Kapan Kita Membutuhkan Jasa fisioterapis di Jakarta? Berikut Penjelasannya!

Gambar
[Sumber : aido.id] Banyak orang yang menganggap bahwa fisioterapi ini hanya digunakan untuk mereka yang menderita penyakit serius seperti stroke. Memang kebanyakan penderita stroke sendiri yang paling membutuhkan pelayanan kesehatan tersebut. Karena memang serangan dari penyakit ini nantinya akan mengurangi kualitas hidup dari pasien tersebut, mulai dari kemampuan dari segi fisiknya sampai dengan kemampuan untuk berkomunikasi dan lain sebagainya. Hanya saja ternyata tak sekedar stroke saja yang butuh penanganan dengan fisioterapi. Khusus untuk rumah sakit yang menawarkan jasa fisioterapis di Jakarta juga banyak sekali. Sehingga nantinya pasien sendiri yang bisa lebih bebas dalam pilah-pilih, manakah diantaranya yang memang paling bagus untuk digunakan dan juga tidak. Mengingat memang tidak semua pelayanan akan sesuai dengan kebutuhan dari pasien. Hal lainnya yang tidak kalah penting sebenarnya adalah apakah layanan tersebut bisa dipanggil di rumah ataukah tidak. Karena memang semenjak

Ada MABA Ngajak Berantem

Sekitar 2 bulan yang lalu, saya lagi main twitter dan ketemu sama postingan detikHealth, judulnya 

"Merokok di Kampus FKM UI Dendanya Rp 100 Ribu Plus Fotonya Dipajang".


Saya coba baca dan saya retweet post ini dengan menambah beberapa kalimat di rt'an saya, kayak gini :




dan ada salah satu follower saya yang menimpali, seperti ini :







(Terjemahan Bahasa Indonesia) - "weh,, ya jangan !!. seperti masih SMA aja di larang merokok di area PBM"
FYI, saya selalu sensitif dengan tanda seru [!], entah mau gimana cara nulisnya tapi tanda seru begitu frontal buat saya. Maka dari itu saya menjawab dengan sedikit berlebihan, mungkin.

Setelah itu lamaaa sekali tak ada balasan, saya pikir sudah tak perlu berdebat lagi. Ngga taunya, semalam waktu saya buka twitter, saya nemuin ada mention dari @dewa_siiboy ke saya. Agak kasar sih menurut saya, kayak gini :


 (Terjemahan Bahasa Indonesia) - "Beliin aja engga kok ngatur2".

Nah, gimana tuh kayak gitu ?

~~~~~~~~~~~~~
Gimana saya bisa tau dia Maba ? Yap, karena dia pernah ikut program bagi- bagi coklat yang saya adain di awal semester lalu, waktu itu saya butuh data buat nulis di majalah, iseng- iseng berhadiah saya nanya ke Maba kenapa milih Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, nah salah satunya anak ini.

Tapi biarin aja lah ya, NOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO.... BODY CARE JUGA SAMA DIA (INI CAPSLOCK LHO, BUKAN MARAH :)) ).

Saya bukan ga suka sama perokok, saya gak suka cara mereka merokok, cuma itu. Temen- temen saya juga banyak yang ngerokok, sebagian malah ada yang cewek, tapi mereka tau tempat kok, menghargai dan empati sama yang ga ngerokok. Sama- sama jagain lah intinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame