Romantisan : Sepakat untuk Menikah

Gambar
Long time tidak curhat-curhat santai di blog. Rindu sebetulnya namun bingung untuk memulainya.  Selama ini saya menahan diri selama kurang lebihnya satu tahun untuk tidak upload tentang persiapan menikah ke sosial media. Bukan tidak mau membagikan cerita bahagia ya, hanya saja saya ingin teman-teman dunia maya tahu setelah semuanya benar-benar terjadi. Kalau boleh dibilang, setahun ternyata cepat sekali berlalu. Desember 2019 adalah bulan di mana saya mengirim pesan, bukan ajakan menikah atau minta untuk dinikahi ke orang yang jadi suami saya sekarang ini.  "Chal, bapak dan ibu sudah selesai urusan haji. Sepertinya setelah ini giliranku disuruh menikah" // "Minggu depan aku boleh ke Kediri? Kita bicara soal ini, ya" // Long story short, orangnya betulan datang ke Kediri. Tidak janjian untuk berjumpa di rumah, namun di Warkop Maspu. Di sana kami ngobrol santai-santai saja, bikin vlog cerita perjalanan kami singgah di beberapa tempat wisata (ternyata vlognya ga pernah

Hal Kecil untuk Aksi Indonesiaku


Usia saya 19 tahun, dan beranjak menuju 20 tahun. "Apa yang sudah saya lakukan untuk orang lain ? Apakah saya sudah mendatangkan kemanfaatan untuk orang lain ?" 

Pertanyaan itu yang selalu hadir di pikiran saya. Jika dilihat dari pandangan tenaga kerja di usia saya ini seharusnya sudah mampu untuk menghasilkan barang dan jasa untuk kebutuhan diri sendiri dan orang lain, namun kenyataannya tidak demikian. 



Sebagai pemuda yang nantinya akan menjadi agen of change saya harus bisa melakukan hal yang nantinya akan berguna untuk orang lain, meskipun saya bukan tenaga kerja yang mampu menghasilkan barang dan jasa atau pemuda yang mampu menaikkan devisa negara. Tapi, setidaknya saya sudah melakukan hal- hal kecil yang berguna untuk diri saya sendiri dan orang disekitar saya. 

Misalnya :

  1. Selalu membuang sampah pada tempatnya. Hal ini, selalu saya lakukan untuk menjaga lingkungan selalu bersih, meskipun banyak orang yang membuang sampah sembarangan. Dalam mindset saya, selalu saya tanamkan bahwa "saya harus berbeda dengan orang lain, perubahan dimulai dari diri sendiri" ; 
  2. Melestarikan budaya sendiri. Saat ini, banyak pemuda yang kurang tertarik dengan kebudayaan Indonesia yang begitu beragam, pemuda lebih banyak menyukai bahkan mempelajari kebudayaan negara lain. Hal ini benar- benar kontras. Saya, juga menyukai budaya negara lain, tapi tetap berusaha untuk menjaga keberadaan budaya pribumi. Saat ini, saya sedang mendalami tarian- tarian khas Indonesia dengan mengikuti sanggar tari di salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa ;
  3. Belajar dengan tekun. Belajar adalah salah satu cara saya untuk memperbaiki Indonesia. Mungkin untuk saat ini memang poin ini masih terlalu jauh untuk dicapai, namun setidaknya dengan jurusan yang saya dalami yaitu ekonomi nantinya saya mampu untuk ikut berkontribusi dalam kemajuan Indonesia ;
  4. Belajar wirausaha sejak dini. Tingginya permintaan lapangan kerja di Indonesia yang saat ini masih belum mampu di penuhi oleh pemerintah membuat saya berinisiatif untuk belajar berwirausaha. Dengan membuat jajanan sehat yaitu jeli dan mendistribusikan di kantin kampus serta toko sekitar tempat kost, saya menggeluti bidang ini sejak SMA dan masih berjalan hingga saat ini. Untuk profit boleh dibilang lumayan untuk tambah uang jajan. Untuk selanjutnya, saya juga memiliki rencana untuk "join" dengan salah seorang teman untuk mengembangkan usaha ini.
Dari hal- hal kecil yang sudah saya lakukan, saya harap nantinya akan berdampak baik untuk diri saya sendiri, lingkungan sekitar serta orang lain dan tentunya Indonesia tercinta. Maju jaya, Indonesiaku.

Terimakasih untuk Lintas.Me yang memfasilitasi kami para blogger untuk menuangkan ide untuk Indonesia.  #AksiIndonesiaku 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame