Ramadan Extra Faedah Makin Produktif bareng Smarftren

Gambar
Marhaban Yaa Ramadan, syukur alhamdulillah kita dipertemukan kembali dengan bulan suci ini. Semoga apapun yang kita lakukan menjadi berkah dan bermanfaat ya, baik untuk diri kita sendiri juga untuk orang lain. Ohya, harus tetap semangat beraktivitas nih meski lagi menjalankan puasa. Temen-temen sudah punya jadwal apa saja nih selama bulan puasa? Buka bersama? Sahur on the road? atau yang lainnya?. Sepertinya beberapa kegiatan umum yang biasa kita lakukan saat bulan ramadan sebelumnya, masih harus kita tahan ya di tahun 2021 ini karena pandemi masih belum juga berakhir. Sedih sih, tapi lebih baik memang saling menjaga diri ya. Tapi tenang aja, ada banyak alternatif kegiatan yang bisa kita lakukan selama ramadan, lho. Apalagi kalau malam atau setelah sahur dan subuh gitu, jujur lebih enak kalau mau melakukan aktivitas meskipun secara online. Nah, karena di bulan ramadan jadi punya cukup banyak waktu di luar kegiatan bekerja, saya jadi punya kesempatan untuk belajar-belajar lagi. Belajar?

Kalian tau ini gambar apa ?
Ini adalah salah satu mainan yang dibuat dari hasil kerajinan tangan.
Bambu, kawat, dan ban yang dipotong menyerupai hewan.
Rp. 2000,- dijual oleh seorang kakek yang tidak lelah menawarkan pada ibu- ibu juga bapak- bapak yang berlibur bersama anak- anaknya di taman kota Malang. 

-----
Ketika zaman semakin maju dan ke-virtual-an mulai mendominasi kehidupan, tak ada lagi ruang untuk orang- orang yang masih dibawah batu. Mereka akan tertinggal jauh dan semakin jauh. Zaman saya masih berbaju merah dan putih, hampir setiap sore sebelum mengaji saya dan teman sebaya main gobak sodor, kasti, petak umpet dan gejlik. Belum begitu banyak permaianan virtual yang meng-individu-kan anak- anak seumuran itu. dulu, saya juga sangat suka dengan penjual mainan otok- otok yang terbuat dari bambu dan di dalam bambu tersebut ada semacam kelereng sehingga menimbulkan bunyi nyaring. Atau congklak, wah bersemangat sekali saya kalau diajakin main ini.

Sekarang ? kemana mereka ?

Sudah jarang saya menemukan ada anak seumuran dibawah 10 tahun yang masih bermain dengan mainan tradisional. Anak zaman sekarang lebih suka dengan mainan yang berbasis techno. Mulai dari game hp, pc, ps, onlen, de el el. Sehingga permaian tradisional yang notabene 'handmade' semakin jarang ditemukan dan kalaupun ada pasti harganya sangat murah.

*saya ga ngerti ini sebenernya mau nulis gimana, lagi ga ada inspirasi. - nanti kalau ada waktu nulis lagi, pasti ditambah











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame