Serunya Bikin Konten dengan Kuota Nonstop dari Smartfren

Gambar
Hello fellas, gimana nih kabarnya? Semoga selalu sehat ceria ya. Tahun 2020 sudah hampir habis dan di suasana yang masih serba tak pasti seperti sekarang karena pandemi, kayaknya kita mulai dibiasakan untuk ada di rumah saja, ya. Tapi Alhamdulillah ada juga yang sudah menerapkan new normal namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.Karena kebiasaan di rumah saja itu, ada beberapa kalangan yang memanfaatkan waktunya untuk mencoba banyak hal baru.  Salah satunya, saya sendiri. Di awal-awal pandemi, saya mulai menjalankan small business makanan ringan yang berbahan dasar dari mie. Kunjungi kami di Shopee ya! Nah, seiring waktu berlalu dan banyaknya waktu luang yang saya punya, saya mencoba untuk belajar tentang digital marketing. Semuanya otodidak dari internet dan kelas online. Tentang pemasaran yang baik di dunia maya, promosi, sampai  packaging yang murah meriah namun tetap eye catchy. Amazing juga rasanya, saya bisa dapat semua itu dari internet.  Nah baru-baru ini, saya sedang

Laskar Pelangi 2 | Edensor

Nonton gratisan memang sangaaaat menyenangkan. Alhamdulillah.
Beberapa minggu yang lalu saya berkesempatan untuk mendapatkan nonton tiket Edensor dari @mbaTiTis gratis dari +detikforum. Saya hanya perlu menjawab siapa dua pemain utama di Edensor, siapa yang akan diajak untuk nonton, dan ketiga akun twitter. Iseng iseng berhadiah. Saya menjawab Abimana dan Lukman Sardi. Serta ingin mengajak sis +tiwwi Dy untuk nonton karena saya sering dipinjami buku- buku karya Andrea Hirata.

Saat perjalanan ke Malang, Jumat. Diingatkan oleh sis Tiwwi untuk melihat pengumuman, dan Alhamdulillah saya dapat tiket gratisnya. Seminggu kemudian sampai rumah dan seminggu kemudian nonton di XXI Malang Town Square. Traillernya keren sekali. Namun saat endingnya saya sedikit speechles, entah kenapa saya kurang puas dengan ending filmnya.

Memang, saya belum membaca buku Edensor, sebelumnya saya sudah mendapat overview dari sis tiwwi tentang buku Edensor yang menceritakan tentang jelajah Eropa juga Afrika, menjelajah ke Desa Edensor. Namun di filmnya tidak ditampilkan desa Edensor yang ternyata sangat indah dan damai. Mungkin saya harus membaca bukunya dulu.

Senangnya melihat film ini adalah semangat belajar tumbuh dan berkobar. Ada kata yang sangat saya suka yang diucapkan oleh Arai "Gantung mimpi mimpi kau setinggi langit, maka Tuhan akan memeluk mimpi- mimpi kau itu".

at least, thanks mba Titis, DF, juga sis tiwwi yang bersedia menemani.


Komentar

  1. Jarene review ndik twitter soko akune @chiw, endinge gak klimaks. Ternyata kamu rasakan juga. Kalau kita sesama leo, berati aku juga akan merasakannya juga. Soooo.. Nonton gak nih enaknya? Hahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyo ra usah nonton mas. nunggu ng tipi wae. hahahaa

      Hapus
  2. aku lupa isi bukunya. pfft. padahal udah abis baca buku2nya andrea hirata

    BalasHapus
    Balasan
    1. dibukunya, lebih banyak trip ke Eropa, desa Edensor, Afrika, dsb. Ini lebih banyak kisah percintaanya antara Ikal dan Kathya.. Sama seperti Madre.. Agak melenceng dr ceritaa

      Hapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame