Berlayar Mencari Harta Karun di Rejeki Wow Treasure Hunt Bersama Smartfren

Gambar
Zaman kecil dulu, masing-masing dari kita pasti pernah punya imajinasi tentang pencarian harta karun. Dulu karena sering nonton kartun, di setiap ceritanya pasti ada yang menceritakan tentang petualangan mencari harta karun. Ada banyak judul kartun sih ya. Seperti di kartun Spongebob Squarepants ada cerita saat Spongebob dan Patrick bermain papan permainan "The Flying Dutchman's Treasure Hunt" . Hal ini diketahui oleh Mr. Crab dan akhirnya pemilik restoran Crabby Patty ini turut serta melakukan permainan yang berdasarkan peta harta karun sesungguhnya. Selain itu juga banyak judul kartun yang menceritakan tentang pencarian harta karun, seperti Treasure of Tintin , kartun Pororo dan masih banyak lainnya. Tiap kali selesai nonton, saya langsung berimajinasi seandainya dapat harta karun seperti itu. Pasti seneng banget dan otomatis kaya mendadak. Haha, ngimpi. Tapi sekarang udah ga perlu berimajinasi dan bermimpi lagi, soalnya Smartfren kasih kita kesempatan untuk memenangka

Ngopi, Senja Waduk Siman, Hingga Simpang Lima

Minggu ke ... liburan (sampai lupa), saya beneran pengangguran. Ga ada kegiatan selain mantengin komputer, ngetik, online, makan, tiduran, mandi, dan nonton tv. Semenjak uti saya meninggal, rencana liburan saya kayak berantakan, padahal planning saya sebelum liburan lalu sederhana "kalau nanti libur panjang saya mau nungguin uti yang lagi sakit".
Makanya, waktu temen- temen saya pada galau liburan mau ngapain, saya lempeng aja karena memang planning nya sudah ditata rapi.
Kemarin- kemarin waktu saya liburan jalan 3 mingguan, saya di rumah uti terus, gak pulang- pulang, cuma ada festik di Surabaya Sabtu dan Ahad dan ngumpulin formulir penjurusan itu aja keluarnya.
Selama di rumah uti, saya nungguin beliau sambil mainan komputer di sampingnya, ngajakin ngobrol biar beliau ga jenuh. Padahal ya gitu- gitu aja loh, tapi saya nggak ngerasa bosen sama sekali.
Jadi, saya pikir sudah mantap lah ini planning liburan saya.
Tapi, namanya juga manusia. Ga punya daya kalau lawannya Tuhan. Manusia berencana, Tuhan yang menentukan.
Hidup itu realistis. Saya baru kali ini merasakan kehilangan yang amat sangat. Padahal masih banyak lagi kehilangan- kehilangan lain yang menanti. ya kan ?. 

Sampai akhirnya, saya dibilangi ibuk untuk liburan..  Menghilangkan penat dan supaya pikiran nggak buntu.

Sampai akhirnya hari ini saya janjian sama Satria buat ngopi di Pare. Sahabat saya yang satu ini gak ada yang berubah, cuma kulitnya aja yang makin menghitam, semua masih sama. Masih seperti dulu. Sepulang ngopi, saya janjian sama Chandra untuk nyobain wifi di Telkom Pare.

Sayangnya tempatnya kecil dan penuh, akhirnya saya ngajak dia buat ngadem aja terserah dimana, karena Chandra emang rajanya jalan blusukan. Pokoknya kalau mau jalan di daerah Kediri dan bingung, tanya aja ke dia, dijamin masalah anda akan teratasi. Pegadaian aja kalah. Minat ? mungkin kalian bisa ngehubungi dia di twitternya @ChandraBJ.

Waktu diperjalanan, saya kepikiran buat ke Waduk Siman aja. Waduk Siman terletak di Desa Siman, Puncu. Sama kayak waduk pada umumnya yang buat nampung air hujan. Tapi yang bikin waduk ini beda adalah suasananya. Banyak pohon besar yang bikin udara di sekitar waduk jadi sejuk, ditambah dengan panorama yang bikin mata serasa dimanja, banyak gunungnya.

Banyak masyarakat sekitar yang memanfaatkan keindahan ini buat sekedar ngadem, kumpul keluarga, dan mancing. Eh tapi yang paling penting dari yang terpenting adalah kita gak perlu bayar sepeserpun buat nikmatin alam ini di waduk siman, gak ada tiket masuk maupun parkir. Semuanya G R A T I S.







Meskipun cantik, sayangnya waduk ini kurang begitu terjaga kebersihannya. Banyak sampah plastik dan dedaunan yang berserakkan di pinggir waduk dan juga ada beberapa bangkai binatang yang entah sengaja di buang atau memang mati disitu.


Kalau saya lihat dari pandangan ekonomi sih *tsah*, lebih baik jika tempat ini dirawat dengan baik, yah setidaknya jika memang tidak ada tiket masuk, disediakan lahan parkir sehingga para pengunjung dapat bebas menikmati pemandangan tanpa terganggu suara kendaraan lain yang lalu lalang, dengan adanya dana parkir tersebut dapat digunakan pula untuk pelestarian lingkungan sekitar, atau untuk dana kebersihan.

*foto bonus

------

Malamnya, saya di telepon kakak sepupu saya, mas Andik, dia ngajakin muter Kediri ngantar bulek yang dari Batam. Meskipun asli Kediri, tapi bulek saya ini udah 16 tahun ga pulang, jadi yah banyak yang berubah dari Kediri.

Setelah puas ( baca : capek) muterin Kediri, kami singgah di Simpang Lima Gumul, poto- poto 'dikit', pulang dan makan pecel mbok Adjir di Gurah. Nyem Nyem..


mas Andik, Bulek Mamik, Adek Donni, mas Angga




Sekarang saya sudah dirumah dan waktunyaaaaaaa ngerjakan DL tulisan kehutanan yang besok pagi dikirim imel :3  #GutNacht yaaa

Komentar

  1. aloha silvi....kebayang deh sejuknya dibawah pohon2 besar ituh....ajak aku kesana donk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. woh! ayoogh ke Kediri mbak Chellaaaa :D *gelar karpet merah sepanjang perjalanan*

      Hapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Ini Dia 4 Motor Matic Ternyaman yang Jadi Primadona di Indonesia