Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

BLSM itu BALSEM

Liburan saya jadi punya kegiatan baru. Tiap pagi nonton berita sambil nyeruput teh. hehe

Nah, saya juga jadi ngikuti berita soal BBM naik dan riwehnya pembagian BLSM. Saya lihat Trans 7, ada Aa ganteng Roland Lagonda lagi bacain berita, kapan yah saya diajakin keliling Indonesia bareng sama dia ? *salah fokus*

Jadi, setelah BBM naik, pemerintah memberikan BLSM sebagai pengganti subsidi BBM. Sayang, distribusinya kurang tepat, banyak warga yang seharusnya dapat malah ga dapat. 

Di berita tadi, ada seorang ibu bernama Siti, saya lupa daerah mana. Jika dilihat dari penampilan seharusnya beliau ini masuk kedalam kategori menengah keatas. Baju bagus, bawa sepeda motor, pakai perhiasan, daaaaan pengguna BB. Seharusnya ada yang lebih layak kan dapat BLSM ? 

Nah, gini nih susahnya orang kita, dibantu dalam hal finansial malah mau, padahal kan mampu juga. Malah seneng gitu dapat bantuan nggak mampu. 

Kalau saya yang jadi penasehat pemerintah, saya gak akan ngasih BLSM, kan kayak gitu menimbulkan sifat menggantungkan diri pada orang lain dalam hal ini pemerintah. Kalau saya sih yaudah ga usah di kasih bantuan- bantuan gitu, tapi fasilitas umum diperbaiki, layanan kesehatan diberi gratis.  

Manusia itu gak perlu risau, selama Tuhan masih ngasih jatah kita hidup, DIA pasti juga akan memberi kita jatah makan, gimanapun caranya. Kita kan gak bisa memahami cara kerja Tuhan, benar apa benar ? 

"Yaudah, gfvvvvvvvv-000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000 ,m" (ketikan kucing saya, Madit)

Kayaknya ini kesalahan nenek moyang deh. Beliau- beliau itu ngasih tau kita gini " Gemah Ripah Loh Jinawi" , nah jadinya kan anak cucu jadi leha- leha. Jadi menggantungkan sesuatu. 

Saya gak munafik loh, siapa sih yang gak mau di kasih bantuan ? Apalagi dalam bentuk uang void. Lumayan kan, kalau saya yang dapat bisa pake buat beli paketan internet. haha

Tapi, saya sadar. Banyak banget yang lebih butuh. Saya udah bisa makan 3x sehari aja sudah syukur, kalau bisa beli yang lainnya, itu bonus. 

yah, semoga dunia ini adil. 

*Kucing saya ikutan ngetik ini.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame