Rabu, April 10, 2019

Tips Cermat Memilih Paket Wisata ke Bali

  2 comments    
categories: 
Pulau Bali sering kali menjadi tujuan utama para wisatawan, baik domestik ataupun mancanegara. Tidak heran jika banyak sekali tawaran mengenai paket wisata Bali yang murah meriah dengan segala fasilitas yang diperlukan.

Nah, kalau kamu salah satunya yang punya niat untuk berkunjung ke Bali, ada baiknya langsung hunting paket liburan yang lebih murah dan cocok untuk kantong. Dengan begitu kamu gak perlu lagi menunggu dana terkumpul banyak hanya untuk dapat berlibur ke pulau dewata Bali.

Mungkin dulu para traveler lebih tertarik untuk berkunjung ke pameran wisata atau travel fair demi mendapatkan tiket yang lebih terjangkau. Tapi kalau berkunjung ke travel fair sudah identik dengan desak- desakan.

Hal ini dikarenakan kuotanya tidak sebanding dengan banyaknya peminat travel fair ini. Itulah kenapa kita harus berlomba untuk mendapatkan penawaran terbaik pada moment tersebut. Kamu yang sering datang ke travel fair pasti sangat paham dengan situasi dan kondisinya.

Namun di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, hal tersebut tidak perlu kamu lakukan, kenapa? Karena sudah banyak agen travel online yang menawarkan berbagai keperluan liburan dengan harga yang lebih terjangkau dan mudah.
[Sumber foto : Telegraph.co.uk]
Namun kamu harus tetap aware dan tidak bisa sembarangan, karena harus tetap memperhatikan beberapa hal sebelum salah memilih. Nah, kecermatan memilih paket wisata Bali itu bisa dilakukan dalam beberapa hal seperti:

1. Perhatikan travel online yang kamu pilih.
Bali sering sekali menjadi tujuan utama dalam liburan, tidak sedikit travel online yang menawarkan paket wisata lengkap. Namun hal ini tidak bisa diambil begitu saja tanpa melakukan pertimbangan. Pertimbangkan fasilitas yang diberikan oleh satu travel dengan travel lainnya.

2. Telusuri kredibilitas.
Saat ini ketergantungan kita terhadap pilihan jasa travel online sangat besar, gak heran kalau banyak agen travel yang bermunculan. Tapi kamu sebagai salah satu pengguna harus paham seperti apa kredibilitas dari masing-masing travel. Misalnya saja dengan melihat testimoni pelanggan lain melalui feedback ataupun bintang yang diberikan.

3. Perhatikan fasilitas yang diberikan.
Harga murah memang sangat menarik perhatian masyarakat yang akan melakukan liburan, tetapi sebelumnya lebih baik pahami dulu fasilitas apa saja yang diberikan dari travel tersebut. Hal ini penting untuk menjamin kenyamananmu saat liburan.

Nah, itu tadi beberapa hal yang dapat menjadi perhatikan sebelum kamu memilih travel online untuk melakukan perjalanan dengan lebih murah. Yang pasti kamu bisa melihat terlebih dahulu kualitas dari travel online.

Salah satu yang cukup direkomendasikan adalah Mister Aladin, situs ini menyediakan berbagai macam keperluan liburan. Kamu juga bisa mendapatkan paket wisata Bali yang murah dan lengkap dari Mister Aladin. Untuk lebih detail mengenai informasi ataupun harga yang ditawarkan bisa langsung kunjungi aplikasinya ya.


Minggu, April 07, 2019

Mencari Sunyi di Bukit Maskumambang

  6 comments    
categories: 




Cerita jalan- jalan sore kali ini saya pergi sama Resha, teman yang sudah saya kenal sejak zaman TK. Sebelum- sebelumnya kami tidak ada rencana untuk pergi jalan, kala itu tiba- tiba pengen nostalgia ambil foto pakai tustelnya Resha.

Rencananya cepat saja, tiba- tiba langsung disamperin dan berangkat ke Kediri. Diajaklah saya buat muter Kediri sambil cari di mana bagusnya buat foto- foto senja, akhirnya diputuskanlah untuk pergi ke Bukit Maskumambang di daerah Brigif Klothok.







Saya sendiri sebetulnya hanya beberapa kali saja berkunjung ke daerah Klotok ini, itupun sudah lama sekali, mungkin sekitar masa SMP, artinya sekitar tahun 2007. Saat itu saya pergi dengan keluarga untuk rekreasi sekaligus berenang. Nah, kemarin itu baru berkunjung lagi dan baru tahu ternyata di sini ada juga bukit yang kalau sudah sampai di puncaknya bisa lihat luasnya pegunungan Wilis.



Setelah sampai di area Brigif Klothok, kami memarkir kendaraan dan mulai naik melewati anak tangga. Lumayan banyak juga anak tangganya, cocoklah buat pemanasan. Haha. Namun, setelah sampai di atas, ternyata anginnya semilir banget dan pemandangannya juga cantik.



Ohya, di sini juga ada area makam, namanya makam Boncolono. Makam ini merupakan makam dari mbah Boncolono, seorang kakek tua yang membantu masyarakat Kediri saat zaman penjajahan Belanda. Seperti yang kita tahu dari sejarah, saat zaman penjajahan kehidupan masyarakat sangat susah dan sengsara karena dijadikan budak.



Mbah Boncolono ini sakti dan sulit ditangkap, bahkan kabarnya beliau bisa hidup kembali setelah dibunuh. Akhirnya Belanda menggunakan siasat politiknya, akan membayar mahal bagi siapapun yang bisa menemukan cara untuk membunuh mbah Boncolono ini. Ternyata, salah satu kelemahan dari mbah Boncolono adalah, sesudah ia mati jasadnya harus dipisahkan dari kepalanya, serta dikubur terpisah melewati sungai, sehingga harus dipenggal.




Maka dari itu, ketika mereka membunuh Mbah Boncolono, Belanda mengubur tubuhnya di Bukit Maskumbang sedangkan bagian kepalanya di Ringin Sirah. Lokasi ini dipisahkan oleh Sungai Brantas. Ngeri juga ya.

Tapi kemarin saya kesana bukan untuk ziarah, hanya mencari sunyi dan suasana senja saja. Sepulang dari Bukit Maskumambang, kami mengisi perut dengan menu pecel tumpang yang ada di sepanjang jalan Dhoho Kediri.



Buat yang pengen mampir ke Bukit Maskumambang, kalian juga bisa melihat kijang di taman Brigif.


Kamis, April 04, 2019

[REVIEW] Produk Grooming Body and Tail

  1 comment    
categories: 
Karena ini postingan review jadi sama mau sedikit cerita soal gimana sih saya dapat produk ini. Thanks to Kediri Cat Lovers yang sudah kasih kesempatan buat nambah ilmu. 

Sekitar dua minggu yang lalu, saya coba buka facebook web di handphone. Kegiatan yang sudah lama tidak saya lakukan. Ya cukup lama sih skrol- skrol timelinenya. Kok ya pas dan gak sengaja nemu postingan salah satu grup soal gathering komunitas penyayang kucing di Kediri.

Sebetulnya sih, saya sudah lama juga gabung di beberapa grup facebook komunitas- komunitas yang ada di Kediri. Cuma ya gitu, hanya sebagai silent reader dan silent member aja karena sejak zaman kuliah kan tidak stay di Kediri.

Bahkan saat sudah lulus kuliahpun saya juga sangat jarang, bahkan hanya beberapa kali saja pulang ke Kediri. Mantan anak rantau detected.

Maka dari itulah saya hampir tidak pernah ikut serta dalam acara komunitas- komunitas yang saya ikuti di grup- grup facebook, mendaftar menjadi member secara fisikpun tidak, hanya ikut serta dalam dunia maya saja. Istilahnya mungkin, member bayangan kali ya. Antara ada dan tiada, kayak setan. Hahaha.

Nah, pas sekarang udah di Kediri, udah stay terus di sini. Jadi udah bisalah ikut rusuh- rusuh kalau komunitas yang saya ikuti di facebook itu bikin gathering atau kumpul- kumpul seru di hari libur.

Gathering Kediri Cat Lovers ini juga pas acaranya di hari Minggu, ya daripada saya di rumah dan gak ada acara kemana- mana, jadilah coba buat join dengan menghubungi salah satu PIC (Person In Charge) yang ditunjuk, yaitu mbak Ika.

Awalnya perkenalan diri sedikit, terus nanya masih bisa gak ya buat gabung. Eh gak lama kemudian diinvite ke grup Kediri Cat Lovers. Setelah ikut listing, saya sudah resmi buat datang di acara gathering.

Ohya ini pertama kalinya saya ikut gatheringnya KCL dan pas banget ada produk sponsor yang dibagikan untuk 40 orang pertama yang listing ikut gathering. Produknya adalah Body and Tail. Salah satu prouk yang digunakan untuk grooming hewan peliharaan kita. Seperti kucing, anjing, bahkan kelinci.


Nah di acara ini juga kita juga dapat tambahan pengetahuan tentang bagaimana cara memandikan kucing yang betul. Mulai dari Pre cleaning, degreasing, deep cleaning shampoo, pemberian shampoo, proses pengeringan dan after grooming.


Sayangnya saat itu saya tidak ikut sampai selesai dan karena pengurusnya baik hati, saya dikasih 2 produk dari Body and Tail ini. Yaitu degreaser untuk menghilangkan minyak pada kulit hewan dan shampo. Alhamdulillah.

Satu minggu kemudian saya coba untuk memandikan kucing di rumah pakai produk Body and Tail sesuai arahan. Pertama, coba pakai degreaser untuk menghilangkan minyak pada kulit kucing. Bentuk degreaser ini kayak jelly, baunya wangi enak macam permen karet. 

Nah, pemakaian degreaser ini dicampur dengan air dan perbandingannya adalah 1:10 dalam kondisi bulu kering supaya penyerapan kandungan yang dimiliki produk ini maksimal. Maksud dari 1:10 adalah 1sendok degreaser dan 10 sendok air. Atau kalau mau diubah ke mili juga boleh. 

Yang pertama dilakukan adalah membasahi kucing dengan campuran degreaser dan air di ekor, kemudian dilanjut ke belakang telinga diaplikasikan dengan rata sambil dipijat. Kemudian ke seluruh tubuhnya.

Jadi, saat mengaplikasikan degreaser ini kucing dalam kondisi kering yaa. Setelah itu tunggu sekitar 5 menit sambil pijat ringan, lalu bilas sampai bersih.


Selanjutnya saya pakai shamponya, karena memang hanya punya 2 produk ini jadi prosesnya tidak panjang seperti grooming pada umumnya. Hanya diambil tahap awal dan tahap akhir.

Shampo yang kupakai ini namanya Moonlite Shampoo. Moonlite ini merupakan tahap akhir dari proses grooming. Sifatnya lembut di rambut atau bulu kucing. Bikin bulu bisa lebih ngembang dan wangi segar.

Setelah Milo selesai mandi dan kering, bulunya memang lebih mengembang dari biasanya dan halus saat dipegang. Baunya juga wangi segar. 

Saya sebetulnya juga jarang mau datang ke gathering komunitas, tapi kali ini tertarik untuk coba ikut karena beberapa hari sebelumnya, saya kan grooming kucing di salah satu pet shop.

Disitu saya diinfokan kalau kucing saya terkena gejala scabies atau lebih umum dikenal dengan penyakit kulit gudik. Aduh jangan-jangan karena selama ini saya kurang aware menjaga kebersihannya.

Sebetulnya selama ini saya juga sering memandikan kucing secara mandiri. Tapi karena musim hujan, jadinya gak sempat terus. Apalagi posisi kerja juga jadi betul- betul belum bisa memandikan pak tua Milo. Jadilah grooming di pet shop jadi pilihan. 

Saat itu saya juga coba buat beli obat scabies untuk Milo. Harganya tidak terlalu mahal, agak lupa nominal pastinya. Kurang lebih sekitar 30ribu. Scabies pada Milo ini lumayan mengkhawatirkan karena di telinganya mulai muncul jamur yang berbentuk kerak. 

Selain di telinga juga ada beberapa di belakang telinga dan sekitar kepala. Hal ini sangat menganggu saat dia mulai minta untuk dielus kepalanya. Karena tiap kali saya pulang kerja atau saat dia berjumpa dengan saya, dia selalu menabrakkan kepalanya baik ke kaki atau tangan. 

Saya sendiri juga kalau ada jamur gitu kan jadi risih. Untungnya sudah cepat ditangani dan saat ini sudah berangsur sembuh. Awalnya mau saya coba bawa ke dokter hewan, namun saat coba konsultasi ternyata dicoba dengan obat oles dulu saja.

Tambah ilmu lagi tentang dunia kucing. 

Senin, Maret 25, 2019

Ingin Punya Kartu Kredit? Cek Dulu Kelebihan dan Kekurangannya

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, banyak perusahaan penyedia jasa layanan finansial dan perdagangan mengajak kita untuk mensukseskan program cashless, misalnya dengan menggunakan kartu Kredit, Debit, maupun dompet elektronik. Karena memang lebih efisien sebagai alat pembayaran. Salah satu layanan finansial yang mendukung program cashless ini adalah bank BRI, kalian bisa baca tentang syarat daftar kartu kredit BRI.

Sejak bekerja dan memiliki penghasilan sendiri sayapun memutuskan untuk memiliki kartu kredit untuk jaga- jaga jika ada kebutuhan mendesak. Hal ini sudah saya putuskan secara matang sejak mempelajari plus dan minusnya.

Nah, karena memang kartu plastik ini sering digunakan sebagai metode pembayaran, dan mulai marak karena selain memudahkan pemiliknya, pengajuan aplikasinya pun semakin mudah. Cukup dengan datang ke bank kemudian mengisi data dan melengkapi dokumen, atau juga bisa dengan pengajuan online.
[Sumber : Cekaja.com]
Buat yang pengen banget punya kartu kredit kalian wajib tahu tentang apa saja sih kelebihan dan kekurangannya untuk pemegang kartu ini? Yuk, disimak:

Praktis dan Mudah
Tuntutan zaman yang serba cepat ini memang banyak orang lebih menyukai hal- hal praktis dan mencari kemudahan di setiap urusannya. Apalagi kalau soal urusan shoping, hal ini juga didukung dengan banyaknya penyedia jasa belanja online yang hanya memberikan waktu singkat dalam transaksinya.

Selain itu daripada harus membawa uang dalam bentuk tunai untuk alat pembayaran, lebih baik menggunakan satu kartu yang dapat digunakan dalam segala kondisi. Hal ini harus didukung juga bahwa kartu yang kamu miliki dalam kondisi sehat.

Relatif Aman
Jika dibandingkan dengan uang tunai, kepemilikan kartu kredit sebetulnya relatif lebih aman. Meskipun tidak seratus persen terbebas dari resiko. Misalnya saja, jika uang cash hilang karena pencurian kita tidak bisa melakukan klaim, kecuali memang memiliki asuransi untuk itu. Namun, jika terjadi kejahatan pada kartu kredit yang kita miliki ada otoritas yang dapat membantu kita menangani masalah tersebut.
 
[Sumber : Cekaja.com]
Dapat Digunakan Saat Kondisi Mendesak
Dalam kondisi tertentu mungkin saja kita berada dalam kondisi mendesak dan perlu membayar atau membeli sesuatu dalam jumlah besar, padahal uang tunai udah mulai tipis nih. Misalnya saja kado untuk pernikahan teman atau hadiah untuk teman yang baru melahirkan.

Nah, kartu kredit bisa digunakan untuk menolong kondisi kita tersebut. Tapi jangan lupa untuk bayar tagihannya ya setelah itu. Supaya penggunaan kartu kredit kita tetap lancar.

Banyak Promo untuk Pemegang Kartu Kredit
Kalau ini sudah bukan rahasia lagi, sebagai pengguna kartu kredit memang dimanjakan sekali khususnya untuk potongan atau diskon dalam banyak transaksi.

Hal ini bisa terjadi karena adanya kerja sama antara bank penerbit dan rekanannya. Misalnya saja diskon di restoran cepat saji, atau tiket nonton film, tiket hotel dan akomodasi lainnya seperti tiket penerbangan. Asik kan.

Membantu Evaluasi Pengeluaran
Ada gak yang sejak zaman sekolah suka buat laporan kas buat diri sendiri? Saya dulu sering kayak gitu, karena di zaman sekolah sering ditunjuk buat jadi bendahara kelas.

Nah takutnya kan uang yang saya pegang tercampur dengan uang pribadi. Maka dari itu tercetus ide untuk membuat kas pribadi, gunanya untuk mengontrol pengeluaran saya. Jadi saya bisa tahu, di minggu ini jajan banyak atau tidak dan berapa jumlah uang yang saya tabung.

Sama halnya dengan kas pribadi, kartu kredit ini juga bisa membantu kita untuk mengevaluasi pengeluaran. Karena setiap bulannya kita mendapat tagihan mengenai jumlah transaksi yang kita lakukan.

Kalau sudah seperti itu, kita bisa tahu dan bisa menarik kesimpulan apakah dengan kepemilikan kartu kredit ini sudah digunakan dengan tepat atau belum.

Kalau sudah tahu kelebihan kartu kredit ini, kalian juga harus tahu apa saja kekurangan jika memiliki kartu kreditnya, ya.

Bunga
Meskipun mudah dalam penggunaanya, jangan pernah lupa bahwa setiap transaksi yang menggunakan kartu kredit pasti disertai dengan bunga. Bisa jadi saat berbelanja, barang yang kita beli harganya lebih mahal dari seharusnya. Selain itu juga jika kita terlambat dalam membayar tagihan tersebut, dendanya bisa lebih besar.

Rentan Boros
Hal ini sebetulnya tergantung pada setiap individu pemegang kartu kredit. Memiliki kartu kredit bisa membuat kita rentan menjadi boros, karena merasa memiliki aset lebih banyak. Hal ini juga dikarenakan adanya sifat dasar manusia yang merasa selalu kurang puas. Sehingga menjadikan pengeluaran tidak terkontrol dan tagihan menjadi bengkak.

Biaya Administrasi
Nah karena istilahnya kita menggunakan jasa orang lain, pasti ada biaya administrasi yag dibebankan kepada kita. Seperti misalnya biaya pendaftaran termasuk materai, biaya iuran tahunan, dan sejenisnya.

Namun sebetulnya, kalau kita benar- benar bijak dalam penggunaan kartu kredit, alat ini sangat membantu sekali dalam kehidupan kita. Jika sudah tahu triknya justru tidak akan ada beban dalam penggunaanya. Seperti menggunakan kartu kredit seperlunya saja dan membayar sebelum jatuh tempo.

Setelah tahu kelebihan dan kekurangan memiliki kartu kredit, kalian bisa mencari informasi dan memilih bank apa saja yang menyediakan layanan kartu kredit. Kalau sekarang sih hampir semua perbankan menyediakan aplikasi pengajuan kartu kredit.

Kalau saya boleh saran buat yang masih bingung dimana akan mengajukan aplikasi kartu kredit, kalian bisa memilih bank BRI. Di sini ada banyak pilihan kartu kredit sesuai dengan kebutuhan dan tentu saja ada banyak kelebihan yang mereka tawarkan sesuai dengan jenis kartu kredit yang akan dipilih.

Nah, kalau mau tahu lebih banyak lagi soal kartu kredit, kamu bisa cek di https://www.cekaja.com/banks/bri/kartu-kredit. CekAja.com ini punya banyak banget informasi soal produk finansial. Salah satunya ya soal kartu kredit itu tadi. Ingat, kalau sudah punya kartu kreit, jangan lupa bijak dalam penggunaanya ya!.


Jumat, Maret 22, 2019

Liburan di Solo Sambil Belajar Budaya dan Sejarah

  37 comments    
categories: 

Udah mau musim liburan, kok rasanya saya rindu banget sama pelesiran dan liburan ke daerah Jawa Tengah. Kayaknya sih emang udah cukup lama gak main- main ke provinsi ini.

Selain itu mungkin emang udah waktunya mulai pelesir lagi, karena beberapa minggu ini saya tidak pergi jalan- jalan di hari libur. Bukan apa- apa sih sebenernya, saya sendiri akhir- akhir ini sedang mengurangi aktifitas di luar rumah seperti pelesir ke luar kota karena memang cuacanya tidak menentu dan berwisata saat musim hujan itu menurut saya effortnya lebih banyak, aja.

Jadi inget pengalaman tahun 2017 ke Yogya dan sepanjang hari hujan, tiap nyampek di lokasi harus basah kuyup karena memang saat itu bawa motor dari Kediri. Doubel kill sih jadinya. Tapi itu jadi pengalaman super yang pastinya gak mau diulangi lagi. Capeknya gak main- main, kalau sekarang lebih baik naik transportasi umum aja.

Pas banget bulan depan ada libur tanggal merah di awal minggu. Kebetulan mau ada acara di sekitaran Jawa Tengah, jadi rencananya sih mau ambil cuti sehari sekalian mampir liburan ke Surakarta. Karena emang udah lama banget sih gak extend di kota ini, terakhir kali berkunjungsekitar enam tahun yang lalu.

[ Bus Werkudara – foto pribadi]
Seingat saya, terakhir kali menginap cukup lama di Solo ini saat mengikuti event Asean Blogger Festival, rasanya jadi kangen dan pengen mengulang naik kereta uap Kluthuk Jaladara dan bus Werkudara, sekalian makan malam di Galabo.

[Naik kereta uap – foto pribadi]
Nah karena kali ini perjalananya bebas namun terbatas, maka dari itu saya coba bikin itinerary dan cari informasi serta rekomendasi wisata apa saja yang ada di Solo. Ternyata udah banyak banget pilihan tempat wisata yang bisa dikunjungi.

Tapi kayaknya saya mau jalan- jalan ke tempat yang banyak dikunjungi sama wisatawan aja. Jadi biar gak mubadzir waktunya, karena memang waktunya terbatas sekali. Nah, rencanaya tempat- tempat ini yang ingin saya kunjungi kalau ke Solo;

1. Keraton Kasunan Surakarta
Dulu, saya udah pernah masuk kesini dan entah kenapa yang muncul kalau ngomongin soal Kasunan Surakarta malah makanan Selat Solo. Mungkin karena di sinilah saya pertama kalinya mencoba makanan ini dan sampai sekarang saya belum pernah makan itu lagi. Padahal di Malang, kota saya belajar kala itu, ada satu rumah makan yang khusus menjual Selat Solo. Hehe.

[Area dalam Kasunan Surakarta – foto pribadi]
Ohya, saya masih ingin kembali berkunjung ke Keraton Surakarta karena tempat ini merupakan salah satu tempat wisata sejarah dan budaya di Surakarta yang menurut saya harus dikunjungi. Selain karena tempatnya bagus, sepertinya Keraton di tiap daerah memang selalu punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan.


Lokasi Keraton Kasunan Surakarta ini ada di Baluwarti, Ps. Kliwon, Kota Surakarta dan hanya bisa dikunjungi enam hari saja selama seminggu. Pastikan jangan berkunjung ke tempat ini di hari Jumat, karena tutup.


2. Taman Sriwedari
Buat yang suka sama kesenian seperti wayang, sepertinya Taman Sriwedari memang cocok untuk dikunjungi. Karena di tempat ini memang digunakan sebagai tempat pertunjukkan kesenian.
 
[Sumber : Indonesiakaya]
Selain itu menurut informasi, setiap hari Selasa sampai Sabtu juga digelar secara rutin pertunjukkan wayang orang yang dimulai pukul 20.00 hingga 23.00. Tiketnya juga murah banget, cukup dengan membayar Rp. 3000 bisa lihat kesenian yang mulai langka ini.

Wah enak banget, padahal kalau di daerah saya mau lihat kesenian semacam itu harus nunggu moment dulu, seperti bersih desa atau acara besar lainnya. Nah, mumpung bisa ke Solo jadi saya gak mau menyia-nyiakan kesempatan lihat wayang orang yang bayarnya murah banget di sini.

Lokasi Taman Sriwedari ini sesuai namanya di Jl. Slamet Riyadi No.275, Sriwedari, Laweyan.

3. Kampung Batik Kauman
Kata ibu saya, kalau datang ke kota yang punya kerajinan batik, tapi pulang gak bawa oleh- oleh batik itu rasanya kayak ada yang kurang. Mungkin karena bawaan ibu- ibu ya, tiap pelesiran pulang harus bawa oleh- oleh buat yang di rumah.
 
[Sumber : Pariwisatasolo.surakarta]
Nah kalau saya pribadi sih, pengen ke Kampung Batik Kauman semata- mata bukan karena batiknya aja, tapi karena kampung ini merupakan kampung batik tertua yang ada di Solo dan pastinya tempat ini punya bangunan tua yang arsitekturnya gaya Jawa- Belanda, rumah Joglo maupun Limasan. Pastinya menarik!.

4. Pasar Antik Triwindu
Seperti namanya, Pasar Antik Triwindu ini merupakan pasar yang menjual barang- barang antik, seperti hiasan rumah zaman dulu, eletronik kuno, keramik dan sebagainya.
Di sini cocok banget buat yang suka koleksi barang- barang kuno, kalau saya sih pengen window shopping cari elektroniknya.
 
[Sumber : Surakarta.go.id]
Selain itu saya juga pengen merasakan aroma nostalgia kalau lihat barang- barang yang pernah ada di rumah nenek zaman tahun 1990an.

Perjalanan pelesir kali ini sepertinya saya mau naik bus aja, soalnya memang bus antar provinsi sekarang sudah semakin bagus dan nyaman. Selain itu Insya Allah lebih aman juga. 

Kemarin saya coba buat cari tiket bus di terminal, tapi jadwalnya yang kurang cocok karena saya masih harus kerja di hari sebelumnya. Kemudian saya ingat kalau di aplikasi Traveloka juga melayani pemesanan tiket bus, jadi langsung deh cek dan ricek. Nah terakhir kali ke Solo itu seingat saya pakai bus P.O Eka Mira. 

Jadi saya coba cek jadwal Eka Mira di Traveloka dan pas banget ada yang bus malam. Selain itu juga jalurnya Eka Mira ini melewati daerah saya. Jadi bisa menunggu di tempat yang disepakati.
[Sumber : Traveloka]
Senang sekali karena sekarang liburan sudah makin mudah dan efisien. Karena dengan adanya pemesanan online, pengguna jasa transportasi bisa punya waktu yang pasti kapan berangkat dan kapan sampai. Kalaupun memang ada keterlambatan sedikit mungkin masih bisa ditoleransi karena kondisi jalanan yang tidak menentu.


Kamis, Maret 21, 2019

Cara Pesan Tiket Nonton Bioskop di Golden Kediri Secara Online

  4 comments    
categories: 

Kalau ngomongin soal nonton film di bioskop, rasanya jadi inget pengalaman pertama waktu nonton film di gedung ini. Dulu masih SMP kelas 9 atau orang kenalnya kelas 3.

Zaman tahun 2007-2008 kalau gak salah ingat, nonton film di Golden Kediri itu masih sekitar 15-20 ribu aja. Masih murah- murahnya, karena dulu film- film yang diputar di Kediri juga gak begitu update.

Mungkin beda kurang lebih dua minggu dari bioskop di Malang atau Surabaya, selain itu peminatnya juga gak sebanyak sekarang. Makanya zaman- zaman itu Golden gak punya begitu banyak teater. Cuma dua sih seingetku.

Beda sama sekarang yang udah rame sama orang yang pengen nonton di bioskop. Nah, Golden ini emang legend banget gedungnya. Selain karena ada bioskopnya juga merupakan tempat perbelanjaan yang masih hits sampai sekarang.

Ohya, bulan Februari- Maret ini kayaknya memang lagi banyak film yang punya rating bagus buat ditonton. Baik film dalam negeri maupun luar negeri. Misalnya Dilan, Yowis Ben 2, Marvel, dan lainnya. Nah, karena saya sendiri sudah cukup lama tidak nonton film di bioskop, kemarin saya iseng- iseng pengen nonton.

Pas banget waktu itu ada tanggal merah di weekday (Hari Raya Nyepi), jadi karena libur kerja dan harinya tidak di switch ke hari lain seperti biasanya. Pas libur dan gak kemana-mana, makanya waktu itu saya coba buat keliling kota Kediri, motoran aja kayak biasanya sendirian.

Mampir ke Golden mau belanja sambil window shopping, gak taunya pas naik ke area bioskop ramenya minta ampun. Astagaaa.. Yasudah mundur teratur melanjutkan jalan- jalan ke gedung sebelahnya, Kediri Mall. Gak ada yang mau dicari sih, cuma mau lihat- lihat aja.

Akhirnya di hari itu saya gak jadi nonton karena males sama ngantre pesen tiketnya. Yasudahlah mungkin lain waktu bisa kembali lagi ke Golden buat nonton. Selang beberapa hari kemudian, di hari Senin saat akan pulang kantor, saya buka Instagram dan menemukan cukup banyak foto serta video Iqbal – Dilan di eksplor. Nah, tiba- tiba rasanya kok pengen nonton ya.

Jadilah waktu itu saya buka goldentalipodo.com buat lihat film apa aja sih yang lagi tayang di Golden. Dari lima teater, Dilan diberi kesempatan untuk tayang di dua teater. Baiklah, akhirnya saya memutuskan untuk nonton Dilan 1991 saja.

Kali ini saya gak mau ikut- ikut antre buat beli tiketnya, saya mau yang ringkas dan cepat. Jadilah sore itu saya pesennya via online dan beberapa saat sebelum waktu pemutaran film dimulai sesuai jadwal yang saya pilih, saya datang hanya untuk menukarkan barcode dengan tiket fisik. Antrenya tentu gak banyak, karena ada loket khusus untuk penukaran tiket online dan nonton di jam selanjutnya.

Ohya, dulu sebetulnya juga bisa pesan tiket nonton secara online. Buat yang film-holic pasti tau applikasi Book My Show. Nah, dulu sering juga beli pakai applikasi itu. Tapi sejak pertengahan tahu lalu sepertinya Book My Show sudah tidak melayani pemesanan tiket di Golden Kediri, Entah kenapa..

Nah, kalau gitu gimana dong caranya pesen tiket online buat nonton di Golden kalau gak ada Book My Show? Tetap bisa, pemirsa dan caranya juga gampang, bats.

1. Buka via browser www.goldentalipodo.com,

2. Daftar dan bikin akun buat yang masih belum punya– login,


3. Pilih deh film apa dan di teater jadwal pemutaran mana yang diinginkan serta nomor kursinya, nah untuk yang online itu A,E dan F ya,


4. Kalau sudah nanti diarahkan ke form pembayaran, karena saya malas ngisi deposit jadi via transfer saja. Form konfirmasinya singkat banget lho, 9 menit. Padahal kalau pakai klikbca masih harus ngedaftarin dulu rekeningnya dll. Tapi untung kemarin sinyalnya lagi bagus jadi lancar jaya,

5. Kalau udah beres pembayarannya, ditunggu aja dulu karena transaksi kita sedang divalidasi. Enggak lama sih waktu itu kurang dari 5 menitan saya udah dapat kode booking dan bisa ditukar waktu mau nonton.

Mudah banget kan yaa? Nah kayaknya buat selanjutnya saya mau pakai ini aja deh, daripada harus antre panjang ya kan. Ohya perlu diperhatikan ya, saat memesan tiket secara online, kita akan dikenakan sedikit pajak. Jadi harganya beda seribu rupiah dari tiket pada umumnya. 

Jadi, daripada antre berdiri capek- capek ya kan. Mending pesen tiket online aja. Hehe.


Minggu, Maret 10, 2019

Menjelajah Budug Asu di Lawang

  56 comments    
categories: 

Jalan- jalan menjelajah ke gunung atau bukit sebetulnya bukan hobi saya, tapi saya suka melihat panoramanya. Beberapa waktu yang lalu, tiba- tiba ada hasrat untuk naik salah satu bukit di lereng gunung Arjuna, setelah melihat eksplor Instagram.

Nama bukit ini adalah Budug Asu. Pertama kali saya tahu setelah sekian tahun berada di kota yang dikelilingi ring of fire ini. Panoramanya sungguh membuat saya pengen segera naik dan turut serta menikmatinya secara langsung.

Tapi, memang karena terbentur dengan waktu, yang tak bisa sebebas dulu, jadi saya harus atur jadwal libur supaya tidak menganggu urusan kantor.

Saya pribadi, meskipun punya hasrat yang besar akan traveling, tapi saya juga tetap mengutamakan mana yang menjadi kewajiban saya. Haha sok amat yak.

Ngomong- ngomong, nama Budug Asu sendiri muncul saat masa penjajahan Belanda, terdapat cukup banyak Asu (Anjing, dalam bahasa) yang terkena penyakit Budug atau lebih dikenal dengan scabies. Scabies ini merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau. 

Sabtu sepulang kantor saya beranjak ke Malang dan menginap semalam dengan bantuan Airy Room Syariah di daerah Klojen. Cari yang super murah karena memang tidak digunakan untuk staycation. Hanya menginap singkat guna menghilangkan lelah perjalanan dan menyiapkan tenaga untuk mendaki ke Budug Asu esok harinya.

Hari Minggu pagi, tepat di jam 06.00, Ichal teman yang menemani saya mendaki ke Budug Asu, menjemput di gang Klojen. Perjalanan ini sebetulnya hanya perjalanan santai saja. Kami berangkat dengan santai, masih sempat untuk sarapan Soto kalau tidak salah di daerah Sanan, daerah yang punya UMKM keripik tempe dan terkenal di Malang.

Ohya, Budug Asu ini lokasinya ada di Lawang, tepatnya di atas Kebun Teh Wonosari. Wisata ini cukup terkenal karena memang sering digunakan untuk study banding ataupun berwisata dalam jumla yang besar. Seperti study tour Taman Kanak- Kanak ataupun reunian. Saya pernah datang ke Kebun Teh ini kurang lebih tiga kali saat masa kuliah.  Namun, saat itu belum tahu kalau di atasnya ada bukit yang bisa didaki.

Baik, memasuki wilayah kebun teh kami ditarik tiket sjumlah 15K/ orang. Mungkin karena hari libur sih ya. Sebetulnya ada banyak referensi untuk sampai ke Budug Asu, tidak hanya lewat Kebun Teh Wonosari saja. Bisa juga lewat daerah Sumberawan, Singosari. Kami mengambil jalur Kebun Teh karena menurut kami, jalur ini yang paling aman karena lazim dilewati para pendaki yang akan naik ke Budug Asu.

Setelah memarkirkan kendaraan dan ibu penjaga parkirnya tahu kami akan naik ke Budug Asu, kami diperingatkan jika parkir di tempat ini akan tutup di jam 16.00. Karena saat itu masih pagi, sekitar pukul 08.00 lebih, kami mengira mungkin tidak akan sampai selama itu berada di atas dan akan segera kembali di waktu makan siang. Rupanya, perkiraan itu salah, besar.

Setelah bertanya kepada beberapa orang yang ada di parkiran, kira- kira berapa lama naik ke Budug Asu kalau dari lokasi kami saat itu, banyak yang sepakat naiknya mungkin hanya 1-1,5 jam saja. Baik, mendengar hal itu kami mantap untuk melangkah ke Budug Asu.

Saat berangkat, hanya beberapa kali saja kami berjumpa dengan orang yang naik sepeda gunung dan motor trail. Sedangkan yang jalan kaki hanya saya dan Ichal saja. Saat itu syukur alhamdulillah cuacanya cerah dan tidak terlalu panas. Mungkin karena malam sebelumnya Malang sempat diguyur hujan cukup lebat. Bahkan saat kami mulai mendaki, kabut masih terlihat di beberapa sisi. 

Jujur banyak spot yang bagus yang bisa diabadikan di sepanjang perjalanan ke Budug Asu, apalagi kalau sudah ketemu deretan pohon pinus di sisi kiri dan kanan. Wah, rasanya seperti tidak mau beranjak, masih pengen foto lagi dan lagi. Tapi, karena goalnya saat itu pengen lihat puncak, kami berdua melanjutkan perjalanan yang sepertinya masih kurang sedikit lagi itu. 

Ternyata benar, tidak jauh dari lokasi spot yang instagramable itu, terdapat 3 atau 4 gubug yang dijadikan sebagai loket dan beberapa lainnya sebagai warung. Di sini kami masih harus membayar kembali 10K/ orang sebelum melanjutkan perjalanan naik ke puncak.

Ada dua pilihan untuk bisa melihat puncak Budug Asu dari tempat ini, jalur kanan dan jalur kiri. Jika memilih jalur kanan perjalanannya singkat, jaraknya hanya 800 meter saja, namun treknya menanjak, bahkan tanjakkannya disebut dengan Tanjakan Dhemit. Saking horornya kali ya. 

Nah kalau ambil kiri jaraknya sekitar 2 km, trek landai namun licin karena dilewati oleh para rider motor trail. Saya baru tahu juga saat jalan turun dari puncak. Akhirnya, dengan pertimbangan yang cepat, kami memilih naik ke puncak via jalur kanan, melewati Tanjakan Dhemit. 

Baru setengah jalan menuju puncak, cuaca yang tadinya cerah mendadak mulai mendung. Waduh, gak bisa lihat apa- apa nih nanti di puncak kalau kayak gini. Tapi karena sudah kepalang tanggung, kami tetap melanjutkan perjalanan ke atas. Di sini, kami mulai berjumpa dengan banyak pendaki lainnya. Bahkan ada adik bayi yang digendong ayahnya dengan baby carrier. Saat mereka turun, di dedek terus menerus menangis. Entah karena apa.. 


Dua setengah jam kami melakukan pendakian dan akhirnya sampai di puncak, dan benar saja karena saat itu mendung otomatis kabut muncul di mana- mana. Haha. Baik, memang kalau jalan- jalan disaat musim hujan kita harus menurunkan ekspektasi yang terlalu tinggi. Beruntungnya saya sudah berdamai dengan segala ekspektasi yang terlalu tinggi. Jadi, gak kecewa- kecewa amat.

Saat itu saya, Ichal dan beberapa orang yang saat itu berada di puncak, menunggu cuaca kembali cerah. Namun, alam memang sulit sekali ditebak. Cukup lama kami menunggu , hanya sesekali saja matahari muncul dan tetap lebih banyak kembali mendung. Baiklah, karena sudah lewat jam makan siang akhirnya kami berdua memutuskan untuk segera turun, karena ingat kalau parkiran tutup jam 4 sore. 

Saat itu kami turun bersama rombongan komunitas motor trail lewat jalur yang landai dan licin. Di sini beberapa kali teman- teman baru saya itu tergelincir dan jatuh. Tiap kali ada yang jatuh kami tertawa dan buru- buru mengulurkan tangan, tak jarang saat memberi pertolongan ada juga yang ikut terjatuh.

Saat itu, mungkin karena terlalu senang dan terhibur, giliran saya yang terjatuh dan mandi lumpur. saya tetap tertawa, karena akhirnya merasakan jatuh juga. Ternyata memang benar, jalan landai ini memang jauh dan licin. Setelah teman- teman dari komunitas motor trail sampai di parkirannya, kami berpisah. Melambaikan tangan dan saling berucap terima kasih. 

Perjalanan saya dan Ichal untuk kembali masih menanti, kaki ini masih harus menapaki tanah hutan Budug Asu 2,5 jam lagi. Mungkin karena sangat sepi, kami sampai lost focus melewati jalur kembali ke Kebun Teh. Sebetulnya saya sudah merasa, kok jalannya jadi jauh ya? Kayaknya tadi gak lewatin ini deh, kok jadi lewat sih?. Suasana saat itu makin scary karena mendung makin gelap dan gluduk mulai terdengar. 

Alhamdulillah kami berjumpa dengan bapak- bapak petani yang sama- sama akan kembali, kami mulai bertanya jalur untuk kembali ke Kebun Teh dan syukurlah bapak- bapak ini bersedia menunjukkan jalurnya. Saat itu pula, gerimis mulai turun. Dalam perjalanan, bapak petani ini mulai bercerita dan bilang kami beruntung karena sudah turun dari puncak. Karena kalau hujan turun, Budug Asu bisa seperti lautan. Airnya naik dan beberapa hari sebelumnya banyak yang terjebak di atas puncak karena bawah banjir. 

Alhamdulillah..

Setelah berpisah dengan bapak baik hati tersebut, kami mulai memacu kaki supaya bisa segera kembali ke parkiran kebun teh Wonosari. Hujan tak lagi turun rintik- rintik, tapi mulai deras dan baju mulai basah. Kesalahan terbesar kami saat itu adalah meninggalkan jas hujan di kendaraan. 

Akhirnya, sampai di area parkir dan kami menunggu hujan reda. Sayangnya tidak reda- reda sampai cukup lama. Padahal saat itu, saya harus kembali ke Kediri karena esok harinya masuk kerja. Setelah berdiskusi, kami memutuskan untuk pulang dalam keadaan hujan masih cukup deras. Ichal menyetir kendaraan dan memakai mantel, sedangkan saya yang di belakang hanya mengandalkan jaket yang sebetulnya sudah setengah basah. 

Saat perjalanan pulang, mungkin dikarenakan faktor terburu- buru dan kondisi jalan yang licin, sedangkan Ichal juga diburu waktu supaya saya tidak kemalaman di jalan, akhirnya membuat dia memacu kendaraan dengan lumayan kencang. Tepat di depan puskesmas Ardimulyo Singosari, kami berdua jatuh karena kendaraan depan ngerem mendadak dan membuat Ichal kaget. Bisa ditebak, kami oleng ke kanan dan sempat terseret beberapa meter. 

Untuk selanjutnya sepertinya tidak etis untuk diceritakan ya.  Beruntung, masih sama- sama diberi kesempatan menghirup napas sekali lagi. Sebagai pelajaran, jangan memaksakan jika kondisi tidak memungkinan, karena selamat itu nomor satu.