Pertimbangan untuk Melakukan Pinjaman Uang yang Bisa Dicicil Secara Online

Mengambil pinjaman merupakan salah satu cara untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan. Ada banyak sekali tempat yang menawarkan pinjaman tersebut, mulai dari di perbankan, perorangan, hingga juga pinjaman online. Anda bisa untuk memilih tempat tersebut dengan berbagai tips dan pertimbangan yang penting untuk digunakan. Sehingga tidak hanya aman tetapi juga akan mendapatkan pinjaman yang tidak memberatkan ketika membayar pinjaman. Salah satu tempat yang bisa dipilih adalah pinjaman online. Ketika Anda akan memilih tempat pinjol, ada beberapa pertimbangan yang bisa digunakan mulai dari pinjaman uang yang bisa dicicil hingga bunga yang diberikan. Adapun pertimbangan penting untuk digunakan ketika memilih pinjaman online adalah: Tips pertama yang bisa digunakan adalah dengan memperhatikan bunga yang diberikan. Hal ini sangat penting sehingga Anda tidak terjerat pinjaman online yang mudah tetapi mempunyai bunga tinggi yang masuk akal. Oleh karena itulah pastikan memilih tempat pinjol dengan

Saya

Saya Silviana, wanita atraktif jika mood baik, fakir ekspresi, tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi, sering mengalami jatuh mental, cuek, minim pengalaman dalam berorganisasi, dan saya tidak ingin terekspose!
Itu adalah jawaban saya ketika saya ditanya oleh pewawancara disetiap pendaftaran organisasi sekolah. Sejak dari dulu hingga sekarang jawaban seperti itu, tidak pernah berubah, sisi baik buruk saya hanya seperti itu. Saya lebih banyak menyebutkan hal- hal buruk dari diri saya dibanding dengan hal yang baik, entahlah kenapa demikian, tapi saya hanya ingin suatu organisasi yang akan saya ikuti menerima saya sesuai dengan skill yang saya miliki dan bukan karena hal- hal baik yang saya buat- buat dari diri saya, saya cuma bicara jujur apa adanya. 


Entahlah, tiba- tiba saya teringat saja ketika wawancara organisasi saat SMA, saat itu penerimaan OSIS. Saya masih ingat benar, detail- detail yang terjadi saat itu. Siapa saja yang mewawancarai saya, dan teman seperjuangan saya. Saat itu ada 6 orang peserta yang dipanggil untuk wawancara, dan 4 pengurus osis, mereka adalah kakak kelas kami, namun saya hanya mengenal 3 dari mereka. Dari wawancara tersebut saya benci, sangat benci dengan mereka ber-3, bukan apa- apa, tapi pertanyaan mereka sangat memojokkan saya. Inilah yang mengakibatkan saya menjadi trauma mengikuti organisasi. APAPUN ! 

Semenjak saat itu, saya seperti memiliki "luka", apalagi yang berhubungan dengan organisasi.
Saya emosi namun mencoba untuk tetap stay cool, dongkol! benci ! muak ! semenjak saat itu, saya wanita yang boleh dibilang selalu ikut aturan dan selalu mengikuti acara- acara resmi yang diadakan oleh osis menjadi sangat brutal dan apatis ! ya, itulah saya. Wanita tak tau aturan. saya tak keberatan kalian bilang begitu.
Lalu sekarang ?

Oke, saya sudah move on.Namun, saya sempat apatis dengan oragnisasi- organisasi yang ditawarkan saat PKPT (a.k.a OSPEK / PK2MABA). Saya tidak mendengarkan dan ah paling juga gitu- gitu aja, pikir saya. Ga penting lah ini, sugesti saya.


Kemarin juga, saat ada OR (Open Reqruitment) anggota himpunan mahasiswa jurusan, saya iseng- iseng cerita dengan kakak saya. Kakak yang dulunya juga alumni kampus yang sama dengan saya, juga pernah jadi anggota himpunan, maka dari itu dia menyarankan saya untuk ikut OR. Baiklah, padahal sebenarnya saya masih sedikit luka dengan organisasi.


Saat hari wawancara, bertepatan dengan libur panjang sepertinya, saya dan Danang (teman dekat) berencana untuk pulang bersama. Danang juga ikutan OR, akhirnya kita barengan. Bukan apa- apa, Danang ini temanku sejak SMP, satu SMP sampai sekarang. Klop banget ! :D


Saat OR terdapat beberapa ruang, kalau saya tidak salah ingat sekitar 4- 6 ruang, di dalam ruang tersebut ada beberapa kakak yang akan mewawancarai kami. Nah, yang saya bingung adalah ada 10 orang pewawancara ! Ini mau interview atau ngeroyok ? Sedikit bingung dan takut juga sih, tapi karena sudah berpengalaman menghadapi orang- orang kayak gini, saya jadi agak tenang. Saya yakin sih, orang- orang kayak gini pasti nyebelin, dan benar ! -_-

Waktu itu saya milih di buletin, karena saya suka iseng nulis. Apalagi waktu itu saya udah resmi juga masuk jadi anggota kru majalah fakultas. Jadi rada PD dikit buat milih masuk di divisi buletin, pas di wawancara ada beberapa hal yang bikin nyesek. Saya cerita juga kalo saya suka iseng nulis di blog, suka bikin tulisan ga penting, ya gitu- gitu lah, ada kakak tingkat yang waktu itu nanggapi dengan sedikit bikin sakit ati, kayak gini "Saya ngga yakin ya kamu bisa berorganisasi, soalnya blogger kan selalu asyik dengan dunianya sendiri". #JLEB ! Ooh DA*NS*IT batin saya. Mbak ini pasti ngga pernah ngerasain jadi blogger. yaah, disini saya jawab apa aja pasti bakalan dibantah, soalnya mereka pasti nyari salah saya. Nyari kelemahan saya, ya saya jawab apa adanya aja, kalo saya ngga bisa jawab saya diem. 

Kayaknya cara itu yang bikin saya berhasil masuk jadi anggota himpunan sekarang. Saya sempet mikir, saya kok rasanya ngga pantes masuk jadi anggoota himpunan. Sempet ada kepengenan buat ngundurin diri, jangan- jangan bener lagi apa yang dibilang sama mbak itu. Tapi, saya mikir juga, orang saya udah dipilih, kok malah saya mau ngundurin diri, NGGA ETIS !, apa kata mereka nanti. Akhirnya saya bertekad buat jadi lebih baik, mulai melunturkan luka yang dulu pernah ada, dan alhamdulillah sekarang udah enjoy. Saya juga bersyukur, di organisasi ini saya jadi punya banyak temen dan jaringan, jadi kenal banyak orang, jadi ngerti apa aja yang belum pernah saya lakuin. Seru.

Udah gitu aja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame