Kenal Lebih Dekat dengan Teman Kreasi Indonesia

Gambar
Sejak pandemi datang, rasanya makin banyak teman-teman yang bergerak menjadi wirausaha dan kreator. Kebanyakan awalnya cuma coba-coba, ternyata banyak juga yang berhasil dan keterusan sampai sekarang. Nah beruntungnya, sekarang ini ada banyak sekali dukungan dan kemudahan yang diberikan kepada pengusaha dan kreator lokal. Salah satunya adalah dukungan dari PT Smartfren Telecom Tbk. Para pengguna setia Smartfren pasti udah ga heran kalau Smartfren selalu punya gebrakan baru. Program terhits yang baru diluncurkan oleh Smartfren kali ini adalah Teman Kreasi Indonesia. Program ini merupakan sarana pemberdayaan lanjutan yang memiliki basis pengembangan dan penguatan komunitas kreatif di masyarakat. Sama seperti sebelumnya prinsip yang digunakan oleh Teman Kreasi Indonesia adalah kokreasi yang saling mendukung. Maka dari itu Teman Kreasi Indonesia diharapkan dapat mendorong lahirnya banyak wirausahawan sosial, wirausahawan digital, serta kreator lokal di tanah air. Pada tanggal 25 Maret 2021

Belajar Sadar

MONOLOG : ada banyak hal kecil dalam hidup yang kadangkala gak orang sadari. Kecil tapi ternyata efeknya besar. Istilahnya orang lebih banyak mengobati penyakit daripada mencegahnya. Efeknya ? Biaya pengobatan yang harus dikeluarkan lebih mahal.

Entah kenapa, tiba- tiba aku pengen nulis dengan judul "Belajar Sadar", aku merasa banyak orang yang 'kurang' menyadari betapa mengantisipasi lebih baik dibanding mengobati. Ini berkaitan dengan social cost yang kita keluarkan, jadi kita bekerja mati- matian ini hanya untuk menutup sesuatu hal yang dilakukan diri sendiri bahkan orang lain yang kita kenal atau gak kenal sama sekali.

Hal kecil yang berdampak besar. Mungkin kayak gitu.

Buang sampah sembarangan, akhirnya kebanjiran, penyakit mudah datang, kemudian... RIP.
Ngehisap rokok di tempat umum, akhirnya yang lain menghirup asapnya, kemudian atsma, kemudian ... RIP.
Ugal- ugalan di jalan, akhirnya ... bruk.. maksud rumah sakit.. kemudian.. RIP.
Batuk dan gak ditutupi.. akhirnya yang lain ketularan... kemudian TBC, kemudian... RIP.
Jarang cuci tangan kalau mau makan, akhirnya sakit perut, kemudian... RIP.

Iya. itu kan awalnya juga dari hal kecil.

Aku pun kadang suka betek kalau ada orang yang kurang bahkan sama sekali gak respect sama orang lain. Tapi, kadang aku juga mikir, apa aku aja yang gampang sensitif ?

Tiba- tiba, aku jadi belajar sadar..

Komentar

  1. Untunge karakter awae dewe iki walaopun sensitif tapi ngaku. Apa adanya gak ada yg ditutup tutupi. Jujur blak blakan huhahahah..

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame