Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Belajar Sadar

MONOLOG : ada banyak hal kecil dalam hidup yang kadangkala gak orang sadari. Kecil tapi ternyata efeknya besar. Istilahnya orang lebih banyak mengobati penyakit daripada mencegahnya. Efeknya ? Biaya pengobatan yang harus dikeluarkan lebih mahal.

Entah kenapa, tiba- tiba aku pengen nulis dengan judul "Belajar Sadar", aku merasa banyak orang yang 'kurang' menyadari betapa mengantisipasi lebih baik dibanding mengobati. Ini berkaitan dengan social cost yang kita keluarkan, jadi kita bekerja mati- matian ini hanya untuk menutup sesuatu hal yang dilakukan diri sendiri bahkan orang lain yang kita kenal atau gak kenal sama sekali.

Hal kecil yang berdampak besar. Mungkin kayak gitu.

Buang sampah sembarangan, akhirnya kebanjiran, penyakit mudah datang, kemudian... RIP.
Ngehisap rokok di tempat umum, akhirnya yang lain menghirup asapnya, kemudian atsma, kemudian ... RIP.
Ugal- ugalan di jalan, akhirnya ... bruk.. maksud rumah sakit.. kemudian.. RIP.
Batuk dan gak ditutupi.. akhirnya yang lain ketularan... kemudian TBC, kemudian... RIP.
Jarang cuci tangan kalau mau makan, akhirnya sakit perut, kemudian... RIP.

Iya. itu kan awalnya juga dari hal kecil.

Aku pun kadang suka betek kalau ada orang yang kurang bahkan sama sekali gak respect sama orang lain. Tapi, kadang aku juga mikir, apa aku aja yang gampang sensitif ?

Tiba- tiba, aku jadi belajar sadar..

Komentar

  1. Untunge karakter awae dewe iki walaopun sensitif tapi ngaku. Apa adanya gak ada yg ditutup tutupi. Jujur blak blakan huhahahah..

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame