Sabtu, April 14, 2018

Menikmati Sejuknya Gereja Pohsarang

  13 comments    
categories: 

Kediri, kota tahu yang gak tahu mau ajak kemana kalau misal ada yang pengen jalan- jalan di Kediri. Saya sendiri sebetulnya masyarakat asli yang masih magang, soalnya kalau kalian tanya "enaknya kalau ke Kediri itu wisatanya kemana ya yang recommended?". Jujur saya bingung. Padahal wisata Kediri cukup banyak, hanya saja memang didominasi alam-alam saja. 

Kalau ditanya yang recommended, mungkin saya akan memberikan jawaban "di rumahku aja lah, ngadem". Haha. *Kemudian dicoret kependudukannya sama Bu Sutrisno (Bupati Kediri).

Sebetulnya ada Gunung Kelud, hanya saja wisata utamanya saat ini belum pulih sepenuhnya sejak letusan di tahun 2014. Jalan menuju kawah dan wisata sekitarnya belum bisa diakses kendaraan. Jadi saya tidak merekomendasikan kalau mau kesana. Cuma sekarang di sekitar Kelud sudah ada beberapa wisata penunjang, seperti Taman Anggrek, Taman Margomulyo, dan Taman Apache (yang terakhir saya belum berkunjung).

Kemudian ada Wisata Onga'kan, cuma jalannya masih ekstrem banget karena belum ada pembangunan. Jadi kalau gak beneran sehat jiwa, raga dan kendaraan mending cari lokasi lain. Huahaha. Lalu ada air terjun Dholo, kalau kalian ke Kediri dan ajak saya pergi kesana, kalian harus nanggung biaya pijet badan ini.  

Nah, kebetulan kemarin Ilham Sumarga datang berkunjung ke Kediri. Sebelumnya tidak ada planning untuk jalan-jalan. Jadi karena mendadak saya langsung memutuskan untuk mengunjungi Gereja Pohsarang di wilayah Semen. Gereja Pohsarang sendiri memang menjadi tempat wisata yang terbuka untuk umum, namun meskipun demikian kita harus tetap menjaga sopan santun ya.

Pas banget saat itu berdekatan dengan Jumat Agung, jadi tepat di Hari Minggu ada kegiatan ibadah. Jadi kami hanya mengambil foto dibagian diorama saat Yesus Kristus disalib. Lumayan bisa dapat ilmu baru dan lagi suasana di Pohsarang ini memang sejuk karena letaknya di pegunungan. Selain itu juga jadi sarana buat olahraga karena Dioarama Yesus (Bukit Golgota) ini memang harus ditempuh dengan jalan kaki. 

Tidak ada biaya masuk untuk menikmati wisata ini, cukup membayar parkir dan jaga sopan santun saja. 

13 komentar:

  1. Aduh aku kangen makan sate babi di sini Sil hahahahhaha kangen sejuknya leyeh2 capek abis Jalan Salib, trus hawanya suwejuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha.. Masih ada warung makannya mbak Wiiin.
      Wah iya beneran, sambil mendengar gemericik air, waduuuh syahdu tenan :D

      Hapus
  2. Wih kok ono tempat seng ngono kui; Biarpun ini bukan untuk wisata, tapi bagi yang suka dengan sejarah atau cerita berkaitan dengan pembangunan ini pasti bagus untuk dikunjungi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. adaaaa ayo dong mas Sitam kapan ning Kediri, wis tak enteni! dan lagi di sini instagramble hijau hijauu royo- royo tenan

      Hapus
  3. Keliatan banget tempatnya adem ya sill

    BalasHapus
    Balasan
    1. apalagi lokasinya ada di pegunungan mbak Rahmi, seru

      Hapus
  4. iya juga, sih. Tempat paling enka buat ngadem memang di rumah :D

    BalasHapus
  5. Aku pengen ke Gereja Pohsarang ini masih belum kesampean nih mbaak :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo dong kapan kesini? siap mengantar dan menjamu :D

      Hapus
  6. aku pernah mampir doang di sini, engga doa wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha.. doa bisa di mana aja kan ya mas Jo wkwkw

      Hapus
  7. wahh dulu jaman" sekolah smp sering kesini ka cari tahu petis wkwk

    BalasHapus

Keep Blogwalking!