[Epic Fail] Saat Kematian Menjadi Tontonan


“Tidak ada hal yang paling menyedihkan ketika suatu prosesi ‘sakral’ yang seharusnya khidmad malah menjadi tontonan publik.”

Beberapa hari yang lalu saya membaca tulisan salah satu blogger Jogja tentang ketidaknyamanannya dalam melakukan ibadah waisak di Borobudur karena banyaknya wisatawan yang masuk untuk melihat prosesi peribadatan ini. Mungkin jika anda belum membaca dan ingin membacanya, sila datang ke Waisak Borobudur Epic Fail.
Miris, satu kata yang dapat saya gambarkan.

Tidak pernah ada satupun orang yang mau prosesi nya diganggu orang lain.
Saya pun juga demikian.

10 Juni 2013, uti saya meninggal dunia.

Saat itulah banyak anak kecil (7-15th) yang datang berduyun- duyun untuk melihat uti saya dimandikan. Memangnya mereka tidak pernah lihat orang mandi ? Memangnya mereka tidak pernah tau mandi itu bagaimana ? atau mereka tidak pernah dimandikan oleh orang tua mereka ?

Maaf, saya bukan sinis atau sensitif.

Orang mati bukan untuk ditonton, BUKAN!!!
“Jangan membenarkan yang biasa. Tapi, biasakan yang benar”
Saya tahu ini desa, mungkin sikap dan pemikiran mereka juga demikian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

FUS Pada Kucing dan Kematian Pomilo