Wajib Nonton! Serial Drama Korea Tentang Teknologi dan Investasi

Gambar
Sejak pandemi muncul dan jam kerja mulai ada pengurangan, saya akhirnya menekuni kembali hobi nonton film. Kalau dulu saya lebih suka film hollywood semacam Harry Potter dan Bollywood. Tapi sekarang jadi suka nonton drama Korea, karena ternyata cerita yang diangkat gak kalah bagus dan menarik. Memang pandemi ini bikin banyak orang berubah, baik pola pikir ataupun kebiasaan. Dulu saya agak skeptis sama drama Korea, lebih karena episodenya yang banyak dan butuh banyak waktu untuk menyelesaikanya. Kalau sekarang? karena lebih  banyak waktu luang jadi ga masalah lagi mau berapa episode-pun akan ditonton. Nah di masa pandemi kemarin, saya berhasil menyelesaikan beberapa judul drama. Apalagi yang soal teknologi dan investasi. Rata-rata bikin saya ikut semangat menggapai mimpi setiap habis nonton. Apalagi saya kan juga sedang membangun small business. Baca Juga : Serunya Bikin Konten dengan Kuota dari Smartfren Nah, ini dia beberapa judul drama Korea mengenai teknologi dan investasi yang suda

Belajar Sadar

MONOLOG : ada banyak hal kecil dalam hidup yang kadangkala gak orang sadari. Kecil tapi ternyata efeknya besar. Istilahnya orang lebih banyak mengobati penyakit daripada mencegahnya. Efeknya ? Biaya pengobatan yang harus dikeluarkan lebih mahal.

Entah kenapa, tiba- tiba aku pengen nulis dengan judul "Belajar Sadar", aku merasa banyak orang yang 'kurang' menyadari betapa mengantisipasi lebih baik dibanding mengobati. Ini berkaitan dengan social cost yang kita keluarkan, jadi kita bekerja mati- matian ini hanya untuk menutup sesuatu hal yang dilakukan diri sendiri bahkan orang lain yang kita kenal atau gak kenal sama sekali.

Hal kecil yang berdampak besar. Mungkin kayak gitu.

Buang sampah sembarangan, akhirnya kebanjiran, penyakit mudah datang, kemudian... RIP.
Ngehisap rokok di tempat umum, akhirnya yang lain menghirup asapnya, kemudian atsma, kemudian ... RIP.
Ugal- ugalan di jalan, akhirnya ... bruk.. maksud rumah sakit.. kemudian.. RIP.
Batuk dan gak ditutupi.. akhirnya yang lain ketularan... kemudian TBC, kemudian... RIP.
Jarang cuci tangan kalau mau makan, akhirnya sakit perut, kemudian... RIP.

Iya. itu kan awalnya juga dari hal kecil.

Aku pun kadang suka betek kalau ada orang yang kurang bahkan sama sekali gak respect sama orang lain. Tapi, kadang aku juga mikir, apa aku aja yang gampang sensitif ?

Tiba- tiba, aku jadi belajar sadar..

Komentar

  1. Untunge karakter awae dewe iki walaopun sensitif tapi ngaku. Apa adanya gak ada yg ditutup tutupi. Jujur blak blakan huhahahah..

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame