Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati. Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan. Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu. Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesa

Kumandang Takbir, Bangunkan Uti


Kamis (25/10) saya pulang ke Kediri, sekitar pukul 16.45 saya sampai rumah dan dalam keadaan kekunci, waktu saya telepon ibu ternyata adek saya yang angkat, dia bilang sedang di rumah sakit umum dan kuncinya di bawa. Oh ternyata, uti saya yang masuk rs lagi. Saya buru- buru naik angkot ke rs, ini pertamanya saya naik angkot di Kediri setelah sekitar 3 tahunan ga naik. Enak, hehe..

Uti saya masuk IGD dalam keadaan tak sadar, tapi beliaunya mengigau terus, igauannya pun berkualitas; menurut saya. Uti dalam keadaan tak sadar dan mengaji. Igauannya dalam bentuk ngaji. WOW.

Oh ya, uti masuk rs karena hipertensi, ketika suster akan memberi obat, kami keluarga ditawari untuk melakukan pemasangan selang pada anus, alasannya setelah obat diberikan pasien akan pipis dalam waktu lima menit. Saya yang baru datang, diajak diskusi ibu tentang hal ini, agak lama kami berpikir dan menimbang, kenapa lama ? kami kasian kalau harus di selang, opsi pertama mungkin "sakit" dan kedua "risih", akhirnya kami setuju untuk dilakukan penyelangan, saya diminta untuk tanda tangan surat perjanjian karena ibu saya tidak berani. Ketika akan dilakukan pemasangan, tepat setelah adzan magrib berkumandang, dan takbir pertama dilantunkan, uti bangun. Subhanallah..

Uti yang linglung bertanya- tanya, "ini siapa?" kepada suster yang ada disebelahnya. Setelah itu, suster bilang "ibu dirumah sakit, ini saya mau pasang selang biar pipisnya ndak kemana- mana", lalu uti menolak. akhirnya saya tanda tangan surat penolakan perjanjian yang saya lakukan di awal tadi.

Akhirnya, uti saya menginap di rs selama empat hari, Kamis sore hingga Senin siang.

*saya pikir hipertensi adalah penyakit yang muncul dalam diri sendiri, bukan karena makanan atau efek apa, mungkin terlalu banyak pikiran dan sebagainya. Jadi, kalau kata ibu saya "semeleh-lah", pikiran yang tidak penting jangan terlalu dipikirkan dan dibuat larut, cukup sejenak ; cari solusi ; selesaikan dan lupakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame