Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Oke, sebetulnya pengalaman mengurus balik nama sudah cukup lama ya, sekitar sebelum bulan ramadan. Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Saya ingat banget ini kejadiannya bulan April 2020. Lalu, helo baru ditulis sekarang tuh kemana aja? Ngapain aja? Haha. Maafkan akuuuh. Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kep…

Lanjutan..

Maap ya, kemarin sudah capek sekali. Sebenarnya inti dari tulisan semalam itu ini. Hehe.. Siang kemarin, begitu banyak berkah yang saya terima. Entahlah, ini merupakan berkah atau malah musibah. Haha. 

Saat saya di kereta kemarin, kondisinya begitu tidak menyenangkan dan tidak nyaman, dikarenakan ac di kereta mati dan jendela tidak dapat dibuka. Apalagi saat itu, jam 12 tet. Cuaca diluar begitu menyengat. Bisa bayangin yah. Sumuk banget!.


Apalagi waktu itu gak ada yang saya kenal. Bangku depan dan sebelah kosong. Melihat kereta yang penuh, dan banyak orang bercengkerama satu sama lain membuat saya envy, dan karena keadaan depan dan sebelah saya kosong, membuat saya fokus dengan sosial media di hp. Kebetulan saat itu sedang berchit chat dengan beberapa teman.


Sudah lamaaa, hingga akhirnya /mbathin/ dan membuat status di BBM begini – “On the way.. Berharap ada cowok ganteng yang duduk disebelah saya”. 


Beberapa saat kemudian, datanglah 1 cowok yang unyu- unyu, sepertinya seumuran dengan saya, dia duduk disebelah saya. Kemudian di stasiun selanjutnya datang 2 cowok dan duduk di bangku depan saya. Entah kenapa jadinya awakward moment. Saya hanya diam sampai turun di stasiun tujuan. Tuhan, saya kan minta 1 kok dikasih 3 ?. 


Beberapa saat kemudian, salah seorang teman bilang di bbm “jarang ngeblog sekarang kamu ?”~ Iya, gak tau ini hidupku lagi basi, gak ada yang bisa diceritain.


Kemudian saya menulis status lagi, “hidupku lagi basi, gak ada yang bisa diceritain. Kasihan”. Entah kenapa setelah itu ada beberapa kejadian yang HARUS banget untuk diceritakan. Haha.. So many miracle and gift ya dalam waktu sesingkat itu.


Oke, jadi ceritanya begini. Kemarin selepas keluar dari stasiun saya menunggu adik tingkat, namanya Yolanda, dia naik kereta juga tapi beda gerbong. Karena searah, kami naik lend barengan, nah nah naaaaah.. Angkutan di Malang ini sejenis elf dalam ukuran kecil. Terdapat dua ruang, depan dan belakang, depan untuk sopir dan 1 bangku penumpang, sedang ruang belakang bangkunya diatur berhadapan. Jika dihitung seharusnya/ normalnya satu lend diisi 10 orang sudah termasuk supir, 2 di depan dan 8 dibelakang. Namun, kemarin, entah bagaimana bisa dan ternyata memang bisa, diisi 15 orang. Hak kami untuk menikmati kebebasan duduk direnggut oleh supir yang kejar setoran. Sampai ada yang duduk di pintu lend dan menghadap keluar loh. Ditambah dengan jalanan Malang yang terlihat rata, padahal duh Gusti, bergelombang, ditambah lagi sama supirnya ngebut. Mungkin kalau lendnya oleng, kami mati semua karena gak ada yang bisa menyelamatkan diri. Ironi bener lah ini. Mendingan naik taksi atau di jemput, bukan endel tapi kenyamanan nomor 1 ya.


Dan pagi ini, bangun pagi rasanya badan sakit semua. Akumulasi capek dan lelah di hari Minggu sepertinya. Akhirnya kuliah jam pertama saya gak masuk, dan mungkin saya harus bersyukur karena dosen gak datang. 


Siang ini, juga demikian. Pengumuman dosen pembimbing dan penguji sudah keluar. Semua heboh, waktu itu berita muncul di wasap kelas. Waktu itu saya lagi makan di kantin bareng Jijah, tiba- tiba deg deg an, ternyata dosen pembimbing persis seperti yang saya ajukan, tanpa koreksi sedikitpun. 


Dosen Pembimbing Akademik menjadi Dosbing 1, dan satunya lagi pilihan saya. Alhamdulillah.. 


Jadi, inti dari #curhatan saya adalah saya minta 1 tapi Tuhan kasih banyaaaaaaaaak sekali. Huwow.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame