Rabu, Maret 07, 2018

Jalan- Jalan ke Pantai PehPulo Blitar

  10 comments    
categories: 

[Pehpulo dari bukit]
Blitar sekarang bener-bener udah kayak gudangnya tempat wisata, menuju hampir segala ada. Utamanya sih wisata pantai-pantainya. Buat yang pernah baca blog ini, mungkin teman-teman juga sadar kalau beberapa kali cerita perjalanan saya juga lebih banyak ke arah kota patria. Rasanya, selalu ada hal baru dari Blitar yang harus dicoba.

Setelah beberapa waktu yang lalu bekunjung ke Pantai Umbul Waru yang jalurnya kayak neraka, tapi pantainya Masya'Allah indahnya. Kemarin, saya mencoba berkunjung ke pantai PehPulo yang katanya sih "Raja Ampat"nya Blitar.
Sebelum pergi, kayak biasa cari informasi soal lokasi, jalur dan lihat foto-fotonya. Ternyata beberapa orang bilang kalau Pehpulo ini kayak Raja Ampat adalah karena ada pulau-puluh kecil yang terpisah di sekitar pantai dan jika dilihat dari bukit jadi kayak di Raja Ampat. Tapi menurut saya, biarlah Pehpulo Blitar menjadi Pehpulo saja, tak perlu menjadi Raja Ampat segala. Supaya otentik.
Berangkat pukul 07.00 dari rumah, nyatanya tetap membuat saya sampai di pantai ini cukup siang. Tiga jam perjalanan rasanya cukup lama bagi saya yang lama tidak naik motor kemana-mana.
[Sisi tebing]
Ohya, Pehpulo sendiri terletak di Dusun Pehpulo, Desa Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, Blitar. Nah, ini baru pertama kalinya saya berkunjung, otomatis saya mengandalkan GPS- dalam arti sebenarnya. Perjalanan dari Kediri ke Panggungrejo cukup lancar karena kebetulan kami melewati jalur yang tidak terlalu ramai, nah begitu masuk ke Sumbersih ini yang agak creepy. Soalnya sepi banget dan didominasi oleh pepohonan di sisi kanan- kiri.

Namun meskipun demikian, jalannya sudah aspal mulus kadang ada juga yang tidak. Karena kabarnya, jalur ini akan dijadikan Jalur Lintas Selatan. Begitu masuk Dusun Pehpulo, kami mulai menggunakan penduduk setempat untuk bertanya arah.
[Ombaknya cukup keras]
Jalan menuju kawasan pantai ini sebetulnya tidak beda jauh dengan pantai Umbulwaru, namun jalur Pehpulo ini sedikit lebih baik karena jalan sudah terbuka dan mulus meskipun bukan aspal. Jadi supaya kamu tidak bingung, jalan menuju pantai ini hanyalah dua jalur yang dibuka seadaanya seperti 'galengan' jalan tanah di sawah. Namun bedanya bisa dilewati motor atau mobil bahkan tossa!.

Nah, masuk pantai ini kita gak perlu bayar tiket, cukup bayar parkirnya saja. Kesan pertama saya waktu datang adalah panas banget! Apalagi pasirnya putih lembut jadi terasa semakin panas. Yah, memang waktu itu saya datang pukul 10.00, sih.
Suasanya di Pehpulo cukup ramai, bertepatan juga saat itu hari libur. Ada beberapa yang mengemasi tenda, ada juga yang hanya piknik a la kadarnya, termasuk kami. Pehpulo punya beberapa bagian, namun saat itu kami hanya eksplore dua lokasi saja. Yaitu sisi kanan bukit dan sisi kiri pantai. Namun kabarnya ada hidden spot yang bagus juga di tempat ini.

Begitu datang, kami memutuskan untuk mencoba naik ke bukit terlebih dulu. Trekingnya gak begitu melelahkan sebetulnya, karena bukitnya sendiri tidak terlalu tinggi. Namun panas terik matahari ini yang gak bisa dikompromi. Jadi menyesal tidak membawa topi a la pantai.
[Sempatkanlah berswafoto]
Pemandangannya sudah tentu bagus, anginnya juga cukup semilir. Saya hanya mengambil beberapa foto saja karena tidak betah dengan teriknya matahari. Dirasa cukup melihat dan mengambil moment, kami turun untuk melihat pantai dari sisi yang berbeda. Rupanya, semakin siang pengunjungnya bukan malah makin sepi, tapi sebaliknya semakin ramai.

Beberapa anak kecil mandi di tepi pantai, kemudian disusul beberapa orang dewasa. Saya yang duduk di pinggiran rasanya senang melihat mereka. Tapi buat saya pribadi, mandi di pantai itu enggak banget. Hal yang sampai saat ini tidak pernah saya lakukan, entah kenapa saya tidak suka.
[anak kecil yang mandi di tepian]
Nah waktu saya bilang kalau saya gak pernah sekalipun mandi di pantai, teman saya dari Bandung bilang, ketika saya datang ke Bandung dia akan mengajak saya ke beberapa pantai di sana dan saya harus mencoba mandi di pantainya. Hahaha.

Pengen sih ke Bandung, kemarin pas akhir tahun juga sudah lihat-lihat harga kereta ke Bandung buat nonton konser musik. Cuma pas lagi peak season menuju tahun baru jadinya semua udah full booked. Mungkin lain waktu kalau sudah sedikit longgar waktunya. Sabar- sabar.
[sky]
Oh, mari dilanjut cerita soal Pehpulo.

Kami memutuskan pulang sekitar pukul 14.00 saat sudah tidak terlalu terik dan pengennya mampir dulu ke rumah kuno di sekitaran makam bung Karno. Namun batal karena niatnya mau cari SPBU dulu sebelum mampir, eh malah kebablas aja tau-tau sudah masuk Kediri.

Ah iya, kalau kamu mau berkunjung ke pantai ini. Jangan lupa memakai sunblock dan bawalah payung atau topi. Selain itu, jangan buang sampah sembarangan ya! Supaya pantainya tetap terjaga.

Hari minggu yang menyenangkan, perjalanan yang cukup untuk jadi charger energi menghadapi Senin- Sabtu lagi. Bonusnya kala itu, sepulang dari jalan-jalan Gusti memberi pemandangan super cantik lewat senjanya. Libur yang perfect!.

[Depan rumah]
[Damai]


10 komentar:

  1. Jadi pingin ke pantai, udah lama ngggak liburan ke pantai :)
    Btw itu senjanya cantik bangeeeet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Li. Aku jadi kangen sama senja di Papuma nih jadinya. Nanti kalau ada kesempatan kita mantai bareng yak! :D

      Hapus
  2. Blitar lho deket, tetapi ga sampai-sampai kaki kesana, haha.
    Kalo ingat Blitar, ingat kampung cokelat

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, ayo dong kita piknik bareng mbaak.
      eh, kemarin mau ke Kampung coklat. Cuman katanya sekarang udah ramai banget sih

      Hapus
  3. Keren banget ih, aku belum pernah ke pantai ini masa :(. Apalagi pemandangan sunsetnya kayak bagus banget yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Nis. Pantainya cantik deh ini, kayaknya kapan-kapan mau coba ngecamp deh aku. Ayo dong main ke sini

      Hapus
  4. Itu pantai sepi bgt kaya mba ? Yang kaya begini nih di cari. Sepi dari keramaian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya enggak sepi banget mas, cuma pas aja lagi gak bocor hehehe

      Hapus
  5. aku kalo ke blitar belum pernah ke pantainya, paling banter juga diem aja di rumah sodara. Perlu kayaknya explore blitar nih, cuma kadang waktunya yg sedikit

    BalasHapus

Keep Blogwalking!