 2013 ibu membuka toko untuk yg pertama kali (lagi). Jadi, saya yang nunggu deh sekarang. Mengurus usaha sendiri ternyata menyenangkan.
Jadi, saya mau bilang ala- ala olshop "happy shopping sistaa and brothaa *kasih senyum paling manis*"
*sorry kalau banyak kata yang typo, nge blognya lewat hp*

Komentar

  1. enaknya orang punya toko itu dia ga usah pusing kalo keabisan sampo atau sabun. sudah punya stok sendiri :D dan pasti jadi pinter itung uang karena takut rugi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. iya nih Lin.. tapi jaga toko deg deg an, takut salah harga dan takut takut yg lain, masih level belajaran, hahaha =) cari uang butuh perjuangan XD

      Hapus
  2. hihi..
    jadi shop keeper yaa....
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi.. iya nih mba..masih amatiran =)
      Happy shoppinh sistaa :D

      Hapus
  3. Mugo2 laris. Soale tokone ruwesik. Biasane nek toko resik kuwi pembeli seneng. hehehe

    BalasHapus
  4. Waaw, terinspirasi akuh jadinya. 🤓

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame