Romantisan : Sepakat untuk Menikah

Gambar
Long time tidak curhat-curhat santai di blog. Rindu sebetulnya namun bingung untuk memulainya.  Selama ini saya menahan diri selama kurang lebihnya satu tahun untuk tidak upload tentang persiapan menikah ke sosial media. Bukan tidak mau membagikan cerita bahagia ya, hanya saja saya ingin teman-teman dunia maya tahu setelah semuanya benar-benar terjadi. Kalau boleh dibilang, setahun ternyata cepat sekali berlalu. Desember 2019 adalah bulan di mana saya mengirim pesan, bukan ajakan menikah atau minta untuk dinikahi ke orang yang jadi suami saya sekarang ini.  "Chal, bapak dan ibu sudah selesai urusan haji. Sepertinya setelah ini giliranku disuruh menikah" // "Minggu depan aku boleh ke Kediri? Kita bicara soal ini, ya" // Long story short, orangnya betulan datang ke Kediri. Tidak janjian untuk berjumpa di rumah, namun di Warkop Maspu. Di sana kami ngobrol santai-santai saja, bikin vlog cerita perjalanan kami singgah di beberapa tempat wisata (ternyata vlognya ga pernah

[Epic Fail] Saat Kematian Menjadi Tontonan


“Tidak ada hal yang paling menyedihkan ketika suatu prosesi ‘sakral’ yang seharusnya khidmad malah menjadi tontonan publik.”

Beberapa hari yang lalu saya membaca tulisan salah satu blogger Jogja tentang ketidaknyamanannya dalam melakukan ibadah waisak di Borobudur karena banyaknya wisatawan yang masuk untuk melihat prosesi peribadatan ini. Mungkin jika anda belum membaca dan ingin membacanya, sila datang ke Waisak Borobudur Epic Fail.
Miris, satu kata yang dapat saya gambarkan.

Tidak pernah ada satupun orang yang mau prosesi nya diganggu orang lain.
Saya pun juga demikian.

10 Juni 2013, uti saya meninggal dunia.

Saat itulah banyak anak kecil (7-15th) yang datang berduyun- duyun untuk melihat uti saya dimandikan. Memangnya mereka tidak pernah lihat orang mandi ? Memangnya mereka tidak pernah tau mandi itu bagaimana ? atau mereka tidak pernah dimandikan oleh orang tua mereka ?

Maaf, saya bukan sinis atau sensitif.

Orang mati bukan untuk ditonton, BUKAN!!!
“Jangan membenarkan yang biasa. Tapi, biasakan yang benar”
Saya tahu ini desa, mungkin sikap dan pemikiran mereka juga demikian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame