Romantisan : Sepakat untuk Menikah

Gambar
Long time tidak curhat-curhat santai di blog. Rindu sebetulnya namun bingung untuk memulainya.  Selama ini saya menahan diri selama kurang lebihnya satu tahun untuk tidak upload tentang persiapan menikah ke sosial media. Bukan tidak mau membagikan cerita bahagia ya, hanya saja saya ingin teman-teman dunia maya tahu setelah semuanya benar-benar terjadi. Kalau boleh dibilang, setahun ternyata cepat sekali berlalu. Desember 2019 adalah bulan di mana saya mengirim pesan, bukan ajakan menikah atau minta untuk dinikahi ke orang yang jadi suami saya sekarang ini.  "Chal, bapak dan ibu sudah selesai urusan haji. Sepertinya setelah ini giliranku disuruh menikah" // "Minggu depan aku boleh ke Kediri? Kita bicara soal ini, ya" // Long story short, orangnya betulan datang ke Kediri. Tidak janjian untuk berjumpa di rumah, namun di Warkop Maspu. Di sana kami ngobrol santai-santai saja, bikin vlog cerita perjalanan kami singgah di beberapa tempat wisata (ternyata vlognya ga pernah

Kumandang Takbir, Bangunkan Uti


Kamis (25/10) saya pulang ke Kediri, sekitar pukul 16.45 saya sampai rumah dan dalam keadaan kekunci, waktu saya telepon ibu ternyata adek saya yang angkat, dia bilang sedang di rumah sakit umum dan kuncinya di bawa. Oh ternyata, uti saya yang masuk rs lagi. Saya buru- buru naik angkot ke rs, ini pertamanya saya naik angkot di Kediri setelah sekitar 3 tahunan ga naik. Enak, hehe..

Uti saya masuk IGD dalam keadaan tak sadar, tapi beliaunya mengigau terus, igauannya pun berkualitas; menurut saya. Uti dalam keadaan tak sadar dan mengaji. Igauannya dalam bentuk ngaji. WOW.

Oh ya, uti masuk rs karena hipertensi, ketika suster akan memberi obat, kami keluarga ditawari untuk melakukan pemasangan selang pada anus, alasannya setelah obat diberikan pasien akan pipis dalam waktu lima menit. Saya yang baru datang, diajak diskusi ibu tentang hal ini, agak lama kami berpikir dan menimbang, kenapa lama ? kami kasian kalau harus di selang, opsi pertama mungkin "sakit" dan kedua "risih", akhirnya kami setuju untuk dilakukan penyelangan, saya diminta untuk tanda tangan surat perjanjian karena ibu saya tidak berani. Ketika akan dilakukan pemasangan, tepat setelah adzan magrib berkumandang, dan takbir pertama dilantunkan, uti bangun. Subhanallah..

Uti yang linglung bertanya- tanya, "ini siapa?" kepada suster yang ada disebelahnya. Setelah itu, suster bilang "ibu dirumah sakit, ini saya mau pasang selang biar pipisnya ndak kemana- mana", lalu uti menolak. akhirnya saya tanda tangan surat penolakan perjanjian yang saya lakukan di awal tadi.

Akhirnya, uti saya menginap di rs selama empat hari, Kamis sore hingga Senin siang.

*saya pikir hipertensi adalah penyakit yang muncul dalam diri sendiri, bukan karena makanan atau efek apa, mungkin terlalu banyak pikiran dan sebagainya. Jadi, kalau kata ibu saya "semeleh-lah", pikiran yang tidak penting jangan terlalu dipikirkan dan dibuat larut, cukup sejenak ; cari solusi ; selesaikan dan lupakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame