Ramadan Extra Faedah Makin Produktif bareng Smarftren

Gambar
Marhaban Yaa Ramadan, syukur alhamdulillah kita dipertemukan kembali dengan bulan suci ini. Semoga apapun yang kita lakukan menjadi berkah dan bermanfaat ya, baik untuk diri kita sendiri juga untuk orang lain. Ohya, harus tetap semangat beraktivitas nih meski lagi menjalankan puasa. Temen-temen sudah punya jadwal apa saja nih selama bulan puasa? Buka bersama? Sahur on the road? atau yang lainnya?. Sepertinya beberapa kegiatan umum yang biasa kita lakukan saat bulan ramadan sebelumnya, masih harus kita tahan ya di tahun 2021 ini karena pandemi masih belum juga berakhir. Sedih sih, tapi lebih baik memang saling menjaga diri ya. Tapi tenang aja, ada banyak alternatif kegiatan yang bisa kita lakukan selama ramadan, lho. Apalagi kalau malam atau setelah sahur dan subuh gitu, jujur lebih enak kalau mau melakukan aktivitas meskipun secara online. Nah, karena di bulan ramadan jadi punya cukup banyak waktu di luar kegiatan bekerja, saya jadi punya kesempatan untuk belajar-belajar lagi. Belajar?

Tulisan Kekecewaan

*Maaf mbak, saya kecewa*


Baru saja. Pulang kuliah dan mampir ke toko dekat kampus, tokonya dekat gerbang Ambarawa (yang kuliah di UM jelas tahu), okelah toko ini inisalnya Light. #eh. Berniat mau beli minum botolan (bukan oplosan), tapi air mineral. Baru tahu kalau uang di dompet tinggal 100K, gimana lagi, akhirnya beli disitu. Tidak ada niatan sama sekali untuk bertukar. Akhirnya, beli air mineral dan minuman rasa- rasa. Begitu memberikan uang, mbak kasirnya bilang dengan tidak menatap saya, dan mengundurkan barang yang saya beli. bilang begini "Ga ada mbak, tukar aja dulu" - dengan tidak melihat saya-.

Kesal ? Pasti. Mungkin kalau bilangnya baik- baik, masih bisa saya terima. Untungnya saya sabar, jadi saya pergi untuk nyari kembalian. Sekembalinya dari beli bakso, saya balik ke toko tersebut. Ternyata barang belanjaan saya udah dikembalikan ke tempatnya. Nah, salah saya juga sih ga bilang kalau nanti balik lagi. -_-. Tapi saya memang balik.

Belanjaan saya totalnya Rp. 6400, dan saya ngasih Rp. 6500. Begitu dikasih kembalian, kembaliannya permen. Masih ingat gambar saya yang ini di post sebelumnya ?

Nah, karena saya lagi nabung. Makanya saya lagi ngumpulkan uang receh sebanyak- banyaknya. yang nantinya bisa saya tukarkan ke ibuk.

Begitu mbaknya ngasih kembalian permen saya bilang dengan nada datar yang entah dianggap bagaimana dengan mbak tersebut "mbak, uang seratusan ada?" - "Gak ada" - "oiya sudah". Begitu saya keluar dari toko. Mbak kasir tersebut menggedor- gedor kaca dengan uang receh.

Saya ? Terus jalan tanpa menoleh.

Toko ini sudah snagat sangat sangat sering seperti itu, memberikan kembalian dengan permen. Lalu, apakah mau kalau saya kurang seratus tak kasih permen ? Tidak kan ?. Lalu muncullah pemikiran untuk mencari tulisan tentang undang- undang konsumen. Nemu ini :


Selain itu berdasarkan Undang-undang Nomor: 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman maksimal dua tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar. "Konsumen tentu dirugikan karena tidak ada kata sepakat antara pedagang dengan pembeli, kecuali pengembalian uang receh mengunakan permen disepakati antarkedua belah pihak," ujarnya.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/04/20/mlhu0j-uang-kembalian-diganti-permen-bisa-dipidana

http://teropongumsu.com/index.php/karya-sipong-pong/artikel/126-jangan-mau-dikasih-kembalian-permen

http://ylpkjatim.com/indomart-surabaya-beri-uang-kembalian-permen/

http://www.nonstop-online.com/2013/04/uang-kembalian-diganti-permen-bisa-dipenjara/

http://forum.kompas.com/nasional/256831-beri-uang-kembalian-pakai-permen-melanggar-hukum-dan-bisa-dipidana.html



Komentar

  1. Itulah mengapa saya kalau belanja pakek debit saja. So, diriku memang menghindari ribetnya nyusuki. Tapi tetep saja ya, yg benar belum tentu selalu dapat respon positive, buktinya temen facebook malah bilang aku "nggaya sok kaya" dengan cuma beli 20 ribu saja bayar pakek debit.

    Ha? Punya rekening BCA dianggap orang kaya?

    Haduduuuh, inilah orang kita ini ya. Sangat rendah attitudenya. Ah sudahlah.. malih emosi iki nek iling peristiwa biyen kae, hahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. ndahneo ning toko sing tak omongne kui mas. raenek debet2an, nyusuki ae ra enek. ah aku yo emosi malihan. Calm down calm down. orang Leo meski emosi harus tetap elegan. halah :D

      Hapus
  2. iya di indomare*t dan sejenisnya juga suka gitu. ngeselin emang. kan itu uang kita ya. ntar kebanyakan makan permen jadi diabetes lg haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi.. padahal kita kan dah manis. *eh* hahaha

      Hapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame