Kenal Lebih Dekat dengan Teman Kreasi Indonesia

Gambar
Sejak pandemi datang, rasanya makin banyak teman-teman yang bergerak menjadi wirausaha dan kreator. Kebanyakan awalnya cuma coba-coba, ternyata banyak juga yang berhasil dan keterusan sampai sekarang. Nah beruntungnya, sekarang ini ada banyak sekali dukungan dan kemudahan yang diberikan kepada pengusaha dan kreator lokal. Salah satunya adalah dukungan dari PT Smartfren Telecom Tbk. Para pengguna setia Smartfren pasti udah ga heran kalau Smartfren selalu punya gebrakan baru. Program terhits yang baru diluncurkan oleh Smartfren kali ini adalah Teman Kreasi Indonesia. Program ini merupakan sarana pemberdayaan lanjutan yang memiliki basis pengembangan dan penguatan komunitas kreatif di masyarakat. Sama seperti sebelumnya prinsip yang digunakan oleh Teman Kreasi Indonesia adalah kokreasi yang saling mendukung. Maka dari itu Teman Kreasi Indonesia diharapkan dapat mendorong lahirnya banyak wirausahawan sosial, wirausahawan digital, serta kreator lokal di tanah air. Pada tanggal 25 Maret 2021

Main Sosial Media Wajib Jaga Etika

"Hidup itu kita yang jalani, lalu orang lain yang ngomentari"

Aku beberapa kali tau celetukan semacam itu di sosial media dan entah kenapa aku setuju. Toh, memang benar, akupun juga sering mengalaminya, entah di dunia nyata maupun dunia maya. Mengalaminya dalam arti pernah dikomentari dan banyak mengomentari. 

Aku jadi kepikiran, sebenernya apa sih arti dari komentar itu, nah sama KBBI sudah dijawab nih artinya apa;

komentar/ko·men·tar/ n ulasan atau tanggapan atas berita, pidato, dan sebagainya (untuk menerangkan atau menjelaskan): kabar itu disertai -- dari redaksi; ia tidak memberikan -- apa-apa atas pidato tokoh partai itu;

berkomentar/ber·ko·men·tar/ v memberi kritik;


mengomentari/me·ngo·men·tari/ v memberi komentar; mengulas


Aku pikir orang yang menyuarakan pendapatnya itu gak cuma memberi kritik saja tapi lebih ke saran yang membangun ya, tergantung bagaimana dia menyampaikannya. Soalnya di zaman yang penuh dengan ke b a p e r an ini, buka mulut sedikit aja bisa jadi perang. Tapi buatku, teman- teman yang memberi saran maupun kritik adalah teman yang peduli, udah itu aja.

Bicara soal komentar aku jadi ingat kalau beberapa minggu yang lalu sering mengirim permintaan masuk ke grup kucing, baik grup lokal di Kediri maupun grup kucing nasional.

Sebagai anak baru, seperti biasa aku akan mengenalkan diriku dan anak kaki empat ini. Mayoritas responnya adalah like dan komentar selamat datang serta salam kenal. Standar. Semakin jauh mengikuti perkembangan grup, aku lebih sering ikut memberi komentar tentang pertanyaan- pertanyaan mengenai kucing. Mulai dari shampo apa yang dipakai jika kucing memiliki kutu, jenis makanan apa yang cocok untuk kucing ini itu, berapa kali kucing sebaiknya diberi makan, obat cacing yang bagus untuk kucing apa, biaya vaksin, dan hal lainnya. Semua itu based on pengalaman pribadi saja. Ya memang niatku untuk gabung di grup semacam itu karena ingin banyak menerima ilmu dan saling sharing saja.

Tapi ya namanya grup dengan jumlah anggota yang lumayan banyak pasti ada aja kelakuan satu atau dua pihak yang kadang dilihat kurang menyenangkan. Nyinyir, saling sindir, dan etc etc etc. 

Menurutku sebagai pengamat sosial media abal- abal level RT, status yang sering menjadi kontroversi dalam dunia grup kucing adalah saat ada seseorang menghibahkan kucingnya secara gratis. Baik kucing domestik maupun kucing ras. Sudah bisa ditebak mana yang akan ramai diserbu ketika ada hal semacam itu. Tentu kucing ras dong. Buatku, itu lucu karena akan banyak yang mempertanyakan kenapa sih TS seperti itu selalu ramai sedangkan saat TS hibah kucing domestik selalu sepi. Lalu akan muncul kata- kata yang kurang enak untuk dibaca, sampai pada akhirnya saling cela. 

Sebagai manusia, aku pribadi juga suka kalau misalnya diberi kesempatan untuk merawat kucing ras, tapi karena jumlah kucing di rumah sudah ada 4 ekor, 1 domestik; 3 ras mix dan bapak sudah mengultimatum untuk tidak ada tambahan lagi. Maka dari itu aku tak tertarik untuk ikut menawarkan diri mengadopsi kucing tersebut. Biasanya aku hanya ikut nyumbang doa semoga kucingnya dapat adopter yang cocok dan bertanggung jawab. 

Lalu tindakan apa yang akan aku ambil kalau grup sedang panas dengan obrolan sindir menyindir ?
1. Kirim link tentang etika internet dari internet sehat, lalu
2. Nonaktifkan pemberitahuan kiriman. 

Kadang sedih juga kalau lagi gabung grup lalu penggunanya kurang dewasa, tapi yasudah memang beda kepala beda isinya, jadi intinya saling menghormati saja dengan belajar menjaga etika.

Miaw.

*belum bisa muat gambar. Inet ngadat. haha
Besok diedit lagi.
- Silviana -

Komentar

  1. aku tukangkomen aja ya Pi, gak pasang status hehehe

    BalasHapus
  2. Kadang makin bingung ketika dibaperin, trus diejek-ejekin. -.- Padahal cuma nulis status yang gak ada hubungannya ma dia

    BalasHapus
  3. Iya mbak setuju banget..
    anggep saja blog..
    blog ini kan rumah mbak, dan saya adalah tamu, jadi ya harus tetap sopan dalam bertamu :-) mana ada tamu tiba tiba langsung nylonong masuk ke dapur..
    udah enggak sopan + disangka maling juga. Hahaha..

    Ehh, ngomong ngomong tamu, biasanya kalau tamu kan dikasih cemilan cemilan / minuman gitu ya :D wkwkwkwkwkwkw

    BalasHapus
  4. Kadang miris juga ya mbak kalo lagi enak-enak bersosial media, trus dapet komen-komen yang isinya gak enak di baca, emang sih itu terserah mereka yang komen, tapi kan dampaknya ke kita juga yang baca, kita juga kena aura negatifnya.

    BalasHapus
  5. Padahal komentator negatif juga tidak suka kalau dia menerima komentar yang menyakitkan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame