Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati. Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan. Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu. Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesa

Jika Aku Menjadi Ketua KPK

Berimajinasi adalah hal yang wajar dilakukan oleh setiap manusia. Terbukti dengan jawaban kita pada saat kecil, setiap ditanya | Nanti kalau besar mau jadi apa? | Dokter, Pilot, Polisi, dsb |. Padahal pada saat itu kita tidak pernah tau cara untuk menjadi dokter, pilot, polisi maupun cita- cita yang lainnya, dan sulitnya mendapatkan cita- cita tersebut.

Sama halnya dengan saya, setiap kali ditanya apa cita- cita saya, saya akan menjawab "Astronot, kayak Neil Amstrong" dan diikuti dengan tawa. Beranjak dewasa, keinginan untuk menjadi astronot hilang begitu saja, berganti dan terus berganti, hingga saya menginjak bangku kuliah saya masih bingung mau jadi apa, karena memang fokus kuliah saya ditentukan saat semester 5. Saya masih sering juga berandai- andai nanti akan jadi apa, tapi kali ini saya ingin berandai- andai menjadi Ketua KPK.

Sekarang, kita lihat dulu, pada urutan keberapa negara kita dinilai korup, menurut transparency.org Indonesia adalah negara paling korup ke 5 di dunia, dan JUARA 1 di Asia- Pasifik. Hebat sekali bukan ? Maka dari itu perlu adanya Komisi Pemberantasan Korupsi yang bersih, jujur, dan mampu mengayomi masyarakat.

Saya sering bertanya kenapa sampai ada korupsi ? dan teman- teman saya menjawab dengan alasan konkrit mereka. Kalau menurut saya korupsi berawal dari "Moral hazard" atau bisa dikatakan "aji mumpung", dimana ada kesempatan dan kita dapat memanfaatkan aji mumpung tersebut. Merasa enak dan berlanjut hingga akhirnya tak kenal malu.

Lalu, apa yang kamu lakukan, jika menjadi ketua KPK ?

Saya adalah orang awam tentang hukum, jadi ini alasan saya ;

1. Jika saya diberi kepercayaan, saya akan menjaga kuat amanah tersebut, karena sebagai pemimpin apapun yang saya lakukan akan dipertanggung jawabkan baik di dunia maupun akherat.
2. Memeperbaiki dari dalam, anggota KPK harus bersih dan jujur dalam bertindak, karena dari dalam diri yang sehat terdapat jiwa yang kuat, hal ini juga berlaku dalam diri KPK.
3. Melakukan tranparansi, sehingga tidak ada kesalah pahaman antar pihak.
4. Jika memang terbukti korup, saya tidak mengijinkan para koruptor untuk didampingi pengacara, kenapa ? kalau sudah salah, kenapa harus tetap dibela ?
5. Menarik kembali jumlah dana yang dikorup dan memberlakukan penyusutan aset kekayaan, dana ini akan disumbangkan kepada negara dan dialokasikan untuk masyarakat.
6. Menerapkan sangsi pidana, sesuai dengan kesalahan. Sehingga memberikan efek jera kepada koruptor yang bersangkutan, supaya tidak ada lagi koruptor- koruptor lain.

Indonesia adalah negara kaya, sebenarnya. Sayangnya kekayaan ini hanya dinikmati oleh kaum borjuis di atas singgasana jabatan. Apabila ada sifat "malu" maka tidak akan pernah ada yang namanya korupsi di negara kita.

Mari berantas korupsi dari hal yang paling mendasar, dari dalam diri sendiri. Melakukan perubahan berasal dari dalam diri sendiri.

BEBASKAN INDONESIA DARI KORUPTOR DAN KORUPSI.
MERDEKA !!

http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/527/Silviana%20Noerita.html

Komentar

  1. hebat banget idemu, sayangnya lombanya harus membatasi maksimum karakter 1500.
    punya kamu 2952 #gubrak
    padahal idenya cemerlang tuh

    BalasHapus
  2. waduwoooooooooooooh.. gimana nih, bisa batalin gak ya ? TT #nangis kejer

    BalasHapus
  3. gimananya... ah kali aja panitianya enggak teliti. terpesona dengan photo kamu hahahaha mudah-mudahan :D

    BalasHapus
  4. bener banget ? lebih dari 1500 karakter kak ?
    kalo dibatalkan akan bermasalah sama orisinalitas , karena peserta yang sudah mendaftar tidak bisa menulis untuk kedua kalinya dan maka dari itu KPK membuat catatan harus teliti saat mendaftar :)
    untuk menjaga ide orsinalitas nya :)


    tp sejauh ini sudah bagus :) demi memajukan Indosia agar bersih dari korupsi :)

    semoga sukses ya jadi ketua KPK nya :)
    cek punya saya juga ya di http://muslim-rupawan.blogspot.com/2012/10/kpk-bersihkan-indonesia.html :)
    makasih :)

    salam kenal untuk sejauh ini :)
    dan semoga kita sebagai anak bangsa bisa ikut membantu memberantas korupsi di Indonesia :)


    SALAM SATU JIWA ANAK BANGSA INDONESIA :)



    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame