Sekali ke Gunung Kelud, Tiga Wisata Bisa Dikunjungi

Gambar
Gunung Kelud, masih jadi primadona wisata alam yang wajib dikunjungi kalau datang ke Kediri, Jawa Timur. Setelah sekian lama tutup karena dampak letusan tahun 2014, gunung kelud saat ini sudah bisa dikunjungi sampai kawah lagi. Yay. Buat yang belum tahu, Gunung Kelud ini merupakan gunung berapi yang masih aktif. Kelud berada di perbatasan tiga daerah, yaitu Kediri, Blitar dan Malang. Nama Kelud atau Kelut dalam bahasa jawa artinya sapu, dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot, Kloet atau Kloete . Nama Gunung ini berasal dari kata 'Jarwodhosok' yaitu 'ke' (kebak) dan 'lud' (ludira) yang artinya bisa merenggut banyak korban tidak berdosa. Setelah letusan tahun 2014, gunung Kelud bisa dikunjungi namun hanya sampai di parkir terakhir saja. Setelahnya kita bisa mendaki atau naik ojek. Kabar terbaru saat ini gunung Kelud sudah bisa dikunjungi seperti sedia kala. Btw, seperti pepatah ada banyak jalan menuju Roma, begitu pula dengan rute ke Gunung Kelud. Untuk menuju

Belajar Sadar

MONOLOG : ada banyak hal kecil dalam hidup yang kadangkala gak orang sadari. Kecil tapi ternyata efeknya besar. Istilahnya orang lebih banyak mengobati penyakit daripada mencegahnya. Efeknya ? Biaya pengobatan yang harus dikeluarkan lebih mahal.

Entah kenapa, tiba- tiba aku pengen nulis dengan judul "Belajar Sadar", aku merasa banyak orang yang 'kurang' menyadari betapa mengantisipasi lebih baik dibanding mengobati. Ini berkaitan dengan social cost yang kita keluarkan, jadi kita bekerja mati- matian ini hanya untuk menutup sesuatu hal yang dilakukan diri sendiri bahkan orang lain yang kita kenal atau gak kenal sama sekali.

Hal kecil yang berdampak besar. Mungkin kayak gitu.

Buang sampah sembarangan, akhirnya kebanjiran, penyakit mudah datang, kemudian... RIP.
Ngehisap rokok di tempat umum, akhirnya yang lain menghirup asapnya, kemudian atsma, kemudian ... RIP.
Ugal- ugalan di jalan, akhirnya ... bruk.. maksud rumah sakit.. kemudian.. RIP.
Batuk dan gak ditutupi.. akhirnya yang lain ketularan... kemudian TBC, kemudian... RIP.
Jarang cuci tangan kalau mau makan, akhirnya sakit perut, kemudian... RIP.

Iya. itu kan awalnya juga dari hal kecil.

Aku pun kadang suka betek kalau ada orang yang kurang bahkan sama sekali gak respect sama orang lain. Tapi, kadang aku juga mikir, apa aku aja yang gampang sensitif ?

Tiba- tiba, aku jadi belajar sadar..

Komentar

  1. Untunge karakter awae dewe iki walaopun sensitif tapi ngaku. Apa adanya gak ada yg ditutup tutupi. Jujur blak blakan huhahahah..

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame