Romantisan : Sepakat untuk Menikah

Gambar
Long time tidak curhat-curhat santai di blog. Rindu sebetulnya namun bingung untuk memulainya.  Selama ini saya menahan diri selama kurang lebihnya satu tahun untuk tidak upload tentang persiapan menikah ke sosial media. Bukan tidak mau membagikan cerita bahagia ya, hanya saja saya ingin teman-teman dunia maya tahu setelah semuanya benar-benar terjadi. Kalau boleh dibilang, setahun ternyata cepat sekali berlalu. Desember 2019 adalah bulan di mana saya mengirim pesan, bukan ajakan menikah atau minta untuk dinikahi ke orang yang jadi suami saya sekarang ini.  "Chal, bapak dan ibu sudah selesai urusan haji. Sepertinya setelah ini giliranku disuruh menikah" // "Minggu depan aku boleh ke Kediri? Kita bicara soal ini, ya" // Long story short, orangnya betulan datang ke Kediri. Tidak janjian untuk berjumpa di rumah, namun di Warkop Maspu. Di sana kami ngobrol santai-santai saja, bikin vlog cerita perjalanan kami singgah di beberapa tempat wisata (ternyata vlognya ga pernah

Laskar Pelangi 2 | Edensor

Nonton gratisan memang sangaaaat menyenangkan. Alhamdulillah.
Beberapa minggu yang lalu saya berkesempatan untuk mendapatkan nonton tiket Edensor dari @mbaTiTis gratis dari +detikforum. Saya hanya perlu menjawab siapa dua pemain utama di Edensor, siapa yang akan diajak untuk nonton, dan ketiga akun twitter. Iseng iseng berhadiah. Saya menjawab Abimana dan Lukman Sardi. Serta ingin mengajak sis +tiwwi Dy untuk nonton karena saya sering dipinjami buku- buku karya Andrea Hirata.

Saat perjalanan ke Malang, Jumat. Diingatkan oleh sis Tiwwi untuk melihat pengumuman, dan Alhamdulillah saya dapat tiket gratisnya. Seminggu kemudian sampai rumah dan seminggu kemudian nonton di XXI Malang Town Square. Traillernya keren sekali. Namun saat endingnya saya sedikit speechles, entah kenapa saya kurang puas dengan ending filmnya.

Memang, saya belum membaca buku Edensor, sebelumnya saya sudah mendapat overview dari sis tiwwi tentang buku Edensor yang menceritakan tentang jelajah Eropa juga Afrika, menjelajah ke Desa Edensor. Namun di filmnya tidak ditampilkan desa Edensor yang ternyata sangat indah dan damai. Mungkin saya harus membaca bukunya dulu.

Senangnya melihat film ini adalah semangat belajar tumbuh dan berkobar. Ada kata yang sangat saya suka yang diucapkan oleh Arai "Gantung mimpi mimpi kau setinggi langit, maka Tuhan akan memeluk mimpi- mimpi kau itu".

at least, thanks mba Titis, DF, juga sis tiwwi yang bersedia menemani.


Komentar

  1. Jarene review ndik twitter soko akune @chiw, endinge gak klimaks. Ternyata kamu rasakan juga. Kalau kita sesama leo, berati aku juga akan merasakannya juga. Soooo.. Nonton gak nih enaknya? Hahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyo ra usah nonton mas. nunggu ng tipi wae. hahahaa

      Hapus
  2. aku lupa isi bukunya. pfft. padahal udah abis baca buku2nya andrea hirata

    BalasHapus
    Balasan
    1. dibukunya, lebih banyak trip ke Eropa, desa Edensor, Afrika, dsb. Ini lebih banyak kisah percintaanya antara Ikal dan Kathya.. Sama seperti Madre.. Agak melenceng dr ceritaa

      Hapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame