Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…
Saya merasa aneh, apabila melihat suatu karya, misalnya suatu perkataan/ quote/ atau apalah itu dikutip oleh pihak ke dua TANPA menyertakan sumber aslinya.

Sebagai pengguna media sosial aktif, saya pribadi seringkali melihat misalnya di twitter, ada selebtwit yg berkicau di timeline nya, lalu kemudian di kutip kembali di facebook oleh orang lain tanpa menyertakan sumber.

Melihat hal seperti itu, saya merasa aneh dan ada yg tidak pas.

Meskipun hal tersebut bukan karya saya tapi sebagai 'peracik kata' istilahnya, yang juga berkarya melalui tulisan, saya merasa ikut prihatin atas pembajakan yang dilakukan oleh banyak orang.

Apalagi, hal yang paling sering terjadi adalah seperti ini :
Anda tentu sering melihat tayangan Hitam Putih di T7 yang dibawakan oleh Deddy Corbuzier, bukan ? Saya yakin hampir dari seluruh masyarakat Indonesia yang memliki jaringan T7 akan melihat acara ini, karena memang sangat menghibur. nah, setiap selesai acara, host akan memberikan quote dari kejadian talkshow tersebut yang memang sangat menginspirasi.

Setiap acara tersebut selesai, saya selalu menyempatkan diri untuk log in akun facebook saya. Disitu, hampir sebagian dari teman facebook saya mengepostkan quote dari Hitam Putih, saya senang, itu artinya masyarakat kita tidak apatis, tapi sayangnya mereka tidak menyertakan sumber darimana kata- kata itu dikutip. *miris*

Awalnya saya mengira jika mereka belum mengerti etika bermain media sosial. Tapi, setelah saya mengalami kejadian yang kurang mengenakkan, (saya mengingatkan untuk memberikan sumber kutipan, 3 kali saya berkomentar dan DIHAPUS oleh pemilik) saya mulai sadar, sebagian dari mereka bukan tidak tahu etika, tapi memang tidak mau tau.

Jadi, pertanyaanya bagaimana dengan UU ITE ?

Komentar

  1. begitulah...
    ada yang mengerti dan ada yang tidak mau tahu...

    ketika berbicara karya, tentunya etikanya adalah menyertakan sumbernya. Tetapi kemudian kata-kata ajaib itu disebar di ranah publik tanpa menyertakan sumbernya, tugas kita adalah mengingatkan. bila di hapus ya sudah. :D

    Pada akhirnya karya yang sudah dilempar ke ranah pubik akan menjadi milik publik. Entah dimulai dari siapa berlanjut ke siapa lagi. begitulah seterusnya. Disebar tanpa peduli siapa yang membuat, karena tujuannya adalah menyebarkan manfaat. Bukan siapa yang membuat. :D

    Namun, karena kita mengerti etikanya, kita wajib menyertakan sumbernya. Apalagi bila karya tersebut dimaksudkan untuk kepentingan komersil. ;)

    so santai saja :D

    *aku gak ngerti soal UU ITE

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Ver, tapi saya merasa ganjil gitu. kan kasihan udah mikir bikin karya, eh di copes seenaknya..

      aku juga gak ngerti, tapi aku gak setuju sama pasal 27 ayat 3. cek deh :D *ngasih pr*

      Hapus
    2. Ogah ah.. :P
      jangan terlalu kaku. Segala harga dari karya tulisan kita biar Tuhan yang membayarnya. :)
      Hitung-hitung amal ;)

      Yah kecuali itu dijadikan komersil baru bisa dituntut :v

      Hapus
    3. he he. . kalau begitu, turut berduka cita atas matinya hak atas karya :)) ahaha

      Hapus
    4. Ngapain berduka cita? Justru bangga donk, berarti kita banyak fansnya :P

      Hapus
  2. setuju dah.... teman fb saya juga seperti itu.... mungkin cuma ingin mendapatkan sebuah kata "Wah" dengan meminjam prinsip hidup orang lain :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebagai pembuat karya saya merasa ganjil. menyebalkan.. hahaha

      Hapus
  3. salam kenal mb silvi..kunjungan pertama nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal mba Enny Mamito.. Terimakasih, saya ke rumah maya nya mbak yaaa :)

      Hapus
  4. aku belum begitu paham sih sama UU ITE. aku juga sering copy paste. diantaranya 95 % aku kasih sumbernya, selebihnya mungkin aku lagi lupa kali ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga gak paham, ahaha..
      tapi pernah baca di UU ITE nya, kalau segala hahak atas karya dilindungi. tapi manaaaah..
      tapi kan mba vira ngerti tuh soal etika etiket bermedia sosial, la kebanyakan masih belum tau, waktu di kasih tau eh malah 'menjadi'.. yah

      Hapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame